alexa-tracking

Pangdam VI Tuding Polis Diraja Malaysia Kurang Kooperatif

Main Content

1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/52877fe71bcb17a62e000000/pangdam-vi-tuding-polis-diraja-malaysia-kurang-kooperatif
Pangdam VI Tuding Polis Diraja Malaysia Kurang Kooperatif
Kasus penggagalan penyelundupan sabu-sabu di Nunukan, Kalimantan Utara seberat 7,4 kilogram oleh aparat TNI beberapa waktu lalu semakin menguatkan bahwa peredaran narkoba di perbatasan bagian utara masih marak. Tentu dibalik ini masih banyak yang belum terungkap. Hal ini pun mendapat sorotan oleh Panglima Kodam VI/Mulawarman Mayjen TNI Dicky Wainal Usman.

Mayjen TNI Dicky saat berada di Tarakan mengatakan, bisnis narkoba di perbatasan sangat tertutup rapi. "Dan ini adalah tugas aparat TNI maupun Polri untuk memberantasnya," katanya.

Untuk itu dirinya berjanji, ke depan keamanan pertahanan di wilayah perbatasan akan semakin ditingkatkan. Hal ini agar dapat memproteksi wilayah kedaulatan perbatasan Indonesia dari intimidasi negara tetangga baik itu serangan secara militer, narkoba, dan lain sebagainya.

"Kedepan kita akan membangun dan meningkatkan pertahanan di perbatasan agar semakin kuat di wilayah perbatasan," terangnya.

Soal kasus sabu-sabu di Nunukan yang datang dari Tawau, Malaysia beberapa pekan lalu, Dicky menganggap Polis Diraja Malaysia (PDRM) tidak kooperatif. PDRM dinilai tidak ikut mengawasi area perbatasan Kalimantan yang memiliki banyak pintu masuk sehingga para bandar dari Malaysia mudah saja keluar masuk.

Untuk itu dirinya mengaku telah menegur Polisi Diraja Malaysia agar dapat bekerja sama dengan pihak Kepolisian Indonesia dan TNI Indonesia dalam mengamankan wilayah perbatasan. Menurutnya, Polis Diraja Malaysia kurang aksi dalam hal ini.

"Kami sudah membicarakan dengan kepolisian kita (Indonesia), kepolisian juga sudah protes ke Kepolisian Diraja Malaysia bahwa banyak sekali di Tawau para gembong narkoba menggelontorkan narkoba ke perbatasan. Ini bahaya untuk generasi muda. Dan ini harus di stop!" tegasnya.

"Jadi Polisi Diraja Malaysia berbuat, kita pun berbuat," tambahnya.

Untuk itu, pada tahun 2014 nanti Dicky mengatakan keamanan di wilayah perbatasan akan ditingkatkan. Rencananya pada tahun 2014, pos pamtas akan diperbanyak dan jumlah pengamanan akan ditingkatkan. Hal ini tentu sebagai bentuk tindakan preventif dari keluar masuknya narkoba di perbatasan.

"Upayanya kita perketat disini, semua prajurit waspada. Nanti kekuatan akan ditambah tahun depan dan pos-pos akan diperketat," ujarnya.

sumber: http://www.jpnn.com/read/2013/11/16/...ng-Kooperatif-

===========================

apakah ada pembiaran dari sebelah?
Bukan pembiaran
Tapi memang tujuan mereka seperti itu
Apalagi di dukung dengan hukum yang lemah
Makin jadi Indonesia sebagai sasaran empuk

Coba kita targetkan "strategi" ini untuk rusak tetanga reaksi mereka apa?
Hukuman mati! Fixed ga bisa ditawar dengan alasan apapun

Di Indonesia,udah di selidiki susah susah,ditangkep susah juga
Hukumanya apa?
Paling belasan tahun penjara (+potongan massa pengadilan/banding/dll+potongan hari nasional+kelakuan baik(?)
Belum lagi di dukung dengan komnas HAM

Indonesia tinggal menungu waktu untuk menjadi seperti china yang di tindas obatobatan terlarang pada generasi muda di jaman kolonial inggris dulu

Yang bikin undang undang memble sih
untuk apa ditahan disana kalo tujuanya ke indonesia..kan kita juga membiarkan pengungsi ke aussie krena tujuan akhirnya tidak kesini..

salahkan saja demand dn harga yg tinggi ditempat kita..
kira2 kapan uav lokal or importnya mulai operasi didaerah sini??
Quote:


uav buat narkotik menurut saya si blm perlu.kalo ada bagus saja buat surveilance..kasus2 yg terungkap masih diselundupkan lewat jalur2 resmi kok semacam entikong..perkuat aj petugas pos lintas batas dengan detector semisal x ray dan anjing pelacak..trus pa tentara rajin patroli di jalur tikusnya mudah2an sdkt menyulitkan penyelundup..
Quote:


kalo ngirim teroris buat ngerusak mental generasi muda udah ga gmpang, makanya jalan lain ya ngerusak secara fisik dari dalem generasi mudanya..
ntu sonora kan dari dulu emang rada-rada sinis sama kita, kesannya pengen NKRI kenapa2...

no offence,,

Gak heran

Emang Sonora a.k.a Malingsia ini udah terkenal di sekitar tetangga bikin rusuh.
Nordin, Azhari, Muklas, imam samudra, Dan 99% teroris di Indo pernah lama tinggal di Malingsia.
Di Moro Dan Pattani-Yala-Narathiwat sama aja kisahnya.
Langsung tembak di tempat aja jendral. Gw gak percaya kebetulan polis2 Malingsia gak tangkap itu bandar2. Paling juga instruksi dari atas buat membantu neraca perdagangan Dan devisa mereka tuh.
Quote:


emoticon-Malu emoticon-Malu
ya memang tu barang sebenernya bukan untuk narkotik om, memang untuk surveilance. tp kan cerita lama "keterbatasan" ini dan itu selalu semua di bikin jd multirole. ya mungkin dalam hal ini jg bisa berguna gitu om.
emoticon-Peace emoticon-Peace
gaji orang sana itu udah gede, ngapain repot2 ngurus begituan, mending nikmatin hidup toh.
untungnya dari bareng2 sama negri ini apa buat mereka secara individu ? (yang tua)

(yang muda) ikut forum topix jadi troller dan hidup senang senang.
Quote:


Kalo ane rasa sih gaji mereka di sana biasa2 aja gan. Coba bandingkan per capita (nominal) : 3900 vs 10200 dengan Indonesia. Emang lebih tinggi, tapi jangan lupa juga kalo Negara dengan penduduk lebih banyak per capita nya cenderung lebih rendah. Coba bandingkan Amerika vs Qatar. Perbandingannya, ane aja yg hanya kuli biasa2 di Indo, sejak pertama kali lulus kuliah punya GDP (gaji+tunjangan+training+fasilitas) jauh di atas malon. Yah gampangnya aja 29 Juta org terkaya di Indo pasti lebih kaya dari rata2 seluruh penduduk Malon yg 29 juta.

Kalo soal apa untungnya, gw yakin Malon bakalan lumayan kesulitan kalo Indonesia maju. Saudara2 kita TKI di sana banyak bgt yg kerja dipalakin, dan mgkn akhirnya beberapa bulan tidak digaji karena illegal. Kalo sampe di Indonesia gaji bisa bersaing, pasti ekonomi mereka lumayan terpengaruh karena hilangnya tenaga kerja murah (bahkan gratis). Belum lagi soal pariwisata di mana Nurdin dkk udah sukses bikin Indonesia identic dengan teroris.

Sayangnya gw gak percaya Malon bisa ngelakukan ini sendirian, pasti ada bantuan dari penghianat2 di Indonesia sendiri termasuk jajaran elite2 di pemerintahan. emoticon-Sorry
Mencurigakan memang..
Buat negara yg katanya hukumannya berat buat yg pake, dagang dadah/narko.
Quote:


politik maksud nya situ ? qo orang kaya ? bukan kaya tapi lebih enaknya disebut sejahtera kalau di negri ini, kalau disebut kaya, ya seperti panglima TNI yang sekarang ini, hehehe
Bisnis narkoba kalo di diamin bandarnya makin kaya dan makin berani. Bisa2 aja mereka nanti mempersenjatai kelompoknya dan melawan aparat2 dengan terbuka. Kalo maalah suap menyuap apalagi tudingan Polisi Malaysia kurang kooperatif, emangnya polisi kita udah kooperatif ya?? kan baru2 ini juga ada berita TNI harus gerebek tempat narkoba karena kepolisian tidak berbuat apa2.. emoticon-Cape d... (S)
Quote:


yang bikin UU memble ? lha Indonesia itu paling ketat kok masalah narkotik, ancamannya sampe hukum mati.
langsung tembak di tempat aja pak bandarnya
Perlu peningkatan kewaspadaan terhadap pelintas batas dari Malaysia.
Quote:


waspada tanpa sarana prasarana yo susah..lengkapi dong alat pendeteksinya..sinergikan dengan instansi lain di dalam negeri dulu..dan apa pula kewajiban polisi malaysia kooperatif dgn org sini..soal perbatasan tuh sama TL lebih gawat..
Mudah2an kedepannya semua pihak bisa lebih konsen n kooperatif untuk masalah ini... g perlu menyalahkan institusi dari negara laen...asal pagar batas halaman udah kokoh g bakalah bisa masuk ntu barang.,..
Quote:

yang bikin undang undang ikutan make juga soalnya emoticon-Big Grin
Quote:


Ya serba salah yg buat undang2 dsini
Hukum berat pengedar/pemakai narkoba...ee yg buat undang2 salah satunya
Hukum mati koruptor...ee yg buat undang2 koruptornya
Gali lubang kuburan sendiri,makanya ga ad yg berani bahas tuh undang2 emoticon-Big Grin
×