alexa-tracking
Selamat Guest, Agan dapat mencoba tampilan baru KASKUS Masih Kangen Tampilan Sebelumnya
Kategori
Kategori
Home / FORUM / All / Entertainment / The Lounge /
Ekonomi Kerakyatan sebagai solusi pembangunan negeri ini
5 stars - based on 2 vote 5 stars 0 stars
1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/52d52bec0d8b46fe748b456c/ekonomi-kerakyatan-sebagai-solusi-pembangunan-negeri-ini

Ekonomi Kerakyatan sebagai solusi pembangunan negeri ini

Ekonomi Kerakyatan sebagai solusi pembangunan negeri ini


apakah agan sudah pernah mendengar mengenai EKONOMI KERAKYATAN?
Jika belum silahkan dibaca dulu kutipan berikut ini
Quote:


Oke, sudah sedikit paham kan tentang ekonomi kerakyatan?
Baik, sekarang coba kita sedikit hitung-hitungan apabila pembangunan negeri tercinta ini benar-benar melaksanakan UUD 1945 tersebut.

Quote:


itu adalah salah satu contoh dimana dengan Ekonomi Kerakyatan, maka pembangunan bisa ter-akselerasi dengan lebih cepat.

Bayangkan, dari dulu selalu kita dengar jargon:

"DARI RAKYAT KE RAKYAT dan UNTUK RAKYAT"


Namun faktanya apa? semua pembangunan di negeri ini tidak melibatkan rakyat sedikitpun. padahal TS yakin, seandainya agan-agan diberikan kesempatan untuk berinvestasi pada program-program pembangunan yang saling menguntungkan, maka tentunya akan tertarik untuk itu kan? misalnya:

Penawaran investasi untuk pembangunan jembatan selat sunda dengan sumber income dari penjualan tiket tol penyeberangan?

atau Penawaran investasi jalur tol lintas sumatera dengan sumber income dari penjualan tiket tol?

atau Penawaran investasi di pembangunan pembangkit listrik dengan sumber income dari abodemen dan tagihan listrik masyarakat?

atau Pembangunan Bandara dengan sumber income biaya taxiway pesawat dan airport service charge?

Hmm.... memang ekonomi kerakyatan adalah pola ekonomi yang paling tepat bagi bangsa ini dan hal ini sudah disadari oleh para pemimpin kita dahulu, hanya saja mungkin akibat sogokan dan tekanan dari para Bankir di WorldBank, IMF, JICA dan sebagainya, malah membuat para pemimpin kita tidak melaksanakan amanat UUD 1945 tersebut...

harapan TS, semoga Pemimpin baru di Pemilu mendatang dapat menjalankan ekonomi yang sesuai amanat UUD 1945 tersebut dan mau merangkul rakyat untuk secara bersama-sama membangun bangsa dan negeri tercinta ini....

Karena Bangsa INDONESIA sudah MERDEKA
MERDEKA secara KEDAULATAN dan HARUS MERDEKA secara EKONOMI

Beri apresiasi terhadap thread ini Gan!
ohh begitu yah gan, nice trit ganemoticon-Jempol
sudahlahh,, syukuri apa yang ada,, hidup adalah anugrah,, tetap jalani hidup ini,,
melakukan yang terbaik,, tuhan pasti kan menunjukkan,, bagi orang yang sabar ............
Pusing kalo baca thread tentang politik & ekonomi indonesia emoticon-Cape d...
biar merasa memiliki ya gan, emoticon-I Love Indonesia (S)
TS bener banget tuh dukung terus ekonomi kerakyatan gan
wah bener banget saran ente gan,
tapi ane ingat bgt waktu presiden kita yang sekarang,
melihat dari luar tentu beda dengan melihat dari dalam,
ane yakin di negara kita ini, pemimpin tuh pasti dapat banyak intervensi dari luar, sehingga ga bisa kerja dgn benar,karena mereka selalu di bayangi ketakutan akan tekanan dan ancamanemoticon-Takutemoticon-Takut
bener gan, lebih dikembangkan lagi mengenai ekonomi kerakyatannya ya emoticon-I Love Kaskus (S)
emoticon-Matabelo indonesia emoticon-Sorry
memang ini solusi yg terbaik tuk negeri ini
rakyat diberdayakan semuanya yg hasilnya nanti dapat dinikmati bersama
sehingga semua penduduk di negeri ini bisa sejahtera semuanya
kira" siapa pemimpin yg mau memulainya

BUKTI KALAU EKONOMI KERAKYATAN DILAKSANAKAN OLEH NEGARA TETANGGA KITA

Beda Dengan RI, Malaysia Biayai 100% Proyek MRT 23 Miliar Ringgit
Feby Dwi Sutianto - detikfinance
Kamis, 23/01/2014 08:53 WIB

Ekonomi Kerakyatan sebagai solusi pembangunan negeri ini

Kuala Lumpur -Pemerintah Malaysia membiayai 100% proyek kereta Mass Rapid Transit (MRT) di negaranya. Proyek ini dibiayai tanpa pinjaman dari lembaga donor asing.

Untuk membangun MRT fase I yang membentang sepanjang 51 kilometer (km), pemerintah Malaysia rela mengeluarkan biaya hingga 23 miliar ringgit. Skema pembiayaan ini berbeda dengan proyek MRT di Jakarta.

“Biaya 23 miliar ringgit atau US$ 8 miliar. Itu sepanjang 51 km untuk kontruksi dan sistem (kereta, dll),” kata Direktur Komunikasi dan PR MRT Corp Amir Mahmood Razak di Pusat Informasi MRT Corp di Kuala Lumpur, Kamis (23/1/2014).

Untuk sumber dana, menurutnya pemerintah Malaysia mengeluarkan surat berharga atau surat utang. Pembiayaan dengan skema ini memungkinkan pemerintah Malaysia melalui MRT Corp membangun MRT tanpa intervensi saat menentukan kontraktor hingga penyediaan kereta.

“Pembiayaan semua dari lokal,” sebutnya.

Proyek ini sendiri dikerjakan oleh 8 kontraktor untuk paket jalur layang dan bawah tanah. Sedangkan untuk kereta, MRT Corp memilih kereta buatan Siemens.

Sementara untuk proyek MRT Jakarta dibiayai dari utang lembaga donor asal Jepang sebesar 125,239 miliar yen. Utang ini dilaksanakan antara pemerintah Indonesia dan JICA. Dengan skema tight loan, kontraktor proyek hingga komponen MRT sebanyak 70% berasal dari Jepang dan 30% lokal.

Quote:
Diubah oleh sumbionpark
Dari rakyat, oleh rakyat untuk pejabat emoticon-thumbsup


×
GDP Network
© 2018 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di