alexa-tracking

Main Content

1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/528e251cc2cb17976f000000/novel-superhero-baru-indonesia-beast-taruna-kebangkitan
#Novel Superhero Indonesia, Beast Taruna: Kebangkitan!
Misi, Kaskusers, ada newbie numpang promosi~

Alhamdulillah, akhirnya novel pertama saya terbit juga, genre superhero terinspirasi seri tokusatsu
Sudah tersedia di toko buku (terutama Gramedia dan Toga Mas) mulai Oktober tahun ini!


JUDUL: BEAST TARUNA KEBANGKITAN
PENULIS: ADITYA NW
PENERBIT: WRITINGREVO PUBLISHING
HARGA: Rp42.000

SINOPSIS:


Lupakan sejarah yang kau ketahui.
Jerman Nazi dan Kekaisaran Jepang telah memenangkan Perang Dunia II.


Dua dekade telah berlalu sejak keruntuhan demokrasi di bawah bendera swastika dan matahari terbit. Perselisihan negara-negara adidaya yang mabuk kekuasaan mulai terjadi. Enam milyar penduduk dunia kini dalam bayang-bayang ancaman perang nuklir.

Tragedi yang menimpa keluarga memaksa Kazuki Yudhistira pindah ke kota bernama Bumiseruni. Kota baru, sekolah baru, dan kehidupan baru. Semua tampak akan membaik, namun tidak semua seperti yang ia kira.

Kelima teman barunya ternyata BeastTaruna, tim pahlawan super yang melindungi kota dari serangan makhluk mengerikan. Ketika salah satu dari mereka terluka, Kazuki terseret ke dalam perang yang tidak ia mengerti.

Kini, Kazuki harus belajar menjalani kehidupan ganda, dan melakukannya selagi mencegah rencana seekor monster yang ingin menguasai dunia.


Novel Superhero Baru Indonesia, Beast Taruna: Kebangkitan!

Semoga bermanfaat bagi kemajuan dunia superhero Indonesia~ emoticon-I Love Indonesia:
kalo ga salah, di sf ini ga boleh promosi di trit, apalagi bikin trit sendiri emoticon-Embarrassment
Quote:Original Posted By devilbajau
kalo ga salah, di sf ini ga boleh promosi di trit, apalagi bikin trit sendiri emoticon-Embarrassment


Hoooo, sorry banget emoticon-Takut
Trus kalo promosi, tempatnya dimana?
Quote:Original Posted By aditnw1990


Hoooo, sorry banget emoticon-Takut
Trus kalo promosi, tempatnya dimana?


mungkin bisa di trit info atau di trit yg ada embel2 lounge nya..
nyantai aja, toh bukan promo bokep ini emoticon-Hammer
Quote:Original Posted By devilbajau
mungkin bisa di trit info atau di trit yg ada embel2 lounge nya..

nyantai aja, toh bukan promo bokep ini Novel Superhero Baru Indonesia, Beast Taruna: Kebangkitan!

kakak sih galak banget emoticon-Stick Out Tongue

yang sperti ini ke SF Fanstuff gimana?tapi harus dijabarin ceritanya sih emoticon-Hammer ya gak usah full saja~

ya paling aman di Lounge sih
Quote:Original Posted By shashidiana

kakak sih galak banget emoticon-Stick Out Tongue

yang sperti ini ke SF Fanstuff gimana?tapi harus dijabarin ceritanya sih emoticon-Hammer ya gak usah full saja~

ya paling aman di Lounge sih


nah iya, di fanstuff lebih cocok, tp konsultasiin dulu ke mod setempat, sukur2 dibantu promoin, karena seingat gw, jarang2 ada novel begini
jiah klo gitu di ceritanya indonesia masih dijajah jepang dong emoticon-Cape d...
Quote:Original Posted By mahointhehouse
jiah klo gitu di ceritanya indonesia masih dijajah jepang dong emoticon-Cape d...


Iyoo! Makanya nanti ada sub-cerita soal perjuangan kemerdekaan Indonesia yang sejati! emoticon-Big Grin
bro aditnw 1990, ane tertarik dengan novel anda yang bertema tokusatsu. desain karakternya juga cukup bagus. ane harap bro aditnw 1990 bisa bergabung dengan grup kami (SATRIA WARS) DI FACEBOOK untuk memberikan masukan berupa saran & kritik untuk junior2 anda yg menyukai bidang yang sama dengan anda.

selain itu, kami juga mengundang ente untuk mengunjungi official thread kami di forum fanfic kaskus yg berjudul SATRIA WARS (ORIGINAL STORY & CONCEPT). kami membutuhkan orang2 seperti anda untuk mempersolid komunitas penulis & pencinta superhero/tokusatsu di tanah air.


Kunjungi grup kami : https://www.facebook.com/groups/1407060422864339/

Official Thread : http://www.kaskus.co.id/thread/5288d...n-amp-concept/
sekaligus ane mohon izin kepada anda untuk mempromosikan novel anda di grup satria wars facebook untuk memacu semangat anggota kami untuk berkarya.
Quote:Original Posted By Darmajiiiiiiiii
sekaligus ane mohon izin kepada anda untuk mempromosikan novel anda di grup satria wars facebook untuk memacu semangat anggota kami untuk berkarya.


Oh OK
Agan apa saya langsung yang promosiin ke sana? emoticon-Bingung (S)
Apapun pilihannya, semoga karya gua berguna emoticon-I Love Indonesia
Quote:Original Posted By aditnw1990


Oh OK
Agan apa saya langsung yang promosiin ke sana? emoticon-Bingung (S)
Apapun pilihannya, semoga karya gua berguna emoticon-I Love Indonesia


iya gak apa2 gan, langsung join sama grup kita di facebook & promosi disana langsung juga gak apa2. selamat bergabung ya gan
wah ini toh thread aganaditya tentang novel tokusatsunya, huehehe mantep gan..

sering2 ke grup fb SATRIA WARS yaaa gan emoticon-Big Grin
Quote:Original Posted By Combro.LFC
wah ini toh thread aganaditya tentang novel tokusatsunya, huehehe mantep gan..

sering2 ke grup fb SATRIA WARS yaaa gan emoticon-Big Grin


Iya, Bro! emoticon-Jempol


Alhamdulillah, akhirnya novel pertama saya terbit juga, genre superhero terinspirasi seri tokusatsu
Sudah tersedia di toko buku (terutama Gramedia dan Toga Mas) mulai Oktober tahun ini!


JUDUL: BEAST TARUNA KEBANGKITAN
PENULIS: ADITYA NW
PENERBIT: WRITINGREVO PUBLISHING
HARGA: Rp42.000

SINOPSIS:


Lupakan sejarah yang kau ketahui.
Jerman Nazi dan Kekaisaran Jepang telah memenangkan Perang Dunia II.


Dua dekade telah berlalu sejak keruntuhan demokrasi di bawah bendera swastika dan matahari terbit. Perselisihan negara-negara adidaya yang mabuk kekuasaan mulai terjadi. Enam milyar penduduk dunia kini dalam bayang-bayang ancaman perang nuklir.

Tragedi yang menimpa keluarga memaksa Kazuki Yudhistira pindah ke kota bernama Bumiseruni. Kota baru, sekolah baru, dan kehidupan baru. Semua tampak akan membaik, namun tidak semua seperti yang ia kira.

Kelima teman barunya ternyata BeastTaruna, tim pahlawan super yang melindungi kota dari serangan makhluk mengerikan. Ketika salah satu dari mereka terluka, Kazuki terseret ke dalam perang yang tidak ia mengerti.

Kini, Kazuki harus belajar menjalani kehidupan ganda, dan melakukannya selagi mencegah rencana seekor monster yang ingin menguasai dunia.


Novel Superhero Baru Indonesia, Beast Taruna: Kebangkitan!

Semoga bermanfaat bagi kemajuan dunia superhero Indonesia~ emoticon-I Love Indonesia:[/QUOTE]

wah hebat tuh ganemoticon-Ngakak

emoticon-Ngakak
Quote:Original Posted By arifis7


Alhamdulillah, akhirnya novel pertama saya terbit juga, genre superhero terinspirasi seri tokusatsu
Sudah tersedia di toko buku (terutama Gramedia dan Toga Mas) mulai Oktober tahun ini!


JUDUL: BEAST TARUNA KEBANGKITAN
PENULIS: ADITYA NW
PENERBIT: WRITINGREVO PUBLISHING
HARGA: Rp42.000

SINOPSIS:


Lupakan sejarah yang kau ketahui.
Jerman Nazi dan Kekaisaran Jepang telah memenangkan Perang Dunia II.


Dua dekade telah berlalu sejak keruntuhan demokrasi di bawah bendera swastika dan matahari terbit. Perselisihan negara-negara adidaya yang mabuk kekuasaan mulai terjadi. Enam milyar penduduk dunia kini dalam bayang-bayang ancaman perang nuklir.

Tragedi yang menimpa keluarga memaksa Kazuki Yudhistira pindah ke kota bernama Bumiseruni. Kota baru, sekolah baru, dan kehidupan baru. Semua tampak akan membaik, namun tidak semua seperti yang ia kira.

Kelima teman barunya ternyata BeastTaruna, tim pahlawan super yang melindungi kota dari serangan makhluk mengerikan. Ketika salah satu dari mereka terluka, Kazuki terseret ke dalam perang yang tidak ia mengerti.

Kini, Kazuki harus belajar menjalani kehidupan ganda, dan melakukannya selagi mencegah rencana seekor monster yang ingin menguasai dunia.


Novel Superhero Baru Indonesia, Beast Taruna: Kebangkitan!

Semoga bermanfaat bagi kemajuan dunia superhero Indonesia~ emoticon-I Love Indonesia:


wah hebat tuh ganemoticon-Ngakak

emoticon-Ngakak[/QUOTE]

emoticon-Big Grin emoticon-Big Grin
Selamat buat Adit atas novel perdananya
Masukin prolog ata bab 1nya di sini dong, biar yang udah baca penasaran dan ingin tahu lanjutanny emoticon-Big Grin
Quote:Original Posted By striferser
Selamat buat Adit atas novel perdananya
Masukin prolog ata bab 1nya di sini dong, biar yang udah baca penasaran dan ingin tahu lanjutanny emoticon-Big Grin


Oh OK OK, Bro
Ini Prolognya emoticon-Big Grin



PROLOG

MANILA, KEGUBERNURAN JENDERAL FORMOSA
LINGKARAN KEMAKMURAN ASIA TIMUR RAYA
14.33 / 14 FEBRUARI


Dahulu kala, Filippina merupakan negeri tersendiri. Sekarang, ia hanyalah bagian dari koloni milik Kekaisaran Jepang bernama Kegubernuran Jenderal Formosa bersama Taiwan, Makau, bahkan Hong Kong. Lima juta penduduk Negeri Matahari Terbit telah berdatangan, dan penduduk asli tidak pernah menyukai mereka.

Mungkin telinga Elsa Revina sudah terlalu lelah, karena suara rentetan tembakan telah memudar menjadi sekedar rintikan hujan di kejauhan, jauh di dalam kelebatan hutan tropis Pulau Luzon. Secepat apapun kecepatan mobil jip yang ia kendarai atau sedalam apapun injakan pada pedal gas, suara setan terus membayangi. Elsa sesekali mengintip kaca spion hanya untuk memastikan kalau tidak ada truk bak terbuka dengan prajurit militan yang membuntuti dan siap memberondong kendaraan.

Kaca spion ia belokkan ke para penumpang yang berjejalan. Sebagian besar dari mereka adalah wanita dan anak-anak. Orang-orang itu jemaat Gereja Independen Filippina. Pastur Diaz Amanhã, pemimpin gereja, duduk di kursi depan.

“Elsa, aku belum mengucapkan terima kasih karena telah mengeluarkan kami semua dari sana.”

Elsa mendesis sebelum membalas dalam bahasa Tagalog berlogat. “Jangan terima kasih dulu, Padre, nanti saja kalau kita sudah ratusan kilometer jauh dari sini.”

Elsa bukan seorang Kristen. Sungguh, ia baru dua kali memasuki gereja sebelum datang ke kepulauan ini. Tapi ia seorang relawan kemanusiaan, dan risiko dikirim ke negara labil berisiko tertembak sudah tercantum pada formulir pendaftaran. Ia juga dilatih untuk berpikir kritis, karena seringkali nyawa adalah taruhannya. Jikasaja sekarang mereka masih bertahan di gereja Kota Laoag, pasukan pemberontak sudah panen korban terbaru. Bagai wabah merah, pasukan bersenjata mulai bergerak keluar dari hutan menuju ibukota.

Komunis brengsek, geram Elsa dalam hati. Bahkan setelah 60 tahun pembersihan oleh Kekaisaran Jepang dan Lingkaran Kemakmuran Asia Timur, mereka masih bisa bertahan jauh di gunung terpencil. Mengapa mereka tidak menjadi satwa asli di sana saja?

“Awas lubang!” seru Amanhã tepat sebelum ban jip masuk ke lubang besar di jalan. Elsa tidak sempat membalas dengan kesinisan. Beton jalan raya mulai rusak oleh bekas ledakan dan pertempuran. Setir perlu dibanting dengan sporadis demi menghindari bangkai-bangkai mobil gosong di segala penjuru. Bahkan dengan adrenalin yang meningkat dan konsentrasi yang dipaksakan, ia tidak bisa berpaling dari melihat kumpulan mayat yang tergeletak, tewas oleh tembakan.

Kantor cabang Lingkaran Kemakmuran menjadi jaminan, setidaknya untuk radius beberapa meter. Teluk Manila bercahaya di mulut kota pelabuhan Filippina, terpotong oleh bentuk berbagai kapal yang meninggalkan negara gagal ini. Elsa menginjak gas lebih dalam sambil mengerang.

Manila sudah lebih kacau daripada dugaan Elsa. Truk-truk militer diparkir di jalan raya utama sementara para prajurit membangun barikade menggunakan penghalang panzer, dan panzer sungguhan. Beberapa helikopter menderu melintas. Pintu kabin mereka sudah penuh oleh orang yang berjejalan.

Lambang kesatuan relawan di pintu mobil perlu ia gedor-gedor supaya diperbolehkan lewat. Ia melakukannya tanpa berhenti. Mereka boleh saja menembaki mobil, tapi sudah pasti akan ada insiden internasional. Dengan sembarangan, ia memarkir jip dan mengeluarkan semua orang. Ia hanya beberapa meter dari pintu masuk saat penjaga membanggakan telapak tangannya.

“Maaf, Bu, kalian tidak boleh masuk,” katanya.

“Apa?!” Elsa langsung menunjukkan lambang kesatuan relawan. Ia bahkan mendorongnya hingga menekan hidung penjaga. “Lihat ini, biarkan kami masuk.”

“Kami sudah dapat perintah, Bu, tidak boleh ada warga sipil selain staf konsulat jenderal yang boleh masuk.”

“Kamu jangan bercanda! Kami tetap masuk sekarang!” geram Elsa sambil mencoba menerobos masuk.

“Bu, perintah kami sudah jelas!” sang penjaga sambil melawan. Ia melepas Elsa sebelum terjadi adu jotos dan menodongkan senapan serbu. Wanita itu tidak bisa melanjutkan kecuali menatapnya dengan mata terbelalak. Mungkin saja sang lawan akan terbakar dengan sendirinya.

“Istirahat, Prajurit, apa yang kau lakukan?” terdengar gonggongan seorang perwira dari belakang. Semua orang melihat kedatangan pria itu. Sang penjaga otomatis memberi hormat bagai robot.

“Maaf, Komandan, tapi orang-orang ini mencoba menerobos ke gedung.”

Elsa mengenal pria itu. Ia bahkan sudah bosan melihat mukanya. Ia adalah Rikugun Shōshō Akihide Mahendra, seorang mayor jenderal di Angkatan Darat Lingkaran Kemakmuran. Lebih penting lagi, ia adalah suaminya sendiri.
“Tenang saja, Shōsa, mereka sudah dapat izin masuk.”

“Izin, Pak? Aku harus mengeceknya.” Tangan Akihide merampas senapan dengan secepat kilat. “Kamu boleh mengecek di hutan di sana. Mau?”


“Ti... Tidak, Komandan. Aku bantu mereka masuk.”

“Anak baik.”

Dengan begitu, sang penjaga membukakan pintu gerbang dan membiarkan para jemaat gereja dan Elsa masuk. Akihide mengikuti ke gedung utama.

“Sedang apa kamu di sini?” tanya Elsa ketus. Tangan dilipat di dada dengan tatapan khas istri dalam masa kejayaan.

Akihide sudah tahu ini, ia seorang profesional sejak 18 tahun yang lalu. Ia hanya perlu melakukan operasi standar. Tangannya dengan halus ke pinggang Elsa. “Jadi begitu? Tidak ada ‘terima kasih, Sayang, karena sudah membantuku melewati cobaan ini’? Atau ‘aku lebih baik di pangkuanmu’?”

Mau apa orang ini? “Jangan berlebihan, Jenderal. Satu terima kasih sudah cukup, lagipula itu tidak perlu.”

“Benarkah? Aku memang kangen.”

Elsa menggelengkan kepala sambil melepaskan diri dari cengkraman sang singa. “Kamu lagi apa di sini?”

Akihide melihat salah satu bawahan. “Rifky, obati mereka di ruang kesehatan, lalu antar ke helikopter, mengerti?” Perhatiannya kembali ke sang istri. “Lebik baik di dalam.”

Kegaduhan suara mesin perang segera lenyap dalam koridor kaca. “Serius, Hide. Kenapa kamu di sini?”

“Manila akan segera jatuh, Elsa, Pasukan kita akan menghabisi para militan begitu mereka mencapai kota. Seiron sudah bersiaga di teluk dan akan menghujani pinggiran kota dengan serangan udara, dan―”

Elsa langsung memotong. “Aku kira kalian mau pertahankan Manila! Aku kira di sini akan aman!”

“Lupakan Manila. Orang-orangmu nanti ke armada di lepas pantai, kamu juga. Tidak ada tempat aman di sini.”

Elsa mendengus. “Kamu belum jawab pertanyaanku.”

“Aku kangen.”

“Pekerjaanmu tak Kenal ampun untuk ‘kangen’, Hide.”

Tawa kecil menyelinap dari mulut Akihide. “Itu kalau prajurit, dan aku sekarang adalah....” Ada kebanggan tersendiri dalam memamerkan lambang bunga krisan emas di kerah seragam. “Minta saja, Elsa. Aku bisa membuat semua orang senang melihatmu.”

“Dan memangnya belum? Mungkin nanti, aku sedang tidak butuh itu. Sebenarnya aku tidak butuh kamu di sini.”

“Benar? Seperti tadi? Kocak sekali, Elsa, tolong bantu aku berhenti tertawa.”
Wajah Akihide langsung didorong telapak tangan. Itu sebelum jari-jemari feminim menarik dagunya agar kembali menghadap sang istri. Bisikan halus mengalir masuk ke telinga. “Kau cinta aku, ‘kan?”

“Tentu saja, El-chan, dan aku juga mencintai keluarga kita. Kazuki dan Karin menunggu di rumah.”

Dagu perwira dibuang. “Chan? Aku tidak semuda itu.”

“Kamu selalu muda untukku.”

“Gombal, tapi memang begitu.”

“Oh, apa aku bisa melawannya?”

Mayor Rifky Hakim melihat mereka berdua berpelukan dan menjadi sungkan untuk mengganggu. “Eeh, Shōshō-san, helikopter sudah siap.”

Akihide merapikan seluruh baju seragam dan menghentakkan sepatu bot militernya. “Baik, Mayor, kita ke helipad sekarang.”

Rifky mendekati Akihide sambil berjalan. “Pak, kalau kau mau, kami saja yang tinggal di sini, kau pergi bersama... Kau tahulah.”

“Tidak bisa, Mayor, kau kekurangan orang.”

Helipad sudah ditempati oleh helikopter angkut sedang. Pola warna kamuflase rimba terpotong oleh pintu kargo yang terbuka lebar. Bilah-bilah baja telah berputar hampir tak tampak dan siap berangkat.

Rifky menghentikan langkah untuk melihat rekan-rekan sesama prajurit.
“Dengan segala hormat, kami sudah cukup untuk menghajar mereka, Pak.”

Akihide berhenti dan menatap bawahannya tersebut sejenak. Sebuah senyuman bangga muncul di mulutnya. Ia telah melatih mereka dengan baik.
Mereka bersalaman. “Terima kasih, Mayor.”

“Sudah tugasku, Pak,” kata sang prajurit sebelum mengenakan helm militernya. Tampilan heads-up display digital menyala melacak seluruh lingkungan.

Akihide baru akan naik ke helikopter ketika Rifky mencegahnya. “Pak, bisa tolong sampaikan salamku ke Dewita? Sekedar jaga-jaga kalau....”

“Sampaikan saja sendiri kalau sudah pulang. Sampai jumpa di Sydney.”

Rifky memberikan hormat militer sebagai perpisahan ketika helikopter mulai meninggalkan atap gedung konsulat jenderal. Di kejauhan, tiang asap hitam telah menjulang, tanda bahwa pertempuran telah mencapai kota tersebut. Pilot mengendalikan kendali menuju lepas pantai.

Ia tidak melihat seorang prajurit militan tengah membidiknya menggunakan peluncur roket.



STASIUN HARBOURSIDE
SYDNEY-HAREISEI, AUSTRALASIA
16.18 / 15 FEBRUARI


Kazuki Yudhistira duduk di kursi kereta maglev bersama sang adik, Karin. Ia mengayunkan kedua kaki ke depan dan belakang dengan pandangan mata tertuju pada kertas yang dipegang. Hari mungkin akan terasa lebih baik jika ia tidak pernah mendapatkan kertas itu.

Sepatu cleat digesek-gesekkan melawan lantai sembari mata tertuju pada secarik kertas dalam genggaman. Ia sudah beberapa kali membaca namun terus melakukannya, berharap suatu saat tulisan yang tertera akan berubah menjadi lebih baik.

Itu adalah sebuah surat peringatan. Kazuki tertangkap basah sedang “menindas” temannya di kelas kosong oleh gurunya. Sama sekali tidak ada toleransi untuk bullying di sekolah, tetapi karena ia baru pertama kali ketahuan, Kazuki hanya diberi surat.

Gurunya memergoki Kazuki sedang bersiap melontarkan tinju pada salah satu teman di kelas kosong. Tidak ada toleransi untuk bullying di sekolah, tetapi karena itu kali pertama ia ketahuan, hanya ada oleh-oleh surat.

Mungkin “hanya” adalah peremehan yang luar biasa. Ayah Kazuki adalah seorang pria yang tegas, pembawaan dari tugasnya sebagai seorang mayor jenderal. Surat kecil tersebut sudah pasti akan membawa masalah besar, sebuah petaka. Tidak akan ada hukuman fisik, tetapi pendisiplinan militer selama seminggu sudah cukup untuk membuat anak itu depresi.

Kazuki sejatinya bukan seorang bully. Ia tidak pernah memalak anak-anak yang lebih lemah, tidak seperti rekan tim yoroikyuu lainnya. Ia pernah memukul teman beberapa kali, tetapi itu hanya bela diri. Kazuki hanya sering naik darah karena hari buruk, dan langsung cari sasaran pelampiasan. Anak itu, si Eric, berada di tempat dan waktu yang salah.

“Kazuki, bantu aku,” kata Karin di samping sambil memegangi kancing jaket. Tugas yang sebenarnya mudah bagi orang biasa pun tergolong sulit untuknya. Karin mengidap penyakit defisiensi penglihatan, Sindrom Stargardt’s, yang membuat gadis manis itu sulit untuk fokus. Kacamata merah melindungi sel mata dari gempuran sinar matahari. Tanpanya, seluruh dunia hanya berupa warna kelabu buram tanpa ujung.

Kazuki dengan sabar membantu sang adik. Ia mungkin sering marah-marah, tapi tidak pernah berani pada keluarganya sendiri. Apalagi pada Karin.

“Sudah?”

Karin memberikan acungan jempol. “OK.”

Tidak banyak orang di dalam gerbong, jadi Kazuki dan Karin bisa memilih tempat duduk. Tapi tempat ternyaman adalah di ujung. Pintu halus menutup, dan kereta mulai bergerak.

Basah. Jendela langsung diguyur oleh hujan lebat. Petir menyala sepersekian detik di kejauhan bagaikan akar pohon dunia Yggdrasil. Awan gelap menggulung sebagai monster di langit salah satu kota terbesar Lingkaran Kemakmuran.

Australasia hanyalah bagian kecil. Monster yang bernama resmi Daitoua Kyoueiken atau Lingkaran Kemakmuran Bersama Asia Timur Raya terbentang dari ujung terbarat China hingga California, dan dari Arasaka (dulunya Alaska) hingga kutub selatan. Secara resmi, ia merupakan persaudaraan berbagai negara anti-Barat yang berdiri berdampingan dengan Jepang. Namun kenyataan tidak pernah sama. Pemerintahan Tokyo mengurung mereka dalam kandang raksasa, mengatur segalanya seperti dalang pada boneka tali. Hampir tak ada urusan tanpa campur tangan penguasa.

Cuaca Sydney memang sedang tidak menentu. Sebuah badai menggempur bagian timur laut benua Australia. Kota tersebut mendapat hadiah berupa hujan tanpa henti, terkadang bercampur angin kencang yang bisa menerbangkan atap rumah, tiang listrik, papan iklan, atau orang.

Jadi ada cobaan, atau tantangan, bagi seorang pemain yoroikyuu. Tenang saja, pad pelindung, helm, dan kaus ketat sudah cukup menjadi perisai melawan kerusakan alam. Lagipula, orangtua murid akan merengek agar anak-anak mereka tidak dibawa ke zona maut di lapangan.

Yoroikyuu di wilayah Jepang, gridiron di wilayah Jerman. Kazuki selalu mencoba mengingat itu. Di dunia dimana hanya ada dua kekuatan adidaya yang mengendalikan yang lain, dualisme selalu ada. Mungkin itu sebabnya pemerintah tidak suka berdagang dengan Barat. Mereka terlalu bingung dengan hambatan bahasa.

Papan neon iklan menerpa mata dengan tulisan kanji dan hiragana. Orang-orang di sekitar bicara menggunakan bahasa Jepang. Penjajahan lebih dari 60 tahun sudah membuahkan hasil. Kemerdekaan hanyalah istilah di kertas. Jangan tanya orang Australasia―dan seluruh Asia Pasifik―soal bahasa Inggris atau bahasa asli mereka. Sebagian besar tidak pernah mengenalnya.

Kekaisaran tetap hidup dalam gaya arsitektur kota, salah satunya adalah Markas Wilayah Selatan Lingkaran Kemakmuran. Indah untuk turis, biasa dan bahkan membuat mual untuk orang-orang seperti Kazuki. Ia mendominasi pemandangan karena menempati sebuah bagian kota yang menjorok ke teluk.

Angin sejuk berhembus menyerang, membawa beberapa titik air. Payung sebenarnya sudah cukup menepis karena guyuran telah mereda. Kedua anak itu hanya perlu berjalan beberapa meter sebelum sampai ke perumahan.
Sebuah pemandangan tidak biasa menyambut mereka ketika mencapai rumah. SUV Nakajima militer berwarna kamuflase urban terparkir dengan mesin masih hangat. Beberapa perwira berdiri mengelilingi. Kazuki mengenali seragam mereka. Angkatan darat, simpulnya. Mungkin urusan mengenai ayahnya?

“Ada yang bisa kubantu?” tanyanya sopan. Tubuh sengaja tegap di hadapan mereka. Mungkin perwira mau mencatat pemuda antusias masuk militer.

“Yudhistira Kazuki?” tanya salah satu. Nama pribadi di belakang.

“Ya, itu aku. Kenapa?”

Sang perwira mulai ragu untuk melanjutkan. Ia melepas kacamata hitam dan memberitahu Kazuki dengan nada penyesalan, “Aku minta maaf, Nak.”

“Maaf kenapa?”

“Kami di sini untuk menyampaikan berita kematian orangtuamu.”