alexa-tracking

Main Content

1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/529d510abfcb17b33a0000ca/analys-pertandingan--kontroversi--dan-sejarah-update
Thumbs up 
[Berita] Menyoal Pemilihan Qatar sebagai tuan rumah PD 2022 Bag 1
Spoiler for Alasan Thread Ini Ada Disini:


Pagi ini Kita share Analys Taktik dari Pertandingan kemaren Gan

Quote:Original Posted By DetikSport

Spanyol telah mengawali pelayarannya kembali belakangan ini. Bukan lagi dipimpin Colombus ataupun nahkoda-nahkoda yang namanya kita kenal di bangku sekolah, meski telah mulai asing untuk kita dengar.

Nahkoda kapal-kapal Spanyol tersebut kini mulai mudah kita ingat dan lafalkan. Nahkoda-nahkoda itu sekarang bernama Xavi Hernandez, yang telah memimpin La Furia Roja merajai Eropa dan dunia. Ada juga Andres Iniesta yang menahkodai Barcelona hingga begitu digdaya.

Pernah juga mendengar armada Real Madrid yang menghabiskan banyak uang dalam membangun armada perangnya? Tentu saja.

Tak hanya itu, Spanyol sekarang juga mempunyai pasukan berkuda yang sangat mumpuni. Sebut saja Dani Pedrosa, Jorge Lorenzo, dan jangan kita lupakan perwira baru mereka, Marc Marquez. Armada Spanyol juga kini semakin lengkap, dengan hadirnya pemukul bola handal macam Rafael Nadal.

Kegemilangan yang tentunya mengaburkan ingatan kita, bahwa Spanyol juga menjadi korban resesi ekonomi global 2008. Negara ini pernah mendapat bantuan Uni Eropa sebesar 125 juta dolar AS hanya untuk mengembalikan perekonomiannya setelah bencana kredit macet mendera mereka. Ya, Spanyol yang juga memiliki tingkat pengangguran 21,6%.

Namun bukankah Barca, Madrid, Lorenzo, Pedrosa, dan La Furia Roja telah sukses membiaskan semua itu? Spanyol seakan sebuah negeri yang gemah ripah loh jinawi, titi tentrem, kerta raharja.

Pada akhirnya publik memang sadar bahwa Spanyol telah mengambil langkah-langkah soft power, dengan aktor-aktor non negara --Barca, Madrid, Lorenzo, Pedrosa, dll-- yang mengambil peran-peran diplomasi.

Kesemuanya tentu untuk menjaga stabilitas iklim investasi Spanyol sendiri agar lekas keluar dari derita krisis ekonomi. Walhasil, kapal-kapal perang Spanyol tersebut telah melaksanakan tugasnya dengan baik. Spanyol kembali (terlihat) berjaya.

Kerja Sama, Sama-Sama Kerja

Prospek industri olahraga yang ditawarkan Spanyol memang demikian seksi. Spanyol tak perlu menunggu lama agar gayung-gayung mereka disambut dunia luar. Perlahan, perekonomian Spanyol mulai membaik berkat adanya pengaruh dari sektor olahraga ini.

Dan kegemilangan diplomasi publik Spanyol tersebut mampu membuat Qatar jatuh hati. Apalagi semenjak akhir 2010, atau awal mula penunjukan Qatar jadi tuan rumah Piala Dunia, negeri tersebut terus menuai banyak kontroversi. Membangun citra yang baik bersama Spanyol, jadi hal penting yang mesti dilakukan.

Sejak awal dunia internasional, khususnya para penggila sepakbola, memang memandang skeptis keputusan FIFA yang menunjuk Qatar sebagai tuan rumah Piala Dunia 2022. Ketersediaan SDM, kasus pelanggaran HAM, keamanan, dan animo penonton, menjadi sorotan utamanya.

Belum lagi, soal cuaca di Timur Tengah yang terkenal sangat panas. Tentu ini menjadi kendala para kontingen yang hendak berlaga. Demikian pula masalah kawasan Timur Tengah yang rawan konflik, juga jadi satu hambatan.

Qatar memang benar-benar sedang coba mengubah persepsi dunia tentang dirinya. Dan olahraga serta pariwisata telah dipilih Qatar sebagai tumpuan.
Spoiler for Race Moto gp:


Anda tentu takjub dengan adanya race malam di sirkuit Losail, dan juga betapa indahnya kota Doha dengan pantai dan hotel-hotel yang sangat mewah, bukan? Ya, Qatar sedang melakukan diplomasi publik, selayaknya Spanyol.

Dalam hal ini Qatar pun tak tanggung-tanggung. Lihat saja kasus Losail. Karena kritik bahwa Losail mempunyai banyak permasalahan seperti cuaca dan juga angin gurun, akhirnya pengelola menyelenggarakan night race. Mereka juga mengubah Doha jadi lebih nyaman untuk didatangi para pelancong yang hendak menyaksikan MotoGP.

Bagi Qatar, tak jadi soal jika mereka tak punya rider dalam MotoGP. Mereka mempunyai Losail yang juga mampu mengibarkan panji-panji Qatar. Benar-benar diplomasi publik yang asyik. Diplomasi publik yang mampu menaikkan posisi tawar Qatar dalam pencalonan tuan rumah Piala Dunia.

Pun setelah Qatar ditetapkan menjadi host piala dunia 2022, kontroversi-kontroversi masih saja menaungi negara teluk ini. Yang paling mendapat sorotan dunia internasional tentu tentang eksploitasi pekerja dalam pembangunan infrastruktur Piala Dunia 2022. Tercatat sebanyak 1,2 juta buruh migran asal Nepal, India, dan Bangladesh mengalami berbagai kasus eksploitasi pekerja, seperti gaji yang tidak dibayarkan, bekerja tidak sesuai kontrak, dan juga bekerja melebihi jam kerja.

Situasi ini dibaca tuntas oleh pemerintah Qatar. Qatar kembali melaksanakan kebijakan diplomasi publiknya. Eropa mejadi sasaran mereka untuk mendulang suara dan dukungan agar Piala Dunia tetap bisa dilaksanakan untuk kali pertamanya di kawasan Timur Tengah.

Spanyol jelas menjadi prioritas Qatar karena dianggap telah berhasil menaikkan citra lewat olahraga. Dan Qatar Foundation telah dipilih Emir Sheikh Tamim bin Hamad Al Thani untuk membuka jalan di Negeri Matador.Tak sulit bagi negara kaya raya macam Qatar untuk mengetuk pintu investasi Spanyol yang jelas masih pesakitan dalam sektor ekonomi. Tak tanggung-tanggung, Qatar langsung mengucurkan dana 125 juta poundsterling untuk sekadar berpromosi di jersey Barcelona.

Dengan alasan Qatar Foundation adalah sebuah organisasi yang bergerak di bidang pendidikan, kemanusiaan, dan pengembangan ilmu pengetahuan, akhirnya Barca menerima pinangan investor asal negeri minyak tersebut. Sensasional!

edeng alih-alih tersebut telah meruntuhkan benteng pertahanan jersey Barca tanpa sponsor yang telah berdiri kokoh kurang lebih 112 tahun. Toh dengan pembukaan pintu investasi di jersey Barca, pemerintah Spanyol juga berhasil menjalin kemitraan lebih intim dengan Qatar. Qatar yang butuh citra, dan Spanyol yang butuh suntikan dana, kini bergumul menjalin kerjasama untuk menyelamatkan misi masing-masing negara.

Lagi, lagi, dan lagi. Kebijakan ini dihujani kritikan. Tak hanya dari fans Barca yang merasa kesuciannya telah direnggut, namun juga dari dunia internasional. Seperti yang pernah dilansir salah satu media Spanyol El Mundo, pada 11 Desember 2010, bahwa Qatar Foundation mendanai Hamas, di samping bergerak pada bidang pendidikan, kesehatan, dan juga peneltian.

Menyoal tersebut, Israel bahkan sempat melakukan lobi-lobi agar Barca membatalkan kontraknya dengan Qatar Foundation. Tapi usaha Israel tak berhasil. Qatar langsung merespons dengan mengadakan kunjungan kenegaraan Emir Qatar Sheikh Hamad bin Khalifa al-Thani yang disambut langsung oleh Raja Juan Carlos di Madrid, 25 April 2011.

Walaupun banyak media menyebutkan bahwa kunjungan tersebut bertujuan untuk membahas kemitraan kedua negara, namun hal ini terbukti telah memuluskan jalan Qatar untuk terjun ke ranah persepakbolaan. Selain sukses membicarakan hubungan dagang, Qatar juga berhasil membiaskan isu soal keterlibatan Qatar Foundation dengan Hamas.

Hubungan saling menguntungkan tersebut terbukti telah mengokohkan perekonomian Spanyol, dan bahkan Uni Eropa. Bagaimana tidak, Qatar bahkan membuatkan Spanyol Business Council demi menjaga hubungan kemitraan strategis. Dan Qatar juga berhasil menaikkan citranya di mata dunia internasional. Bahwasanya Qatar memang benar-benar siap menjadi tuan rumah Piala Dunia 2022, dan mulai concern pada olahraga.

Tak sampai disitu, Qatar juga memanfaatkan media sebagai alat diplomasi publiknya. Al-Jazeera memainkan peran sebagai agen komunikasi politik dan politik pencitraan, yaitu Timur Tengah tak melulu mesti disangkut-pautkan dengan konflik.

Seperti yang kita tahu, Al-Jazeera adalah sebuah stasiun televisi Qatar yang berbasis di Doha. Kesehariannya stasiun televisi ini sangat akrab di telinga dengan berita-berita menyoal konflik di Timur Tengah. Namun, hari ini semua telah berubah. Al- Jazeera yang siarannya berbahasa Inggris tak lagi menjual konflik namun juga sepakbola. Al-Jazeera kini menjadi salah satu pemegang hak siar Liga Inggris, liga paling laris, dengan harga hak siar paling mahal di dunia

Demi perbaikan citra pula, Al-jazeera yang awalnya hanya bisa dinikmati oleh dunia Arab, kini melebarkan sayapnya ke seluruh belahan dunia. Tak terkecuali ke Amerika Serikat, yang pada awal dekade 2000-an sangat anti dengan stasiun televisi ini.

Ya, Qatar benar-benar ingin jadi bintang baru di Timur Tengah. Bintang baru yang hendak menjadi lokomotif yang mampu menarik gerbong-gerbong berisi negara-negara Timur Tengah.

Qatar jelas ingin merubah citra Timur Tengah sebagai kawasan rawan konflik. Dan Qatar tentu sudah banyak mengeluarkan uang dan tenaga untuk memperbaiki citra di mata dunia. Timur Tengah yang kita kenal karena berita perang, yang dulu selalu muncul dalam program televisi pemerintah bertajuk Dunia Dalam Berita, kini ingin mengubah citra menjadi kawasan ramah olahraga.

Kita tunggu saja, seberapa berhasilkah mereka.


===
* Akun twitter penulis: @SigtPrasetyo dari @panditfootball





Nanti Bersambung Ke pembahasan Yang lain Gan. . .emoticon-Kaskus Radio
mohon emoticon-Blue Guy Cendol (L) emoticon-Blue Guy Cendol (L)
Sayang ane kaga' suka nonton bola emoticon-Cape d... (S)
Quote:Original Posted By satriowibisono
Sayang ane kaga' suka nonton bola emoticon-Cape d... (S)


wah.sukak nonton apa trus gan?
setiap pertandingan pasti ada yg menang dan kalah, kekalahan ini gak akan mengurangi kehebatan Barcelona bisa jadi mereka jadi lebih kuat

Kesel 
Analys Pertandingan Barca vs Bilbao

Quote:Original Posted By DETIKSPORT
Agresivitas Bilbao Makan Korban

Analys Pertandingan , Kontroversi , Dan Sejarah [Update]

San Mames Barria, markas baru Athletic Bilbao, semakin mengokohkan keangkerannya. Dari 14 pekan penyelenggaraan La Liga, sudah ada enam korban yang jatuh di stadion ini. Pada laga semalam, di pekan ke-15, korban ketujuh pun kembali tumbang. Tidak tanggung-tanggung, yang ditundukkan pun Barcelona, sang pemuncak klasemen yang belum pernah terkalahkan sebelumnya.

Buat Barcelona, kekalahan pertama ini juga sekaligus melanjutkan tren negatif dalam seminggu terakhir. Barca takluk dua kali dalam tujuh hari terakhir. Ya, pada laga di Liga Champions hari Rabu lalu, Barca tunduk 1-2 dari Ajax Amsterdam.

Barcelona sendiri datang ke Bilbao tanpa banyak pemain utamanya. Lionel Messi, Jordi Alba, Carles Puyol, Dani Alves, dan Victor Valdes harus absen karena cedera. Sementara itu, Bilbao menjamu dengan kekuatan penuh. Hanya striker Aritz Aduriz yang tidak dapat bermain.

Meski demikian, komposisi starting XI Barcelona juga tidak bisa dikatakan lemah. Ada Xavi Hernandez, Andres Iniesta, dan Sergio Busquets di lini tengah, serta Neymar, Alexis Sanchez, dan Fabregas di depan. Ditambah lagi dua full-back Martin Montoya dan Adriano. Serangan Barcelona akan tetap menakutkan lawan.

Spoiler for Starting XI Athletic Bilbao (Kiri) dan Barcelona (Kanan). Sumber: FourFourTwo:


Pertarungan Klasik: Possession versus Pressing Ketat

Seperti halnya pertandingan-pertandingan Barcelona lainnya, penguasaan bola mutlak dipegang Barcelona. Tuan rumah hanya memenang bola 38% berbanding dengan 62% Barcelona. Bahkan, jumlah pasing Barca (481) mencapai dua kali lipat passing Bilbao (241).

Hanya saja, jumlah penguasaan bola Barca tidak berbanding lurus dengan peluang menciptakan gol. Barcelona hanya berhasil menciptakan 11 tendangan, dengan hanya 2 di antaranya yang mengarah ke gawang. Sedangkan Bilbao berhasil melepaskan 15 tendangan dengan 6 di antaranya tepat sasaran.

Bilbao benar-benar menunjukkan permainan yang luar biasa di depan pendukungnya. Agresivitas tinggi Bilbao, saat Barca masih menguasai bola di daerahnya sendiri, membuat Xavi, Iniesta dan Busquets tidak pernah mendapatkan ketenangan saat memegang bola. Satu pemain Bilbao terdekat akan langsung menerjang setiap kali pemain Barca mengontrol bola di daerah pertahanannya.

Kemampuan tingkat tinggi yang dimiliki pemain Barca memang membuat para pemain Bilbalo seolah-olah berlari tanpa hasil. Namun ternyata pressing dan agresivitas ini justru membuat aliran bola Barcelona tidak selancar biasanya. Barcelona kesulitan memasuki daerah pertahanan Bilbao dari tengah.

Barca Umpan Diagonal–Bilbao Pertahanan Zonal

Tidak kehabisan akal, para pemain Barca kemudian melepaskan umpan panjang diagonal yang membelah pertahanan Bilbao. Hal ini cukup efektif sebagai taktik serangan Barcelona. Tercatat tujuh kali umpan diagonal pemain Barcelona berhasil mendarat di kaki Alexis Sanchez atau Neymar.

Bilbao pun masih belum kehabisan strategi untuk menahan serangan. Permainan agresif ketika bola masih berada di daerah lawan, berubah menjadi zonal marking ketat ketika bola memasuki daerah pertahanan Bilbao. Sebelas orang termasuk striker Gaizka Toquero ikut turun membentuk pertahanan.

Hasilnya, kotak penalti Bilbao steril dari determinasi para pemain Barcelona. Terlihat pada chalkboard passing babak pertama Barcelona hanya 4 kali pemain Barca berhasil menerima bola di dalam kotak penalti.

Spoiler for Passing Barcelona di babak pertama. Sumber: FourFourtwo :


Sibuk mempertahankan gawangnya, Bilbao menjadi tidak terlalu banyak mengancam gawang Barcelona. Bilbao hanya mengandalkan serangan balik dari kedua sayap. Iker Muniain dan Markel Susaeta memang beberapa kali sempat merepotkan Montoya dan Adriano. Namun masih belum cukup untuk dapat mombongkar pertahanan Barca.

Hanya sekali saja pertahanan ini tembus, yaitu ketika crossing Susaeta berhasil mendarat di kaki Muniain. Sayang Muniain tidak berhasil mengeksekusi bola dengan sempurna sehingga dapat diamankan dengan mudah oleh kiper Barcelona, Pinto.

Risiko yang Dibayar Mahal

Tidak puas dengan hasil di babak pertama, pelatih Barcelona, Gerardo Martino, sedikit mengubah cara bermain di babak kedua. Ia tidak lagi menginstruksikan umpan-umpan panjang untuk menghindari pressing pemain Bilbao, namun meminta para pemainnya untuk memaksa masuk menembus dengan umpan pendek ke tengah pertahanan Bilbao.

Barca memang kemudian mulai bisa memainkan bola di bibir kotak penalti Bilbao. Beberapa kali pula pemain Barca menciptakan key-pass yang berbuah peluang bagi Barca di kotak penalti Bilbao. Sayang peluang masih gagal dikonversi menjadi gol. Terlihat pada chalkboard posisi passing Barcelona yang mulai naik ke depan kotak penalti Bilbao, jika dibandingkan dengan pada babak pertama.

Spoiler for Passing Barcelona di babak kedua. Sumber: FourFourTwo:


amun permainan Barcelona di babak kedua ini juga mengundang resiko besar bagi Barcelona. Umpan-umpan pendek yang diperagakan Barcelona di tengah-tengah agresivitas tinggi para pemain Bilbao membuat Barcelona sering kehilangan bola di daerahnya sendiri. Hal ini membuat serangan Barca akhirnya kandas sebelum sampai ke daerah pertahanan Bilbao.

Tercatat 18 kali Barcelona melakukan salah passing di daerahnya sendiri pada babak kedua ini. Bandingkan dengan hanya 5 kali kesalahan passing di daerah sendiri yang terjadi di babak pertama.

Hasil dari keputusan mengambil risiko ini berbuah mahal bagi Barcelona. Usaha anak-anak Bilbao, yang tidak pernah berhenti mengejar bola di daerah Barcelona, membuahkan hasil pada menit ke-70.

Iniesta gagal menguasai bola dengan sempurna sehingga berhasil direbut pemain Bilbao. Markel Susaeta yang menusuk melalui sayap kanan berhasil mengirimkan crossing matang kepada Iker Muniain, yang kali ini berhasil mengeksekusi bola dengan sempurna. Pinto pun tidak dapat berbuat banyak menghadapi tendangan yang berjarak tidak lebih dari lima meter di depan gawangnya.

Tidak Ada Attempts Barca di Babak Kedua

Tertinggal satu gol, Gerardo Martino langsung bergerak dengan memasukan tenaga baru. Xavi digantikan Sergi Roberto dan Iniesta digantikan Pedro Rodriguez. Namun, ini tidak banyak mengubah permainan. Pertahanan Bilbao yang sangat disiplin tidak berhasil ditembus oleh para pemain Barcelona.

Bilbao justru sempat mengancam gawang Pinto, ketika crossing Muniain tepat mengarah ke Toquero yang berdiri tanpa pengawalan. Beruntung buat Barca, kali ini Pinto dapat menepis bola ke luar.

Babak kedua berakhir dengan Barca tidak berhasil melepaskan satupun tendangan ke gawang Bilbao. Skor pun tidak berubah hingga akhir. Gol Muniain di menit ke-70 menjadi satu-satunya gol pada pertandingan kali ini.

Kesimpulan

The New San Mames sejauh ini sudah menggelar 8 pertandingan La Liga bagi Athletic Bilbao. Hanya Valencia dan Elche yang berhasil lolos dari keangkeran San Mames dengan membawa pulang satu poin. Sisanya, Bilbao selalu dapat menunjukan keperkasaannya di San Mames dengan mengalahkan lawan-lawannya. Bahkan tim sekelas Barcelona dipaksa untuk pulang dengan hanya membawa 2 shots on target.

Bilbao kini berada di peringkat 4 klasemen sementara La Liga, dengan dengan 9 kali kemenangan yang 6 di antaranya dari pertandingan kandang. Sementara itu, meski kalah, Barca masih tetap berada di puncak klasemen.

Menarik untuk terus mengamati sejauh mana keangkeran markas baru Bilbao ini bisa terus dijaga. Melihat jadwal pertandingan kandang Bilbao berikutnya, yang hanya melawan tim-tim papan bawah (Rayo Vallecano, Almeria, dan Real Valadolid), rekor tak terkalahkan di San Mames dapat dijaga.

Ujian sebenarnya baru akan berlangsung ketika raksasa Spanyol lainnya, Real Madrid, datang berkunjung pada bulan Februari. Apakah Real Madrid bernasib sama? Atau justru mampu menunjukan cara kepada Barcelona untuk membungkam Bilbao di San Mames?

====

*akun Twitter penulis: @panditfootball


panjang bener nyimak pelan2 gan
×