alexa-tracking

Korupsi SKK Migas Mulai Dilacak

Main Content

1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/52d80927a1cb1731138b46c4/korupsi-skk-migas-mulai-dilacak
Korupsi SKK Migas Mulai Dilacak
Setelah para pelaku utama korupsi Satuan Kerja Khusus Minyak dan Gas dibawa ke meja hijau, Komisi Pemberantasan Korupsi melacak pihak-pihak lain yang ikut menjadikan lembaga pengelola industri hulu migas sebagai sapi perahan. Selain pejabat Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral, anggota Komisi VII DPR disebut-sebut ikut menikmati korupsi Kepala SKK Migas Rudi Rubiandini.

KPK akhirnya menetapkan Sekretaris Jenderal Kementerian ESDM Waryono Karno sebagai tersangka. Waryono yang dipensiunkan akhir Desember lalu, dituduh menerima 200.000 dollar AS dari korupsi yang diterima Rudi Rubiandini.

Dugaan bahwa uang yang ada di ruangan Waryono Karno berasal dari Rudi sangat kuat karena nomor seri dollar AS berurutan dengan nomor seri dollar AS yang disita dari rumah dinas Rudi. Dalam pengakuannya kepada KPK, Rudi mengatakan bahwa uang dari Kernell Oil diterima karena ia harus memenuhi permintaan dari banyak pihak.

Salah satu yang disebut Rudi sebagai pihak yang selalu minta dana dari dirinya adalah Komisi VII DPR. Ketua Komisi VII DPR Sutan Bathoegana merupakan pihak yang menyampaikan permintaan tersebut untuk keperluan tunjangan hari raya para anggota Komisi VII.

Rudi mengaku memberikan uang sebanyak 200.000 dollar AS untuk keperluan lebaran tahun lalu. Uang tersebut diserahkan melalui anggota Komisi VII dari Partai Demokrat, Tri Yuliantoro.

Kedua anggota Partai Demokrat tersebut selalu menyangkal meminta uang THR dan menerima uang dari Rudi. Untuk keperluan penyelidikan, KPK akhirnya melakukan penggeledahan terhadap ruang kerja Sutan dan Tri Yuliantoro di Gedung DPR. Bahkan KPK melakukan penggeledahan terhadap rumah mewah milik Sutan di Bogor.

Di tengah mulai bergulirnya masa kampanye Pemilihan Umum 2014, korupsi yang terjadi di SKK Migas tentunya merugikan Partai Demokrat. Tidak bisa dihindarkan munculnya dugaan korupsi di SKK Migas itu untuk kepentingan partai pemenang Pemilu 2009, karena pemain utamanya berasal dari partai tersebut.

Kita sudah lihat bagaimana terpukulnya Partai Demokrat oleh kasus korupsi Proyek Hambalang yang melibatkan elite mereka. Belum lagi kasus itu tuntas sudah muncul lagi kasus baru yang menyeret citra mereka yakni korupsi SKK Migas.

Kalau saja partai pimpinan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono ingin selamat dari kasus SKK Migas, maka Partai Demokrat harus lebih proaktif. Mereka harus menggunakan pakta integritas yang sudah ditandatangani seluruh kader sebagai alat untuk membersihkan partai sebelum kasus hukum menyeret mereka.

Kita memang sering terkendala kepada prinsip asas praduga tidak bersalah. Namun politik sebenarnya lebih berkaitan dengan persoalan moral. Yang jauh lebih menentukan adalah penghormatan terhadap etika. Ketika seorang politisi disebut-sebut terkait dengan urusan korupsi yang menentukan bukan dalil hukum, tetapi hati nurani.

Ketika Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono meminta seluruh kader menandatangani pakta integritas di hadapannya, landasan utamanya adalah meminta para kader untuk bersikap sportif. Siapa saja kader yang terkait dengan urusan yang tercela, maka mereka harus berani mengakui kesalahan sebelum proses hukum menjerat mereka.

Sekarang ini momentum menentukan bagi Partai Demokrat, apakah penandatanganan pakta integritas tersebut merupakan bagian dari komitmen Partai Demokrat sebagai partai yang bersih atau hanya sekadar seremoni? Kalau saja penandatanganan pakta integitas tidak mampu menjunjung integritas pribadi para kader, maka tamatlah perjalanan partai yang didirikan Presiden Yudhoyono itu.

Partai Demokrat harus belajar dari pengalaman untuk menunda-nunda sikap tegas terhadap Ketua Umum Anas Urbaningrum. Akhirnya Partai Demokrat harus melengserkan juga ketua umumnya, tetapi kerusakan yang diakibatkan telah membuat partai tersebut terpuruk begitu dalam.

Persoalan yang hampir sama kini dihadapi lagi Partai Demokrat di mana kader mereka baik yang ada di Kementerian ESDM maupun Komisi VII DPR terkait kasus korupsi. Beranikah pimpinan Partai Demokrat bertindak tegas atau membiarkan citranya terpuruk di tengah masa kampanye Pemilu 2014 yang mulai berlangsung? Kita lihat saja nanti.

Yang pasti KPK sendiri terus bergerak dengan keyakinan bahwa korupsi SKK Migas tidak hanya dinikmati Rudi Rubiandini. Dalam dakwaan kepada Rudi, Jaksa KPK secara jelas menyebutkan aliran uang korupsi ke tangan Sutan Bathoegana. Rudi sendiri kepada wartawan mengatakan bahwa ia hanya menjadi "pengumpul", karena ia dan keluarganya tidak pernah menikmati hasil korupsi dari jabatannya sebagai Kepala SKK Migas.
mati aja kau koruptor emoticon-Mad (S)
Quote:


serem,, tapi jelas,, emoticon-Takut (S)
korupsi lagi,.. korupsi lagi.. kapan rakyat indonesia makmur emoticon-Berduka (S)
emoticon-I Love Indonesia
emoticon-Cape d... (S) emoticon-Cape d... (S) koruptor lagi, sidik lagi, sidang lagi, penjara lagi, remisi lagi, ujung ujungnya keluar lagi dengan cepat emoticon-Cape d... (S) entah gimane caranya emoticon-Hammer
emoticon-Cape d... (S) ane lagi gedek ma koruptor
×