alexa-tracking

Main Content

1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/52906b61c2cb17cc4f000000/china-mengumumkan-peraturan-aircraft-identification-di-laut-china-timur
China Mengumumkan Peraturan Aircraft Identification Di Laut China Timur
Quote:Announcement of the Aircraft Identification Rules for the East China Sea Air Defense Identification Zone of the P.R.C.
11-23-2013 10:41 BJT
Text:A A A |Email
Share |
BEIJING, Nov. 23 (Xinhua) -- China's Ministry of National Defense issued an announcement of the aircraft identification rules for the East China Sea Air Defense Identification Zone of the People's Republic of China.p Following is the full text:
Announcement of the Aircraft Identification Rules for the East China Sea Air Defense Identification Zone of the People's Republic of China
Issued by the Ministry of National Defense on November 23
The Ministry of National Defense of the People's Republic of China, in accordance with the Statement by the Government of the People's Republic of China on Establishing the East China Sea Air Defense Identification Zone, now announces the Aircraft Identification Rules for the East China Sea Air Defense Identification Zone as follows:
First, aircraft flying in the East China Sea Air Defense Identification Zone must abide by these rules.
Second, aircraft flying in the East China Sea Air Defense Identification Zone must provide the following means of identification:
1. Flight plan identification. Aircraft flying in the East China Sea Air Defense Identification Zone should report the flight plans to the Ministry of Foreign Affairs of the People's Republic of China or the Civil Aviation Administration of China.
2. Radio identification. Aircraft flying in the East China Sea Air Defense Identification Zone must maintain the two-way radio communications, and respond in a timely and accurate manner to the identification inquiries from the administrative organ of the East China Sea Air Defense Identification Zone or the unit authorized by the organ.
3. Transponder identification. Aircraft flying in the East China Sea Air Defense Identification Zone, if equipped with the secondary radar transponder, should keep the transponder working throughout the entire course.
4. Logo identification. Aircraft flying in the East China Sea Air Defense Identification Zone must clearly mark their nationalities and the logo of their registration identification in accordance with related international treaties.
Third, aircraft flying in the East China Sea Air Defense Identification Zone should follow the instructions of the administrative organ of the East China Sea Air Defense Identification Zone or the unit authorized by the organ. China's armed forces will adopt defensive emergency measures to respond to aircraft that do not cooperate in the identification or refuse to follow the instructions.
Fourth, the Ministry of National Defense of the People's Republic of China is the administrative organ of the East China Sea Air Defense Identification Zone.
Fifth, the Ministry of National Defense of the People's Republic of China is responsible for the explanation of these rules.
Sixth, these rules will come into force at 10 a.m. November 23, 2013.http://english.cntv.cn/20131123/101915.shtml


overlap ndak ya dgn punya jepun?
Wuih, China sekarang udah mulai pede juga nih, berani nentuin peraturan kayak gini. emoticon-Cool
Apalagi kawasan LCT kanh lumayan Hot itu.
Malah masih ada sengketa dengan Jepang di sono. emoticon-Big Grin
Quote:Original Posted By Daniel707
Wuih, China sekarang udah mulai pede juga nih, berani nentuin peraturan kayak gini. emoticon-Cool
Apalagi kawasan LCT kanh lumayan Hot itu.
Malah masih ada sengketa dengan Jepang di sono. emoticon-Big Grin

nunggu abe reaksi menarik dari abe si troller....emoticon-Ngakak
Quote:Original Posted By Pitung.Kw


overlap ndak ya dgn punya jepun?


Mempelajari hal diatas, selayaknya kita juga mulai memberlakukan hal sama paling tidak dengan mengutip air charges untuk setiap pesawat yg melintasi wilayah kedaulatan udara RI.
Saya dengar, bahwa setiap hari ratusan pesawat yg melintasi kawasan udara RI
Mereka ada yg minta ijin melintas dg membayar fee yg sangat rendah hanya $ 0,60 dollar di bandingkan dg Singapura yang menetapkan $ 8 dollars.
Masalahnya adalah masih banyak wilayah udara kita yg belum dapat di pantau oleh radar sipil maupun militer yg mengakibatkan peluang untuk melintas dg bebas.
Secara diplomatik RI juga selalu menghadapi tekanan oleh trio tetangga yaitu ; Singapura, Malaysia dan Thailand apabila ada pembicaraan perihal tata aturan lintas batas udara international.
Terbukti, bagaimana perangai Singapura yg menekan pesawat tempur TNI - AU dg memberi peringatan dan di lanjutkan dengan "jamming" thd perangkat comm dan avionik sewaktu melintas koridor udara yg di akui sebagai wilayah eksklusip mereka walau secara yurikdiksi itu adalah wilayah kedaultan negara RI.
Bagaimana Singapura secara mendadak tanpa pemberitahuan mengarahkan pendaratan 3(tiga) pesawat sipil di Bandara Hang Nadim Batam karena Bandara International Singapura terlalu penuh sesak, di samping untuk pendaratan dan keberangkatan pesawat komersil di Bandara Hang Nadim juga di pandu oleh ATC Singapura.
Aneh, tapi nyata.
Pertanyaannya adalah kapan kita berdaulat atas wilayah udara kita?
Begitu pula kapan kita berdaulat atas wilayah kelautan kita?



Quote:Original Posted By wahwibson

nunggu abe reaksi menarik dari abe si troller....emoticon-Ngakak


Si troller paruh baya itu. emoticon-Cape d... (S)
Kita tunggu aja reaksi dia kayak apa? emoticon-Ngakak (S)

Mungkin aja ini jawaban dari China, buat si Abe yg kemaren koar-koar mau nempatin pegawai di wilayah sengketa, sama Ngancem mau nembak UAV China di wilayah Sengketa. emoticon-linux2
Quote:Original Posted By boleroes11


Mempelajari hal diatas, selayaknya kita juga mulai memberlakukan hal sama paling tidak dengan mengutip air charges untuk setiap pesawat yg melintasi wilayah kedaulatan udara RI.
Saya dengar, bahwa setiap hari ratusan pesawat yg melintasi kawasan udara RI
Mereka ada yg minta ijin melintas dg membayar fee yg sangat rendah hanya $ 0,60 dollar di bandingkan dg Singapura yang menetapkan $ 8 dollars.
Masalahnya adalah masih banyak wilayah udara kita yg belum dapat di pantau oleh radar sipil maupun militer yg mengakibatkan peluang untuk melintas dg bebas.
Secara diplomatik RI juga selalu menghadapi tekanan oleh trio tetangga yaitu ; Singapura, Malaysia dan Thailand apabila ada pembicaraan perihal tata aturan lintas batas udara international.
Terbukti, bagaimana perangai Singapura yg menekan pesawat tempur TNI - AU dg memberi peringatan dan di lanjutkan dengan "jamming" thd perangkat comm dan avionik sewaktu melintas koridor udara yg di akui sebagai wilayah eksklusip mereka walau secara yurikdiksi itu adalah wilayah kedaultan negara RI.
Bagaimana Singapura secara mendadak tanpa pemberitahuan mengarahkan pendaratan 3(tiga) pesawat sipil di Bandara Hang Nadim Batam karena Bandara International Singapura terlalu penuh sesak, di samping untuk pendaratan dan keberangkatan pesawat komersil di Bandara Hang Nadim juga di pandu oleh ATC Singapura.
Aneh, tapi nyata.
Pertanyaannya adalah kapan kita berdaulat atas wilayah udara kita?
Begitu pula kapan kita berdaulat atas wilayah kelautan kita?




mbah lanjutin dong Rossiya Navy day
Quote:Original Posted By Daniel707

Mungkin aja ini jawaban dari China, buat si Abe yg kemaren koar-koar mau nempatin pegawai di wilayah sengketa, sama Ngancem mau nembak UAV China di wilayah Sengketa. emoticon-linux2

emoticon-Ngakak
bisa jadi
Quote:Original Posted By Pitung.Kw


overlap ndak ya dgn punya jepun?


ah Bang Pitung pura2 nanya, ya pasti overlaplah di wilayah sengketa.
Quote:Original Posted By boleroes11


Mempelajari hal diatas, selayaknya kita juga mulai memberlakukan hal sama paling tidak dengan mengutip air charges untuk setiap pesawat yg melintasi wilayah kedaulatan udara RI.
Saya dengar, bahwa setiap hari ratusan pesawat yg melintasi kawasan udara RI
Mereka ada yg minta ijin melintas dg membayar fee yg sangat rendah hanya $ 0,60 dollar di bandingkan dg Singapura yang menetapkan $ 8 dollars.
Masalahnya adalah masih banyak wilayah udara kita yg belum dapat di pantau oleh radar sipil maupun militer yg mengakibatkan peluang untuk melintas dg bebas.
Secara diplomatik RI juga selalu menghadapi tekanan oleh trio tetangga yaitu ; Singapura, Malaysia dan Thailand apabila ada pembicaraan perihal tata aturan lintas batas udara international.
Terbukti, bagaimana perangai Singapura yg menekan pesawat tempur TNI - AU dg memberi peringatan dan di lanjutkan dengan "jamming" thd perangkat comm dan avionik sewaktu melintas koridor udara yg di akui sebagai wilayah eksklusip mereka walau secara yurikdiksi itu adalah wilayah kedaultan negara RI.
Bagaimana Singapura secara mendadak tanpa pemberitahuan mengarahkan pendaratan 3(tiga) pesawat sipil di Bandara Hang Nadim Batam karena Bandara International Singapura terlalu penuh sesak, di samping untuk pendaratan dan keberangkatan pesawat komersil di Bandara Hang Nadim juga di pandu oleh ATC Singapura.
Aneh, tapi nyata.
Pertanyaannya adalah kapan kita berdaulat atas wilayah udara kita?
Begitu pula kapan kita berdaulat atas wilayah kelautan kita?




bentar lagi kan asean + australia mau open air niru EU, sekarang kan lagi bertengkar siapa yang jadi cental nya
Singapur, Thailand, Indonesia, Australia
cmiiw
ADIZ kita masih garis putus2 yang mengelilingi hanya pulau jawa kah? apa udah nambah?
Quote:Original Posted By kagengar



bentar lagi kan asean + australia mau open air niru EU, sekarang kan lagi bertengkar siapa yang jadi cental nya
Singapur, Thailand, Indonesia, Australia
cmiiw


Menurut saya bukan open air, tetapi open sky.
Dan dalam hal ini juga antara beberapa negara yg sdh disebut diatas sedang berusaha untuk mendapat kepercayaan sebagai pengelola.
Dapat di informasikan untuk EU di kendalikan di Brussel, di Africa di Johanesburg, di America di AS dan untuk Asia Selatan belum.
Di prediksi apabila masalah open sky ini tidak dapat di rebut pengaturannya oleh Indonesia, maka kerugian secara menyeluruh thd kegiatan lalu lintas udara yg sangat luas di wilayah kedaulatan angkasa Indonesia akan di manfaatkan secara optimal & maksimal oleh pihak lain yg notabene wilayah yurisdiksinya relative lebih sempit.
Walau belum tentu benar, namun dipastikan bahwa pesawat sipil maupun militer Indonesia dpt di monitor gerakannya oleh pihak asing. Begitu pula yg berkaitan dg air charges Indonesia tidak secara optimal dpt menikmatinya.
Untuk itu hrs secara tegas dan dlm waktu singkat Indonesia hrs dpt segera me wujudkan roadmap perihal konsep Open Sky secara mangkus, baik dari aspek technology dan aspek administrasinya.
Semoga.

Sumbang Pict

Quote:China Mengumumkan Peraturan Aircraft Identification Di Laut China Timur
Red line yang di belakang itu ADIZ yang lama, Red Line yang agak nonjol di LCT itu ADIZ China yang baru.

China Mengumumkan Peraturan Aircraft Identification Di Laut China Timur
Japan ADIZ, kabarnya di salah satu spot Japan ADIZ ini ada yang jaraknya hanya 130 km dari Daratan Utama nya China.

China Mengumumkan Peraturan Aircraft Identification Di Laut China Timur
Zona Tumpang Tindih antara China New ADIZ dengan Japan ADIZ



Hope this is not getting Worse emoticon-Sorry
Quote:Original Posted By boleroes11

Terbukti, bagaimana perangai Singapura yg menekan pesawat tempur TNI - AU dg memberi peringatan dan di lanjutkan dengan "jamming" thd perangkat comm dan avionik sewaktu melintas koridor udara yg di akui sebagai wilayah eksklusip mereka walau secara yurikdiksi itu adalah wilayah kedaultan negara RI.
Bagaimana Singapura secara mendadak tanpa pemberitahuan mengarahkan pendaratan 3(tiga) pesawat sipil di Bandara Hang Nadim Batam karena Bandara International Singapura terlalu penuh sesak, di samping untuk pendaratan dan keberangkatan pesawat komersil di Bandara Hang Nadim juga di pandu oleh ATC Singapura.
Aneh, tapi nyata.

Pertanyaannya adalah kapan kita berdaulat atas wilayah udara kita?
Begitu pula kapan kita berdaulat atas wilayah kelautan kita?



Bold ..... Until you have a ball ....

China Mengumumkan Peraturan Aircraft Identification Di Laut China Timur