alexa-tracking

Nasib Nista pengibar bendera pertama RI >>

Main Content

1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/52c956153ecb1737448b46e2/nasib-nista-pengibar-bendera-pertama-ri-gtgt
Nasib Nista pengibar bendera pertama RI >>
Spoiler for :


Di usianya yang ke-81, pria sepuh itu masih tetap menikmati hidupnya di pinggir rel Kalibata, Jakarta Selatan. Pria yang kini menderita stroke mata itu seharusnya bisa hidup lebih layak. Sebab, pria bernama Ilyas Karim adalah pelaku sejarah penting. Dialah pengibar pertama Sang Saka Merah Putih pada 17 Agustus 1945 lalu.

Anda tentu pernah melihat foto upacara pengibaran Bendera Merah Putih pertama kali di Jalan Pegangsaan Timur Jakarta Pusat. Di foto itu tampak dua orang pengibar bendera yang dikelilingi oleh Presiden Soekarno, Wakil Presiden Mohammad Hatta, Ibu Fatmawati, dan SK Trimurti. Pemuda pengibar bendera yang bercelana pendek itulah Ilyas Karim.

Saat ini Ilyas tinggal di sebuah rumah sederhana di Jl. Rawajati Barat, Kalibata, Jakarta Selatan, bersebelahan dengan rel kereta api. Saat ditemui detikcom, Selasa (12/8/2008) kemarin, Ilyas masih tampak bugar. Meski gerak badannya tidak segesit dulu, namun dia tidak tampak bungkuk ataupun tergopoh ketika berjalan.

Ilyas menceritakan pengalamannya sebagai pengibar bendera Merah Putih pertama di republik ini. Waktu itu, Ilyas adalah seorang murid di Asrama Pemuda Islam (API) yang bermarkas di Menteng Jakarta Pusat. Malam hari sebelum dibacakan proklamasi kemerdekaan RI, Ilyas beserta 50-an teman dari API diundang ke rumah Soekarno di Pegangsaan Timur No. 56.

"Katanya ada acara gitu," tutur Ilyas.

Saat berkumpul di rumah Soekarno itulah Sudanco (Komandan Peleton) Latief menunjuknya untuk menjadi pengibar bendera di acara proklamasi kemerdekaan keesokan harinya. Satu orang pengibar yang lain yang ditunjuk adalah Sudanco Singgih, seorang tentara PETA. "Saya ditunjuk karena paling muda. Umur saya waktu itu 18 tahun," kata Ilyas.

Ilyas menceritakan pengalaman itu dengan penuh semangat. Matanya yang harus diplester agar tidak terpejam tampak berbinar. Ilyas memang menderita stroke mata. Dokter menganjurkannya untuk memlester kelopak matanya agar tidak terpejam. Sudah berbagai upaya pengobatan ditempuhnya namun belum juga membuahkan hasil.

Meski dengan sakitnya itu, Ilyas tetap aktif beraktivitas. Sejak tahun 1996 dia menjabat sebagai Ketua Pengurus Pusat Yayasan Pejuang Siliwangi Indonesia yang memiliki cabang di 14 propinsi, antara lain di Medan, Riau, Jambi, Palembang, Banten, dan Ambon.

"Saya akan diganti tahun 2009 nanti," kata Ilyas.

Yayasan itu sendiri bergerak di bidang sosial. Kegiatannya antara lain penyantunan anak yatim, pembangunan tempat ibadah, dan penyantunan orang jompo.

Ilyas lahir di Padang, Sumbar. Dia sekeluarga baru menetap di Jakarta pada 1936. Ayahnya dulu seorang camat di Matraman. Di zaman penjajahan Jepang, ayahnya dibawa ke Tegal dan dieksekusi tentara Jepang. Sejak saat itu, Ilyas menjadi yatim.

Setelah pengibaran Sang Saka Merah Putih itu, Ilyas kemudian menjadi tentara. Pada 1948, Ilyas dan sejumlah pemuda di Jakarta diundang ke Bandung oleh Mr Kasman Singodimejo. Di Bandung, dibentuk Tentara Keamanan Rakyat (TKR). Kesatuan tentara ini kemudian berganti nama jadi Siliwangi. Nama Siliwangi merupakan usul dari Ilyas.

Sebagai tentara, Ilyas pernah diterjunkan di sejumlah medan pertempuran di berbagai daerah, termasuk ditugaskan sebagai pasukan perdamaian di Libanon dan Vietnam. Pada 1979, Ilyas pensiun dengan pangkat letnan kolonel. Kehidupannya mulai suram, karena dua tahun kemudian dia diusir dari tempat tinggalnya di asrama tentara Siliwangi, di Lapangan Banteng, Jakpus. Sejak saat itu hingga saat ini dia tinggal di pinggir rel KA.

dan sekarangpun mo di gusur sama si kumis fuke..
selamat buat bu ani yg dapet penghargaan dari negara kemaren..
yah elah..


emoticon-Matabelo Wew..
Mari2 luncurkan emoticon-Blue Guy Cendol (L)emoticon-Blue Guy Cendol (L)
kasian gan
Pahlawan Kemerdekaan emoticon-Berduka (S)
malang sekali nasibnya emoticon-Frown
jiahh... trit taon 2008 emoticon-Nohope fuke mane??
baru tau ane gan emoticon-Berduka (S)

emoticon-Sorry ane baru tau
kasihan bgt emoticon-Berduka (S)
memang bgtu lah.. tidak menghargai jasa2 nya..
wah ini saksi hidup padahal
cantumkan sumbernya bro
waah, harus jadi perhatian lebih pemerintah tuh gans emoticon-Matabelo
kasian banget ya gan, kenapa bnyak pahlawan yg sering terlupakan di negri ini emoticon-Turut Berduka
gini nih indonesia, ga begitu menghargai jasa mereka emoticon-Berduka (S)
miris gan emoticon-Mewek pemerintah mah ga urusan masalah begituan, yg penting punya jabatan dan mentingin kantong doang gan emoticon-Mewek
kasian ya, kurang perhatian dari pemerintah emoticon-Berduka (S)
miris banget dah salah satu saksi hidup kemerdekaan nasibnya malah kaya gitu
terlupakan sama bangsanya sendiri emoticon-Cape d... (S)
Bajirut muke gile tiap hari ane sering liat dia di kalibata gak nyangka
emoticon-Matabelo
kasian bernasib nista ya emoticon-Frown
penguasa lupa mereka bisa hidup mewah dr pengorbanan pejuang dahulu emoticon-Mewek
miris banget -.-
Gw ga nyangka kalo foke berani menggusur penggerek bendera pertama emoticon-Cape d... (S)
×