alexa-tracking

Hanya Curhatan dan uneg-uneg mengenai demo dokter kemarin

Main Content

1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5296b69e148b46c72a00001b/hanya-curhatan-dan-uneg-uneg-mengenai-demo-dokter-kemarin
Hanya Curhatan dan uneg-uneg mengenai demo dokter kemarin
Kemarin saya sempat memposting seperti ini di medsoc saya :

Semisalkan persamaannya seperti ini yang sama-sama menyebabkan kematian :

Seorang prajurit TNI sudah mengucapkan sapta marga dan sumpah prajurit...kemudian dia bertugas dan dalam tugasnya melepaskan tembakan karena situasi dan kondisi di lapangan yang menyebabkan kematian seseorang, kemudian si prajurit diadili di mahkamah militer, apakah seluruh prajurit TNI merasa DIKRIMINALISASI dan kemudian "CUTI BERSAMA-SAMA" seluruh Indonesia dan mengabaikan tugas dan kewajibannya serta apa yang melupakan sapta marga dan sumpah prajurit?

Terlebih karena merasa capek, merasa diperlakukan tidak adil karena ada iklan ormas para militer yang mirip TNI?

kalo iya berarti sumpah dan ikrar hanya omong belaka apalagi menyangkut kemanusiaan...


Ternyata banyak sekali respon terhadap status saya kemarin mengenai persamaan antara TNI dan para dokter. Banyak yang berkata, memang bisa dianalogikan seperti itu, namun tidak sedikit yang mengatakan berbeda. Untuk yang menganalogikan sama saya tidak akan membahas, karena saya anggap sudah mengerti point saya. Untuk yang berbeda, banyak sekali yang mengatakan bahwa itu beda dunia, ada yang mengatakan,
“bedalah…TNI adalah militer dan dokter adalah sipil”
“bedalah…TNI kan pegawai pemerintah sedangkan dokter ada yang swasta”
“bedalah…TNI menjaga Negara sedangkan dokter mengobati dan menyelamatkan nyawa seseorang”
“bedalah…dari fungsinya saja sudah berbeda, dari pendidikan sudah berbeda, dari tujuannya juga berbeda”
“bedalah…TNI rata-rata gajinya gede dan sedangkan dokter masih banyak yang dibawah UMR, jadi dokter justru dituntut lebih, dengan gaji kecil namun tetap dituntut mengobat dan menyelamatkan manusia”
Dan masih banyak lagi yang menyatakan perbedaan antara TNI dan para dokter.

Oke…saya tidak akan mengajukan argument mengenai perbedaan diatas, karena bagi saya hal yang dinyatakan diatas hanya bersifat teknis. Namun pernahkan berpikir, bahwa antara TNI dan para dokter mempunyai peranan yang sangat penting di Negara ini? Pernahkah berpikir bawah TNI dan dokter mempunyai fungsi yang sangat vital untuk masyarakat? Dan anehnya tidak ada yang berkata bahwa BEDA MENTAL dan BEDA RASA TANGGUNG JAWAB DAN KETERIKATAN DENGAN SUMPAH (untuk TNI Sumpah Prajurit dan Sapta Marga dan untuk Dokter sudah pasti Sumpah Hipokrates)

Jadi ketika mereka menyatakan mogok nasional atau tafakur nasional atau cuti bersama secara nasional dengan mengatasnakan solidaritas, pernahkah mereka berpikir bahwa hal itu akan berdampak cukup besar bagi masyarakat dan Negara ini?

Terkait dengan mogok nasional, cuti bersama nasional, atau tafakur nasional para dokter, saya menganggapnya sebagai sebuah tindakan yang kurang bijak dari para dokter. Karena sebagai dokter, tentu mereka pernah menyatakan sumpah Hipokrates. Dengan aksi yang dllakukan kemarin, saya berpendapat bahwa mereka telah mengabaikan dan menelantarkan masyarakat yang membutuhkan bantuan dan tenaga mereka.

Loh…kan dokter masih melayani IGD, ICCU, ICU, CITO dan segala sesuatu yang sifatnya emergency!!! Berarti para dokter tidak melanggar sumpah dan tidak menelantarkan pasien!!! Coba periksa, mana RS yang tidak melayani di ruang IGD, ICU, ICCU, CITO!!!
“Aaah…hanya sehari saja, anggap saja seperti hari Minggu atau hari besar lainnya..kan sama saja.!!!
“Aaah…dokter kalian sudah memperhitungkannya kok, jangan kuatir dengan kesehatan anda..!!!

Hah!!!! Saya hanya bisa menghela nafas panjang mendengar komentar dan respon seperti itu. Saya hanya berpikir, bagaiman jika ada seorang pasien penyakit jantung rawat jalan, ketika hendak control untuk check up dan meminta resep untuk obat jalan, kemudian dating ke RS dan para dokter tidak ada disana dan ditanggapi dengan,
“Maaf pak/Bu, kembali besok, karena saat ini dokter yang bisaa merawat anda sedang melakukan aksi solidaritas atas kejadian yang menimpa rekan kami di Manado”.

Sang pasien mau tidak mau kembali ke rumah dan saya hanya bisa berpikir, bagaimana jika sang itu atau sore itu pasien mengalami serangan jantung dikarenakan tidak meminum obat yang seharusnya diperoleh pada saat check up? Bagaimana bila kemudian pasien ini meninggal? Apakah hal ini bisa dijadikan kasus malpraktek? (saya tidak akan membahas hal ini, karena terlalu teknis dan saya juga sangat awam)
Apakah pada hari itu, pasien harus mengalami keadaan darurat terlebih dahulu baru bisa mendapatkan pelayanan dari dokter karena masuk IGD, ICU, ICCU?
Ada di berita pada sebuah portal berita elektronik yang mengabarkan bahwa seorang pasien penderita tumor harus check up namun tidak dilayani, sehingga harus marah-marah kepada sekelompok dokter dan karyawan RS yang menggelar aksi solidaritas dan mereka meneriaki dan menyoraki sang pasien? Shiiiiit!!!!beginikah mental para dokter dan ahli medis kita?

Pernahkah mereka berpikir bahwa, kasus yang menimpa rekan mereka di Manado mempunyai ketetapan hukum tetap?
Pernahkah mereka berpikir bahwa, untuk melawan sebuah kasus dengan ketetapan hukum tetap harus dilawan dengan jalur hukum juga?
Pernahkah mereka berpikir bahwa aksi demo yang dilakukan tidak akan berefek kepada kasus yang sudah berketetapan hukum tetap?

Alangkah bijak, apabila mereka menghimbau salah satu dokter yang menjadi DPO untuk menyerahkan diri, kemudian bersama-sama dengan IDI dan para ahli memberikan novum dan mengajukan PK atas vonis mereka. Kemudian bersama-sama mengajukan petisi, bahkan membujuk para pasien mereka untuk mendukung aksi mereka. Saya sangat yakin, apabila para pasien mereka diberikan penjelasan, akan banyak sekali yang mendukung aksi ini. Seperti halnya kasus yang terjadi terhadap Ibu Pritasari. Dan saya juga sangat yakin, aksi ini justru akan menimbulkan efek yang sangat positif, bahkan untuk ketiga dokter yang telah divonis oleh MA.

Lalu bagaimana dengan ketakutan para dokter akan terjadinya kriminalisasi terhadap praktek atau tindakan yang dlakukan di kemudian hari? Judicial review ke MK dengan menyatakan bahwa, setiap tindakan emergency yang dlakukan dokter yang pada akhirnya berdampak negative terhadap pasien yang ditangani, harus melalui mahkamah tinggi kode etik kedokteran sebelum menuju kearah pengadilan umum bisa menjadi jalan alternative. Karena saya sangat yakin, suara para dokter ini sangat didengar oleh pemerintah, karena mereka para dokter mempunyai peranan sangat penting di Negara ini.

Namun melihat aksi para dokter kemarin, membuat saya berpikir…ada yang salah dengan Negara ini…karena golongan yang dianggap terhormat dan mempunyai tingkat pendidikan pun mengambil aksi yang menurut saya sangat kontra produktif. Tidak heran juga kalau golongan yang mempunyai tingkat pendidikan yang dianggap lebih rendah juga sering mengambil langkah yang kontra produktif juga.
Quote:


emoticon-Bingung (S) kenapa ga post aja di tread doktrer yang udah ada dari kemaren....? emoticon-Bingung (S)
banyak juga trit seperti ini emoticon-Embarrassment
ane udah posting...mungkin tidak saya rangkum menjadi satu seperti ini...
trit dokter lagi...yaelah ga abis2...
emang nih dokter2 skolahnye lama tetep aje mentalnya ababil...
namanya salah mah yaudh sih ikutin proses hukumnya...
klo terbukti ga bersalah juga bebas...
sebenernya dokter itu suka ngerasa lebih dri profesi lain sehingga minta diistimewakan...
pdahal namanya urusan sama nyawa org gda bedanya...
udah bgus cuma 10bulan...
pdhal noh di KUHP kelalaian menyebabkan hilangnya nyawa orang lain hukumanya 5taon...
Demonya udah selesai dari kemarin tapi masih memanas aja ya ? hhe

Nunggu senior dulu aja ahh..
Dopost
ndeprok aja pengen liat alurnya kemana emoticon-linux2
gini kek daripada h2h isinya orang galau cinta mulu emoticon-Hammer sekali sekali ada yang curhat soal kondisi kayak gini emoticon-Big Grin

respon pertama saya adalah ada baiknya jangan terlalu mudah percaya dengan pemberitaan di media, karena media di Indonesia sudah sangat terkenal suka memberi percikan api pada minyak yang tumpah emoticon-Nohope bukan malah membantu memberikan solusi bagaimana supaya minyak yang tumpah itu tidak menimbulkan kebakaran (yang saya maksud dengan percikan api adalah cerita2 mengenai pasien yang 'terlantar' dll)

pun demikian dengan bahasa kriminalisasi dll, rasanya kok terlalu berlebihan ya hal itu disebutkan, kita hidup di negara hukum, semua hal terikat oleh hukum, demikian pula para dokter. Dokter salah prosedur operasi, salah diagnosa, dan salah lainnya bisa dituntut kok (siapa bilang gak bisa?), benar dokter ada sumpah hipokrates, kode etik juga ada, prosedural juga sangat jelas, kalau dikemudian hari ada kesalahan yang berakibat fatal mereka juga nggak bisa seenaknya lho berkata "itu sudah kehendak Tuhan", tapi dalam dunia medis pun tidak akan mereka menjamin "tenang ini pasien pasti hidup, nggak bakal mati", mereka juga bisa kena hukuman kalau melakukan kesalahan (dipenjara, ijin praktek dicabut, gelar dokter dicabut, dll). Mereka menolong, mereka mengerahkan kemampuan mereka untuk menyelamatkan orang yang sedang kesakitan yang ada di hadapan mereka, itu adalah tujuan utama mereka.

Akan lebih bijak kalau ini dilihat kasus demi kasus bukan generalisir, satu dokter bermasalah bukan berarti yang lain akan kena dampak, saya ingat status temen saya juga soal kasus ini "harusnya ini juga jadi ajang introspeksi dunia kedokteran, supaya benar benar orang yang punya kemampuan otak dan punya keinginan tulus yang bisa masuk Fakultas Kedokteran dan kemudian jadi dokter, bukannya yang berani bayar ratusan juta", saya tidak menuduh para dokter yang terkena kasus ini adalah dokter yang masuk FK karena bayar, enggak, tapi saya rasa kita juga nggak bisa menutup mata bahwa hal itu ada, tidak hanya di dunia kedokteran, bahkan di dunia militer pun sama (masuk karena bayar gede bukan karena kemampuan otak dan hatinya sebagai manusia)

dokter juga manusia lho, punya hak politik, punya hak menyuarakan aspirasi, kalo kemudian dibanding2kan dengan profesi lain (katakanlah petugas PLN mogok seindonesia, black out total deh), kok buat saya itu kesannya nggak adil ya karena tiap profesi mempunyai perannya sendiri2 untuk dunia. Demikian juga tuduhan mas ts mengenai "apa mereka nggak mikir akan dampak apa yang mereka lakukan terhadap masyarakat" itu saya rasa juga belum terbukti secara benar kalau mereka menelantarkan pasien mereka.
Kontraproduktif? enggak juga, memang ada cara yang lebih elegan untuk itu dan mereka juga menjalankannya kok, kita aja yang terlalu mendewakan "putihnya" jas mereka tanpa melihat kalau dibalik jas putih itu mereka juga sosok manusia yang mempunyai hak yang sama dengan kita semua, hak mengutarakan isi hati mereka.

Kita balikin juga ini ke masyarakat, ke diri kita sendiri, kita rasanya terlalu tergantung sama orang lain, contohnya:
- buang sampah sembarangan dengan pikiran "kan ada dinas kebersihan yang entar ngebersihin"
- membiarkan lingkungan hanya dijaga oleh satpam "ah kan udah ada satpam ini yang jaga, mereka dibayar buat itu"
- memakai pembantu (iya, ini masalah lho)
- kalo sakit pergi ke dokter dan minta diberi obat supaya cepat sembuh..
- dll
Hal hal kayak gini, mental majikan kayak gini yang bikin kacau hidup,

kalo kesannya saya kok ngebelain dokter banget? tidak, saya menulis tanggapan ini dalam konteks sesama manusia emoticon-Smilie saya nggak pernah memanggil seorang dokter dengan sebutan "dok" saya menyebut mereka dengan "pak" atau "bu" atau "mbak"/"mas" atau bahkan nama mereka kalau saya kebetulan kenal emoticon-Big Grin
http://www.kaskus.co.id/thread/5296a...0bc3c3410000eb

tuh gan tret ht tentang demo dokter kemaren emoticon-Big Grin

Om Mblengkung kayanya ane tau Om deh... Salam kenal ya Om... emoticon-Shakehand2
G nyangka Om diKaskus udah jadi Kaskus Holic... Dan lebih g nyangka lagi ane nemu curhatan Om di H2H emoticon-Ngakak
Sumpahhhh kaget ane Om ketemu ID kaskusnya si Om ini... Hadddeehhh... emoticon-Ngakak

Eh btw kayanya ane OOT deh emoticon-Hammer2
Hmm... Kalo menurut ane sih sah aja para dokter turun ke jalanan untuk mencurahkan aspirasinya, tp jangan sampai menelantarkan pasiennya. Udah gitu aja sih emoticon-Big Grin
manas2in lagi ini..
Heran gw demonya cuman 1 hari, bikin kek sebulan.

Dan kalo mogok nanggung amat masi ada pelayanan UGD/ICU/ICCU dan rawat inap, seharusnya mogok semua.

Semoga mogok berikutnya para dokter bisa ikut saran ane emoticon-Malu (S) emoticon-Shutup

.......emoticon-Ngacir
Quote:

Gan Sekarang gini masa iya seorang dokter nasibnya seperti makan buah simalakama. Ga di tolong mati kalau di tolong tapi gagal ujung ujung nya bui. Adapun masalah demo, ingin memperjuangkan nasib kedepan ara dokter. Dokter ngobatin pasien yg gawat darurat sampai sembuh ah itu udah biasa namanya juga dokter, tapi sekali salah langsung bui. Apa kah Adil itu?
Quote:


dokter ya ? salam kenal kak senior.. id ente obat jamur ya ? *ngakak emoticon-Malu

dari kemarin udah memanas Kak, ada 3 trit sejenis disini.. Ane kemarin udah jawab, males nanggepin lagi sekarang.. Demo nya juga udah beres.. Mendingan belajar aja+hukum kedokterannya, biar ngga dibodohin hukum para dokter2..
Quote:

Hehe iya obat jamur gan
Tak usah terlalu memanas stay cool aja dulu.
Toh baru satu hari aja udah pada ketakutan. Kita memperjuangkan Hak kita itu adalah penting

yang iyanya para dokter itu takut, kalo sampe proses hukum ini dimenangkan sama pasien, sudah pasti pasien2 berikutnya kalo kena malpraktik bakal berani nuntut jg.

begini, dr sekian banyak malpraktik yg ada diindonesia, hanya beberapa saja yg diangkat ke media. dan dr yg diangkat ke media hanya beberapa saja pasien yg berani menggugat.
selebihnya, pasien korban malpraktik banyak yg hanya diam dan pasrah. bahkan pihak rumah sakit tidak memberi penjelasan.

gak percaya, banyak loh kasusnya.....

yah tapi ane percaya aja, seandainya tu dokter bebas, dia pun akan dibayang2i rasa bersalah dan penyesalan yg luar biasa. belum lg diakhirat masalah dia ama tuhan....

hehehhehe maaf org g penting ikut komeng..
Quote:


Selama sesuai sama SOP yg berlaku juga gkan ada msalah toh??
Bokap gwe..nenek gwe meninggal di ICU..
Trus dokter yg nanganin di bui??
Kga krna sesuai sama SOP yg berlaku gda malpraktek2an..
Dan dri awal dokternya dah jelasin kondisi nya ke keluarga..
Jdi kluarga jga gda yg protes..
Negara ini ada hukumnya..
Walaupun kdang ngaco ya tetep hrus diikutin..
Buat apaan dkter2 demo sampe nlantarin pasien??
Liat tuh di berita ada ibu2 lahirin di toilet gra2 gda dokter pda demo.. Wtf..
Quote:


bukan ketakutan juga sih Kak.. berbicara ini ke bukan tempatnya malah menimbulkan kontroversial. & pro kontra yg beragam..

penjelasan dari kita kan sudah cukup..

coba ente 2 hari yg lalu datengnya, itu lebih panas disini..hhe
×