alexa-tracking

Main Content

1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5284658ebecb17004800000a/serba-serbi-pengamanan-apec-2013
Serba-Serbi Pengamanan APEC 2013
"Tepukan Berkah" dari Vladimir Putin


SIAPA yang tidak tahu Rusia dan Vladimir Putin, sang presiden? Bagi sebagian orang awam, begitu mendengar kata Rusia dan Putin, yang muncul adalah gambaran tegas, seram, dan ngeri.

Kesan itu pula yang muncul di benak Letnan Kolonel Infanteri Choirul Anam. Pria yang menjadi salah satu Security Officer (SO) pada KTT APEC XXI di Bali, beberapa waktu lalu, mendapat tugas mengawal Putin selama di Bali. Otomatis, sejak menginjakkan kaki di Bandara Ngurah Rai, Bali, Putin selalu dalam pengawalan Choirul.

"Saya mohon maaf kepada Bapak Presiden SBY, karena saya yang pertama mengucapkan selamat ulang tahun langsung kepada Pak Putin," kisahnya saat berbincang di Markas Komando Pasukan Pengamanan Presiden, Jakarta Pusat.

Choirul yang sehari-hari bertugas sebagai anggota Komando Pasukan Khusus (Kopassus) itu mengaku sempat canggung saat harus berhadapan langsung dengan Putin. Namun, kesempatan mengawal Putin saat dalam lift di hotel tempatnya menginap, tak dia sia-siakan. Momen singkat itu dimanfaatkan untuk langsung menjabat tangan Putin.

"Saya bilang, 'Happy birthday Mr President, wish you all the best'. Lalu dia tersenyum dan menepuk-nepuk bahu saya. Semoga tepukan Beliau itu jadi berkah buat saya. Jadi, kesan menyeramkan itu sama sekali tidak ada," tuturnya sambil tertawa lepas.

"Karena bahasa Inggris Pak Putin lancar, saya teruskan ngobrol. Saya bilang, Pak Putin, saya banyak baca soal Bapak dan saya sangat mengagumi Anda, teman-teman saya juga banyak yang kagum sama Bapak. Lalu dia jawab, terima kasih sambil tersenyum," ujar Choirul.

Choirul mengatakan, Putin sangat disiplin mengikuti jadwal yang sudah disusun panitia APEC. Hal itu membuat pengawal pribadinya dari Tim Pengamanan VVIP KTT APEC tidak mengalami kendala berarti. "Dia juga aktif menanyakan jadwal yang harus dia ikuti dan waktu yang sudah ditetapkan, dan Beliau juga memuji kinerja kami tim pengawalnya," sambung Choirul.

Kendala yang cukup terasa justru karena para pengawal Putin yang kurang fasih berbahasa Inggris. "Kita ajak bicara dengan bahasa Inggris, mereka ngomongnya pakai bahasa mereka sendiri. Ya enggak nyambung," ungkapnya.


Mobil Pribadi

Di antara 21 kepala negara anggota APEC yang hadir di Bali, hanya Putin yang tidak menggunakan kendaraan yang disediakan panitia dan Tim Pengamanan VVIP. Mantan Perdana Menteri Rusia itu membawa sendiri kendaraannya.

"Pak Putin itu bawa mobil sendiri lho dari Rusia. Termasuk mobil untuk komunikasi. Tapi kendaraan lain tetap menggunakan dari yang kami sediakan," ucap Choirul.

Sedan Mercedez yang mengangkut Putin pun sempat dilirik oleh Choirul. Namun tim pengamanan Putin melarang siapa pun, bahkan anggota pengamanan VVIP untuk menyentuh kendaraan tersebut.

"Pengawalnya larang saya periksa kendaraan Pak Putin. Ya sudah saya mundur," tutup Choirul sambil tertawa.

http://news.okezone.com/read/2013/11...vladimir-putin

Wartawan Nekat, Benigno Cuma Senyum

TIM Pengamanan VVIP KTT APEC XXI di Bali tak hanya bertugas memastikan keamanan kepala negara yang mereka kawal dari ancaman tindak kekerasan. Jika ada hal-hal yang dianggap bisa mengganggu kelancaran gerak kepala negara saat mengikuti berbagai sesi dalam APEC, tim pengamanan juga harus sigap mengambil langkah.

Seperti pengalaman Komandan Tim Pengamanan Pribadi Presiden Filipina Benigno Aquino, Letnan Satu Pasukan Tunggul Dwi Asmoro. Kala itu, Tunggul mengawal Presiden Benigno menuju lokasi pertemuan. Saat Benigno berjalan bersama Presiden Meksiko Enrique Pena Nieto, Tunggul dan timnya melihat ada gelagat mencurigakan dari salah satu jurnalis yang berada bersama para pewarta lainnya.

Mereka berada di tempat khusus wartawan di sisi kanan Benigno. Sang wartawati itu pun berteriak ke arah Benigno, melontarkan satu pertanyaan. Namun, Benigno sepertinya tak berkenan meladeni wartawan tersebut.

"Pak Presiden Benigno tetap berjalan bersama Presiden Meksiko. Wartawan tadi tetap ngotot berteriak hingga akhirnya diamankan. Saat tim pengamanan membawanya keluar dari lokasi acara pun dia tetap berteriak, petugas sampai kewalahan. Tali jam tangan teman saya yang mengamankan wartawan itu sampai putus," ujar Tunggul di Markas Komando Pasukan Pengamanan Presiden, Jakarta Pusat.

Tunggul yang sehari-hari bertugas menjadi Wakil Komandan Tim Pengamanan Pribadi Ibu Herawati Boediono itu pun sempat panik. Tapi dia tetap berjalan mengawal Benigno hingga masuk ke ruang acara.

"Saat itu Pak Benigno tidak ada komentar, Beliau hanya tersenyum," sambungnya.

Selain insiden kecil tersebut, kata Tunggul, timnya tidak menemukan kesulitan selama mengawal Presiden Benigno dan Ibu Negara Filipina. Baik Benigno maupun Ibu Negara Filipina, sangat tepat waktu dan tertib mengikuti seluruh jadwal kegiatan yang disusun panitia. Tamu negara pun akhirnya pulang dengan kesan memuaskan yang dititipkan kepada para Tim Pengawalan VVIP.

http://news.okezone.com/read/2013/11...no-cuma-senyum

Batal Kawal Obama, hingga Sepatu "Canggih" Secret Service

MENGAWAL tokoh besar, bahkan kepala negara, bukan perkara yang mudah. Banyak hal yang harus disiapkan, baik secara tim maupun pribadi. Pengalaman langka ini pun menjadi kisah menarik yang mungkin tidak bisa dialami semua orang.

Misalnya pada gelaran KTT APEC XXI di Bali. Sebanyak 21 kepala negara hadir, kecuali Presiden Amerika Serikat (AS) Barack Obama. Obama batal hadir lantaran shutdown pemerintahan AS, dan akhirnya dia diwakili tiga menteri.

Perubahan jadwal tersebut pun memengaruhi pengamanan yang disiapkan oleh Tim Gabungan Pengamanan VVIP. Bukan mempermudah kerja tim, justru makin berat karena harus mengawal tiga pejabat yang berperan sebagai kepala negara.

"Awalnya saya tahu Presiden Obama batal datang, saya kecewa. Karena kan Beliau termasuk tamu yang paling ditunggu," ucap Komandan Tim Pengamanan Pribadi Kepala Negara Amerika Serikat (AS) Letnan Satu Infanteri Dody Mulya Harahap, ketika berbincang di Markas Komando Pasukan Pengamanan Presiden, Jakarta Pusat.

Salah satu peristiwa unik yang terjadi di lokasi acara adalah ketika Menteri Luar Negeri AS John Kerry tengah menghadiri salah satu sesi acara. Kerry pun mengenakan leaders pin yang diberikan kepada masing-masing kepala negara, termasuk AS yang diwakili tiga menteri. Namun karena hanya ada satu pin bagi AS, maka dua menteri lain tidak bisa menghadiri acara dalam waktu yang bersamaan.

"Pak Menteri Perdagangan AS Michael Froman saat itu hendak hadir dalam sesi lain pada waktu yang bersamaan ketika Pak Kerry masih mengikuti sesi di ruangan lain. Otomatis pihak kemanan tidak mengizinkan saya dan rombongan Pak Froman masuk ke lokasi acara, karena Beliau tidak mengenakan leaders pin. Akhirnya saya harus koordinasi lagi dan jalan kaki dengan jarak yang cukup jauh. Saat itu ada petugas keamanan yang mengendarai boogie car, langsung saya minta tolong pinjam supaya saya bisa cepat koordinasi," tutur Dody.

Akhirnya setelah koordinasi dengan tim keamanan gabungan, Dody berhasil membawa Froman masuk ke lokasi acara. Lalu sebelum masuk ruangan, Froman dan Kerry sempat bertemu di lokasi yang sudah disiapkan untuk serah terima pin.


"Naksir" Sepatu Secret Service

Pasukan Secret Service (SS) milik Negara Paman Sam adalah salah satu pasukan yang disegani di dunia. Banyak hal yang membuat SS lebih unggul dari pasukan-pasukan di negara lain. Dari segi persenjataan hingga teknologi yang digunakan, SS bisa dibilang canggih.

Tak hanya itu. Bahkan, sepatu yang digunakan para pasukan loreng coklat itu cukup menarik perhatian. "Sepatu mereka itu sama sekali tidak menimbulkan suara ketika kaki mengentak. Bukan tanpa maksud, tapi supaya SS tetap bisa berada di dekat kepala negara yang mereka kawal. Apalagi kan kalau kepala negaranya lagi berbincang dengan kepala negara lain. Jadi kalau mereka jalan pun tidak mengganggu. Kalau sepatu lain kan biasanya menimbulkan suara," kata Dody sambil menirukan entakan sepatu yang dikenakannya.

Dody pun berharap kelengkapan yang dikenakan para anggota SS perlahan bisa diadaptasi oleh pasukan VVIP di Indonesia. Bukan demi sekadar penampilan, tapi lebih untuk menunjang tugas dan pekerjaan.

http://news.okezone.com/read/2013/11...secret-service

Kawal PM Singapura dan Nota Diplomatik

MESKI semua kegiatan pengawalan kepala negara anggota KTT APEC XXI di Bali berjalan normal sejak awal, tak berarti kendala tidak bisa muncul di akhir masa pengawalan. Hal itu dialami oleh Tim Pengamanan VVIP Perdana Menteri Singapura Lee Hsien Loong. Tim pengamanan sempat dibuat pusing saat Lee Hsien Loong akan meniggalkan Indonesia melalui Bandara Ngurah Rai.

Komandan Tim Pengamanan PM Singapura Kapten Kavaleri Agung Prawito mengisahkan, saat akan pulang ke Singapura, Lee Hsien Loong terburu-buru meninggalkan hotel. Bahkan, saat itu mobil yang akan mengantarnya ke bandara pun belum siap di lobi hotel.

"Pak PM pun berlari ke mobil yang masih ada di area parkir," ujar Agung kala berbincang di Markas Komando Pasukan Pengamanan Presiden, Jakarta Pusat.

Meski tak sesuai rencana, Agung dan timnya langsung dengan sigap mengawal Lee Hsien Loong ke bandara. Saat masuk tol, tiba-tiba rangkaian Presiden Vietnam Truong Tan Sang melaju di belakang iring-iringan kendaraan Lee Hsien Loong. Agung pun berinisiatif memberikan arahan kepada sopir Lee Hsien Loong agar mengurangi kecepatan dan mengambil posisi di lajur paling kiri. "Karena memang kita tidak boleh berhenti," jelas Agung.

Tim pengamanan Lee Hsien Loong pun mengontak tim pengamanan Truong Tan Sang agar mendahului. Namun di tengah kepanikan tersebut, tiba-tiba pengawal Lee Hsien Loong protes karena kecepatan kendaraan makin lambat.

"Saya bilang, seharusnya kita ada di belakang Vietnam. Maka biar Vietnam mendahului kita karena jadwal penerbangan pun Vietnam yang duluan," kata Agung.

Mendengar jawaban tersebut, pengawal Lee Hsien Loong murka. "Dia langsung bilang, 'Kalau kamu mendahulukan kepentingan Vietnam, itu namanya kamu menghina negara kami dan kami akan mengirimkan nota diplomatik. Dengar ancaman nota diplomatik, saya takut sekali karena enggak mengerti," kisah Agung.

Agung yang panik mendengar ancaman itu, langsung meminta sopir melaju dan membiarkan iring-iringan Truong Tan Sang tertinggal. "Mereka bingung karena sempat saya suruh mendahului tapi kami malah ngebut.

Tapi yang penting sampai dulu, baru semua akan saya jelaskan ke tim. Setelah sampai, pengawal Lee Hsien Loong langsung berterima kasih kepada saya," kata Agung.

"Akhirnya tetap juga Vietnam yang terbang duluan. Hanya beda beberapa menit," tutup Agung.

http://news.okezone.com/read/2013/11...ota-diplomatik

PM Harper dan Bocah Portugis di Lobi Hotel

PERDANA Menteri Kanada Stephen Harper adalah salah satu tamu negara pada gelaran KTT APEC XXI di Bali. Pria berambut perak itu menyisakan sejumlah kesan di mata para pengawal pribadinya yang tergabung dalam Tim Pengamanan VVIP.

Saat pertama mengawal Harper, Kapten CPM Yudha Pratama yang merupakan Komandan Tim Pengamanan Pribadi Harper, sudah mendapat informasi bahwa Harper tak terlalu suka protokoler yang ketat.

Mengetahui hal itu, Yudha pun berupaya menerjemahkannya pada pengamanan yang tetap ketat meski fleksibel.

"Pak Perdana Menteri itu katanya sering meninggalkan acara makan malam. Tapi waktu itu, kami terlambat mendapat kepastian apakah Pak Perdana Menteri akan kembali duluan ke hotel atau tetap di lokasi sampai acara jamuan makan malam selesai?" kata Yudha saat berbincang di Markas Komando Pasukan Pengamanan Presiden, Jakarta Pusat.

Yudha mengaku terus mengontak pengawal pribadi Harper, namun tak kunjung ada kepastian. Hingga akhirnya sang Perdana Menteri beranjak dari kursi dan para pengawal pribadinya pun sibuk.

Setelah mendapat aba-aba, Yudha pun langsung sigap berupaya mengawal Harper menuju mobil. Tapi sayang, mobil yang akan ditumpangi Harper masih ada di antrean keempat.

Harper pun diminta menunggu di lobi hingga mobilnya bisa maju. Pastinya harus menunggu tiga mobil di depannya berlalu membawa para kepala negara lainnya kembali ke hotel.

"Tapi Beliau tidak mau. Akhirnya dia bilang, 'Kalau begitu saya yang jalan ke mobil'," ujarnya.

Akhirnya kami jalan ke mobil yang jaraknya lumayan jauh. Yudha pun berkoordinasi dengan tim pengamanan dan mobil yang ditumpangi Harper meluncur lebih dulu.

"Pengawalnya sempat tanya, 'Apa tidak masalah dengan komandan Anda?' Saya jawab, ‘Tidak apa-apa sejauh masih dikoordinasikan dengan baik dan tidak melanggar’," tuturnya.

Foto Bareng

Di hotel tempat Harper menginap, ada juga turis asing yang beristirahat di sana. Meski demikian, ruang gerak Harper tak kemudian menjadi terbatas karena adanya warga sipil di sekitarnya.

"Ada anak kecil, sepertinya kebangsaan Portugis, yang menginap di sana. Ibunya ingin agar anaknya bisa berfoto dengan Pak Harper. Dia tanya, pukul berapa Pak Harper turun dari kamarnya? Saya bilang, ‘Tentu boleh’," kisah Yudha.

Keinginan sang ibu itu pun disampaikan Yudha kepada pengawal pribadi Harper. Singkat cerita, Harper turun dari kamarnya ke lobi. Setelah diberi tahu, Harper lalu bertanya di mana anak itu.

"Setelah kami tunjukkan, Pak Harper langsung berjalan menghampiri ibu tadi dan anaknya. Akhirnya mereka sempat berbincang sejenak dan berfoto bersama. Pak Harper memang katanya senang dengan anak-anak," kenang Yudha yang sehari-hari bertugas sebagai Komandan Tim Pampri Paspampres Grup B itu.

http://news.okezone.com/read/2013/11...-di-lobi-hotel
cerita tentang prajurit Kenyot10 yang mengawal Ibu Ani Yudhoyono mana? emoticon-Betty emoticon-Betty
urusan pm singapura sama vietnam bisa sampe segitunya padahal gak mengurangi apapun kecuali gengsi
Quote:Original Posted By kenyot10


"Saya bilang, seharusnya kita ada di belakang Vietnam. Maka biar Vietnam mendahului kita karena jadwal penerbangan pun Vietnam yang duluan," kata Agung.

Mendengar jawaban tersebut, pengawal Lee Hsien Loong murka. "Dia langsung bilang, 'Kalau kamu mendahulukan kepentingan Vietnam, itu namanya kamu menghina negara kami dan kami akan mengirimkan nota diplomatik. Dengar ancaman nota diplomatik, saya takut sekali karena enggak mengerti," kisah Agung.

Agung yang panik mendengar ancaman itu, langsung meminta sopir melaju dan membiarkan iring-iringan Truong Tan Sang tertinggal. "Mereka bingung karena sempat saya suruh mendahului tapi kami malah ngebut.

Tapi yang penting sampai dulu, baru semua akan saya jelaskan ke tim. Setelah sampai, pengawal Lee Hsien Loong langsung berterima kasih kepada saya," kata Agung.

"Akhirnya tetap juga Vietnam yang terbang duluan. Hanya beda beberapa menit," tutup Agung.

begh..kok kesannya arogan banget yah?? emoticon-Nohope
respon paspampressnya kurang cool ah....kenapa nggak ngotot sekalian, kalau itu emang peraturannya
lagian yang terbang juga akhirnya vietnam duluan
Quote:Original Posted By alexander hagal

begh..kok kesannya arogan banget yah?? emoticon-Nohope
respon paspampressnya kurang cool ah....kenapa nggak ngotot sekalian, kalau itu emang peraturannya
lagian yang terbang juga akhirnya vietnam duluan

lha.. kan udah dibilang kalo doi gak ngerti urusan diplomatik, emoticon-Big Grin
tapi emang iya sih... negara seuprit gitu arogansinya emang bener2 dah... emoticon-Cape d... (S)
Quote:Original Posted By silanceng

lha.. kan udah dibilang kalo doi gak ngerti urusan diplomatik, emoticon-Big Grin
tapi emang iya sih... negara seuprit gitu arogansinya emang bener2 dah... emoticon-Cape d... (S)


biarin aja nanti kalau itu negara kena badai kayak pilipin baru ngerasa
Quote:Original Posted By alexander hagal

begh..kok kesannya arogan banget yah?? emoticon-Nohope
respon paspampressnya kurang cool ah....kenapa nggak ngotot sekalian, kalau itu emang peraturannya
lagian yang terbang juga akhirnya vietnam duluan


ini bikin maluu aja tentara takut ancaman nota diplomatik..kelakuan songong si red dot harusnya yg protess..
Cool banget PM Kanada emoticon-Matabelo
Nyot...pangkat yang ngawal sesuai sama negaranya..ya negara besar sama letkol..negara kecil cm sama letnan aja ya..emoticon-Big Grin
Quote:Original Posted By madokafc
Cool banget PM Kanada emoticon-Matabelo


bagian dari kultur kanada sepertinya mado, sangat laid back, different than most of caucasian emoticon-Stick Out Tongue
Quote:Original Posted By mawasorangutan


bagian dari kultur kanada sepertinya mado, sangat laid back, different than most of caucasian emoticon-Stick Out Tongue


Beda banget ama kelakuan PM Singapore, padahal sich kalau soal kekayaan dalam bidang ekonomi dan mana yang lebih berpengaruh Kanada punya daya tawar yang jauh lebih baik ketimbang Si "Little Red Dot"

Tapi memang sich kelihatannya orang-orang Kanada itu sangat santai dan bukan tipe-tipe Workaholic kek tetangga selatannya itu emoticon-Big Grin Coba Kakao-an ama si Gegep ach ................. emoticon-Ngacir
yg menarik waktu east asean summit 2011 di bali, pengawal PM cambodia cekakak cekikik sama paspampres kayak teman lama...
Wahh klo Obama datang pasti ini ikut juga emoticon-Big Grin
Serba-Serbi Pengamanan APEC 2013

Serba-Serbi Pengamanan APEC 2013

Serba-Serbi Pengamanan APEC 2013
^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^

peternak kodok ya om??

emoticon-Ngacir

Piaraan/ temen bang HH Sam emoticon-Embarrassment
Quote:Original Posted By nylekamin
^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^

peternak kodok ya om??

emoticon-Ngacir



ada juga dorong dorongan paspampres dgn pengawal PM Jepang, cukup panas...tapi orang kita tahan diriemoticon-Smilie

ada juga "turis" taiwan ditangkap karena curi laptop di counter imigrasi Rai. Rupanya si turis berkepentingan dengan daftar VIP...anda bisa tebak negara mana.