alexa-tracking

Main Content

1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/52a941c23dcb176b298b46ff/orific-new-world
Poll: Kira-kira dimanakah Mereka sebenarnya?
Satria Bermimpi 23.53% (4 votes)
Suatu Pulau Terpencil di Samudra Pasifik 17.65% (3 votes)
Dunia Pararel 47.06% (8 votes)
Akhirat 11.76% (2 votes)
[Orific] NEW WORLD
[Orific] NEW WORLD
Genre : Fiksi, Supranatural, Misteri, Petualangan, Fantasi.


Pendahuluan

Quote:Halo agan dan aganwati. Ane mau berbagi cerita karangan ane nih. Judulnya "NEW WORLD" sebelum nya sori ya kalo banyak kekurangan. dalam hal mengarang ane masih newbie. Cerita ini awalnya terinspirasi dari mimpi ane sebelem bangun tidur ane kira2 5 tahun lalu waktua ne masih SMK. tapi baru sekarang ane berani membuat cerita karangannya. selamat membaca.

Note : Ilustrasi yang ada di cerita ini hanya untuk memudahkan imajinasi pembaca saja. Cerita ini menggunakan Ilustrasi dari sumber-sumber yang beragam, karena cerita ini belum memiliki ilustrasi original secara detail.


ANE MENGHARAPKAN KRITIK DAN SARAN MEMBANGUN BUAT ANE
Selamat Membaca !


OPENING SOUND TRACK
Spoiler for OP:

ENDING SOUND TRACK
Spoiler for ED:

INDEX

CHAPTER 1 : Langit Biru

Quote:Pagi Yang Cerah

[Orific] NEW WORLD

Pagi yang cerah. Mentari yang bersinar terang di sela sayap pesawat itu menyilaukan mata. Seakan menandakan hari ini akan indah. Satria adalah seorang seniman amatir yang tak tahu arah. Dia bisa bermusik, menggambar, maupun mengarang. Tapi semuanya rata-rata saja, karna dia terlalu plin-plan tidak pernah fokus pada satu bidang.

"Kamu mau oleh-oleh apa dari amrik?" tanyanya kepada Nalin tunangannya.

"Apa aja aku suka asalakan kamu ikhlas. Tapi kamu jangan macem-macen disana ya!" cerewet Nalin sedikit manja.

"Iya sayang yaudah aku pamit ya, Assalamualaikum", Satria pamit dan mencium dahi Nalin.

"walaikumsalam", Jawab Nalin dengan nada rendah seakan cemas akan kepergian Satria yang 3 Bulan lagi menjadi suaminya itu.

Tentu saja Nalin cemas, karna akhir-akhir ini, sering sekali terjadi kecelakaan transportasi laut dan udara. Tapi Nalin hanya dapat berdo'a semoga Satria bisa kembali dengan selamat ke bumi Indonesia ke pelukannya. Setelah berpamitan Satria pun bergegas menuju pesawat dengan hati senang karna dia mendapatkan tugas dari kantornya. Aneh memang mendadak seorang Desain Grafis ditugaskan Survey lokasi untuk keperluan Re-Branding toko di amrik. Bosnya bilang kalau orang lain banyak yang cuti dan banyak ditugaskan ke lokasi lain, karna Satria yang paling pandai berbahasi inggris jadi dia yang dikirim ke Amerika. Tapi Satria berfikir ini suatu rezeki bekerja sambil jalan-jalan.

Satria berjalan dengan tergesa-gesa dan sesekali berlari kecil. Dia melihat seorang gadis yang dibalut perban pada dahinya sedang dimarahi pria setengah baya.

"Kalo jalan pake mata dong mbak!" seru pria itu dengan suara lantang.

"Maaf pak saya buru-buru. sekali lagi saya minta maaf" sesal gadis itu lalu kembali berlari.

Satria pun akhirnya rileks setelah duduk di kursi pesawat. Dia duduk di bangku yang jauh dari jendela, sementara itu yang duduk di dekat jendela adalah seorang wanita yang begitu cantik. Mungkin dia seorang model.

"Iya pah, aku bisa jaga diri kok. tenang aja kalau orangnya macem-macem aku langsung pulang. Titip salam sama mamah ya. daah...." Wanita itu mengakhiri perbincangannya dalam telpon lalu mematikan handphone.

"Ayah saya kalau soal beginian pasti bawel" ceritanya sambil tersenyum kepada Satria.

"Soal Beginian gimana?" tanya Satria.

"Iya kemarin sore saya ditelpon orang amrik katanya saya lolos casting film tahap awal dan mau di teslangsung katanya. tapi saya lupa film yang mana." wanita itu menjawab sambil tertawa ringan.

"Wah kayaknya saya beruntung nih bisa sebelahan sama calon artis Hollywood" canda Satria

"Ah mas bisa aja. baru tahap awal mas. oiya biar ga canggung nama saya Sandra" Wanita itu pun memperkenalkan dirinya.

"Saya Satria tapi panggil aja Tria" jawab Satria.

Akhirnya setelah Pramugari Menjelaskan Pentunjuk Keselamatan Pesawat Mulai bergerak maju.

"Bismillah" Gumam Kapten Mansyur selaku Pilot pesawat ketika itu. Ditemani oleh Rudi sebagai Co-Pilotnya. Rudi Pun meletakkan Kompas tua milik Kakeknya yang dia anggap sebagai pembawa kebertungan.

Mulai bergetar, dan perlahan melayang. Lampu terkadang berkelap-kelip tapi Pramugari tetap meyakinkan bahwa itu hal yang biasa. Getaran semakin keras dan ada sedikit sentakan yang mengagetkan. Satria pun berdoa dalam hatinya karna dia pertama kali naik pesawat jadi dia ketakutan.

"Ya Allah. Semoga ga kenapa-kenapa ini, 3 Bulan lagi saya mau nikah" gumamnya dalam hati

Dan akhirnya pesawat pun berhasil lepas landas.

"Alhamdulillah" beberapa penumpang bersyukur.

Sekitar 10 Jam Kemudian Ketika Pesawat Melayang di Atas Samudra Pasifik. Satria Terbangun dari tidurnya.

"Mbak boleh saya minta air minum?" Pintanya ke Pramugari.

"Iya mas sebentar ya." Jawab pramugari itu dengan senyum manisnya.

Sementara Itu Di Cockpit. Di Tengah-tengah pilot sedang melakukan tugasnya.

"Kompasnya rusak tuh Rud." Ucap Kapten Mansyur.

"Kok? aneh biasanya enggak." Rudi pun heran mengapa kompasnya itu berputar-putar cepat.

"Ya namanya juga kompas lama Rud. mungkin memang udah waktunya rusak." jelas Kapten Mansyur sambil tersenyum.

Lalu.





"Aaaaaaakh~" terikan gemuruh penumpang

"Kapten kenapa ini? semua sistem pesawat mati total!" Rudi panik.
Kapten Mansyur pun mencoba berbagai macam prosedur penerbangan.

"Jaringan Komunikasi juga mati Kapten." kata Rudi.

Pesawat pun terjun bebebas dari langit. Sambungan listrik mati, Sistim Navigasi maupun Mesin pun mati mendadak.

"Astagfirullah......." Seraya Satria mengucap Asma-Asma Allah.

Beberapa Orang terpental ke atap pesawat karna tidak sempat menggunakan sabuk pengaman. Semua orang histeris ketakutan dengan apa yang tengah terjadi. Pesawat berputar-putar sambil terjun lepas ke Samudra Pasifik.

"Oke. Sudah Menyala. Bismillahirahmanirrahim" Kapten Mansyur berbegas melakukan yang terbaik demi keselamatan Seluruh Penumpang.

Rudi pun terus berdo'a menurut keyakinan Agamanya. Dan akhirnya pesawat berhenti berputar. Namun tetap saja pesawat itu mengalami kerusakan yang parah sehingga mengharuskan harus melakukan pendaratan darurat.

"Kapten, disana ada pulau!" Teriak Rudi.

"Pulau apa itu? dimana posisi kita? Kenapa sistem navigasi belum menyala?" Kapten Mansyur bertanya-tanya dengan sedikit panik.

"Yang paling penting adalah keselamatan penumpang." Entah apa yang berbisik akhirnya Kapten Mansyur memutuskan untuk melakukan pendaratan darurat di Pulau itu.

Dengan susah payah Kapten Mansyur berusaha melakukan pendaratan darurat.

"Papah aku takut pah~" Sandra menangis ketakutan.

"Aku belum mau mati aku... aaa....." Sandra mulai bicara ngawur.

"Mbak. tenang mbak, tenang!" Ucap Satria.

Tapi suara gemuruh tangis ketakutan penumpang lain malah membuat Sandra semakin panik.

"Suatu kehormatan bisa satu Cockpit dengan anda Kapten" Tegas Rudi.

"Semoga ini yang terbaik. Asyhadu an-laa ilaaha illallaah Wa asyhadu anna Muhammadar rasuulullaah!!" Teriak Kapten Mansyur tepat sebelum pesawat menyentuh permukaan pulau itu

dan.






Bersambung....

CHAPTER 2 : Dimana?

Quote:Perlahan

[Orific] NEW WORLD

Perlahan Satria membuka matanya.

"Aaa.. aduh." keluhnya sambil mengelus kepalanya yang pusing.

Dan dia pun tiba-tiba kaget, "Hah?! Kenapa ini?".

"Hey disini ada satu!" teriak seseorang dari luar bangkai pesawat. Orang itu pun masuk bersama kawannya untuk menolong Satria.

"Hey Mas enggak apa-apa?" tanya orang itu kepada Satria.

"Iya saya gak apa-apa. Saya masih bisa berdiri sendiri." Jawab satria.

Lalu mereka bertiga pun keluar bangkai pesawat itu. Namun ketika Satria hendak melangkah keluar.

"Aduh. ah..." terdengar suara gadis dari dalam bangkai pesawat

"Eh itu ada satu lagi! ada cewek di belakang situ!" Seru Satria.

Dan mereka bertiga pun bergegas berlari mencari sumber suara itu. Ternyata dia adalah gadis berperban yang dilihat oleh Satria di Bandara.

"Hey mbak gak apa-apa?" Tanya Satria.

"Ah.. Saya cuma sedikit pusing. Dimana ini?" Keluh gadis itu.

"Entahlah sebuah tempat yang sepi dan banyak hutan. Mas bawa mbak ini keluar, kita masih mau cari mungkin ada orang yang tertinggal. Mas jalan aja ke arah Barat, yang lain ada disana." Pesan salah seorang pria itu kepada Satria.

"Baik! Ayo mbak saya bantu." Satria pun membantu gadis itu berjalan.

Mereka berduapun keluar bangkai pesawat dan berjalan sesuai pesan pria tadi.

"Oiya, Nama saya Satria panggil aja Tria. Nama mbak siapa?" Tanya Satria.

"Oh iya." gadis itu tersenyum.

"Nama saya.... ee. nama.." Gadis itu pun terlihat bingung sendiri.

"Saya siapa?" Gadis itu malah bertanya kepada Satria.

Satria pun terkejut dan iba mengetahui gadis itu mungkin Amnesia karena terbentur di kepala.

"Saya siapa?! saya dimana? kenapa?" Gadis itu kebingungan dan panik.

"Sudah jangan dipaksain buat nginget kalau susah. Mungkin mbak masih kaget. Mbak ga bawa KTP ato Paspor?" Usaha Satria menenangkan gadis itu.

"Dikantong saya gada apa-apa. Kepala saya sakit." Keluh gadis itu.

"Hmmm.... oh. ini." Satria memeriksa kepala gadis itu. dan terlihat bekas darah merembes di balik perban gadis itu.

"Boleh saya ganti berban mbak dulu?" Tanya Satria.

"Iya silahkan." jawab gadis itu.

Satria pun membuka perban gadis itu lalu merobek kaosnya sedikit dan menggantinya dengan sobekan kaosnya itu.

"Aw. aduh pelan-pelan!" Keluh gadis itu.

"Maaf mbak. Tahan dulu ya..." jawab Satria dengan sabar.

"Sudah selesai." Satria dan gadis itu pun kembali melanjutkan perjalanan.

Tidak jauh. mereka sudah keluar dari hutan dan menemukan Banyak orang berkumpul di padang rumput.

"Kapten ada Dua orang disana!" Seru Rudi.

"Bantu mereka ayo!" Perintah Kapten Mansyur.

"Nama mas siapa?" Tanya salah satu pramugari.

"Nama saya Satria, Satria Purnama" Jawab Satria.

"Kalau mbaknya namanya siapa?" Tanya pramugari itu kepada gadis itu.

"Dia sepertinya...."

"Ve." Gadis itu memotong perkataan satria.

"Di lengan kiri saya ada huruf 'V', Panggil aja saya Ve" Gadis itu menjelaskan dengan nada bingung.

"Dia sepertinya amnesia mbak. paspor dan KTP dia sepertinya tertinggal di tas di bangkai pesawat atau hilang." Satria berbisik kepada pramugari.

"Yasudah. Data-data penumpang hilang. tapi dari catatan saya, Ajaib 700 orang selamat, dan belum ditemukan korban meninggal satupun" Terang Pramugari itu.

"Hah?!" Satria kaget. Padahal ini kecelakaan hebat, Tapi aneh tidak ada yang meninggal.

"Ya Alhamdulillah kita semua selamat. Ini suatu keajaiban. Seharusnya saya sudah meninggal karna saya pilotnya. tapi ajaib saya hanya lecet sedikit." Kapten Mansyur pun menghampiri Satria.

"Pak. tapi gadis ini amnesia." Kata Pramugari itu.

"Yang penting dia masih selamat kan? nanti setelah tim SAR menjemput dia akan dirawat lebih intensif. sementara ini biarkan dia beristirahat mungkin dia trauma. dari data di maskapai dan bandara pun pasti bisa kita ketahui siapa dia." Jelas Kapten Mansyur.

"Oke Perhatian semuanya! Dengarkan Saya!" Kapten Mansyur minta perhatian. dan naik keatas bangkai pesawat.

"Saya Kapten Mansyur, Pilot pesawat ini. ada kabar baik dan kabar buruk. Kabar baiknya, Alhamdulillah dari jumlah kursi 700 kursi. semua orang selamat!" Seru Kapten Mansyur dan di sauti dengan suara penumpang saling berbicara.

"Kabar buruknya!" Kapten berkata dengan lantang dan semua orang terdiam.

"Saya tidak tahu dimana kita. Sambungan Sinyal radio, ponsel dan semacamnya tidak ada. yang pasti ketika saya mendaratkan pesawat ini, kita sedang ada di atas samudra pasifik. maka ini mungkin pulau yang ada di samudra pasifik." Kata Kapten.

"Hawaii? Honolulu?" Seorang penumpang bertanya.

"Saya pun berharap demikian. yang pasti untuk sementara ini, kita akan membuat tenda darurat di sini. sementara beberapa orang akan menyusuri tempat ini mencari warga sekitar dan mencari bantuan serta obat-obatan. Siapa yang mau membantu?"

"Saya siap, saya polisi!"

"Saya seorang pendaki gunung!"

"Saya tentara!"

Satu persatu penumpang bersuara.

"baik-baik cukup. yang tadi bersedia maju kemari!" Perintah Kapten

3 Orang menghampiri Kapten dan mereka pun saling berkenalan. Polisi itu bernama Bayu Aji, Alexander Bramono seorang pendaki gunung. dan Guntur Wijaya anggota Tentara.

"Tiga orang sudah cukup. tugas kalian cuma mencari warga disekitar sini dan mencari pertolongan. ini ada handy talky jika kalian menemukan sesuatu kabari saya." Perintah Kapten.

"Baiklah, tidak usah berlama-lama kita pergi sekarang!" Kata Alex.

"Hati-hati" Pesan Kapten.

Mereka Bertiga mencari pertolongan warga sekitar sementara itu penumpang yang lain saling merawat satu sama lain. Kebetulan ada beberapa penumpang yang berprofesi sebagai dokter itu sangat membantu.

"Tanaman disini asing. aneh-aneh." Kata Guntur.

"Ini bukan Indonesia. Saya biasa menemukan yang aneh-aneh" Alex menjawab.

Kurang lebih 10 Menit mereka sudah berjalan kaki menyusuri hutan tapi belum menumakan penduduk. Hanya menemukan Hewan-hewan liar, Rusa, Kelinci dan lain-lain.

"Burung nya unik-unik." Guntur melihat ke atas pohon.

"Ya Berwarna-warni cantik sekali" Bayu Menyauti.

"Sudahlah kita kesini bukan untuk tamasya" Alex kembali menyelak.

Akhirnya mereka berdiri di atas suatu bukit dan.

"Eh?"

"Kenapa Lex?" tanya Bayu.

"Itu. Indah Sekali." Kata Alex

"Sudahlah kita kesini bukan untuk tamasya" Guntur membalas.

"Hah?" Guntur pun ikut heran.

"Kita Dimana? Apakah ini surga?" Alex bertanya sendiri.


Bersambung.....
ceritanya lanjutanya udah ada didalem otak tinggal nyari waktu ja. emoticon-Malu (S)

CHAPTER 3 : Bagai Surga

Quote:Kita Dimana?

[Orific] NEW WORLD

"Kita Dimana? Apakah ini surga?" Alex bertanya sendiri.

Jalan batu tersusun rapih dan Ada pemukiman rapih khas zaman pertengahan eropa di ujung jalan serta dikelilingi taman bunga yang sedang mekar. Berwarna-warni menyegarkan mata, ditambah aliran sungai yang jernih dan kicauan burung membuat segalanya terasa tenang dan tentram.

"Krrrr....k...krrrrrsh... Halo Kapten Mansyur, anda bisa dengar saya?" Bayu pun berusaha menghubungi kapten.

"Ya.. Jelas Sekali Bay." Jawab Kapten.

"sepertinya kami menemukan pemukiman." Jelas Bayu.

"Alhamdullillah. Sekarang salah satu dari kalian kembali kemari dan sisanya coba berkomunikasi dengan warga!" Titah Kapten.

"Siap Laksanakan." Jawab Bayu.

"Gua kembali dulu kalian coba mendekati warga dan minta pertolongan. Lu pegang HT ini Lex!" Pesan Bayu.

"Oke Hati-hati. lu inget jalanya kan?" Tanya Guntur.

"Tenang Aja." Jawab Bayu.

Ditengah perjalanan kembali Bayu pun berfikir, "Kalau disini ada pemukiman seharusnya mereka mendengar gemuruh suara jatuhnya pesawat itu. tapi... hmm.. yasudah lah. mungkin karna didalam hutan jadi tidak terdengar."

Kemudian setelah bertemu Kapten Mansyur, Bayu menceritakan lebih jelas apa yang dia lihat dan apa yang dia fikir. tentu semuanya terheran-heran dan penasaran setelah mendengar cerita Bayu.

"Mungkin kita memang sudah di akhirat!!" Tiba-tiba ada penumpang yang berteriak.

"Plak..!"

"Hey jangan ngaco Pak, Apa bapak sudah melihat malaikat?" Bapak itu ditampar istrinya dan diceramahi istrinya.

"Tapi aneh juga. kenapa tidak ada Polisi atau semacamnya menghampiri kita ya?" Satria berfikir.

"Apapun itu kita tunggu kabar selanjutnya dari Alex dan Guntur. Semoga mereka membawa kabar baik. Amien. Sebentar lagi Maghrib. Bagi yang Muslim mari kita berjamaah."

"Bagaimana kita bisa tahu arah kiblat?" Ada Penumpang yang mengeluh.

"Kita tidak tahu. Tapi Allah Maha Tahu apa yang kita kerjakan." Pesab Kapten.

Merekapun berwudhu dengan air seadanya dan solat Maghriib berjamaah. Sementara itu di pemukiman warga.

"Spadaaaaa..! excuse me....! Everybody Home?" Guntur dan Alex berusaha memanggil warga.

"Aneh daritadi gada orang yang nongol. Coba ketok pintu!" Kata Guntur.

Tok.. tok.. tok.

"Everybody Home?" Guntur mulai kesal.

"Seperti Kota mati. hari sudah mulai gelap. mereka pun tidak menyalan lampu ataupun lilin." Kata Alex.

Tok. Tok. ...

"Eh?"

Kreeeeeek. Pintu itu terbuka karna Guntur mengetuk dengan keras.

"Everybody Home?" Guntur pun masuk begitu saja. dan menyalakan lampu.

"Hey Gun ga sopan lu masuk sembarangan" Sentak Alex marah.

"Rumahnya Kosong Lex." Kata Guntur.

"Eh?"

Akhirnya mereka kerumah lain dan ternyata sama. 10 rumah yang mereka periksa secara acak semuanya kosong. Lalu mereka pun memberi kabar kepada Kapten Mansyur.

"Rumahnya Kosong semua?!" Kapten Mansyur pun heran.

"Mah kenapa kita ga tinggal disana aja mah?" Seorang anak bertanya pada ibunya.

Mendengar anak itu semua penumpang pun jadi berfikir demikian.

"Rudi, Berapa Suar yang kita punya?" Kapten bertanya kepada Rudi.

"10 Kapten." Jawab Rudi.

"Kita harus menghematnya dengan Bijaksana. malam ini pakai 3 saja setiap 4 jam nyalakan."
pesan Kapten kepada Rudi.

"Perhatian semuanya! Bayu akan mengantar kalian ke pemukiman yang kita temui. Untuk Sementara mungkin tidak apa-apa kita menginap disana. tapi ingat jangan ada yang merusak ataupun menghilangkan benda yang ada disana sampai warga pribumi kembali dan kita ceritakan yang terjadi. Mengerti?!" Jelas Kapten.

"Yaa baik..." Seraya Semua menjawab.

Akhirnya merekapun berjalan beriringan menuju pemukiman kosong itu. Sementara beberapa orang bergantian berjaga di dekat pesawat dan menyalakan Suar. Para penumpangpun menempati rumah-rumah kosong itu.

"Ve, Sandra. Kalian berdua dirumah ini ya. Gua dirumah Sebelah kok. kalau ada apa-apa bilang Gua aja." Satria memberi pesan kepada dua gadis cantik itu.

"Iya Tria. eh jangan kemana-mana dulu temenin kita dulu bentar disini! masih ngerasa asing soalnya." Kata Sandra.

"Oke-oke. eh ngomong-ngomong tempat ini keren juga ya? kayak di dongeng-dongeng." Kata Satria.

"Rasanya ga asing." Ve sedikit bingung.

"Maksud lu? lu pernah kesini Ve?" Tanya Sandra.

"Mungkin. tapi mungkin perasaan ku saja." Jawab Ve.

"Hmmm.. ini tulisan bahasa mana ya?" Satria menemukan sebuah buku.

"Mirip hurup kuno di Film-film" Kata Sandra.

Mereka pun melihat-lihat benda di rumah itu. dan saling bercerita panjang lebar hingga merasa ngantuk.

"Oke dah dulu ya. semoga kalian mimpi indah. dah. Assalam" Satria pun berpamitan.

"Daaah. Walaikum Salam" Jawab Sandra.

Satria pun pergi kerumah sebelah.

"Itu Bahasa mana?" Tanya Ve.

"Maksud kamu? yang mana?" Sandra bingung.

"Itu Walai kum slam" Kata Ve agak kesulitan mengucapnya.

"Owh. Walaikumussalam? itu bahasa Arab, yang artinya ke Dan Keselamatan Pula Bagimu. Orang Muslim menggunakanya kepada sesama Muslim untuk saling Mendo'akan. masa kamu gatau sih cantik?" Jelas Sandra.

"Enggak Aku baru denger. atau mungkin aku lupa." Jawab Ve sambil memegang kepalanya.

"Owh yaudah ga apa-apa. Ayo tidur." Kata Sandra.

Sementara itu dirumah sebelah Satria satu rumah dengan Bayu.

"Assalam. Eh mas. udah mau tidur?" Tanya Satria.

"Belum ngantuk sih. oiya gua Bayu."

"Gua Satria." Merekapun berkenalan.

Karna mereka sama-sama tidak bisa tidur merekapun mengobrol sampai dini hari. dan di pagi hari.

"Tria... Tok. tok. tok. Triaa..." Sandra mengetuk pintu.

"Ya Tunggu." Satria Langsung bergegas berdiri dari tidurnya.

"Ada apa?" Satria Panik.

"Enggak kok. Katanya Ve pengen jalan-jalan. tapi kita aja lu biar aman mau ga?" Kata Sandra.

"Pagi-pagi gini? yaudah deh." Jawab satria.

Mereka pun berkeliling pemukiman. dan berhenti di suatu tempat.

"Waaaaah keren. ada air mancur di tengah pemukiman gini." Kata Sandra.

"The Kingdom" Ve tiba tiba bicara.

"Eh? The Kingdom?" Tanya Satria.

"Itu Di Bawahnya ada bacaan mirip kata 'THE KINGDOM' " Jelas Ve.

"Oiya. Hmmm.. Ladies, Welcome to 'THE KINGDOM' ! " Seru Satria diringi burung-burung yang terbang ke langit dan cahaya mata hari pagi yang menghangatkan suasana.

Bersambung.....

CHAPTER 4 : THE KINGDOM

Quote:Waktu terus berlalu

[Orific] NEW WORLD

Waktu terus berlalu, tanpa ada satu pun orang pribumi menunjukan wajahnya dan belum ada pertolongan dari luar pulau. Sementara itu suar sudah habis, dan siaran radio Darurat yang dirakit oleh seorang ahli terus di aktifkan tapi tidak ada respon. berbagai cara sudah mereka lakukan. merakit jaringan internet pun sudah dicoba tapi tidak ada website yang aktif. Hari demi hari, Minggu demi minggu, mereka terus berharap adanya pertolongan. Meski "THE KINGDOM" begitu indah, nyaman, serba ada dan serba cuma-cuma, tapi mereka merindukan rumah mereka yang dulu.

Tidak terasa, 1 tahun sudah berlalu. Mereka mencoba mengerti mungkin memang sudah di takdirkan mereka tinggal disini. Mereka mulai bekerja dan beraktifitas normal, seperti memang disinilah rumah mereka. Mereka berkebun, berternak, berdagang, menjahit, apapun itu untuk kehidupan mereka. Gedung kosongpun dijadikan Sekolah dan tempat-tempat Ibadah.
2. 3. 4. tahun mereka jalani dengan tentram dan damai, mereka seakan sudah melupakan rasa ingin pulang. Mulai ada pernikahan diantara mereka, mulai lahir bayi-bayi mungil sebagai penerus umat manusia di dunia yang baru.

7 tahun pun berlalu, yang dulunya pertama ke tempat ini mereka masih anak-anak kini menjadi remaja yang sehat. Tapi Satria masih sering berfikir.

"Tria.. Tria... TRIA!"

"Eh? kenapa Ve?" Satria kaget.

"Mikirin apa sih? Mikirin Nalin tunangan kamu ya?" Tanya Ve.

"Ah enggak ga apa-apa. dia pasti pikir aku udah mati. 7 tahun ga ada kabar.." Jawab Satria.

"eh luka di dahi kamu 7 tahun kok ga ilang ilang bekasnya?" Satria mengalihkan pembicaraan.

"Oh iya ya? tapi aku jadi suka dengan tanda ini. dua titik di dahi hehe." Jawab Ve dengan tersenyum manis.

"Jiah dasar kamu. hmmm. Udara di bukit ini segar sekali ya?" Kata Satria.

"Iya apalagi pemandanganya seindah ini." Jawab Ve.

"Kira-kira di balik gunung itu ada apa ya? belum pernah ada yang kesana kan?" Tanya Satria.

"Kamu belum tahu ya? kan Kak Alex bikin grup Hiking lagi. dan mereka lagi jelajah gunung itu. sambil nyari anak yang ilang 3 hari lalu." Jelas Ve.

"Hah masa? siapa aja?" Tanya Satria.

"Ga tau ga kenal hehe." Jawab Ve.

"Hah dasar. ya semoga ada orang-orang baik di balik gunung itu." Satria berharap.

"Amien. tapi kalo ternyata ga seperti yang kita harapkan?" Ve Khawatir.

"Maksud kamu?" Satria pun bingung dengan pertanyaan Ve.

"Ah ga apa-apa. lupakan. Ayo kita ke desa, aku mau liat Kak Raymond sulap." Ve pun mengalihkan dan merayu manja.

"Ah baiklah." Satria dan Ve pun pergi ke Desa.

Sementara itu di Desa.

"Waah keren Rey. kok bisa sih Burungnya keluar dari kotak kaca itu?" Sandra yang sedang menonton aksi Raymond takjub dibuatnya.

"Magic." Jawab Raymond dengan gaya cool-nya.

"Dan ini untuk nona cantik yang dari tadi mulutnya tidak bisa tertutup." kata Rey.

Poof... Berubahlah Burung itu menjadi Bunga Mawar Putih yang indah dan diberikan kepada Sandra.

"Aaaaaaaakh mau Kak Rey... Akh so sweeet." Sahut para remaja putri dan ibu-ibu yang menonton.

"Aduh malu nih Rey.. Makasih ya." Sandra pun tersipu malu.

"Iiiih kok lu dikasih Bunga sih San? Gua juga mau dooonk..." Tiba-tiba Ve datang.

"Minta sana ama Satria. weee...:P" Ledek Sandra.

"Lho kok Gua?" Satria Bingung.

"Ya kan lu cowonya." Kata Sandara.

Satria dan Ve saling tatap lalu.

"Eh Kita cuman temenan kok kan Tria dah punya tunangan." Kata Ve.

Satria ---Friend's Zone----

Tiba-tiba Raymond berkata, "Cuma orang bodoh yang selalu terjebak dalam bayang masa lalu."

Rey dan Satria saling bertatapan Sinis. Satria dan Rey sedikit kurang akur, karna dulu Satria pernah memukul Rey ketika Rey ketahuan bertindak mesum kepada Seorang Gadis.

"Eeee.. Ve, sepertinya kita harus bawa satria pergi deh." Saran Sandra takut Rey dan Tria berkelahi.

Lalu Ve, dan Sandra menyeret Satria Pulang.

"Sampai ketemu lagi ganteng.." Sandra pun tidak lupa berpamitan dengan Rey.

Sementara itu digunung. Alex, Kiki, Jafar, dan Kevin. Alex dan para pemuda itu bermaksud menyusuri Pulau itu lebih jauh. Mereka mendaki gunung dan ingin tahu apa yang ada di balik gunung itu. Hari sebentar lagi gelap dan mereka pun bermaksud menidirikan tenda.

"Kak Alex, kapan kita istirahat?" Keluh Kiki.

"Udah pada cape ya? yaudah kita bikin tenda aja disini." Alex pun duduk dan membuka ranselnya.

"Kak. kalau misalkan disini ada Harimau gimana?" Tanya Jafar ketakutan.

"ya paling Lu duluan yang dimakan kan lu yang paling berisi." Jawab Kevin.

"Yah jangan gitu dong Kev." jawab Jaffar.

"Disini gada harimau, palingan adanya hantu." Kata Kiki menambah Jaffar takut.

"Ah lu mah malah nakutin gua......" Jaffar jadi Paranoid.

"Hahhahaha" Semuanya tertawa menertawakan Jaffar.

Lalu Kevin mendengar sesuatu, "Eh. Sttt... kalian denger ga?"

Alex pun langsung berdiri dan mengambil Pisau. perlahan dia berjalan menghampiri sumber suara itu.

dan ternyata.

"aaaah cuman Kelinci." semuanya pun merasa lega.

"Lumayan buat makan malem ini. hehehe" Kata Kiki.

"Ih tega lu ki. itu liat kakinya berdarah gitu juga." kata Jaffar sambil menunjuk kaki Kelinci itu.

"Eh? berdarah?" Alex pun bingung kenapa kelinci itu terluka.

Lalu dari balik pohon dan semak yang gelap terdengar lagi suara berisik. Alex dan yang lainnya pun memeriksanya lagi. Dan.

"EH?!" Kiki kaget melihat apa yang dia lihat dari balik semak itu.

"Sttttt...." Alex menyuruh semuanya jangan berisik.

Alex pun memeriksa dan meyakinkan kembali apa yang mereka lihat itu. Alex lihat ada seorang berjubah, bertudung hitam terlihat sedang makan dengan lahap. Alex dan yang lainya Kaget setengah mati tidak percaya apa yang sedang dia lihat.

Ternyata Orang misterius itu sedang memakan anak manusia.

Bersambung.....
what an interesting story!
dari sisi misterinya juga keren emoticon-Big Grin

ayo, ditunggu lanjutannya
*penasaran sama sosok misterius tadi
Quote:Original Posted By leemara
what an interesting story!
dari sisi misterinya juga keren emoticon-Big Grin

ayo, ditunggu lanjutannya
*penasaran sama sosok misterius tadi


sabar ya kalo ada waktu luang ane lanjut gan emoticon-Cool

CHAPTER 5: WE ARE NOT ALONE !

Quote:Kaget.
[Orific] NEW WORLD

Alex dan yang lainya Kaget setengah mati tidak percaya apa yang sedang dia lihat. Ternyata Orang misterius itu sedang memakan anak manusia.

Dengan perasaan takut setengah mati, mereka berusaha untuk berbalik arah perlahan-lahan.

Tapi, "Aaaaa~" Jafar pun spontan lari ketakutan, Hal itu membuat orang misterius itu menoleh dan menatap mereka.

"Jaffar bodoh. ayo lari cepat, tinggalkan saja barang2 yang tidak penting ini." Alex pun menyuruh mereka kabur.

Mereka pun terus dikejar oleh pria kanibal itu. Drama kejar-kejaran di tengah hutan pun terjadi. dan mereka kehilangan Jaffar yang sudah lari terlebih dahulu.

"Disini Ada Goa. ayo cepat sembunyi sebelum kita terlihat!" Perintah Alex kepada Junior-juniornya itu.

Mereka pun bersembunyi di dalam Goa, Menunggu orang misterius itu pergi meniggalkan mereka.

"Aaaaaaakh~..." Terdengar dari kejauhan suara teriakan pilu Jaffar.

Perasaan mereka kacau balau mendengar suara jeritan pilu Jaffar itu. Mereka hanya bisa sembunyi menyelamatkan diri mereka sendiri.

"Eh? Mas Bayu apa Mas denger sesuatu? Kayaknya dari gunung." Satria yang sedang ada dirumah merasa ada hal aneh.

"Ah enggak perasaan lu aja kali." Jawab Bayu.

30 Menit sudah mereka bersembunyi, sepertinya mereka sudah aman.

"Kak Alex, kesini, gua nemu sesuatu." Kata Kiki yang ternyata diam-diam masuk lebih dalam ke Goa itu.

"Hey Ki siapa suruh lu masuk?" Alex menghampirinya dan memarahinya.

"Ini Kak liat dulu." Kiki menunjukan Sebuah Buku catatan yang dia temukan di dalam Goa.

"Buku Catatan? Hmmm .... Milik Dr. FRIEDRICH" Alex membaca sekilas buku catatan itu.

"Bahasa apa itu?" Kevin pun ikut melihat buku itu.

"Emmm entahlah rasanya familiar, Mungkin Belanda, atau Jerman, atau Rusia. Mungkin ini bisa menjawab semua pertanyaan yang ada." Kata Alex

"Jadi sekarang kita harus gmn kak?" Kiki Bertanya.

"Batalin Expedisi kita ke desa dan bawa ini ke perpustakaan. Para Profesor itu mungkin bisa membantu." Jawab Alex.

Merekapun tidak menuggu lagi malam itu juga mereka kembali ke Desa. Di perjalanan mereka menemukan kupluk milik Jaffar dan kupluk itu berdarah. Tapi mereka tidak berhasil menemukan mayat ataupun sisa tubuh Jaffar. Mereka tidak punya waktu untuk mencari Jaffar karna keselamatan mereka pun terancam. Bukan hanya itu, keselamatan seluruh penduduk desa terancam.

Pagi Harinya ALex tidak mau menunda lagi, dia langsung ke perpustakaan untuk bertemu dengan 3 Dosen itu. 3 Dosen itu adalah Pak Hendro ahli Fisika, Sunaryo Dosen Arkeologi, dan Pak Deden ahli Teknik Mesin.

"Prof. Saya menemukan sesuatu, pasti kalian akan tertarik dengan ini." Kata Alex yang masuk tanpa permisi ke ruang kerja para dosen itu.

"Hey Alex, kau sudah pulang? Cepat sekali?" Kata Pak Sunaryo.

"Ini masalah serius, masalah hidup dan mati kita semua." Jawab Alex sedikit kesal.

"Maksud kamu?" Tanya Pak Deden.

"Kita tidak sendiri." Jawab Alex dengan singkat dan jelas.

"Jadi kau sudah bertemu dengan orang pribumi? Syukurlah kalau begitu, mereka ada dimana?" Pak Sunaryo Kembali bertanya.

"Mungkin. Tapi saya belum yakin. masalahnya Bagaimana kalau mereka tidak menerima kita datang kemari?" Kata Alex.

Sontak ketiga dosen itu semua terdiam. Alex pun menyerahkan Buku yang dia temukan dan menceritakan semua apa yang terjadi. Lalu tiga dosen itu sepakat untuk mengumpulkan orang-orang penting dan pandai ke perpustakaan untuk berdiskusi tentang masalah ini.

"Ibu nasi uduknya satu ya.." Tria sedang membeli sarapan.

"Tumben satu? Bayu ga nitip? lagi puasa?" Tanya Pedagan itu.

"Pagi-pagi mas Bayu udah dipanggil ke perpus katanya penting." Jawab Tria.

"Owh gitu. denger-denger sih si Alex tadi pagi ke perpus bawa buku catatan dari hutan" Kata Ibu itu.

"Alex udah pulang?" Tanya Tria.

"Iya, tapi anak saya Jaffar kok belum kerumah ya? apa dia nginep dulu di rumah kiki?" Ibu itu pun sedikit Khawatir.

"Ibu Jamilah." Kiki pun datang dengan gugup.

"Eh nak Kiki. Jaffar mana?" Tanya Ibu Jamilah.

"Eeeee... Jaffar. itu bu. Jaffar." Mungkin Kiki tidak sanggup memberitakan apa yang terjadi pada kawannya itu.

Kiki hanya memberikan kupluk Jaffar yang dia temukan di Hutan. Sontak Ibu itupun Kaget dan bertanya-tanya,"Ini? APa Maksudnya? Jaffar mana ki??? JAFFAR KENAPA???"

Suasana pun menjadi pilu Ibu itu terus menangis.

"Jaffar Hilang bu, Kita cuman nemuin ini. Maaf bu." Jawab Kiki dengan perasaan menyesal.

Sementara itu ibu itu terus menangis lalu masuk ke dalam rumahnya dan berteriak, "JAFFAR~~!"

"Ada Apa Tria?" Ve dan Sandra pun keluar rumah mendengar teriakan ibu itu.

"Jaffar Mbak." Jawab Kiki.

"Jaffar Kenapa?" Sandra Bertanya kembali tidak mengerti.

Tria Langsung berlari bermaksud pergi ke perpustakaan. Melihat Tria pergi Ve pun mengikutinya.

"Hey Tria, Ve." Sandra Memanggil mereka.

Sementara itu di Perpustakaan.

".....Begitulah ceritanya." Alex menjelaskan kepada orang yang hadir diruang itu apa yang terjadi semalam.

Semua orang terdiam, Bingung. dan takut mendengar apa yang di ceritakan Alex.

"Kayak apa orang itu Lex?" Tanya Bayu.

"Orang itu Memakai Jubah dan tudung serba hitam, Tinggi Besar, Dan ada tato abstrak di dahinya. Gua rasa diantara kita gada yang tubuhnya setinggi itu. Gua yakin itu orang asing Bay." Jawab Alex.

"Buku ini setelah saya baca. kemungkinan besar bahasa jerman. tapi sayang sekali, saya tidak begitu paham bahasa jerman." Kata Pak Sunaryo.

"Jadi percuma saja kita menemukan buku itu?" Kata Bayu.

"Tidak, mungkin diantara warga desa ada yang bisa bahasa jerman." Jawab Kapten Mansyur.

"Oiya ada, tetangga saya seorang keturunan jerman, mungkin dia bisa membantu." Jawab Seorang guru sekolah desa.

"Tolong di panggil kemari orangnya pak." Suruh Kapten Mansyur.

Pak Bagas, Guru sekolah itu pun segera pergi dan mencari tetangganya itu. Sementara itu mereka terus berdiskusi, membicarakan topik yang telah lama mereka lupakan. "Dimana kita sebenarnya saat ini?"

Semua pemikiran berusaha dicerna selogis mungkin. mulai dari bagaimana mereka bisa kemari dan sebenarnya siapa orang misterius itu. tapi mereka selalu menemukan kejanggalan yang tidak masuk akal. satria dan Ve yang mengintip dan menguping di balik pintu ruangan itu pun akhirnya masuk dan ikut berbicara.

"Mungkin memang semua ini tidak memerlukan logika." Kata Satria.

"Tria?" Bayu Kaget Tria tiba-tiba bicara.

"Mungkin memang terkadang kita harus membuang logika. Mungkin semua hal yang menurut kalian janggal dan aneh memang itulah yang terjadi." Tria pun kembali menambahkan.

"Oke kemarilah bergabung! Jadi menurut kamu bagai mana?" Tanya Kapten Mansyur.

"Saya gak begitu yakin, mungkin kita tidak di dunia yang kita kenal. Coba lihat saja, tumbuhan, hewan, dan fenomena langit yang ada. sangat jarang kita jumpai di dunia yang kita kenal, bahkan tidak ada." Tria kembali menjelaskan.

"Lalu kenapa dan bagaimana kita bisa kemari?" Alex bertanya.

"Mungkin Sihir." Ve menjawab dan semua orang pun terheran-heran.

"Hah? mana ada sihir...?" Pak Hendro mematahkan perkataan Ve.

"Mungkin saja. jika memang semua logika tidak bisa menjawab pertanyaan itu." Kapten Mansyur mendukung perkataan Ve dan Tria.

"Oke kalau misalkan kita anggap itu benar. lalu menurut kalian siapa orang misterius itu? Malaikat kematian?" Pak Sunaryo sedikit tidak percaya dan meremehkan perkataan Ve dan Tria.

"Bukan. Mungkin dia adalah orang pribumi dunia ini yang bersembunyi di balik gunung sana karna suatu alasan, bertindak kanibal karna suatu alasan, dan baru muncul sekarang karna suatu alasan. Kita pun mungkin di kirim kedunia ini karna suatu alasan." Jawab Tria

"Alasan apa itu?" Pak Deden bertanya pada Tria

"Saya belum tahu. Mungkin jawbanya ada di balik gunung dan buku catatan itu. tapi yang saya takutkan adalah bagaimana kalau orang misterius itu tidak sendiri? Bagaimana kalau jumlah mereka banyak? Lebih banyak dari jumlah kita? dan orang itu melaporkan kepada komunitasnya tentang keberadaan kita?" Tria pun berbicara panjang lebar.

"Kalau Iya, THE KINGDOM seperti bom waktu bagi kita. tempat ini bukanlah surga. mungkin justru sebaliknya." Kapten Mansyur menambahkan.

Seketika suasana menjadi sepi dan mencekam.


Bersambung.....
wohoho.. manteb mas bray, walo saya pribadi bukan penikmat cerita misteri.
Agak sedikit bingung di dialog yg ini > "Everybody Home? Tok.. tok.. tok."
"Tok tok tok" nya itu ngomong apa ngetuk pintu? emoticon-Hammer2

Tapi keren ceritanya mas bray, chapter terakhir e terutama. emoticon-Jempol
Quote:Original Posted By superkudit
wohoho.. manteb mas bray, walo saya pribadi bukan penikmat cerita misteri.
Agak sedikit bingung di dialog yg ini > "Everybody Home? Tok.. tok.. tok."
"Tok tok tok" nya itu ngomong apa ngetuk pintu? emoticon-Hammer2

Tapi keren ceritanya mas bray, chapter terakhir e terutama. emoticon-Jempol

wah iya ya? ane juga baru sadar. emoticon-Bingung

oke ane perbaiki emoticon-2 Jempol
Keren gan, lanjutkan emoticon-Toast
Penamaan tokoh Ve itu diambil dari member jkt48 ya??
Quote:Original Posted By the.nick
Penamaan tokoh Ve itu diambil dari member jkt48 ya??


ah bukan. itu dari tato huruf "V" yang ada di lengan kirinya. dia kan amnesia jadi gtw nama asli dia siapa. dan masih ada rahasia dibalik nama ini gaan emoticon-Cool

CHAPTER 6: Permulaan

Quote:
[Orific] NEW WORLD

"THE KINGDOM seperti bom waktu bagi kita. tempat ini bukanlah surga. mungkin justru sebaliknya."

Semua terdiam, sunyi dan mencekam. Tidak lama Pak Bagas pun kembali dan membawa Michael. Seorang Pria keturunan Jerman. langsung saja diperlihatkan kepadanya buku catatan itu.

Lalu Michael membaca buku itu, "Ini ditulis tahun 1974, Aku bersama dengan rekanku hari ini akan memulai perjalanan dengan kapal pesiar. Pagi ini indah sekali dan aku pun bertemu banyak gadis cantik.."

"sudahlah langsung cari yang pentingnya saja!" Pak Deden memotong.

Michael mencari tulisannya sekiranya penting, "1 Mei 1974, Hari ini benar-benar aneh."

"2 Mei 1974, Dimana sebenarnya ini? nahkoda kapal ditak mau bicara apa-apa tentang semua ini." Buku catatan itu mulai tertulis tengan singkat dan seperti tergesa-gesa.

"9 Mei 1974, Baru aku temukan tempat seindah ini. dan orang-orang seramah mereka. Mereka ternyata orang baik kami hidup rukun disini." Michael membaca, tapi yang lain masih belum puas.

"12 Agustus 1974, Malam ini kami berkumpul bersama penduduk desa Katanya hari ini perayaan penting bagi mereka." Semua orang mulai merasa tenang, mereka berfikir orang pribumi itu adalah orang-orang baik.

"Halaman-halaman berikutnya banyak yang kosong." Kata Michael.

"Ah? ini aneh. ditulis terbalik 'Aku harus sembunyi, aku harus terus hidup, aku harus!'" Kata Michael Membaca itu dengan sedikit bingung.

"Sisanya hanya ada gambar-gambar seperti coret-coretan iseng anak kecil." Tambah Michael.

"Hanya segitu tulisanya?" Tanya Alex sedikit kecewa.

"apa yang terjadi di malam itu ya?" Kapten Mansyur bergumam. dan yang lainya pun ikut berfikir.

Buku catatan itu pun dibawa pulang oleh Michael untuk di pelajari secara teliti dirumahnya. sementara itu diskusi ini dibubarkan sejenak dan orang-orang pun kembali ke rumahnya masing-masing.

"Ve, Tria darimana aja kalian?" Tanya Sandra yang sedang duduk di depan pintu rumah.

"Tadi kita baru aja dari perpus, ada diskusi serius." Jawab Tria.

"Kok ga ngajak-ngajak sih? yaudah deh kalian mau ikut ga ke bukit bunga? gua mau nyari angin." Ajak Sandra

Ve dan Tria pun menjawab, "Yaudah hayu aja."

Langit sore hari yang indah membentang. dihiasi burung-burung yang terbang pulang ke sarang mereka. Angin berhembus sepoy-sepoy membuat hati tentaram. tapi entah mengapa ada sauatu hal yang aneh di sore itu.

"Kalian kangen sama rumah kalian ga?" Sandra bertanya kepada teman-temannya.

"Ya kalau ditanya gitu sih bingung juga ya. 7 tahun ga pulang. pasti kangen. tapi mereka pasti ngangep kita udah mati. pasti" Jawab Tria.

"Tapi aku ngerasa ini kayak rumahku sendiri." Jawaban versi Ve.

"Yaiyalah gada siapa-siapa. anggep aja ini rumah lu sendiri." Sambung Sandra.

"Enggak, Maksud aku, aku ngerasa ini memang kampung halaman aku." Lanjut Ve.

Semuanya terdiam sejenak bingung dengan apa yang di katakan Ve.

"Ya pasti karna Kamu amnesia dan lupa semuanya Ve. jadi kamu menganggap ini tempat kamu dilahirkan." Tria memberikan pendapatnya.

"Mungkin sih." Ve meng-iya-kan dengan ragu.

Merekapun saling bercanda gurau menunggu hari gelap lalu kembali kerumah.

Malam pun datang semua warga tengah beristirahat. mereka belum diberi tahu apa yang terjadi dan apa yang mungkin terjadi dengan alasan untuk menghindari kepanikan masal. Sementara malam itu begitu mencekam bagi orang-orang yang datang ke perpus pagi tadi. Tria, Ve, Bayu, Alex, dan orang-orang yang berdiskusi di perpus tadi pagi, kini risau dan tidak bisa tidur.

"Tria. Lu tidur aja duluan!" Suruh Bayu sambil memandang bulan dari jendela kamar.

"Mana bisa mas. kepikiran soal tadi pagi." Jawab Tria.

"Iya sih gua juga sama. takut malam ini ada apa-apa. perasaan gua ga enak soalnya. Tapi lu paksain aja Tria! Biar kita gantian aja tidurnya!" perintah Bayu.

"Yaudah mas Bay. kalo ada apa-apa bangunin gua ya." Tria pun berjalan ke kasur dan mencoba untuk tidur.

Satria pun terus terngiang diskusi tadi pagi. Namun perlahan suara itu menjauh, matanya semakin berat dan diapun mengantuk. Perlahan-lahan matanya tertutup sedikit demi sedikit. dan diapun terpejam.

"Aaaaaaaaaaaaaaakh~." Tiba-tiba terdengar suara jerit wanita jauh sekali. Tria yang baru saja memjamkan matanya terkaget dan langsung bangun dan berlari kearah jendela memastikan apa yang terjadi.

"Suara apa itu?" Tanya Tria.

"Gatau. Lu tunggu sini gua cek dulu!" Pesan Bayu.

Bayu pun mengambil jaket dan berlari mencari sumber suara jeritan itu. Lampu rumah warga pun menyala satu per satu, warga terbangung dengan suara jeritan itu. Tiba-tiba Bayu menghentikan langkah larinya. Dia melihat Kelompok orang berkuda, ber jubah hitam, membawa sabit dan pedang. menyeret seorang wanita keluar dari rumah dan menggorok leher wanita itu. Terdiam, terpaku dan membisu. Bayu hanya bisa melihat wanita itu digorok lehernya.

Bersambung.....
maaf baru di update kemarin terlalu sibuk liburan jadi ga bisa update cerita. silahkan di simak dan ditunggu komennya gann emoticon-I Love Kaskus
Quote:Original Posted By HikArU AoZorA
maaf baru di update kemarin terlalu sibuk liburan jadi ga bisa update cerita. silahkan di simak dan ditunggu komennya gann emoticon-I Love Kaskus


ok gan dilanjut
lagi nungguin updatetan selanjutnya
thriller-nya masih bisa lebih dipoles lagi.. coba research lagi gimana para penulis novel thriller ngegambarin adegan2 mencekam.
Quote:Original Posted By arfyl
thriller-nya masih bisa lebih dipoles lagi.. coba research lagi gimana para penulis novel thriller ngegambarin adegan2 mencekam.


oke makasih gan sarannya. bahkan ini pertama kalinya ane nulis cerita selain di sekolah dulu emoticon-Ngakak
sebagai newbie saya menilai konsep ceritanya bagus.. emoticon-Jempol

saya penasaran sama kelanjutanya hehehe