alexa-tracking

Kisah Perjalanan Hidup Bpk.B.J.Habibie Sang jenius

Main Content

1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/52d826721f0bc3d02a8b45c0/kisah-perjalanan-hidup-bpkbjhabibie-sang-jenius
Kisah Perjalanan Hidup Bpk.B.J.Habibie Sang jenius
Assalamualaikum wr wb.
Kali ini ane mau kasih kisah HIdup Bpk.B.J Habibie.kebetulan ane ngefans banget sama beliau.Orangnya Inspiratif banget.Semoga dengan membaca thread ane ini.agan agan sekalian jadi termotivasi.Maaf agak panjang gan ....

Perjalanan Hidup Prof. Dr. Ing. Bj. Habibie
Ketika beliau pergi haji akhir tahun 1982,
mendapatkan pujian, “Habibie, dunia ini tidak tuli
dan buta. Bahwa, didunia ini terdapat ilmuwan
muslim yang mengangkat nama Islam dimata
dunia dengan prestasi dan progresifitas.”
-Pengeran Sultan Abdul Aziz (Saudi Arabia)-
Siapa yang tak kenal dengan ilmuwan Islam di
abad modern ini, manusia pintar, genius dan
mungkin diantara 130 juta penduduk Indonesia.
Berbagai ilmu eksakta, sosial, politik dan aeronik
telah dikuasai walaupun secara otodidaks
maupun akademik. Perjalan hidup B.J. Habibie
merupakan pelajaran hidup seorang ilmuwan
tanah air yang sukses dimata dunia bukan hanya
fiktif ataupun rekayasa melainkan realitas yang
nyata dan fakta. Oleh sebab itu pada rubrik ini
kita akan mengetahui, siapakah BJ. Habibie?
Bagaimanakah beliau mendapatkan prestasi yang
gemilang dimata dunia? Faktor apakah yang
mendasari kesuksesan beliau baik di Indonesia
maupun dirantau?
Bj. Habibie lahir di Pare-Pare tepatnya provinsi
Ujung Pandang pada tanggal 25 Juni 1936
dengan nama lengkap Bacharuddin Jusuf Habibie,
putra Alwi Abdul Jalil Habibie dan R.A Tuti Marini
Puspowardojo, beliau merupakan anak ke-4 dari
delapan bersaudara, sejak kecil beliau telah
membangun begron masa depannya yang
cemerlang baik dari segi spiritual maupun
intelektual. Belajar, membantu orang tua, mengaji
dan shalat merupakan rutinitas sehari-hari yang
tak pernah ditinggalkan. Oleh sebab itu, sejak
duduk di bangku sekolah beliau adalah murid
yang jenius, ramah, sopan dan tidak sombong.
Sehingga pelajaran eksakta yang sulit seperti,
matematika, fisika, kimia, stereo dan geneo dalam
sekejap dapat diselesaikan dengan nilai yang baik
sekali.
Namun sejak 3 September 1950, bapak beliau
meninggal karena mengalami serangan jantung
ketika menunaikan shalat Isya’. Dengan perasaan
duka yang mendalam R.A Tuti Marini
menadahkan tangan kepada Allah untuk meminta
ketabahan dalam menghadapi hari-hari
selanjutnya. Setelah beberapa saat setelah
kematian suaminya beliau langsung memutuskan
kepada anak laki-laki pertamanya yaitu Habibie
untuk pindah ke Jawa (Bandung) agar dapat
meneruskan pendidikannya.
Tetapi jauh dari kehidupan anaknya yang rajin
dan tekun belajar, Ny. R.A Tuti Marini tidak
merasa tenang, sehingga memutuskan untuk
meninggalkan Ujung Pandang sekeluarga untuk
transmigrasi ke Bandung dengan menjual rumah
dan kendaraannya. Selama menjadi mahasiswa di
ITB Habibie memang banyak tertarik dibidang
aeromodeling atau model pesawat terbang yang ia
buat sendiri.
Menjadi Mahasiswa di Aachean
Pada tahun lima puluhan, belajar diluar negeri
masih merupakan hal yang langka, baik dengan
beasiswa pemerintah maupun biaya sendiri.
Tetapi Ny. R. A Tuti Marini sudah bertekad
kepada anak-anaknya untuk melanjutkan
pendidikan semaksimal kemampuannya, termasuk
keluar negeri B.J. Habibie mendengar sendiri
malam ketika ayahnya meninggal, ibunya yang
waktu itu mengandung delapan bulan berteriak-
teriak dan bersumpah di depan jasad Alwi Jalal
Habibie suaminya, bahwa cita-cita suaminya
terhadap pendidikan anak-anaknya akan
diteruskan. Itulah yang membuat Habibie tidak
heran ketika diajak runding ibunya. “Nak, kamu
sudah saya dapatkan beasiswa untuk keluar
negeri. Sudah ada izin dari P dan K, katanya.”
Kebetulan pada suatu hari ia bertemu dengan
Kenkie (Laheru) temannya di ITB. Laheru
mengatakan ia akan pergi ke Jerman melanjutkan
pendidikan. B.J. Habibie langsung menyatakan
bahwasannya ia juga berniat, tetapi bagaimana
bisa memperoleh izin dan visa ? Laheru
menjawab, sementara ini yang paling penting
adalah menghubungi kementerian perguruan
Tinggi dan Ilmu Pengetahuan Jakarta.
Beliau langsung berangkat ke Jakarta dan
menemui petugas yang berwenang. Waktu itu
beliau ditanya jurusan apa yang paling dikuasai?
Beliau menjawab fisika yang termasuk jurusan
aeronautika atau intruksi pesawat terbang. Ibu
beliau mengirim Habibie keluar negeri dengan
alasan, Saya memilih Habibie karena anak itu
kelihatan lebih serius dalam hal belajar. Sampai-
sampai dibalik pintupun ia bisa membaca buku
dengan asyiknya. Sebetulnya, adiknya ada yang
ingin melanjutkan sekolah ke luar negeri tapi
bagaimana lagi waktu itupun, saya harus melepas
seluruh uang tabungan, dan sebagai janda saya
tidak memiliki koneksi, sehingga terpaksa saya
harus berjuang sendiri demi anak.”
Ketika sampai di Jerman, beliau sudah bertekad
untuk sunguh-sungguh dirantau dan harus
sukses, dengan mengingat jerih payah ibunya
yang membiayai kuliah dan kehidupannya sehari-
hari. Sebelum berangkat ke Jerman, beliau
bertemu Prof. Dr. Muhammad Yamin selaku
Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, yang waktu
itu mengelus-ngelus kepalanya dan berkata,
“Kamu inilah harapan bangsa.” Nasehat tersebut
merupakan ujian yang harus dilalui dengan
sukses oleh B .J. Habibie.
Hidup di Rantau
Beberapa tahun kemudian, pada tahun 1955 di
Aachean, 99% mahasiswa Indonesia yang belajar
di sana diberikan beasiswa penuh. Hanya
beliaulah yang memiliki paspor hijau atau swasta
dari pada teman-temannya yang lain
Musim liburan bukan liburan bagi beliau justru
kesempatan emas yang harus diisi dengan ujian
dan mencari uang untuk membeli buku. Sehabis
masa libur, semua kegiatan disampingkan kecuali
belajar. Berbeda dengan teman-temannya yang
lain, mereka; lebih banyak menggunakan waktu
liburan musim panas untuk bekerja, mencari
pengalaman dan uang tanpa mengikuti ujian.
Dalam kelas-kelas yang diikutinya Habibie
kadang-kadang menarik perhatian. Pernah suatu
hari Habibie mengikuti kuliah yang diberikan oleh
Prof. Ebner, tetapi karena terlambat beberapa
menit ia masuk ruangan kuliah dengan berhati-
hati. Kira-kira setengah jam kemudian, Prof.
Ebner berhenti dan menanyakan kepada
mahasiswa apakah ada yang belum jelas ataupun
bertanya. Tiba-tiba beliau angkat bicara dengan
langsung mendebat, sehingga suasana mulai
berubah. Dan semakin lama perdepatanpun
semakinseru, sampai akhirnya semua mahasiswa
satu persatu meninggalkan tempat karena makin
panjangnya perdebatan.
Disamping aktif menjadi mahasiswa jurusan
aeronik, ternyata kiprah Habibie dalam dunia
sosial sangat bagus, beliau mengadakan seminar
PPI yang mengupas masalah pembangunan,
politik, ekonomi serta sosial di Indonesia.pada
tahun 1959 dengan penuh perjuangan dan usaha
yang tidak mudah, sehingga beberapa perusahaan
beliu kunjungi untuk meminta dana dari proposal
yang beliau buat sendiri. Seminar tersebut diikuti
oleh seluruh mahasiswa dan mahasiswi Indonesia
yang berdomisili di Eropa.
Sementara seminar terealisasikan, beliau terkapar
sakit dan mendekam di klinik universitas Bonn
dikarenakan serangan influenza yang virus-
virusnya masuk ke jantung. Sehingga selama 24
jam, dalam keadaan tidak sadar tiga kali
dikembalikan kekamar mayit dari bangsal biasa.
Namun, Allah masih memberikan kesempatan
bagi beliau untuk meneruskan perjuangannya, dan
saat sadar beliau menciptakan sajak, yaitu:
Sajak ini, mengisahkan tekad dan kepasrahannya
dalam mengabdi untuk mencapai kemakmuran
bangsa bukan untuk dilihat orang tetapi
merupakan kewajiban generasi bangsa baik
individu maupun kelompok.
Memang tekad suci dan kuat, serta tujuan belajar
serta hidup yang suci menjadi dasar kesuksesan
beliau dalam bidang akademik. Sehingga pada
tahun 1960 meraih gelar Diploma Ing., dengan
nilai Cumlaude atau dengan angka rata-rata 9,5.
Dengan gelar insinyur, beliau mendaftar diri untuk
bekerja di Firma Talbot, sebuah industri kereta api
Jerman. Pada saat itu Firma Talbot
membutuhkan sebuah wagon yang bervolume
besar untuk mengangkut barang-barang yang
ringan tapi volumenya besar. Talbot
membutuhkan 1000 wagon. Mendapat persoalan
seperti itu, Habibie mencoba mengaplikasikan
cara-cara kontruksi membuat sayap pesawat
terbang yang ia terapkan pada wagon dan
akhirnya berhasil.
Sedangkan pada tahun 1965 Habibie
mendapatkan gelar Dr. Ingenieur dengan penilaian
summacumlaude dengan angka rata-rata 10 dari
Technische Hochschule Die Facultaet Fuer
Maschinenwesen Aachean. Belum lagi penemuan
beliau tentang pemecahan persoalan penstabilan
konstruksi di bagian ekor pesawat yang dihadapi
oleh Perusahaan HFB (Hamburger Flugzeugbau)
yang kini berubah menjadi MBB (Messerschmitt
Bolkow Blohm) selama tiga tahun akhirnya dapat
diselesaikan oleh Habibie dalam waktu enam
bulan. Sehingga, penemuan-penemuan tersebut
diabadikan oleh berbagai pihak yang dikenal
dengan teori, faktor dan metode Habibie.
Kegigihannya dalam mempertahankan pendapat,
baik mengenai program-program penelitian
maupun yang lainnya membuahkan hasil baginya.
Sehingga pada tahun 1974, beliau sudah diangkat
menjadi Wakil Presiden dan Direktur Teknologi
MBB. Amanat tersebut merupakan jabatan
tertinggi yang diduduki oleh orang asing.
Prestasi-prestasi yang diukir di Jerman bukan
kunci keberhasilan dan kejayaan bagi beliau,
justru hal tersebut sebagai sarana dalam
mempersiapkan diri jika kelak berada di tanah air.
Pada umur 28 tahun, ketika itu Habibie belum
bisa kembali pulang ke Indonesia justru beliau
diberi tugas untuk membina kader-kader bangsa
yang sedang mendalami konstruksi pesawat.
Akhirnya, kader-kader tersebut beliau berikan
peluang untuk bekerja di MBB melalui prakarsa
yang tidak mudah untuk meyakinkan pihak
perusahaan dalam menerima 30 orang Indonesia.
Saat Habibie dipanggil untuk pulang ke Indonesia,
30 orang tersebut bersama-sama beliau kembali
ke tanah air guna menjalankan tugas yang
diberikan oleh presiden Suharto.
Kembali ke tanah air
Presiden Suharto langsung memberi instruksi
kepada B.J. Habibie untuk merintis IPTN.
Bermodalkan semangat dan tekad yang kuat
B.J.Habibie berangkat ke luar negeri guna
mengajak industri-industri pesawat terbang
lainnya untuk bekerjasama. Di dalam usahanya
itu, tantangan besar siap dihalau. Bahkan
tamparan keras dirasakan ketika akan berunding
dengan sebuah industri pesawat terbang di
Kanada. Direktur utama perusahaan menolak
untuk bertemu bahkan ketika asisten direktur
perusahaan menerimanya, dengan keras mereka
menjawab tidak berminat untuk bekerja sama
dengan Indonesia dan yang perlu dimengerti oleh
anda membangun industri pesawat terbang itu
tidak mudah Habibie seharusnya semua mengerti.
Dengan kata lain, bangsa Indonesia tidak akan
becus membuat pesawat terbang. Karena itu
jangan bermimpi.
Tidak ada usaha tanpa hasil didunia ini, akhirnya
beliau mendapatkan mitra yaitu CASA Spanyol
yang setuju bekerjasama dalam pembuatan NC
212 Aviocar berbaling-baling ganda. Kemudian
berdasarkan pengalamannya di Eropa, beliau
berhasil membuat persetujuan dengan MBB untuk
membuat Helikopter BO-105 dan sebagainya.
Menaiki jenjang karier di Indonesia banyak
prestasi yang beliau raih, diantaranya: memimpin
industri IPTN, guru besar bidang konstruksi
pesawat terbang di ITB, menjadi Menteri Riset
dan Teknologi, Wakil Presiden RI, Presiden RI,
ketua ICMI (Ikatan Cendikiawan Muslim
Indonesia), pemimpin umum The Habibie Center,
dan masih banyak prestasi beliau yang diukir baik
nasional maupun Internasional. Beliau bagaikan
mendayung diantara gelombang, kritik positif
maupun tidak membangun tiada henti. Namun
apakah kata? Tiada orang yang sempurna didunia
ini, maka tikaman dan hujatan beliau hadapi
dengan tenang serta tabah.
Charge dalam hidup
Walaupun sibuk dengan urusan bangsa,
organisasi dan keluarga, namun nilai-nilai
spiritual tetap harus didepankan. Beliau tidak
pernah lupa sholat lima waktu, sesekali shalat
tahajjud, puasa Senin-Kamis serta menunaikan
ibadah haji. Selama di rantau dalam keadaan
rindu kepada Tuhan, di manapun tidak memilih
tempat, ia berhenti untuk berdoa. Beliau ingat
dengan ayahnya yang saleh. Beliau biasa
membawa tasbih kemanapun berada. Karena
ibadah spiritual merupakan charge (mengisi
tenaga) dan secara biologis hal itu berarti
menambah kalori dan energi.
benerin dulu tulisan nya gan.....puyeng ane liat nya.....
Quetrick PERTAMAX.........!!!!!!!
pesan pak habibie
ijin baca gan, bagus nih tritnya emoticon-Salaman
emoticon-Matabelo tokoh pembuat pesawat di indonesia
pertamax kah?
tulisannya kaga jelas gan ..
benerin lagi gan
sampe sekarang belum kesampean bikin gatotkoco versi rc nya emoticon-Games
aniway nice share gan emoticon-Shakehand2