alexa-tracking

Main Content

1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5294852a20cb17b35800002a/tim-pendaki-ri-taklukan-puncak-ama-dablam-nepal
Tim Pendaki RI Taklukan Puncak Ama Dablam, Nepal
Mengibarkan bendera Merah Putih di puncak dunia, rasanya bangga bukan main. Pendaki dari tim Gapai Tinggi Indonesia berhasil, mencapai puncak Gunung Ama Dablam setinggi 6.812 mdpl di Nepal. Selamat!

Pendaki Indonesia, Fedi Fianto, berhasil menjejak puncak Gunung Ama Dablam. Pada hari Jumat, 22 November 2013. Bendera Merah Putih berkibar pada ketinggian 6.812 mpdl, tepat pukul 12.15 waktu setempat, setelah melakukan pendakian dari Base Camp Ama Dablam, rute Southwest Ridge selama 28 jam. Penulis yang merupakan istri Fedi ikut mendaki hanya sampai ke Base Camp. Fedi dan anggota tim lain lanjut mendaki ke puncak.

Gunung Ama Dablam terletak di kawasan Solukhumbu, Nepal. Pertama kali didaki pada tahun 1961 oleh oleh Mike Gill (New Zealand), Barry Bishop (AS), Mike Ward (Inggris), dan Romanes Wally (New Zealand) melalui rute Southwest Ridge. Pendakian tersebut di pimpin oleh Sir Edmund Hillary, pendaki pertama yang berhasil mencapai puncak Everest bersama dengan Sherpa Tenzing Norgay pada tahun 1953.

Fedi, seorang praktisi media digital yang tergabung dalam tim Gapai Tinggi Indonesia, merupakan orang kedua di Indonesia yang berhasil mencapai puncak Ama Dablam, setelah Alvin Egie dari Himpala Unas Tahun 2012. Pencapaian ini merupakan prestasi membanggakan bagi Indonesia, karena puncak tertinggi Ama Dablam terkenal sangat sulit didaki, bahkan lebih sulit dari mendaki Everest, yakni Grade E5.

Tingkat kesulitan teknis Grade E5 mengacu pada British Grading System. Ama Dablam memiliki tingkat ketahanan fisik tingkat E, kesulitan teknis tingkat 5, dan waktu pendakian 31 hari.

Sherpa di Nepal menyebutkan bahwa banyak pendaki Everest yang gagal mendaki Ama Dablam. Bagian tersulit Everest adalah Khumbu Ice Fall, sedangkan Ama Dablam memiliki tiga bagian tersulit yang tersebar dari Camp 1 s/d Camp 3, yaitu Yellow Tower - Grey Tower dan Mushroom Ridge, yang masing-masing melewati gigiran jurang. Karena itu dibutuhkan kemampuan teknis rock climbing dan ice climbing untuk mendaki Ama Dablam ini.

Selain itu juga, tipe gunung ini ter-exposed sehingga sangat rentan terhadap cuaca buruk, seperti kejadian angin kencang yang terjadi pada ekspedisi kemarin. Bagian akhir menuju puncak adalah dinding es dengan tingkat kemiringan 40 derajat, sehingga harus menggunakan fix rope. Selain butuh fisik yang benar-benar prima, pendaki perlu memiliki kemampuan panjat tebing yang baik pula. Karena itu, tim telah berlatih keras selama dua tahun untuk mempersiapkan diri menghadapi medan berat Ama Dablam.

"Jam 08.00 saya mencapai Camp 3. Angin dingin yang sangat kencang menerpa tubuh saya. Suhu mencapai -35 derajat Celsius. Beberapa pendaki memutuskan turun membatalkan upaya summit. Saya sempat ragu, tapi dengan niat kuat dan melihat pendaki terdepan tetap maju, saya terus melanjutkan pendakian," kata Fedi yang saat ini masih berada di Tengboche dalam perjalanan kembali ke Kathmandu.

Menurut data dari Ministry of Culture Tourism and Civil Aviation pemerintah Nepal, pada masa pendakian musim gugur 2013 ini tercatat ada 20 tim ekspedisi yang berusaha menggapai puncak Ama Dablam. Fedi dan anggota tim lain dijadwalkan tiba kembali ke Tanah Air tanggal 6 Desember 2013.

Hingga saat ini, sudah 3 tim Indonesia yang dikirim ke Ama Dablam yaitu Himpala Unas 2012 (2 orang), Bandung Juara 2013 (3 orang, tim leader: Sofyan Arief Fesa, Ina 7 Summit), Gapai Tinggi (4 orang). Total pendaki 9 org.

Tim Gapai Tinggi Indonesia, terdiri dari lima orang anggota tim yaitu Taufan Hidayat, Arief Hidayat, Fedi Fianto, Nikk, dan Cak Lukik. Tim ini adalah yang kedua dari Indonesia yang berhasil menggapai puncak Ama Dablam setelah tahun lalu dilakukan oleh tim dari Himpala Unas.

Bagi yang ingin melihat proses dan cerita pendakian secara lebih lengkap, bisa melihat ke situs gapaitinggi.com, atau Facebook dari gapaitinggi.