alexa-tracking

Main Content

1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/52ac233c1acb17e66d8b457a/yukksaling-berbagiimengenai-aksara-huruf-jawa
yukk..saling berbagii..mengenai aksara (Huruf) jawa
Aksara jawa yang di mulai dari
[img]yukk..saling berbagii..mengenai aksara (Huruf) jawa [/img]
Sekilas hanya huruf jawa, namun jika di telaah lebih lanjut huruf jawa tersebut mempunyai kunci spriritual.
Dimulai dari kunci pertama yaitu
Ha : mengandung arti ‘urip” atau hidup, hidup itu terdiri dari 4 unsur yaitu Air, Api, Tanah, Udara yang merupakan perwujudan dari sedulur papat limo pancer artinya 4 unsur dengan Manusia sebagai pancer (tengah)

Tanah sebagai perwujudan dari Luamah berada dalam daging manusia, mempunyai watak malas, tidak mengerti tentang kebaikan, tetpai jika bisa dikendalikan maka unsure tanah atau luamah ini bisa menjadi sumber kekuatan.
]Api sebagai perwujudan dari Amarah berada dalam darah manusia. Amarah ini merupakan jalan untuk bertindak baik dan buruk. Amarah jika bisa dikendalikan akan memberikan kekutan pada unsure lainnya
Air sebagi perwujudan dari Supiah berada dalam tulang sungsum manusia, supiah ini merupakan napsu keingingan, kasmaran
Udara sebagai perwujudan Mutmainah berada dalam napas mempunyai watak suci, welas asih
Ha merupakan kunci pertama, dalam melakukan hening memohon kepadaNya agar diberi ijin untuk hening di dalam aksara Ha, maka nanti aksara Ha dengan sendirinya akan meletakkan pada tubuh manusia.
Menunggu para sesepuh untuk saling berbagi membedah kunci aksara (huruf) jawa
ha ini merupakan kunci awal dari kunci ruhani aksara jawa..yang nantinya jika sudah menemukan kunci2 aksara lainnya kan menuju pada kalacakra
emoticon-Kiss (S)
Bahasan menarik.... lanjoet om ts emoticon-2 Jempol
aksaranya gimana mbah emoticon-Embarrassment
Wah mantap neh trit..

Lanjut mbah Ts..emoticon-shakehand
tanah yang merupakan perwujudan dari Luamah mempunyai cahaya hitam yang berada di daging manusia
api merupakan perwujudan dari amarah mempunyai cahaya merah yang berada di darah manusia
air merupakan perwujudan supiah mempunyai cahaya kuning yang berada di tulang sumsum manusia.
udara merupakan perwujudan mutmainah mempunyai cahaya putih yang berada di napas manusia.

Ha ini akan membuka kunci2 aksara lainnya jika kita sudah mampu hening di dalam "ha" yaitu mengendapkan napsu mengolah kalbu
Nyimak dulu y mbahe.. emoticon-linux2
Quote:Original Posted By vanmook
Nyimak dulu y mbahe.. emoticon-linux2


silahkan puh...mari sama2 saling asah asih asuh
cari copasan yang dari trit kematian dulu
emoticon-Ngacir
emoticon-2 Jempolemoticon-2 Jempolemoticon-2 Jempolemoticon-2 Jempolemoticon-2 Jempolemoticon-2 Jempolemoticon-2 Jempol




MANTEP WISSSSSS






emoticon-2 Jempolemoticon-2 Jempolemoticon-2 Jempolemoticon-2 Jempolemoticon-2 Jempolemoticon-2 Jempolemoticon-2 Jempol
emoticon-Matabelo
krena ane gk tau apa apa tentang ini emoticon-Berduka (S)

ane numpang memahami yah gan
Quote:Original Posted By nogobanyu
cari copasan yang dari trit kematian dulu
emoticon-Ngacir

monggo puh...kunci aksara jawa ini didpt setelah perjalanan ruhani
Quote:Original Posted By firasein
emoticon-Matabelo
krena ane gk tau apa apa tentang ini emoticon-Berduka (S)

ane numpang memahami yah gan


memahami dengan menggunakan kalbu gan..nanti akan paham
mantap om ts,. lanjutkannn om,. emoticon-2 Jempol
nderek sinau nggih ...emoticon-Malu (S)

salam emoticon-shakehand
nyimak aja mbah emoticon-linux2
Quote:Original Posted By psychoasik313
nderek sinau nggih ...emoticon-Malu (S)

salam emoticon-shakehand


Quote:Original Posted By ihzanovellino
nyimak aja mbah emoticon-linux2


monggo
Nderek ngangsu kawruh mbah.. emoticon-Smilie

salim sungkem
emoticon-Salaman
nice info gan emoticon-2 Jempol emoticon-2 Jempol
nih ane tambahin biar lebuh mangtabemoticon-Matabelo
•Ha-Na-Ca-Ra-Ka berarti ada ” utusan ” yakni utusan hidup, berupa nafas yang berkewajiban menyatukan jiwa dengan jasat manusia. Maksudnya ada yang mempercayakan, ada yang dipercaya dan ada yang dipercaya untuk bekerja. Ketiga unsur itu adalah Tuhan, manusia dan kewajiban manusia ( sebagai ciptaan).

• Da-Ta-Sa-Wa-La berarti manusia setelah diciptakan sampai dengan data ” saatnya ( dipanggil ) ” tidak boleh sawala ” mengelak ” manusia ( dengan segala atributnya ) harus bersedia melaksanakan, menerima dan menjalankan kehendak Tuhan.

• Pa-Dha-Ja-Ya-Nya berarti menyatunya zat pemberi hidup ( Ilahi) dengan yang diberi hidup ( makhluk ). Maksdunya padha ” sama ” atau sesuai, jumbuh, cocok ” tunggal batin yang tercermin dalam perbuatan berdasarkan keluhuran dan keutamaan. Jaya itu ” menang, unggul ” sungguh-sungguh dan bukan menang-menangan ” sekedar menang ” atau menang tidak sportif.

• Ma-Ga-Ba-Tha-Nga berarti menerima segala yang diperintahkan dan yang dilarang oleh Tuhan Yang Maha Kuasa. Maksudnya manusia harus pasrah, sumarah pada garis kodrat, meskipun manusia diberi hak untuk mewiradat, berusaha untuk menanggulanginya.

Makna Huruf HANACARAKA

Ha Hana hurip wening suci – adanya hidup adalah kehendak dari yang Maha Suci
Na Nur candra, gaib candra, warsitaning candara – pengharapan manusia hanya selalu ke sinar Illahi
Ca Cipta wening, cipta mandulu, cipta dadi – arah dan tujuan pada Yang Maha Tunggal
Ra Rasaingsun handulusih – rasa cinta sejati muncul dari cinta kasih nurani
Ka Karsaningsun memayuhayuning bawana – hasrat diarahkan untuk kesajeteraan alam
Da Dumadining dzat kang tanpa winangenan – menerima hidup apa adanya
Ta Tatas, tutus, titis, titi lan wibawa – mendasar, totalitas, satu visi, ketelitian dalam memandang hidup
Sa Sifat ingsun handulu sifatullah – membentuk kasih sayang seperti kasih Tuhan
Wa Wujud hana tan kena kinira – ilmu manusia hanya terbatas namun implikasinya bisa tanpa batas
La Lir handaya paseban jati – mengalirkan hidup semata pada tuntunan Illahi
Pa Papan kang tanpa kiblat – Hakekat Allah yang ada disegala arah
Dha Dhuwur wekasane endek wiwitane – Untuk bisa diatas tentu dimulai dari dasar
Ja Jumbuhing kawula lan Gusti – Selalu berusaha menyatu memahami kehendak-Nya
Ya Yakin marang samubarang tumindak kang dumadi – yakin atas titah/kodrat Illahi
Nya Nyata tanpa mata, ngerti tanpa diuruki – memahami kodrat kehidupan
Ma Madep mantep manembah mring Ilahi – yakin/mantap dalam menyembah Ilahi
Ga Guru sejati sing muruki – belajar pada guru nurani
Ba Bayu sejati kang andalani – menyelaraskan diri pada gerak alam
Tha Tukul saka niat – sesuatu harus dimulai dan tumbuh dari niatan
Nga Ngracut busananing manungso – melepaskan egoisme pribadi manusia


Dalam kisah AJISAKA
ha na ca ra ka Dikisahkanlah tentang dua orang abdi yang setia
da ta sa wa la Keduanya terlibat perselisihan dan akhirnya berkelahi
pa da ja ya nya Mereka sama-sama kuat dan tangguh
ma ga ba tha nga Akhirnya kedua abdi itu pun tewas bersamaAksara Jawa ha-na-ca-ra- ka mewakili spiritualitas orang Jawa yang terdalam: yaitu kerinduannya akan harmoni dan ketakutannya akan segala sesuatu yang dapat memecah-belah harmoni. Konon aksara Jawa ini diciptakan oleh Ajisaka untuk mengenang kedua abdinya yang setia.Dikisahkan Ajisaka hendak pergi mengembara, dan ia berpesan pada seorang abdinya yang setia agar menjaga keris pusakanya dan mewanti-wanti: janganlah memberikan keris itu pada orang lain, kecuali dirinya sendiri: Ajisaka. Setelah sekian lama mengembara, di negeri perantauan, Ajisaka teringat akan pusaka yang ia tinggalkan di tanah kelahirannya. Maka ia pun mengutus seorang abdinya yang lain, yang juga setia, agar dia pulang dan mengambil keris pusaka itu di tanah leluhur. Kepada abdi yang setia ini dia mewanti-wanti: jangan sekali-kali kembali ke hadapannya kecuali membawa keris pusakanya. Ironisnya, kedua abdi yang sama-sama setia dan militan itu, akhirnya harus berkelahi dan tewas bersama: hanya karena tidak ada dialog di antara mereka. Bukankah sebenarnya keduanya mengemban misi yang sama: yaitu memegang teguh amanat junjungannya? Dan lebih ironis lagi, kisah tragis tentang dua abdi yang setia ini selalu berulang dari jaman ke jaman, bahkan dari generasi ke generasi.

emoticon-Kiss
wedehhhh, komplit amirr, tuh, puh emoticon-Matabelo

Quote:[Bulu Tangkis] 2 Hari Saja, Indonesia Boyong 5 Gelar dari 3 Negara
Quote:Original Posted By mbahthoglong
nih ane tambahin biar lebuh mangtabemoticon-Matabelo
•Ha-Na-Ca-Ra-Ka berarti ada ” utusan ” yakni utusan hidup, berupa nafas yang berkewajiban menyatukan jiwa dengan jasat manusia. Maksudnya ada yang mempercayakan, ada yang dipercaya dan ada yang dipercaya untuk bekerja. Ketiga unsur itu adalah Tuhan, manusia dan kewajiban manusia ( sebagai ciptaan).

• Da-Ta-Sa-Wa-La berarti manusia setelah diciptakan sampai dengan data ” saatnya ( dipanggil ) ” tidak boleh sawala ” mengelak ” manusia ( dengan segala atributnya ) harus bersedia melaksanakan, menerima dan menjalankan kehendak Tuhan.

• Pa-Dha-Ja-Ya-Nya berarti menyatunya zat pemberi hidup ( Ilahi) dengan yang diberi hidup ( makhluk ). Maksdunya padha ” sama ” atau sesuai, jumbuh, cocok ” tunggal batin yang tercermin dalam perbuatan berdasarkan keluhuran dan keutamaan. Jaya itu ” menang, unggul ” sungguh-sungguh dan bukan menang-menangan ” sekedar menang ” atau menang tidak sportif.

• Ma-Ga-Ba-Tha-Nga berarti menerima segala yang diperintahkan dan yang dilarang oleh Tuhan Yang Maha Kuasa. Maksudnya manusia harus pasrah, sumarah pada garis kodrat, meskipun manusia diberi hak untuk mewiradat, berusaha untuk menanggulanginya.

Makna Huruf HANACARAKA

Ha Hana hurip wening suci – adanya hidup adalah kehendak dari yang Maha Suci
Na Nur candra, gaib candra, warsitaning candara – pengharapan manusia hanya selalu ke sinar Illahi
Ca Cipta wening, cipta mandulu, cipta dadi – arah dan tujuan pada Yang Maha Tunggal
Ra Rasaingsun handulusih – rasa cinta sejati muncul dari cinta kasih nurani
Ka Karsaningsun memayuhayuning bawana – hasrat diarahkan untuk kesajeteraan alam
Da Dumadining dzat kang tanpa winangenan – menerima hidup apa adanya
Ta Tatas, tutus, titis, titi lan wibawa – mendasar, totalitas, satu visi, ketelitian dalam memandang hidup
Sa Sifat ingsun handulu sifatullah – membentuk kasih sayang seperti kasih Tuhan
Wa Wujud hana tan kena kinira – ilmu manusia hanya terbatas namun implikasinya bisa tanpa batas
La Lir handaya paseban jati – mengalirkan hidup semata pada tuntunan Illahi
Pa Papan kang tanpa kiblat – Hakekat Allah yang ada disegala arah
Dha Dhuwur wekasane endek wiwitane – Untuk bisa diatas tentu dimulai dari dasar
Ja Jumbuhing kawula lan Gusti – Selalu berusaha menyatu memahami kehendak-Nya
Ya Yakin marang samubarang tumindak kang dumadi – yakin atas titah/kodrat Illahi
Nya Nyata tanpa mata, ngerti tanpa diuruki – memahami kodrat kehidupan
Ma Madep mantep manembah mring Ilahi – yakin/mantap dalam menyembah Ilahi
Ga Guru sejati sing muruki – belajar pada guru nurani
Ba Bayu sejati kang andalani – menyelaraskan diri pada gerak alam
Tha Tukul saka niat – sesuatu harus dimulai dan tumbuh dari niatan
Nga Ngracut busananing manungso – melepaskan egoisme pribadi manusia


Dalam kisah AJISAKA
ha na ca ra ka Dikisahkanlah tentang dua orang abdi yang setia
da ta sa wa la Keduanya terlibat perselisihan dan akhirnya berkelahi
pa da ja ya nya Mereka sama-sama kuat dan tangguh
ma ga ba tha nga Akhirnya kedua abdi itu pun tewas bersamaAksara Jawa ha-na-ca-ra- ka mewakili spiritualitas orang Jawa yang terdalam: yaitu kerinduannya akan harmoni dan ketakutannya akan segala sesuatu yang dapat memecah-belah harmoni. Konon aksara Jawa ini diciptakan oleh Ajisaka untuk mengenang kedua abdinya yang setia.Dikisahkan Ajisaka hendak pergi mengembara, dan ia berpesan pada seorang abdinya yang setia agar menjaga keris pusakanya dan mewanti-wanti: janganlah memberikan keris itu pada orang lain, kecuali dirinya sendiri: Ajisaka. Setelah sekian lama mengembara, di negeri perantauan, Ajisaka teringat akan pusaka yang ia tinggalkan di tanah kelahirannya. Maka ia pun mengutus seorang abdinya yang lain, yang juga setia, agar dia pulang dan mengambil keris pusaka itu di tanah leluhur. Kepada abdi yang setia ini dia mewanti-wanti: jangan sekali-kali kembali ke hadapannya kecuali membawa keris pusakanya. Ironisnya, kedua abdi yang sama-sama setia dan militan itu, akhirnya harus berkelahi dan tewas bersama: hanya karena tidak ada dialog di antara mereka. Bukankah sebenarnya keduanya mengemban misi yang sama: yaitu memegang teguh amanat junjungannya? Dan lebih ironis lagi, kisah tragis tentang dua abdi yang setia ini selalu berulang dari jaman ke jaman, bahkan dari generasi ke generasi.

emoticon-Kiss


mantabbb sekali tambahan dari sepuh...emoticon-Smilie
×