alexa-tracking

Main Content

1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/529b624d3ecb179e7d0000ad/defensive-medicine-terhadap-operasi-usus-buntu-menghindari-kriminalisasi-dokter
Defensive Medicine terhadap operasi usus buntu [menghindari kriminalisasi dokter]
Kalau seandainya kasus kriminalisasi dokter tidak berhenti dan semakin banyak orang yang nggak puas/nggak rela dengan hasil pengobatan yang ada maka setiap ada operasi usus buntu setiap pasien akan diminta menanda tangani surat pernyataan seperti di bawah ini..

Quote:CONTOH DEFENSIVE MEDICINE:
SURAT PERNYATAAN DAN IZIN OPERASI USUS BUNTU
Saya yang bertanda tangan di bawah ini
Nama :…..………………………………………………………………..
Umur : ..………………………………………………………………….
Pekerjaan :..…..………………………………………………………………
Alamat :…….……………………………………………………………….
Memberikan izin untuk dilakukan
Operasi usus buntu
terhadap : diri saya sendiri/…………………………………………..
Nama : …………………………………………………………………….
Umur : …………………………………………….........................
Pekerjaan : …………………………………………………………………….
Alamat : …………………………………………………………………….
Dimana maksud dan tujuan dari operasi ini adalah untuk menganggkat usus buntu yang meradang, yang kalau tidak dilakukan operasi ini dapat mengakibatkan pecahnya usus buntu tersebut sehingga menyebarkan infeksi keseluruh rongga perut yang kalau tetap dibiarkan akan membahayakan jiwa pasien dan hal ini telah diterangkan oleh dokter yang menangani, dan sepenuhnya telah kami mengerti.
Kami juga telah diterangkan oleh dokter mengenai resiko resiko yang mungkin terjadi sebelum operasi, diatas meja operasi, dan setelah operasi berupa infeksi luka operasi, kebocoran sekum, kebocoran usus halus, kebocoran usus besar baik akibat penyakit atau oleh akibat lainnya, kebocoran atau tersumbatnya saluran dari ginjal ke kandung kemih akibat usaha melepaskan perlengketan yang diakibatkan oleh peradangan usus buntu tersebut, atau oleh sebab lainnya, nyeri pada perut kanan bawah akibat perlengketan usus setelah di operasi, kelemahan tungkai bawah, tidak bisa menggerakkan tungkai setelah dibius, tidak sadar setelah dibius, perburukan penyakit lain yang diderita, depresi pasca operasi, nyeri kepala setelah pembiusan, gangguan hati setelah pembiusan, infeksi paru setelah pembiusan, dan kemungkinan resiko lain yang mungkin muncul, yang secara langsung maupun tidak langsung dapat mengakibatkan kematian atau kecacatan.
Kami juga telah diterangkan bahwa jika ditemukan kelainan pada usus besar atau usus halus, baik diakibatkan oleh infeksi atau diakibatkan oleh tumor, pada saat operasi atau setelah operasi sehingga harus dilakukukan pemotongan usus dan kemudian disambung kembali, dengan resiko kebocoran sambungan yang berakibat diperlukan operasi kedua atau ketiga, dan seterusnya atau setelah pemotongan usus tidak bisa disambung lagi sehingga harus dikeluarkan kedinding perut (colostomy/ileostomi) baik yang bersifat sementara atau permanen.
Kami juga telah diterangkan bahwa tidak tertutup kemungkinan adanya penyakit lain pada usus atau organ dalam lain, yang ditemukan pada saat operasi atau setelah operasi, sehingga memerlukan operasi kedua, atau penyakit tersebut mengakibatkan perburukan keadaan pasien setelah operasi sehingga memerlukan operasi kedua atau ketigadan seterusnya atau tindakan medis lain yang dianggap perlu.
Kami juga telah diterangkan bahwa selalu ada kemungkinan alergi terhadap obat baik yang di injeksikan melalui otot dan pembuluh darah, atau obat yang ditelan melalui mulut, yang bisa mengakibatkan kelainan kulit seperti seluruh tubuh melepuh (sindroma steven jonson), atau jenis kelaianan kulit lain yang diakibatkan oleh alergi obat, atau alergi yang berefek kepada jantung dan pembuluh darah, saluran cerna adan system organ lainnya
Dengan telah mengertinya kami mengenai maksud, tujuan dan segala resiko yang mungkin terjadi dari tindakan operasi dan tindakan medis lainnya dan kami menyadari bahwa hubungan antara dokter dan pasien berlandasan akan kepercayaan satu sama lain dan kami menyadari bahwa tujuan dokter adalah untuk menolong orang yang sedang menderita sakit tanpa maksud sedikitpun untuk mencelakakan pasiennya, dan bahwasanya dokter hanyalah bisa berusaha dan yang menentukan sembuh tidaknya seseorang semata mata atas kekuasaan tuhan yang maha esa, dengan demikian kami menyetujui tindakan operasi ini dilakukan pada saya sendiri sebagai pasien atau keluarga kami, dan kami tidak akan menuntut secara hukum, baik hukum pidana maupun hukum perdata terhadap dokter yang merawat, dan pihak rumah sakit dikemudian hari jika ditemukan hal hal yang tidak diinginkan dan resiko resiko operasi seperti yang telah disebutkan diatas
Kami yang menyatakan:
………………..tanggal……………………………
Pihak pasien pihak rumah sakit
Pasien/keluarga dokter yang merawat


copas dari om saya yang dokter
Spoiler for keterangan:


ternyata walaupun hanya usus buntu,yang hanya di sayat 3cm dan bisa sembuh dalam 3 hari
resiko dan hall yang bisa mempengaruhi kesuksesan operasinya bisa sebanyak ini

gak kebayang berapa banyak resiko yang ada untuk operasi cesar
dan kalau semuanya itu harus di ceritakan dan di jelaskan ke pasien/keluarga,bisa bisa si pasien keburu meninggal
dan surat pernyataannya bisa sampai sepuluh lembar

dengan banyaknya tekanan dan resiko dalam pekerjaan mereka, wajar kalau mereka dibayar lebih tinggi dari kebanyakan profesi lainnya
(walaupun bayaran tersebut tidak akan membuat mereka sekaya Ratu Atut,pengusaha,jenderal,polisi korup atau anggota DPR yg kerjaannya tidur dan jalan jalan)

yah,semoga ke depannnya orang-orang bisa lebih cerdas dalam berkomentar
tidak menggeneralisir dari satu atau dua kasus..
dan lebih cerdas dalam melakukan pengobatan

paling tidak kita bisa mencari perbandingan analisa dari dua orang dokter..dan menentukan pilihan dari analisa tsb..dan ketika pilihan tersebut tidak berakhir dengan baik,kita harus bisa berlapang dada dan tidak mencari cari kambing hitam dari takdir yang telah ditentukan Tuhan..
PERTAMAX DIAMANKAN... emoticon-Cool

Ane Berobat Ke Singapore Gan.. Tindakan Operasinya di Video-in untuk Dokumentasi, Jadi Kalau ada Tututan / malpartek, ada bukti otentiknya.. Apakah Sudah Sesuai SOP / belum..

Mungkin Ini juga Solusi Terbaik, Sehingga Tidak Ada Dusta Diatara Dokter dan Pasien.. emoticon-Shakehand2
Lagi panas2nya isu mengenai DM. emoticon-Sorry
Defensive Medicine = LOL ... emoticon-Ngakak (S)Defensive Medicine terhadap operasi usus buntu [menghindari kriminalisasi dokter]
peace ... emoticon-Blue Guy Peace
Quote:Original Posted By vision.gadget
PERTAMAX DIAMANKAN... emoticon-Cool

Ane Berobat Ke Singapore Gan.. Tindakan Operasinya di Video-in untuk Dokumentasi, Jadi Kalau ada Tututan / malpartek, ada bukti otentiknya.. Apakah Sudah Sesuai SOP / belum..

Mungkin Ini juga Solusi Terbaik, Sehingga Tidak Ada Dusta Diatara Dokter dan Pasien.. emoticon-Shakehand2

mungkin kalau untuk di negara maju bisa jadi solusi gan
tapi kalau di indonesia,pembyaran klaim medis oleh pemerintah ke RS RS yang ada di jakarta saja banyak yang tersendat,apalagi kalau di daerah
kalau harus di pasang CCTV di setiap OR mau dari mana biayanya?
belum lagi kalau di cut oknum oknum pemerintah dan biaya perawatan CCTV nya

kalau di amerika,pemerintah sj bisa di tutup gara" tunjangan kesehatan yang belum si approve oleh kongres
kalau di indonesia politikusnya malah ribut masalah BBM dan korupsi
ini kan tanda kalau pelayanan kesehatan belum jadi prioritas oleh pemerintah
dan akhirnya para dokter lah yang sering jadi kambing hitam karena merekalah eksekutornya di lapangan
Quote:Original Posted By abudosa
Lagi panas2nya isu mengenai DM. emoticon-Sorry


makanya kita jangan ikut"an panas gan,jangan asal komentar dan men judge sana sini
Quote:Original Posted By p3ace
Defensive Medicine = LOL ... emoticon-Ngakak (S)Defensive Medicine terhadap operasi usus buntu [menghindari kriminalisasi dokter]
peace ... emoticon-Blue Guy Peace


jangan di ketawain doang gan..di renungkan juga.. emoticon-Shakehand2
Besok ane endoskopi nih dok,,,,, sakit gak (pertanyaan OOT)emoticon-Big Grin
Quote:Original Posted By tiramis
Besok ane endoskopi nih dok,,,,, sakit gak (pertanyaan OOT)emoticon-Big Grin

saya bukan dokter gan emoticon-Ngakak
paling ente nggak bisa duduk 2 hari emoticon-Ngakak

jangan di anggap serius ya gan
bisa bisa saya di tuntut juga kalo ngasih analisa sesat ke ente emoticon-Ngakak
kebanyakan yg di kasih tau pasti bilangnya ditakut2i kalo tidak diberi tau nanti di tuntut.

Satu lagi DM, yaitu semua pemeriksaan akan di periksa, untuk menyingkirkan yg 1/1.000.000 kemungkinan,,, kaya di luar negeri, sakit kepala bisa di MRI, klo di indonesia kebanyakan diobati dulu, klo g sembuh baru dipikirkan yg aneh2. klo org yg berobat kesingapur pasti seneng di periksa macem2, dikiranya care
Quote:Original Posted By dudastt

jangan di ketawain doang gan..di renungkan juga.. emoticon-Shakehand2


Imo, Defensive Medicine tuh bukan solusi yang cerdas gan, penerapannya akan memperparah image pelayan kesehatan di Indonesia dan menyusahkan pasien.
Akan muncul reaksi2 baru atas aksi DM itu emoticon-Hammer (S)
Lebih baik wajibkan akreditasi RS versi 2012 pada setiap RS dan sempurnakan UU 29/2004 tentang Praktik Kedokteran yang bisa melindungi tenaga kesehatan emoticon-Smilie emoticon-Shakehand2

peace ... emoticon-Blue Guy Peace
Quote:Original Posted By p3ace


Imo, Defensive Medicine tuh bukan solusi yang cerdas gan, penerapannya akan memperparah image pelayan kesehatan di Indonesia dan menyusahkan pasien.
Akan muncul reaksi2 baru atas aksi DM itu emoticon-Hammer (S)
Lebih baik wajibkan akreditasi RS versi 2012 pada setiap RS dan sempurnakan UU 29/2004 tentang Praktik Kedokteran yang bisa melindungi tenaga kesehatan emoticon-Smilie emoticon-Shakehand2

peace ... emoticon-Blue Guy Peace


Quote:Original Posted By dudastt

mungkin kalau untuk di negara maju bisa jadi solusi gan
tapi kalau di indonesia,pembyaran klaim medis oleh pemerintah ke RS RS yang ada di jakarta saja banyak yang tersendat,apalagi kalau di daerah
kalau harus di pasang CCTV di setiap OR mau dari mana biayanya?
belum lagi kalau di cut oknum oknum pemerintah dan biaya perawatan CCTV nya

kalau di amerika,pemerintah sj bisa di tutup gara" tunjangan kesehatan yang belum si approve oleh kongres
kalau di indonesia politikusnya malah ribut masalah BBM dan korupsi
ini kan tanda kalau pelayanan kesehatan belum jadi prioritas oleh pemerintah
dan akhirnya para dokter lah yang sering jadi kambing hitam karena merekalah eksekutornya di lapangan






Itulah Repotnya disini Gan... Korupsi Tiada Habisnya.. emoticon-No Hope

Belum Lagi Masyarakatnya.. Mau Gratisss / Murah, tapi Kualitas nomor 1.. emoticon-Cape d... (S)

Yang Ane Tau, Bbrp Rumah sakit besar di indonesia sudah menerapkan rekaman video saat tindakan operasi di lakukan, ntah kalau di rumah sakit pemerintah..

Sebenernya sih Sedikit hukum alam, Ada Duit, Ada kualitas.. jadii ya haruss sadar sendiri.. kalau saja berobatnya ke rumah sakit besar, dan mampu bayar untuk periksa ini itu sampai detil, pstnya tidak akan seperti ini.. yahh gak munafik lah ane.. walaupun terlihat kejam.. sekarang dimana sih yg gak pakai duit??? semua balik lagi, pemerintah nya yg payah, harus nya seluruh rakyat di asuransikan secara gratis oleh pemerintah, seperti di luar negri..
Sep Ane setuju emoticon-Big Grin
Bikin surat pernyataan aja emoticon-Big Grin
nyimak dolo kebetulan blom paham defensive medicine
nais info gan!