alexa-tracking

Main Content

1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/52b3a6073dcb1757478b46c0/thread-islami-arwah-bisa-saling-bertemu
Peringatan! 
[UPDATED] THREAD ISLAMI: Arwah Bisa Saling Bertemu?
THREAD ISLAMI: Arwah Bisa Saling Bertemu?emoticon-shakehand THREAD ISLAMI: Arwah Bisa Saling Bertemu? emoticon-shakehandTHREAD ISLAMI: Arwah Bisa Saling Bertemu?Quote:Thread ini ane buat untuk menjelaskan mengenai "Apakah arwah itu bisa saling bertemu dengan sesamanya maupun dengan manusia yang masih hidup?" yang bersumber dari Al-Qur'an dan juga Hadist yang terpercaya akan kebenarannya.
Quote:
كَانَ رَسُولُ اللهِ صَلى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلمَ، وَهُوَ صَحِيحٌ يَقُولُ: ” إِنهُ لَمْ يُقْبَضْ نَبِي قَط حَتى يَرَى مَقْعَدَهُ مِنَ الجَنةِ ثُم يُحَيا أَوْ يُخَيرَ

Ketika masih sehat, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah bersabda, ”Bahwa tidaklah seorang nabi diwafatkan, hingga dia melihat tempatnya di surga. Kemudian dia diberi salam perpisahan dan diberi pilihan.”

A’isyah radhiyallahu ‘anha melanjutkan,

Ketika Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam sakit dan mendekati ajal, sementara kepala beliau di pangkuan A’isyah, beliau pingsan. Ketika sadar, beliau menengadahkan matanya ke atap rumah, kemudian beliau mengucapkan,

اللهُم فِي الرفِيقِ الأَعْلَى

”Ya Allah, bersama ar-Rafiq al-A’la”

A’isyah lalu bertanya, “Berarti anda nanti tidak bersama kami?”

Namun ternyata tidak ada jawaban beliau. A’isyah sadar bahwa beliau dalam keadaan seperti yang pernah beliau sampaikan kepada kami ketika beliau masih sehat. (HR. Bukhari 4437 dan Muslim 2444).

Mayoritas ulama menegaskan bahwa yang dimaksud ar-Rafiq al-A’la adalah arwah para nabi dan rasul yang berada di tempat yang sangat tinggi. (Syarh Shahih Muslim an-Nawawi, 15/208).

Hadis ini dijadikan dalil oleh sebagian ulama bahwa arwah yang baik, akan saling ketemu setelah dia berpisah dari jasadnya. Ketika Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam menjelang wafat, beliau diberi pilihan antara tetap tinggal di dunia ataukah bersama ruh para nabi. Kemudian beliau memilih “ar-Rafiq al-A’la”, bersama ruh para nabi yang berada di illiyin, tempat yang sangat tinggi.

Syaikh Abdul Aziz ar-Rajihi menjelaskan,

أن الأرواح قسمان: أرواح معذبة، وأرواح منعمة، فالمعذبة في شغل بما هي فيه من العذاب عن التزاور والتلاقي والأرواح المنعمة المرسلة غير المحبوسة تتلاقى، وتتزاور، وتتذاكر ما كان منها في الدنيا، وما يكون من أهل الدنيا، فتكون كل روح مع رفيقها الذي هو على مثل عملها، فروح نبينا محمد صلى الله عليه وسلم في الرفيق الأعلى

Arwah itu ada dua, arwah yang sedang disiksa dan arwah yang mendapat nikmat. Arwah yang sedang disiksa, dia berada dalam kesibukannya menerima siksa, sehingga tidak bisa saling mengunjungi dan saling bertemu. Sementara ruh yang mendapatkan kenikmatan, dia dilepas, dan tidak ditahan, sehingga bisa saling berjumpa, saling berkunjung, saling menyebutkan keadaannya ketika di dunia, dan keadaan penduduk dunia. Sehingga setiap ruh, bersama rekannya yang memiliki amal semisal dengannya. Ruh Nabi kita Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam bersama ar-Rafiq al-A’la.

Kemudian Syaikh ar-Rajihi menyebutkan dalilnya,

والدليل على تزاورها، وتلاقيها قول الله تعالى: {وَمَنْ يُطِعِ اللهَ وَالرسُولَ فَأُولَئِكَ مَعَ الذِينَ أَنْعَمَ اللهُ عَلَيْهِمْ مِنَ النبِيينَ وَالصديقِينَ وَالشهَدَاءِ وَالصالِحِينَ وَحَسُنَ أُولَئِكَ رَفِيقًا{ وهذه المعية ثابتة في الدنيا، وفي دار البرزخ، وفي دار الجزاء، والمرء مع من أحب في هذه الدور الثلاث

Dalil bahwa mereka saling berkunjung dan saling bertemu adalah firman Allah, yang artinya, “Barangsiapa yang mentaati Allah dan Rasul(Nya), mereka itu akan bersama-sama dengan orang-orang yang dianugerahi nikmat oleh Allah, Yaitu: Nabi-nabi, Para shiddiiqiin, orang-orang yang mati syahid, dan orang-orang saleh. dan mereka Itulah teman yang sebaik-baiknya.” (QS. An-Nisa: 69).

Kebersamaan ini bersifat hakiki, di dunia, di alam barzakh, dan di akhirat negeri pembalasan. Setiap orang akan dikumpulkan bersama orang yang dicintainya di tiga tempat ini.

Syaikh Abdul Aziz ar-Rajihi juga mengatakan,

وقد أخبر الله عن الشهداء بأنهم أحياء عند ربهم يرزقون، وأنهم يستبشرون بالذين لم يلحقوا بهم من خلفهم، وأنهم يستبشرون بنعمة من الله وفضل، وهذا يدل على تلاقيهم

Allah juga telah menyampaikan tentang keadaan para syuhada, bahwa mereka hidup, mendapat rizki di sisi Tuhan mereka. Mereka saling menyampaikan kabar gembira dengan keadaan orang-orang yang masih hidup, yang belum menyusul mereka. Mereka juga saling menyampaikan kabar gembira dengan kenikmatan dan karunia dari Allah. Ini semua menunjukkan bahwa mereka saling bertemu. (Syarh Aqidah Thahawiyah, hlm. 299).

Dalil yang ditunjuk Syaikh ar-Rajihi adalah firman Allah di surat Ali Imran,

وَلَا تَحْسَبَن الذِينَ قُتِلُوا فِي سَبِيلِ اللهِ أَمْوَاتًا بَلْ أَحْيَاءٌ عِنْدَ رَبهِمْ يُرْزَقُونَ . فَرِحِينَ بِمَا آتَاهُمُ اللهُ مِنْ فَضْلِهِ وَيَسْتَبْشِرُونَ بِالذِينَ لَمْ يَلْحَقُوا بِهِمْ مِنْ خَلْفِهِمْ أَلا خَوْفٌ عَلَيْهِمْ وَلَا هُمْ يَحْزَنُونَ . يَسْتَبْشِرُونَ بِنِعْمَةٍ مِنَ اللهِ وَفَضْلٍ وَأَن اللهَ لَا يُضِيعُ أَجْرَ الْمُؤْمِنِينَ

Janganlah kamu mengira bahwa orang-orang yang gugur di jalan Allah itu mati; bahkan mereka itu hidup disisi Tuhannya dengan mendapat rezki. Mereka bergembira disebabkan karunia yang Allah berikan kepada mereka, dan mereka saling memberi kabar gembira terhadap orang-orang yang masih tinggal (masih hidup) di belakang yang belum menyusul mereka, bahwa tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak (pula) mereka bersedih hati. Mereka saling memberi kabar gembira dengan nikmat dan karunia yang yang besar dari Allah, dan bahwa Allah tidak menyia-nyiakan pahala orang-orang yang beriman. (QS. Ali Imran: 169 – 171).

Allahu a’lam

Spoiler for Pertemuan Arwah Orang Hidup dengan Arwah Yang Meninggal Dunia:
Quote:Kesimpulan:
Seperti yang telah dikatakan di atas tadi bahwa Arwah/Roh itu ada dua macam. Yang pertama adalah arwah yang sedang disiksa dan yang kedua adalah arwah yang mendapat nikmat. Arwah yang sedang disiksa, dia berada dalam kesibukannya menerima siksa, sehingga tidak bisa saling mengunjungi dan saling bertemu. Sementara ruh yang mendapatkan kenikmatan, dia dilepas, dan tidak ditahan, sehingga bisa saling berjumpa, saling berkunjung, saling menyebutkan keadaannya ketika di dunia, dan keadaan penduduk dunia. Sehingga setiap ruh, bersama rekannya yang memiliki amal semisal dengannya.
Spoiler for Akhir Kata:
Spoiler for Pertanyaan 1:
Quote:Allah swt berfirman : “Allah memegang jiwa (orang) ketika matinya dan (memegang) jiwa (orang) yang belum mati di waktu tidurnya; Maka dia tahanlah jiwa (orang) yang telah dia tetapkan kematiannya dan dia melepaskan jiwa yang lain sampai waktu yang ditetapkan. Sesungguhnya pada yang demikian itu terdapat tanda- tanda kekuasaan Allah bagi kaum yang berfikir.” (QS. Az Zumar : 42)

Ibnu Qoyyim menyebutkan riwayat dari Ibnu Abbas tentang ayat ini, dia,”Telah sampai kepadaku bahwa roh orang-orang yang masih hidup dan roh orang-orang yang sudah mati bisa bertemu didalam mimpi. Mereka saling bertanya lalu Allah swt menahan roh orang-orang yang sudah mati dan melepaskan roh orang-orang yang masih hidup menemui jasadnya.”

Ibnu Abi Hatim didalam tafsirnya menyebutkan riwayat dari as Suddiy tentang makna firman Allah swt “dan jiwa yang belum mati di waktu tidurnya” adalah mematikannya saat tidurnya lalu roh orang yang masih hidup bertemu dengan roh orang yang sudah mati dan mereka saling berbincang, berkenalan. Dia mengatakan,”lalu roh orang yang masih hidup dikembalikan kepada jasadnya di dunia hingga sisa waktu yang telah ditentukan sementara itu roh orang yang sudah mati menginginkan kembali ke jasadnya namun dia tertahan.”

Bukti pertemuan antara roh orang-orang yang masih hidup dengan roh orang-orang yang sudah mati adalah bahwa orang yang masih hidup dapat melihat orang yang sudah mati didalam tidurnya. Orang yang masih hidup itu meminta informasi darinya lalu orang yang sudah mati itu memberitahukan kepadanya tentang apa-apa yang tidak diketahui oleh orang yang masih hidup sehingga menjadi sebuah informasi seperti tentang masa lalu dan yang akan datang. Terkadang dia memberitahukan kepadanya tentang harta yang dikuburnya di suatu tempat mati yang tidak diketahui kecuali oleh dirinya atau barangkali dia memberitahu kepadanya tentang utangnya dan menyebutkan bukti-buktinya.

Yang lebih jelas lagi misalnya berupa pemberitahuan tentang amal yang telah dikerjakannya yang tidak dilihat oleh seorang pun di alam atau pemberitahuan bahwa anda akan mendatangi kami pada waktu ini dan itu dan akan terjadi seperti apa yang diberitahukannya atau pemberitahuan tentang perkara-perkara yang tidak diketahui kecuali dirinya (orang yang sudah meninggal)

Said bin al Musayyib mengatakan bahwa Abdullah bin Salam telah bertemu dengan Salman al Farisiy. Salah seorang dari mereka berdua mengatakan kepada yang lainnya,”Jika kamu meninggal sebelumku maka temuilah aku dan beritahukan kepadaku tentang apa yang kamu dapati dari Tuhanmu dan jika aku meninggal sebelum dirimu maka aku akan menemuimu dan memberitahukanmu (tentangnya).” Sementara itu yang lainnya mengatakan,”Apakah orang-orang yang sudah mati dapat bertemu dengan orang-orang yang masih hidup?” dia berkata,”Ya. Roh-roh mereka di surga bepergian sekehendaknya.”

Al Abbas bin Abdul Muthalib mengatakan,”Aku sangat ingin bermimpi bertemu Umar didalam tidurku dan aku tidak pernah dimimpikannya hingga mendekati waktu setahun aku melihatnya mengusap keringat dari dahinya dan mengatakan,’Ini adalah masa senggangku, hampir-hampir singgasanaku roboh jika aku tidak bertemu Yang Maha Pengasih dan Penyayang.”

Abdullah bin Umar bin Abdul Aziz mengatakan,”Aku telah melihat ayahku didalam tidur setelah kematiannya seakan-akan dia berada di sebuah taman dan memberikan apel-apel kepadaku maka aku pun mengambil salah satunya! Aku bertanya,”Amal apa yang engkau dapati paling utama?’ ayahku menjawab,”Istighfar.” (ar Ruh hal 20 – 22)

Adapun apa yang anda tanyakan tentang roh dari orang-orang yang sudah mati memasuki jasad dari orang yang masih hidup lalu melakukan kegiatan sebagaimana layaknya orang yang masih hidup seperti berbincang-bincang, bercerita dan sebagainya maka hal ini tidaklah ada kaitannya dengan roh dari orang-orang yang sudah mati itu. Akan tetapi itu semua adalah tipu daya yang dilakukan oleh jin yang memasuki jasad orang yang masih hidup tersebut.

Jin itu merasuki tubuh seseorang dan berpura-pura seolah-olah dirinya adalah ayah dari yang pemilik tubuh yang dirasuki, ibunya, seorang ulama atau seorang shaleh yang sudah meninggal dan berbicara untuk menyesatkan manusia.

Wallahu A’lam.


Sumber:
Code:
https://www.facebook.com/permalink.php?id=341907085905737&story_fbid=354658707963908


__________________________________________________________________________________
_____________________________________________________________________________
________________________________________________________________________

Spoiler for Pertanyaan 2:
Quote:
Tiada satupun dari yang hidup dimuka bumi ini hidup dengan keinginannya, mereka hidup tanpa didahului keinginan mereka untuk hidup, mereka hidup karena telah didahului keinginan Yang Maha Memiliki Kehidupan, Lalu trilyunan sel hidup itu berpisah, sebagian wafat sebelum mencapai kehidupan alam rahim, karena onani, mimpi junub atau sebab lainnya, lalu sebagian lainnya pun menanti di Pintu Gerbang Alam Rahim untuk menunggu keputusan, ternyata hanya satu sel saja yang diizinkan untuk menghuni Alam Rahim, maka milyaran Sel hidup itu tunduk patuh pada Kehendak Sang Penciptanya, untuk wafat dalam Samudera Ketentuan-Nya, kejadian seperti ini terjadi setiap kejap di permukaan Bumi, maka hiduplah sang Sel Tunggal di Alam Rahim dalam Bimbingan Kesempurnaan Nya swt, maka sel itu ditumbuhkan Nya menjadi segumpal darah, dan lalu ditumbuhkan Nya menjadi segumpal daging, lalu ditumbuhkan Nya menjadi anggota tubuh yang sempurna.

Bayi itu hidup dalam Bimbingan Tunggal Kasih Sayang Nya yang Maha Sempurna sebelum ia disentuh dan dikenal oleh Ibunya, Dialah Maha Tunggal Mengasuh Kita sebelum kita dikenal oleh ayah dan bunda, dia pula Yang Maha Mengasuh kita sejak sel kita masih menempati tubuh Adam as.

Setelah proses penciptaan Nya sempurna, maka ia titipkan sebagian Kasih Sayang Nya pada ayah dan ibu, dipenuhi Nya sanubari keduanya dengan kasih sayang. Maka Luluslah sang Bayi untuk hidup bertugas ke Alam Dunia, dengan berjuta bayi lainnya yang tak dikehendaki Nya untuk menginjak kehidupan Bumi Milik Nya, cukuplah mereka hanya sampai alam rahim dan lalu kembali pada Cahaya Ketentuan Nya. Lalu Rangkaian milyaran sel ini hidup saling mengisi antara ayah ibu dan anak, ayah harus bertanggungjawab dengan amanat yang dititipkan Nya, demikian pula Ibu, dan sang anak harus pula bertanggungjawab atas kasih sayang ayah bundanya, Mereka diberi Nya izin tinggal di Bumi Nya, makan dan minum dari seluruh ciptaan Nya, bersenang senang menikmati keindahan Ciptaan Nya dan mengambil manfaat dari apa saja yang kesemua itu adalah Milik Nya, dicipta Nya Matahari sebagai penerang dan dijadikan Nya Bumi berputar agar siang dan malam membuat manusia tak bosan dan jemu melewati kehidupan dan agar mereka mengerti hitungan tahun dan masa.

Ditumbuhkan Nya tetumbuhan dari permukaan Bumi dengan berjuta jenis, ada yg menjadi Buah-buahan beragam rasa, sayuran, pohon yang rindang dan bunga bunga yang Indah, hewan hewan ternak, serangga, burung burung, sebagai makanan, bahan rumah, penghibur, dan bermacam macam manfaat bagi para keturunan Adam as yang menghuni Bumi Nya, dan tak satupun dari segalanya itu hidup dan Lahir dimuka bumi dari keinginan mereka sendiri, sebagian dari mereka diberi Nya izin tinggal sesaat, lalu berpindah ke alam barzakh, adapula yang diizinkan Nya tinggal di Bumi Nya sehari, sebulan setahun, bahkan seratus tahun. masing masing tinggal di bumi dan saling mendahului satu sama lain untuk mencapai Barzakh, yang ditinggal akan kehilangan dan sedih pada yang meninggalkan, demikianlah Bumi Mencatat memori historinya setiap detik sejak turunnya Adam as hingga hari akhir kelak, perpisahan telah terjadi sejak semua trilyunan sel itu berkumpul di sulbi Adam as, ada kelompok yg terdahulu, meninggalkan sel-sel saudaranya untuk menghuni alam rahim Siti Hawa, lalu milyaran sel dari kelompok pertama itu menanti di gerbang Alam Rahim Hawa, ternyata hanya dua dari mereka yang ditentukan menghuninya, dan sisanya wafat dalam Kewibawaan Takdir Nya, menjadi pendahulu ke alam barzakh. Lalu berangkatlah kelompok kedua, milyaran sel itupun meninggalkan sulbi Adam as menuju Rahim Siti Hawa, maka hanya dua sel saja yang diizinkan menghuninya, maka perpisahan pun terjadi, demikian dan demikian setiap kejap perpisahan terjadi di alam sulbi, di alam rahim, di alam dunia, di alam Barzakh dan di hari kiamat.. masing masing saling mendahului satu sama lain.

Tiadalah kehidupan terkecuali pasti menemui kematian, tiadalah perkumpulan terkecuali menemui perpisahan, dan kesemua yang ada diatas tanah, akan kembali ke tanah, sebesar apapun dan semewah apapun gedung dan perumahan, tetap akan mengalami kehancuran, tidak beda antara kaya dan miskin, pejabat dan budak, tua dan muda, lelaki dan wanita, terhormat mulia atau penjahat keji, kesemuanya sama akan kembali kedalam bumi sebagai bangkai yang menjadi santapan hewan didasar bumi, ini semua merupakan Lambang Bahwa Dia Lah Yang Maha tunggal menguasai Keabadian dan kehidupan.

Ah.. wahai saudaraku, tenanglah.. anda akan menyusul putra putra anda dalam waktu cepat atau lambat, namun pasti..Kedua putra anda tak akan kemana-mana, hanya berpindah kamar yang hanya dipisahkan satu pintu yang pasti akan terbuka pada waktunya nanti. Bersyukurlah atas nikmat itu, keduanya sedang bermain puas dalam kelembutan yang Tunggal, mereka tak sedih berpisah dengan kedua orang tuanya, percayalah.. mereka dalam kesenangan.., kebahagiaan..,

Dalam suatu hari Rasul saw kedatangan sepasang suami istri yang mengadukan kematian putri mereka, kalau putrinya bisa hidup lagi maka mereka akan masuk islam, maka Rasul saw minta ditunjukkan dimana putri kecil itu dimakamkan, lalu Rasul saw memanggilnya, “Wahai Fulanah binti Fulan, bangkitlah dengan izin Allah..”, maka bangkitlah sang bocah dari kuburnya, lalu Rasul saw bertanya : “Maukah kau kembali kepada kedua orang tuamu atau kembali ke alam kubur?”, maka si bocah menjawab : “aku ingin kembali ke alam kubur..!”, Rasul saw menjawab : “ini kedua ayah dan ibumu yang memintaku menghidupkanmu, mereka tak tahan berpisah denganmu, mereka akan mencurahkan kasih sayangnya padamu..??”, maka bocah itu menjawab : “aku telah menemukan kasih sayang yang sangat lembut dan lebih indah dari kasih sayang ayah ibuku, membuatku lupa pada kasih sayang kedua orang tuaku, aku ingin kembali kepada Tuhanku Yang Maha Lembut”. maka anak itupun diizinkan kembali wafat oleh Rasul saw, kembali kepada Allah…, Samudera Kasih Sayang Yang Maha Tunggal Menciptakan Kasih sayang dan kerinduan, lalu menebarkannya di sanubari trilyunan keturunan Adam as.

Rasul saw menjelaskan, bahwa ketika hari kiamat, saat setiap huruf yang kita ucapkan dipertanggungjawabkan, saat setiap manusia harus bertanggungjawab atas setiap nafasnya dan setiap debu yang diinjaknya, maka mereka harus menemui seleksi terakhir… seleksi pertama adalah seleksi memasuki alam rahim, seleksi kedua adalah memasuki alam dunia, seleksi ketiga adalah memasuki alam barzakh, dan seleksi terakhir adalah Pengadilan Agung untuk memisahkan mereka ke surga atau neraka.

Allah berfirman : “HARI DIMANA PARA PENDOSA ITU BERHASRAT KALAU BISA SELAMAT DARI ADZAB DENGAN MENUKAR ADZAB ITU DENGAN ANAK ANAKNYA, DAN DENGAN SUAMI ATAU ISTRINYA, DAN DENGAN KELOMPOKNYA YANG (padahal dahulu dimasa hidupnya) SELALU MENOLONGNYA, ATAU MENUKAR DENGAN SELURUH PENDUDUK BUMI HINGGA BISA BEBAS DAN SELAMAT, SUNGGUH TIDAK..!, (tak akan bisa mereka menukarnya) SUNGGUH ADZAB NERAKA ITU KELAK BERGEJOLAK DAN BERGEMURUH, (api dahsyat) YANG MENCERAI BERAIKAN TULANG RUSUK DAN SENDI, MEMANGGIL NAMA NAMA MEREKA YANG BERPALING (dari perintah Allah) DAN MENOLAK…….”. (QS Al Ma’arij 12-17).

Dan saat seperti itulah ada sekelompok anak anak yang bermain main di Gerbang Surga, mereka tak mau masuk kedalam surga sebelum kedua ayah dan ibu mereka dibebaskan Allah swt, dan Allah swt memerintahkan anak anak itu memanggil nama nama ayah bunda mereka untuk segera memasuki surga Nya, Istana Keabadian, Istana Kemewahan Yang Abadi..

Wahai Saudaraku, Putra kesayanganku pun wafat dalam usia dua tahun, ia tenggelam dan ditemukan telah mengambang di kolam tanpa nyawa, sedangkan aku sedang dalam tugas dakwah diluar kota, kuingat terakhir kali tangan mungilnya melambai gembira setelah ice cream kuberikan padanya agar ia izinkan aku pergi, kutinggalkan ia dengan kerinduan, aku mengemban tugas dakwah sang Nabi saw, saat aku kembali, aku menemukannya terbujur kaku tanpa nyawa, beberapa hari kemudian aku bermimpi melihatnya sedang bermain di taman yang indah bersama ayahku yang telah wafat, aku hanya berlinang airmata.. mengingat saat namaku mungkin dipanggil oleh Api Neraka untuk menebus dosa.. saat itu putra kesayanganku memanggil manggil namaku dan aku selamat, meninggalkan Kejaran Neraka, memeluk Putra kesayanganku dan menggendongnya menuju Surga Keabadian.. bila kuingat ini maka aku bersyukur atas kematian anakku..

Demi Allah Yang telah mewafatkan kedua anak anda, kedua putra anda akan berlarian memanggil-manggil anda dan ibunya.. anda akan memeluk mereka dan mereka akan berteriak gembira, menyambut anda dan istri anda.. dan menggenggam tangan anda dan istri anda pada Istana Keabadian.. kejadian ini sangat indah walau hanya dikhayalkan.. Namun kejadian ini akan datang dan pasti karena Merupakan Janji dari Yang Maha Memberi dan Mencabut Kehidupan..

Maha Suci Allah.. Sujud syukurku atas Mu..

Sumber:
Code:
http://addriadis.blogspot.com/2011/06/nasib-ruh-arwah-bayi-yang-meninggal.html
Pengalaman Mengenai Bertemunya dengan Arwah

Quote:Siswanto ini punya cerita sangat menarik. Satu-satunya pengalaman dia berjumpa dengan “roh manusia” terjadi, ketika tiba-tiba saja dia dipertemukan oleh teman lama setelah sekian lamanya –kira-kira 10 tahun—tidak pernah berjumpa.

“Kami ketemu tidak sengaja di Halte Tanjung Barat, Pasar Minggu, Jakarta Selatan. Tiba-tiba saja, dia muncul begitu saja dan lalu menyapa saya,” kata Siswanto.

Teman itu lalu mengucapkan banyak terima kasih kepada Siswanto karena sudah banyak mendoakan dia. “Waktu itu, saya tertawa ngakak tak karuan dan dia pun ikut tertawa juga,” kata Siswanto.

Sudah lama meninggal

Dua pekan kemudian setelah perjumpaan mendadak tanpa sengaja di Halte Tanjung Barat itu, Siswanto lalu menyempatkan diri datang bertandang ke rumah sang teman ini. “Alangkah terkejutnya saya, ketika diberitahu oleh ibunya bahwa dia ternyata sudah meninggal satu tahun sebelumnya,” kata Siswanto.

Kepada sang ibu, “Saya sampai ngotot mengatakan baru saja bertemu dia dua pekan lalu,” kata Siswanto keheranan.

Dari pengalaman itu, Siswanto lalu berkesimpulan, alam roh, alam yang tidak kelihatan itu memang ada. Roh itu bisa merupakan roh dari manusia yang pernah hidup di dunia.. Roh itu masih berkelana di dunia ini karena “urusannya belum selesai”.

Masih gentayangan

Kalau roh yang meninggal karena bunuh diri, kecelakaan, dan yang meninggal tidak wajar, mereka tidak berdaya untuk sampai di alamnya. Jadi, “mereka” ini membutuhkan doa-doa kita sekalian orang beriman yang masih mengais kehidupan di alam fana ini.

Kalau yang meninggalnya wajar, tetapi ia masih ingin say goodbye atau sekedar say helo pada sahabat atau keluarganya, mungkin masih ada di dunia ini atas kehendaknya sendiri sampai waktunya ia harus kembali ke alam roh yang semestinya. Namun kalau tuyul, gendruwo dan semisalnya, menurut saya itu berasal dari eksistensi roh yang berbeda dengan roh yang berasal dari manusia.

Mereka itu sebangsa jin, atau malahan perwujudan dari “setan”.

Memang, tegas Siswanto, pendapatnya itu tidak bisa direfer secara teologis. Sama sulitnya untuk memahami konsep api penyucian dalam ajaran katolik kita. Namun yang jelas, saya terdukung oleh kemampuan “linuwihnya” Romo X yang bisa melihat roh bahwa ada “roh” mantan manusia yang membutuhkan doa kita. Jadi, tetap saya lanjutkan tradisi baik ini dalam doa saya dan saya ajarkan juga untuk anak-anak saya.
nice topic emoticon-Smilie
jawaban :
1.tergantung
2.spiritual masih 1 belokan lagi
3.trims................emoticon-Ngacir
... dan kita kembalikan hanya Allah lah yang lebih tahu tentang roh/arwah..
yang pasti gua baca dulu gan.. panjang soale,, bahas arwah lg emoticon-Takut


dan gua pejiwans emoticon-Cool
Quote:Original Posted By aari2007
... dan kita kembalikan hanya Allah lah yang lebih tahu tentang roh/arwah..


TAMAT dong ceritannya ... Om ngomeNnya seperti itu...?

Ane pengen denger ...teoritis sejauh mana..?
Praktisnya sampai mana ...
Lanjut om....!
THREAD ISLAMI: Arwah Bisa Saling Bertemu?Semoga kita tetap berjalan di jalannya..
Quote:Original Posted By ITILATIFAH


TAMAT dong ceritannya ... Om ngomeNnya seperti itu...?

Ane pengen denger ...teoritis sejauh mana..?
Praktisnya sampai mana ...
Lanjut om....!


ya ngga tamat dong... boleh menambah wawasan dari riwayat riwayat ...tapi tetap kita harus kembalikan kepadaNya .. agar tidak timbul rasa keingianan untuk mencari takwil takwil ayat ayat yang mutasabiha... hehehehe
teori nya ane update lg nnti gan.
lg holiday emoticon-Malu
ditunggu updet nya
Quote:Original Posted By Kaguro.Venom.MQ
teori nya ane update lg nnti gan.
lg holiday emoticon-Malu


justru holiday itu kan banyak waktu ...emoticon-Ngakak
Quote:Original Posted By aari2007
justru holiday itu kan banyak waktu ...emoticon-Ngakak


susah gan pake hp update nya emoticon-EEK!:
tp nnti malem ane usahakan emoticon-Big Grin
Quote:Original Posted By kabutowahyu
ditunggu updet nya


Salaamaan Salaamaan

Sama...

Allohumma fiiR Rofiiqul 'Alaa..

duduk manis dipojokan aja. secara sy ga brani maen" yg kaya beginian
duduk manis dipojokan aja. menunggu pembabaran selanjutna
kueren, tambah ilmu lagi.
Quote:Original Posted By yudel
kueren, tambah ilmu lagi.


SALAMun ALa Nuhin fil alamin...!

Adakah perbedaan arwah yg semasa hidupnya mempunyai ilmu kebathinan dengan arwah yg semasa hidupnya polos...(Orang awam) ? Bagaimana kaitanya dengan karomah dari arwah yg sudah meninggal...?


Oke brooo...! Nice TS
Quote:Original Posted By ITILATIFAH


SALAMun ALa Nuhin fil alamin...!

Adakah perbedaan arwah yg semasa hidupnya mempunyai ilmu kebathinan dengan arwah yg semasa hidupnya polos...(Orang awam) ? Bagaimana kaitanya dengan karomah dari arwah yg sudah meninggal...?


Oke brooo...! Nice TS


Ane ngakak emoticon-Ngakak (S) emoticon-Ngakak (S) baca username nya agan yg 1 ini "ITIL ATIFAH" emoticon-Ngakak
g sabar nunggu update an nya ni emoticon-Malu