alexa-tracking

Main Content

1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/52d7a5caa3cb171f428b46ed/quot-membeli-waktu-sang-ayah-quot
" membeli waktu sang ayah "
Pada suatu hari, seorang Ayah
pulang dari bekerja pukul 21.00
malam. Seperti hari-hari
sebelumnya, hari itu sangat
melelahkan baginya. Sesampainya di
rumah ia mendapati anaknya yang
berusia 8 tahun yang duduk di kelas
2 SD sudah menunggunya di depan
pintu rumah. Sepertinya ia sudah
menunggu lama.
“Kok belum tidur?” sapa sang Ayah
pada anaknya.
Biasanya si anak sudah lelap ketika
ia pulang kerja, dan baru bangun
ketika ia akan bersiap berangkat ke
kantor di pagi hari.
“Aku menunggu Papa pulang, karena
aku mau tanya berapa sih gaji
Papa?”, kata sang anak.
“Lho, tumben, kok nanya gaji Papa
segala? Kamu mau minta uang lagi
ya?”, jawab sang ayah.
“Ah, nggak pa, aku sekedar..pengin
tahu aja…” kata anaknya
.
“Oke, kamu boleh hitung sendiri.
Setiap hari Papa bekerja sekitar 10
jam dan dibayar Rp.400.000. Setiap
bulan rata-rata dihitung 25 hari
kerja. Jadi gaji Papa satu bulan
berapa, hayo?!”, tanya sang ayah.
Si anak kemudian berlari mengambil
kertas dari meja belajar sementara
Ayahnya melepas sepatu dan
mengambil minuman.
Ketika sang Ayah ke kamar untuk
berganti pakaian, sang anak
mengikutinya.
“Jadi kalau satu hari Papa dibayar
Rp 400.000 utuk 10 jam, berarti satu
jam Papa digaji Rp 40.000 dong!”
“Kamu pinter, sekarang tidur
ya..sudah malam!”
Tapi sang anak tidak mau beranjak.
“Papa, aku boleh pinjam uang Rp
10.000 nggak?”
“Sudah malam nak, buat apa minta
uang malam-malam begini. Sudah,
besok pagi saja. Sekarang kamu
tidur”
“Tapi papa..”
“Sudah, sekarang tidur” suara sang
Ayah mulai meninggi.
Anak kecil itu berbalik menuju
kamarnya.
Sang Ayah tampak menyesali
ucapannya. Tak lama kemudian ia
menghampiri anaknya di kamar.
Anak itu sedang terisak-isak sambil
memegang uang Rp 30.000.
Sambil mengelus kepala sang anak,
Papanya berkata “Maafin Papa ya!
Kenapa kamu minta uang malam-
malam begini.. Besok kan masih
bisa. Jangankan Rp.10.000, lebih
dari itu juga boleh. Kamu mau
pakai buat beli mainan khan?”
“Papa, aku ngga minta uang. Aku
pinjam…nanti aku kembalikan kalau
sudah menabung lagi dari uang
jajanku.”
“Iya..iya..tapi buat apa??” tanya
sang Papa.
“Aku menunggu Papa pulang hari ini
dari jam 8. Aku mau ajak Papa main
ular tangga. Satu jam saja pa, aku
mohon. Mama sering bilang, kalau
waktu Papa itu sangat berharga. Jadi
aku mau beli waktu Papa. Aku buka
tabunganku, tapi cuma ada uang Rp
30.000. Tadi Papa bilang, untuk satu
jam Papa dibayar Rp 40.000.. Karena
uang tabunganku hanya Rp.30.000,-
dan itu tidak cukup, aku mau pinjam
Rp 10.000 dari Papa” Sang Papa
cuma terdiam.
Ia kehilangan kata-kata. Ia pun
memeluk erat anak kecil itu sambil
menangis. Mendengar perkataan
anaknya, sang Papa langsung
terdiam, ia seketika terenyuh,
kehilangan kata-kata dan menangis..
Ia lalu segera merangkul sang anak
yang disayanginya itu sambil
menangis dan minta maaf pada sang
anak..
“Maafkan Papa sayang…” ujar sang
Papa.
“Papa telah khilaf, selama ini Papa
lupa untuk apa Papa bekerja keras.
Maafkan Papa anakku” kata sang
Papa ditengah suara tangisnya.
Si anak hanya diam membisu dalam
dekapan sang Papanya.
==================================
===============
Saya ingin bertanya kepada Anda
saat ini..
Sebetulnya, apakah alasan Anda
untuk bekerja sangat keras dan
mencari kesuksesan karir Anda?
Demi uang yang banyak? Atau
sesungguhnya demi keluarga Anda?
Seringkali kita bekerja terlalu sibuk
sehingga kita melupakan bahwa di
akhir, keluargalah yang terpenting.
Tidak ada gunanya Anda sukses tapi
pada akhirnya keluarga Anda telah
meninggalkan Anda atau hubungan
Anda dengan keluarga telah rusak.
Sesungguhnya, untung anak tersebut
bicara dan komunikasi dengan orang
tuanya untuk mencurahkan
perasaannya.
Sering kali, anak cenderung diam
dan bahkan tidak berbicara sama
sekali tentang kondisinya kepada
orang tua.
Ketika di tanya mereka hanya
menjawab “Tidak ada apa-apa”
Bagaimana caranya Anda bisa
menyelesaikan masalah jikalau Anda
bahkan tidak tahu masalahnya
dimana?
Hal ini sering kali terjadi pada anak
dan khususnya terjadi pada anak di
masa remaja.
Mereka merasa diabaikan/
ditinggalkan, tidak di cintai, tidak
dihargai oleh orang tuanya sendiri..
Pertanyaan berikutnya mungkin
cukup berat untuk Anda..
“Menurut Anda, lebih baik Anda
mencintai anak Anda atau Anak
Anda merasa di cintai oleh Anda?”
Coba renungkan jawaban dari
pertanyaan tersebut..
Cerita yang bagus gan... dirapiin dikit Threadnya gan emoticon-Kiss emoticon-Sorry

Quote:EDDIE LAU METHOD
emoticon-Maaf Agan PROFIT $1000 IN 6 DAYS BY EDDIE LAU!!! emoticon-Maaf Aganwati
Click Here
tuntutan hidup gan

realitanya jaman sekarang kalo kita gak gerak cepet , mau makan apa ?

nyokap gue single parent , kerja , pulang seminggu sekali

bokap dah meninggal masuk taun k9

gue sendiri masih mahasiswi dan kerja juga

gue masih punya adek kelas 6

kasih sayang dan perhatian ortu ke ade , gue yg gantiin porsinya nyokap ama bokap dirumah

nah gue dapet perhatian dr mana ?

ga semua org punya masalah yg sama , bahkan diluar sana masih banyak yg jauh lbh worst dr gue ato elu
alhamdulillah gan ane jg uda jd ayah... asalkan si kecil belum tidur, ane selalu nyempetin main ama dia, minimal nonton tipi bareng... emoticon-Kiss
pelm im not stupit too