alexa-tracking

Ilmu ''SETIA-HATI''

Main Content

1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/52a5f949be29a030078b46bd/ilmu-setia-hati

Ilmu ''SETIA-HATI''

Salam Persaudaraan ,..
Teruntuk saudaraku SH yang berada di semua penjuru mata
angin,semoga rahmat dan keselamatan senantiasa
dilimpahkan kepada junjungan kita Nabi Muhammad SAW,sang revolusioner jaman jahiliyah yng kelam ,menuju kepada pembaharuan jaman yang cerah,amin.
kepada saudaraku sedulur tunggal kecer dari pemahaman SH manapun,semoga masih tetap kokoh berdiri diatas jalan
JURUS jujur dan lurus,menjadi penerang dalam hidup
bermasyarakat,beragama,berbangsa dan bernegara,senantiasa amar ma'ruf nahi munkar dengan bekal Gaya hidup seorang Pendekar yang setia kepada hati nurani
berdasar Ketuhana Yang Maha Esa.
Permisi kepada para sesepuh SH yang secara langsung atau tidak
langsung ,mendengar ,melihat ,merasakan Tulisan saya,saya hanya seorang yang
mencoba keluar dari lumpur hidup yang
semkin saya bergerak ,ternyata malah semakin tenggelam begitu ibaratnya.saya hanya satu dari sekian banyak kadhang yang terus haus mencari kebenaran
menuju hidup yang selamat sejahtera di dunia dan akhirat.Oleh karena itu apabila
ada tulisan dan pemikiran saya yang melenceng dan tidak sesuai dengan etika
Setia Hati ,sudilah kadhang,dan
panjenengan para sesepuh untuk
mengingatkan dan membimbing padamuara Pencerahan.
Selanjutnya mengenai ke rohanian atau Ke-SH an, bukannya pelit atau tidak mau
berbagi informasi mas,tapi saya pribadi masih sangat dangkal tentang SH.karena
yang selama ini kami pahami adalah koreksi atas semua perjalanan hidup lalu di cross
check dengan Pepatah dan Pepacuh SH ,tentu saja nasihat tersbu didapat
dengan cara anjang sana ke para sesepuh SH,apapun itu jenis SH nya.jadi jika saya harus share dnengan panjenengan ,itu pun
hanya sebatas pengalaman
hidup ,sedangkan saya pribadi juga masih sangat muda.belum banyak makan asam
garam,saya hanya manusia lemah yang pernah terombang ambing seperti buih dilautan ,seperti kendaraan hilang kemudi,dan terjebak dalam lumpur
kenistaan.saya pernah sangat jatuh,dan
tersungkur,saya putus asa,tapi akhirnya
saudara saudara di SH dan nasihat para
sesepuh lah yang membuat saya mampu
bertahan hidup hingga detik
ini.sesungguhnya bila saya tidak salah
mengartikan ,kita ini ber-SH adalah :
bagaimana kita bercara hidup sebagai
pendekar SH,bagaimana kita ini bergaya
hidup sebagai pendekar SH,menuntun kita
untuk menjalankan agama dan
kepercayaan kita,tidak lebih dari itu cita cita
khan ?misalnya menjadi orang yang sakti
mandraguna,sebab SH itu memang tidak
punya apa apa,tidak bisa apa apa,tapi juga
tidak akan apa apa..hanya kekuatan Alloh
yang bersarang dalam jantung hati kita
sebagai AS,tentunya jika kita keluar dari AS
maka kita akan tergelincir,tergilas oleh
cakra yang berputar ke kanan,jika kita ke
kiri tentunya akan terpental ,karena putaran
kekanan selalu lebih kuat ,lebih dahsyat.ini
sudah takdir mas,kita tidak bisa
berexperiment atau coba coba untuk
menemukan cara baru bagaimana agar ke
kiri tapi aman.itu sangat mustahil.
semoga sedikit pemaham saya tentang SH
ini bisa dijadikan perenungan kita
bersama ,untuk saling berbagi informasi
dan pengalaman hidup dalam jalan yang
pernah salah,menuju jalan nya JURUS jujur
dan lurus.
Sumber; sobatsakty.blogspot.com/2009/05/yang-berputar-kekanan-pasti-lebih-kuat.html?m=1
Izin Nyimak Dulu ya.

Sejarah berdirinya SETIA-HATI atau SH.

RIWAYAT KI NGABEHI SOERODIWIRDJO
PENCIPTA “SETIA HATI”
1869 Ki Ngabehi Soerodiwirjo (nama
kecilnya Masdan) lahir pada hari Sabtu
Pahing. Beliau merupakan keturunan dari
Bupati Gresik-Surabaya.
Ayahnya bernama Ki Ngabehi
Soeromiharjo sebagai Mantri Cacar
Ngimbang (Lamongan) yang mempunya
5 (lima) putera yaitu:
1. Ki Ngabehi Soerodiwirjo (Masdan)
2. Noto (Gunari), di Surabaya
3. Adi (Soeradi), di Aceh
4. Wongsoharjo, di Madiun
5. Kartodiwirjo, di Jombang
Saudara laki-laki dari ayahnya bernama
R.A.A. Koesoemodinoto menjabat sebagai
Bupati Kediri. Seluruh keluarga ini adalah
keturunan dari Batoro Katong di
Ponorogo, Putra Prabu Brawijaya
Majahapit.
1883 Pada saat itu tersebut Ki Ngabehi
Soerodiwirjo lulus sekolah rakyat 5 tahun
(umur 14 tahun). Selanjutnya beliau ikut
Üwonya”Mas Ngabehi Soeromiprojo,
yang menjabat sebagai Wedono
Wonokromo, kemudian pindah dan
menjabat lagi sebagai Wedono Sedayu-
Lawas, Surabaya.
1884 Pada tahun tersebut beliau telah
berumur 15 tahun dan magang menjadi
Juru Tulis op het Kantoor van de
Controleur van Jombang. Sambil belajar
mengaji beliau belajar Pencak-Silat yang
meupakan dasar dari kegemaran beliau
untuk memperdalam Pencak-Silat dimasa-
masa berikutnya.
1885 Pada tahun berikutnya, dimana usia
beliau telah menginjak 16 tahun, beliau
magang di kantor Kontrolir Bandung, dan
dari sini beliau belajar Pencak-Silat dari
Pendekar-pendekar Prinangan, sehingga
didapatlah jurus-jurs seperti:
² Cimande
² Cikalong
² Cipetir
² Cibeduyut
² Cimelaya
² Ciampas
² Sumedangan
1886 Pada usia 17 tahun beliau pindah
ke Betawi (Jakarta), dan disana beliau
memanfaatkan untuk memperdalam
Pencak-Silat, akhirnya sampai menuasai
jurus-jurus seperti:
² Betawen
² Kwitang
² Monyetan
² Permainan Toya (Stok spel)
1887 Pada usia 18 tahun beliau ikut
Kontrolir Belanda ke Bengkulu, disana
beliau belajar Pencak-Silat yang mana
gerakannya mirip seperti jurus-jurus di
daerah Jawa Barat. Pada pertengahan
tahun tersebut beliau ikut Kontrolir
Belanda pindah ke Padang, dan tetap
bekerja pada bidang pekerjaan yang
sama. Di darah Padang Hulu dan Padang
Hilir, beliau tetap memperdalam
pengetahuannya di bidang Pencak-Silat,
dimana gerakannya berbeda bila
dibandingkan dengan permainan
Pencak-Silat dari daerah Jawa Timur,
Jawa Tengah dan Jawa Barat. Di darah
yang baru ini, Pencak Silat merupakan
salah satu permainan kegemaran rakyat
dan merupakan kebudayaan rakyat
setempat.
Selanjutnya beliau berguru kepada
seorang pendekar dan guru ilmu
kebatinan yang bernama Datuk Raja
Betua, dari kampung Alai, Kecamatan
Pauh, Kota Padang. Pendekar ini
merupakan guru beliau yang pertama
kali di daerah Sumatra Barat. Datuk Raja
Betua mempunyai seorang kakak yang
bernama Datuk Penghulu, dan adiknya
bernama Datuk Batua, dimana ketiganya
adalah pendekar-pendekar yang
termasyur dan dihormati masyarakat.
1897 Pada umur 28 tahun beliau jatuh
cinta kepada seorang gadis Padang.
Puteri dari seorang ahli kebatinan yang
berdasarkan agama Islam (Tasawuf).
Untuk mempersunting gadis ini beliau
harus memenuhi bebana, dengan
menjawab pertanyaan dari gadis
pujaannya yang berbunyi “SIAPAKAH
SESUNGGUHNYA MASDDAN” dan
“SIAPAKAH SESUNGGUHNYA SAYA
INI ?” (gadis pujaan itu ?). Karena beliau
tidak dapat menjawab pertanyaan
tersebut berdasarkan pikirannya sendiri,
maka beliau berguru kepada seorang ahli
Kebatinan yang bernama Nyoman Ida
Gempol. Adalah seorang Punggawa Besar
dari Kerajaan Bali yang di buang Belanda
ke Sumatra (Padang), dan di kenal
dengan nama Raja Kenanga Mangga
Tengah
lanjutan
Kemudiaan pada tahun yang sama beliau
belajar Pencak-Silat kepada Pendekar
Datuk Raja Betua, selama 10 (sepuluh)
dan memperoleh tambahan jurus-jurus
dari daerah Padang, yaitu:
² Bungus (uit de haven van Teluk Bayur)
² Fort de Kock
² Alang – Lawas
² Lintau
² Alang
² Simpai
² Sterlak
Sebagai tanda lulus beliau
mempersembahkan pisungsun yang
berupa Pakaian Hitam komplit.
Selanjutnya, Ilmu Kebatinan yang
diperoleh dari Nyoman Ide Gempol
dipersatukan dengan Pencak-Silat serta
Ilmu Kebatinan yang didapat dari Datuk
Raja Betua, dimana olel Ki Ngabehi
Soerodiwirjo digabungkan menjadi Ilmu
dari PERSAUDARAAN “SETIA-HATI”
WINONGO MADIUN.
v PERkimpoiAN
Akhirnya bebana yang diminta gadis
pujaan beliau dapat dijawab, dengan
menggunakan ilmu dari Persaudaraan
“Setia-Hati” tersebut diatas. Dengan
demikian beliau berhasil mempersunting
gadis Padang, putri dari seorang ahli
Tasawuf. Dari perkimpoian ini, beliau
belum berhasil mendapatkan keturunan.
1898 Pada usia 29 tahun, beliau bersama
istrinya pergi ke Aceh, dan bertemu
adiknya (Soeradi) yang menjabat sebagai
Kontrolir DKA di Lho Seumawe.
Di daerah ini beliau mendapatkan jurus::
² Jurus Kucingan
² Jurus Permainan Binja
Pada tahun tersebut, guru beliau Guru
Besar Raja Kenanga Mangga Tengah O.G.
Nyoman Ide Gempol diizinkan pulang ke
Bali. Ilmu beliau dapat dinikmati oleh
Saudara-saudara “S-H” dengan suatu
motto::
“GERAK LAHIR LULUH DENGAN GERAK
BATIN”
“GERAK BATIN TERCERMIN OLEH GERAK
LAHIR”
1900 Ki Ngabehi Soerodiwirjo kembali ke
Betawi bersama isteri, dan beliau bekerja
sebagai Masinis Stoom Wals. Kemudian Ki
Ngabehi Soerodiwirjo bercerai, dimana
Ibu Soerodiwirjo kembali ke Padang, dan
beliau pindah ke Bandung.
1903 Beliau kembali ke Surabaya dan
menjabat sebagai Polisi Dienar hingga
mencapai pangkat Sersan Mayor. Di
Surabaya beliau dikenal keberaniannya
dalam memberantas kejahatan.
Kemudian beliau pindah ke Ujung,
dimana sering terjadi keributan antara
beliau dengan pelaut-pelaut asing
1903 Beliau mendirikan Persaudaraan
“SADULUR TUNGGAL KECER – LANGEN
MARDI HARDJO” pada hari Jum’at Legi 10
Syuoro 1323 H.
v PERkimpoiAN KE II
1905 Untuk kedua kalinya beliau
melangsungkan perkimpoian dengan Ibu
Sarijati yang saat itu berusia 17 tahun,
dan diperoleh putera dari
perkimpoiannya sebanyak 3 (tiga) orang
putera dan 2 (dua) orang puteri, dimana
semuanya meninggal sewaktu masih
kecil..
1912 Beliau berhinti dari Polisi Dienar
bersamaan dengan meluapnya rasa
kebangsaan Indonesia, yang dimulai
sejak tahun 1908. Beliau kemudian pergi
ke Tegal dan ikut seorang paman dari
almarhum saudara Apu Suryawinata,
yang menjabat sebagai Opzichter
Irrigatie.
1914 Beliau kembali lagi ke Surabaya dan
bekerja pada D.K.A. Surabaya. Selanjutnya
beliau pindah ke Madiun di Magazijn
D.K.A. dan menetap di Desa Winongo
Madiun.
1917 Persaudaraan “DJOJOGENDOLO
CIPTO MULJO” diganti nama menjadi
Persaudaraan “SETIA-HATI” Madiun.
1933 Beliau pensiun dari jabatannya dan
menetap di desa Winongo Madiun.
1944 Beliau memberikan pelajaran yang
terakhir di Balong Ponorogo (Saudara
Koesni cs dan Soerjatjaroko) Kemudian
beliau jatuh sakit dan akhirnya wafat
pada hari Jum’at Legi 10 November 1944
jam 14:00 (Bulan Selo tanggal 24 tahun
1364 H), di rumah kediaman beliau di
Winongo. Dimakamkan di Pesarean
Winongo dengan Kijing batu nisan granit,
serta dikelilingi bunga melati.
“SEMOGA ARWAH BELIAU DITERIMA DISISI
TUHAN YANG MAHA ESA”
Sehabis pemakaman dibacakan ayat Suci
Al Qur’an oleh Bapak Naib Jiwan untuk
memenuhi pesan terakhir Ki Ngabehi
Soerodiwirjo sebelum wafat dan
diambilkan ayat “Lailatul
Qadar” (Temurunnya Wahyu Illahi)
CATATAN: ada wahyu yang loncat dan
akan temurun pada waktunya.
PESAN BELIAU SEBELUM WAFAT ADALAH:
1. Jika saya sudah pulang ke
Rachmatullah supaya saudara-saudara
“Setia-Hati” tetap bersatu hati, tetap
rukun lahir bathin.
2. Jika saya meninggal dunia harap
saudara-saudara “S-H” memberi maaf
kepada saya dengan tulus-iklas..
Saya titip ibunda Nyi Soerodiwirjo selama
masih di dunia fana ini..
Surat Yasin ayat 1 : Yasien Yasien “Allah
saja yang mengetahui maksudnya”
Surat Yasin ayat 58: Salaamun Qaulam mir
Rabir-Rahiem “Selamat Sejahtera itulah
seruan Allah Yang Maha Pengasih”.

lanjutan

Kemudiaan pada tahun yang sama beliau
belajar Pencak-Silat kepada Pendekar
Datuk Raja Betua, selama 10 (sepuluh)
dan memperoleh tambahan jurus-jurus
dari daerah Padang, yaitu:
² Bungus (uit de haven van Teluk Bayur)
² Fort de Kock
² Alang – Lawas
² Lintau
² Alang
² Simpai
² Sterlak
Sebagai tanda lulus beliau
mempersembahkan pisungsun yang
berupa Pakaian Hitam komplit.
Selanjutnya, Ilmu Kebatinan yang
diperoleh dari Nyoman Ide Gempol
dipersatukan dengan Pencak-Silat serta
Ilmu Kebatinan yang didapat dari Datuk
Raja Betua, dimana olel Ki Ngabehi
Soerodiwirjo digabungkan menjadi Ilmu
dari PERSAUDARAAN “SETIA-HATI”
WINONGO MADIUN.
v PERkimpoiAN
Akhirnya bebana yang diminta gadis
pujaan beliau dapat dijawab, dengan
menggunakan ilmu dari Persaudaraan
“Setia-Hati” tersebut diatas. Dengan
demikian beliau berhasil mempersunting
gadis Padang, putri dari seorang ahli
Tasawuf. Dari perkimpoian ini, beliau
belum berhasil mendapatkan keturunan.
1898 Pada usia 29 tahun, beliau bersama
istrinya pergi ke Aceh, dan bertemu
adiknya (Soeradi) yang menjabat sebagai
Kontrolir DKA di Lho Seumawe.
Di daerah ini beliau mendapatkan jurus::
² Jurus Kucingan
² Jurus Permainan Binja
Pada tahun tersebut, guru beliau Guru
Besar Raja Kenanga Mangga Tengah O.G.
Nyoman Ide Gempol diizinkan pulang ke
Bali. Ilmu beliau dapat dinikmati oleh
Saudara-saudara “S-H” dengan suatu
motto::
“GERAK LAHIR LULUH DENGAN GERAK
BATIN”
“GERAK BATIN TERCERMIN OLEH GERAK
LAHIR”
1900 Ki Ngabehi Soerodiwirjo kembali ke
Betawi bersama isteri, dan beliau bekerja
sebagai Masinis Stoom Wals. Kemudian Ki
Ngabehi Soerodiwirjo bercerai, dimana
Ibu Soerodiwirjo kembali ke Padang, dan
beliau pindah ke Bandung.
1903 Beliau kembali ke Surabaya dan
menjabat sebagai Polisi Dienar hingga
mencapai pangkat Sersan Mayor. Di
Surabaya beliau dikenal keberaniannya
dalam memberantas kejahatan.
Kemudian beliau pindah ke Ujung,
dimana sering terjadi keributan antara
beliau dengan pelaut-pelaut asing
1903 Beliau mendirikan Persaudaraan
“SADULUR TUNGGAL KECER – LANGEN
MARDI HARDJO” pada hari Jum’at Legi 10
Syuoro 1323 H.
v PERkimpoiAN KE II
1905 Untuk kedua kalinya beliau
melangsungkan perkimpoian dengan Ibu
Sarijati yang saat itu berusia 17 tahun,
dan diperoleh putera dari
perkimpoiannya sebanyak 3 (tiga) orang
putera dan 2 (dua) orang puteri, dimana
semuanya meninggal sewaktu masih
kecil..
1912 Beliau berhinti dari Polisi Dienar
bersamaan dengan meluapnya rasa
kebangsaan Indonesia, yang dimulai
sejak tahun 1908. Beliau kemudian pergi
ke Tegal dan ikut seorang paman dari
almarhum saudara Apu Suryawinata,
yang menjabat sebagai Opzichter
Irrigatie.
1914 Beliau kembali lagi ke Surabaya dan
bekerja pada D.K.A. Surabaya. Selanjutnya
beliau pindah ke Madiun di Magazijn
D.K.A. dan menetap di Desa Winongo
Madiun.
1917 Persaudaraan “DJOJOGENDOLO
CIPTO MULJO” diganti nama menjadi
Persaudaraan “SETIA-HATI” Madiun.
1933 Beliau pensiun dari jabatannya dan
menetap di desa Winongo Madiun.
1944 Beliau memberikan pelajaran yang
terakhir di Balong Ponorogo (Saudara
Koesni cs dan Soerjatjaroko) Kemudian
beliau jatuh sakit dan akhirnya wafat
pada hari Jum’at Legi 10 November 1944
jam 14:00 (Bulan Selo tanggal 24 tahun
1364 H), di rumah kediaman beliau di
Winongo. Dimakamkan di Pesarean
Winongo dengan Kijing batu nisan granit,
serta dikelilingi bunga melati.
“SEMOGA ARWAH BELIAU DITERIMA DISISI
TUHAN YANG MAHA ESA”
Sehabis pemakaman dibacakan ayat Suci
Al Qur’an oleh Bapak Naib Jiwan untuk
memenuhi pesan terakhir Ki Ngabehi
Soerodiwirjo sebelum wafat dan
diambilkan ayat “Lailatul
Qadar” (Temurunnya Wahyu Illahi)
CATATAN: ada wahyu yang loncat dan
akan temurun pada waktunya.
PESAN BELIAU SEBELUM WAFAT ADALAH:
1. Jika saya sudah pulang ke
Rachmatullah supaya saudara-saudara
“Setia-Hati” tetap bersatu hati, tetap
rukun lahir bathin.
2. Jika saya meninggal dunia harap
saudara-saudara “S-H” memberi maaf
kepada saya dengan tulus-iklas..
Saya titip ibunda Nyi Soerodiwirjo selama
masih di dunia fana ini..
Surat Yasin ayat 1 : Yasien Yasien “Allah
saja yang mengetahui maksudnya”
Surat Yasin ayat 58: Salaamun Qaulam mir
Rabir-Rahiem “Selamat Sejahtera itulah
seruan Allah Yang Maha Pengasih”.
lanjutan apa ini om.. emoticon-Smilie
threadny dobel.. emoticon-Belo
YOLO emoticon-Cape d...
lanjutan apaan om? emoticon-Matabelo
Sepeninggal khi ngabehi suro diwiryo , beberapa muridnya mendirikan pencak silat masing2.
Diantaranya SH Tunas Muda Winongo, SH terate, SH organisasi, SH tuhu tekad, Saudara kaum, dll.
Yang pada intinya adalah sama, yaitu mengajarkan kita untuk setia pada hati nurani.
Karena suara hati nurani adalah suara Tuhan, dan suara Tuhan adalah suara kebenaran.
Walau terkadang antar perguruan ini terjadi selisih faham sesama murid2nya.
Mereka adalah orang2 yang tidak memahami apa itu SH.
Jika engkau sudah tidak lagi ragu dan
bimbang akan kata hatimu, dan kau
merasakan bahwa dirimu menyatu dengan-
Nya. maka sesungguhnya semua sudah ada
pada dirimu. Kekuatan, Keperwiraan,
kekayaan, kewibawaan, kebahagiaan dan
kedamaian, yang bersifat jasmani maupun
yang bersifat rohani, telah kau kuasai. Dengan
demikian tiada lagi KESAKTIAN, AJI ,MANTRA
atau apapun dapat mempengaruhimu,
karena semua ilmu sudah kau miliki dan
kuasai. Tiada lagi yang perlu kau kejar. Oleh
karenanya persiapkanlah diri pribadimu
untuk itu.
yg ane tau setia hati terate nga ada hubungan na sama supranatural itu cuma perguruan seni pencak silatemoticon-Smilie ane juga pernah berguru di SH terate waktu kelas 1 smp tapi nga lulus ban putih kecil ane keluaremoticon-Smilie
kayak na ane dari dulu berguru nga pernah lulus deh mesantren aja nga lulusemoticon-Berduka (S)
Maaf gan, kalau dobel/kurang rapi, maklum newbie. Untuk momod kalau tidak berkenan di delete juga gak apa2.
Saya cuma ingin sedikit share tentang ilmu SETIA-HATI .
Sebuah pergruan silat yang mengajarkan kita untuk setia pada hati nuraninya.
Dan pada tataran tertinggi perguruan ini, pencak silat bukan lagi gerak fisik, melainkan gerakan batin.
Sampai saat ini dari semua aliran SETIA-HATI diseluruh dunia, dengan jutaan muridnya, hanya sedikit sekali yang bisa menuntaskan hingga tingkat akhir.
Karena sangat berat untuk bisa mencapai tingkatan itu.
Lanjut pirrrr..... emoticon-Ngacir2
Quote:


emoticon-Smilie masih jauh sekali gan, untuk tingkatan dasar memang fisik yang didahulukan.
Kebetulan saya anggota SH winongo, dan saya pernah juga berlatih di SH terate, pada dasarnya semua sama.
Dan pada tahap berikutnya,
pencak silat ini bukan lagi gerak fisik, tapi batin gan.
Sebenarnya banyak sekali cerita2 diluar nalar, tentang guru2 SH yang sudah menyelesaikan tingkat ahir.
Ada lagi emoticon-Hammer2
TS nya Warga SHT juga yah, sy juga SHT tapi saya masih imut² emoticon-Malu (S)
Quote:


SH mmang bgus jurus2ny.. bunga2ny kerenz.. emoticon-Cool
Quote:


salam persaudaraan mas, emoticon-Smilie kebetulan saya warga SH winongo. Apapun SHnya, tujuan kita sama.
kalo di kampung saya masih sering liat warga SH bentrok sama warga PN emoticon-Smilie
×