alexa-tracking

[Belajar Sejarah] Kekaisaran Rowami Timur - Bizantium

Main Content

1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5282df26108b460a54000007/belajar-sejarah-kekaisaran-rowami-timur---bizantium
Smile 
[Belajar Sejarah] Kekaisaran Rowami Timur - Bizantium
agan2 pernah main game ini emoticon-Big Grin

[Belajar Sejarah] Kekaisaran Rowami Timur - Bizantium

yupp,,,game strategi perang AOE emoticon-Big Grin
game ini menceritakan kisah perang dari berbagai bangsa (civilization) yang berbeda era/jamannya..
Nah, salah satu bangsa (kekaisaran) yang ada dalam game AOE adalah Byzatine Empire (Kekaisaran Byzantium) emoticon-Cool

Ane iseng2 nyari sejarahnya dan ingin share aja nih ke agan2 semua emoticon-Malu (S)

CEKIDOOTT

Quote: [Belajar Sejarah] Kekaisaran Rowami Timur - Bizantium

Byzatine Empire


Kekaisaran Romawi Timur adalah istilah yang digunakan oleh sejarawan modern untuk menyebut bagian Kekaisaran Romawi yang didominasi penutur bahasa Yunani dan berpusat di Konstantinopel pada masa Antikuitas Akhir dan Abad Pertengahan dari negaranya yang lebih awal pada masa Klasik. Negara ini disebut juga Kekaisaran Bizantium terutama dalam konteks Abad Pertengahan, sementara Romawi Timur biasanya digunakan dalam konteks terkait masa ketika Romawi masih dikelola dengan pusat politik timur dan barat yang terpisah. Penduduk dan negara-negara tetangganya menyebut kekaisaran ini sebagai Kekaisaran Romawi (bahasa Yunani: Βασιλεία Ῥωμαίων, Basileia Rhōmaiōn, bahasa Latin: Imperium Romanum) atau Romania (Ῥωμανία). Setelah Kekaisaran Romawi Barat mengalami perpecahan dan keruntuhan pada abad ke-5, bagian timurnya masih terus berkembang, bertahan hingga kira-kira seribu tahun lagi sampai akhirnya ditaklukan oleh Turk Utsmaniyah pada 1453. Selama sebagian besar masa keberadaannya, negara ini merupakan kekuatan ekonomi, budaya, dan militer yang paling berpengaruh di Eropa.

[Belajar Sejarah] Kekaisaran Rowami Timur - Bizantium

Karena pembedaan antara "Romawi" dan "Bizantium" baru ada pada masa modern, sulit menetapkan tanggal pasti untuk peralihannya. Akan tetapi, ada beberapa peristiwa penting sejak abad ke-4 hingga ke-6 yang menandai periode peralihan ketika bagian barat dan timur Kekaisaran Romawi mengalami pemisahan. Pada tahun 285, Kaisar Diocletianus (berkuasa. 284–305) membagi pemerintahan Kekaisaran Romawi menjadi paruh timur dan barat. Antara tahun 324 dan 330, Kaisar Constantinus I (berkuasa 306–337) memindahkan ibukota utama dari Roma ke Bizantium, di sisi Eropa dari Bosporus. Bizantium diganti namanya diganti Konstantinopel ("Kota Konstantinus") atau disebut juga Nova Roma ("Roma Baru"). Di bawah kaisar Theodosius II (berkuasa 379-395), Kristen menjadi agama negara resmi kekaisaran sedangkan agama lainnya seperti politeisme Romawi dilarang. Periode akhir peralihan dimulai pada akhir pemerintahan Kaisar Heraclius (berkuasa 610–641) ketika dia sepenuhnya mengubah kekaisaran dengan mereformasi pasukan dan pemerintahan dengan memperkenalkan sistem theme dan mengganti bahasa resmi kekaisaran dari bahasa Latin menjadi bahasa Yunani.
Peralihan ini juga dipermudah oleh fakta bahwa pada masa Heraclius dan para penerus terdekatnya, banyak wilayah non-Yunani di Timur Tengah dan Afrika Utara yang telah direbut oleh Kekhalifahan Arab yang sedang berkembang, dan Kekaisaran Bizantium hanya meliputi wilayah yang sebagian besar dihuni oleh penutur bahasa Yunani. Maka dari itu pada masa kini Bizantium dibedakan dari peradaban Romawi kuno berdasarkan kebudayaannya yang lebih mengarah pada kebudayaan Yunani alih-alih Latin, dan ditandai oleh Kristen Ortodoks sebagai agama negara setelah tahun 380, dan bukannya politeisme Romawi ataupun Katolik, serta lebih banyak ditinggali oleh penutur bahasa Yunani alih-alih penutur bahasa Latin.

[Belajar Sejarah] Kekaisaran Rowami Timur - Bizantium

Negeri ini pernah menjadi negara terkuat di Eropa, meskipun terus mengalami kemunduran, terutama pada masa Peperangan Romawi-Persia dan Romawi Timur-Arab. Kekaisaran ini direstorasi pada masa Dinasti Makedonia, bangkit sebagai kekuatan besar di Mediterania Timur pada akhir abad ke-10, dan mampu menyaingi Kekhalifahan Fatimiyah. Setelah tahun 1071, sebagian besar Asia Kecil direbut oleh Turki Seljuk. Restorasi Komnenos berhasil memperkuat dominasi pada abad ke-12, tetapi setelah kematian Andronikos I Komnenos dan berakhirnya Dinasti Komnenos pada akhir abad ke-12, kekaisaran kembali mengalami kemunduran. Romawi Timur semakin terguncang pada masa Perang Salib Keempat tahun 1204, ketika kekaisaran ini dibubarkan secara paksa dan dipisah menjadi kerajaan-kerajaan Yunani dan Latin Bizantium yang saling berseteru.
Kekaisaran berhasil didirikan kembali di bawah pimpinan kaisar-kaisar Palaiologos setelah pasukan Yunani Bizantium dari Nikaia berhasil merebut kembali Konstantinopel pada 1261. Akan tetapi perang saudara pada abad ke-14, ditambah dengan direbutnya perdagangan oleh republik-republik bahari Italia, terus melemahkan kekuatan kekaisaran. Sisa wilayahnya dicaplok oleh Kesultanan Utsmaniyah dalam Peperangan Romawi Timur-Utsmaniyah. Akhirnya, Konstantinopel berhasil direbut oleh Utsmaniyah pada tanggal 29 Mei 1453, menandai berakhirnya Kekaisaran Romawi Timur, meskipun beberapa monarki Yunani tetap menguasai sejumlah wilayah bekas milik Kekaisaran Bizantium selama beberapa tahun, hingga takluknya Mystras pada 1460, Trebizond pada 1461, dan Monemvasia pada 1473.


Quote: JATI DIRI BIZANTIUM

[Belajar Sejarah] Kekaisaran Rowami Timur - Bizantium

"Kekaisaran Romawi Timur bisa didefinisikan sebagai kekaisaran multi-etnis yang muncul sebagai kekaisaran Kristen, yang kemudian segera terdiri dari kekaisaran Timur yang sudah di-Helenisasi dan mengakhiri sejarah ribuan tahunnya, pada 1453, sebagai Negara Ortodoks Yunani: Sebuah kerajaan yang menjadi negara, hampir dengan arti modern kata tersebut".
Dalam abad-abad setelah penjajahan Arab dan Langobardi pada abad ke-7, sifat multi-etnisnya (meski bukan multi-bangsa) tetap ada meskipun bagian-bagiannya, Balkan dan Asia Kecil, mempunyai populasi Yunani yang besar. Etnis minoritas dan komunitas besar beragama lain (misalnya bangsa Armenia) tinggal dekat perbatasan. Rakyat Romawi Timur menganggap diri mereka adalah seorang Ρωμαίοι (Rhomaioi - Romawi) yang telah menjadi sinonim bagi seorang Έλλην (Hellene - Yunani), dan secara giat mengembangkan kesadaran diri sebagai negara, sebagai penduduk Ρωμανία (Romania, yang merupakan panggilan bagi Negara Romawi Timur dan dunianya). Hal ini secara jelas tampil dalam karya sastra pada periode tersebut, terutamanya dalam wiracarita seperti Digenes Akrites.
Peleburan resmi negara Romawi Timur pada abad ke-15 tidak secara langsung menghancurkan masyarakat Romawi Timur. Pada masa pendudukan Turki, orang-orang Yunani terus memanggil diri mereka sebagai Ρωμαίοι (bangsa Romawi) dan Έλληνες (bangsa Yunani), sebuah ciri-ciri yang tetap ada hingga awal abad ke-21 dan masih ada di Yunani modern kini, meski “Romawi” telah menjadi nama “rakyat” daripada sinonim bangsa seperti zaman dulu.


Quote: SEJARAH

[Belajar Sejarah] Kekaisaran Rowami Timur - Bizantium

Sejarah Awal Kekaisaran Romawi
Pasukan Romawi ketika itu telah berhasil menguasai daerah luas yang melingkupi seluruh wilayah Mediterania dan sebagian besar Eropa Timur. Wilayah-wilayah ini terdiri dari berbagai kelompok budaya, baik yang masih primitif maupun yang telah memiliki peradaban maju. Secara umum, provinsi-provinsi di wilayah Mediterania timur lebih makmur dan maju karena telah mengalami perkembangan pesat pada masa Kekaisaran Makedonia serta telah mengalami proses hellenisasi. Sementara itu, provinsi di wilayah Barat kebanyakan hanya berupa pedesaan yang tertinggal. Perbedaan antara kedua wilayah ini bertahan lama dan menjadi penting pada tahun-tahun berikutnya.

Pemisahan Kekaisaran Romawi
Pada tahun 293, Diokletianus menciptakan sistem administratif yang baru (tetrarki) sebagai institusi yang dimaksudkan untuk mengefisienkan kontrol Kekaisaran Romawi yang luas. Ia membagi Kekaisaran menjadi dua bagian, dengan dua kaisar memerintah dari Italia dan Yunani, masing-masing memiliki wakil-kaisar. Setelah masa kekuasaan Diokletianus dan Maximianus berakhir, tetrarki runtuh, dan Konstantinus I menggantinya dengan prinsip penggantian turun temurun.

[Belajar Sejarah] Kekaisaran Rowami Timur - Bizantium

Resentralisasi
Konstantinus memindahkan pusat kekaisaran, dan membawa perubahan-perubahan penting pada konstitusi sipil dan religius. Pada tahun 330, ia mendirikan Konstantinopel sebagai Roma kedua di Byzantium. Posisi kota tersebut strategis dalam perdagangan antara Timur dan Barat. Sang kaisar memperkenalkan koin (solidus emas) yang bernilai tinggi dan stabil, serta dan mengubah struktur angkatan bersenjata. Di bawah Konstantinus, kekuatan militer kekaisaran kembali pulih. Periode kestabilan dan kesejahteraan pun dapat dinikmati.
Di bawah Konstantinus, Kekristenan tidak menjadi agama eksklusif negara, tetapi didukung oleh kekaisaran, apalagi sang kaisar mendukungnya dengan hak-hak yang berlimpah. Sang kaisar memperkenalkan prinsip bahwa kaisar tidak perlu menyelesaikan pertanyaan doktrin, tetapi perlu memanggil dewan-dewan kegerejaan untuk tujuan itu. Sinode Arles dihimpunkan oleh Konstantinus, dan Konsili Nicea Pertama memamerkan klaimnya untuk menjadi kepala gereja.
Keadaan kekaisaran tahun 395 dapat dikatakan sebagai hasil kerja Konstantinus. Prinsip dinasti diterapkan dengan tegas sehingga kaisar yang meninggal pada masa itu, Theodosius I, dapat mewariskan kekaisaran pada anak-anaknya: Arcadius di Barat dan Honorius di Timur. Theodosius merupakan kaisar terakhir yang menguasai seluruh Romawi Barat dan Timur.
Kekaisaran Timur terhindar dari kesulitan-kesulitan yang dihadapi oleh Barat pada abad ketiga dan keempat, karena Timur memiliki budaya urban yang lebih mapan dan sumber daya finansial yang lebih kuat, sehingga mampu menghentikan penyerang dengan upeti dan menyewa tentara-tentara bayaran. Theodosius II memperkuat tembok Konstantinopel, sehingga kota tersebut aman dari serangan-serangan; tembok tersebut tidak dapat ditembus hingga tahun 1204. Untuk mengusir orang-orang Hun yang berada di bawah pimpinan Attila, Theodosius memberi mereka subsidi (konon 300 kg (700 lb) emas).[30] Ia juga mendukung pedagang Konstantinopel yang berdagang dengan orang Hun dan bangsa lainnya. Peningkatan ekonomi Bizantium memungkinkan Theodosius untuk melakukan kodifikasi hukum Romawi.
Penerusnya, Marcianus, menolak melanjutkan membayar upeti ini. Beruntungnya, Attila telah mengalihkan perhatiannya pada Kekaisaran Romawi Barat. Setelah kematiannya tahun 453, negeri Attila runtuh dan Konstantinopel membuka hubungan yang menguntungkan dengan orang-orang Hun yang tersisa. Mereka akhirnya bertempur sebagai tentara bayaran dalam angkatan bersenjata Romawi Timur.

Keruntuhan Kekaisaran Romawi Barat

[Belajar Sejarah] Kekaisaran Rowami Timur - Bizantium

Setelah jatuhnya Attila, perdamaian dapat dinikmati di Romawi Timur, sementara Romawi Barat runtuh (keruntuhannya tercatat pada tahun 476, ketika jenderal Romawi Jermanik Odoacer menjatuhkan kaisar Romulus Augustulus).
Untuk merebut kembali Italia, kaisar Zeno hanya bisa bernegosiasi dengan Ostrogoth yang telah menetap di Moesia. Ia mengirim raja Ostrogoth Theodoric ke Italia sebagai magister militum per Italiam ("kepala komando untuk Italia"). Setelah berhasil menjatuhkan Odoacer pada tahun 493, Theodoric menguasai Italia.
Pada tahun 491, Anastasius I menjadi kaisar, tapi baru pada 497 pasukan kaisar yang baru secara efektif memperhitungkan perlawanan Isauria. Anastasius adalah seorang reformis energetik dan administrator yang cakap. Anastasius menyempurnakan sistem koin Konstantinus I dengan mengatur bobot follis perunggu, koin yang banyak digunakan dalam kehidupan sehari-hari. Ia juga mengubah sistem perpajakan, serta menghapuskan pajak chrysargyron yang tidak disukai. Ketika Anastasius meninggal dunia pada tahun 518, jumlah kas negara tercatat sebesar 320.000 lbs (145.150 kg) emas.


Penaklukan Kembali Romawi Barat

Yustinianus I, yang naik takhta pada tahun 527, melancarkan penaklukan kembali Romawi Barat. Pada tahun 532, putra petani Illyria itu menandatangani perjanjian damai dengan Khosrau I dari Persia. Meskipun harus membayar upeti tahunan yang besar, front timur Bizantium menjadi aman. Pada tahun yang sama, Yustinianus selamat dari kerusuhan Nika di Konstantinopel, yang berakhir dengan kematian tiga puluh ribu perusuh. Kemenangan ini memperkuat posisi Yustinianus. Paus Agapetus I dikirim ke Konstantinopel oleh raja Ostrogoth Theodahad, tetapi gagal mencapai kesepakatan perdamaian dengan Yustinianus. Akan tetapi, ia berhasil membuat monofisitisme dicela.
Penaklukan kembali Romawi Barat dimulai pada tahun 533. Yustinianus mengirim jenderalnya Belisarius dan 15.000 tentara untuk merebut kembali provinsi Afrika dari suku Vandal yang telah berkuasa semenjak tahun 429. Kerajaan Vandal berhasil ditundukkan. Sementara itu, di Italia Ostrogoth, raja Athalaric meninggal pada 2 Oktober 534. Ibunya, Amalasuntha, dipenjarakan dan dibunuh oleh Theodahad di pulau Martana. Yustinianus melihatnya sebagai kesempatan untuk melakukan intervensi. Pada tahun 535, tentara Romawi Timur dikirim ke Sisilia. Kemenangan berhasil digapai, tetapi Ostrogoth memperkuat perlawanan mereka. Kemenangan baru benar-benar dicapai pada tahun 540, ketika Belisarius merebut Ravenna.
Pada 535–536, Theodahad mengirim Paus Agapetus I ke Konstantinopel untuk meminta dipindahkannya pasukan Bizantium dari Sisilia, Dalmatia, dan Italia. Meskipun Agapetus gagal dalam misinya untuk menyepakati perjanjian damai dengan Justinianus, tapi ia berhasil mendorong Patriark Anthimus I dari Konstantinopel yang Monofisit untuk mundur, meskipun didukung dan dilindungi oleh kaisar Theodora.
Sayangnya, Ostrogoth berhasil disatukan kembali di bawah pimpinan Totila dan merebut Roma pada 17 Desember 546. Belisarius ditarik oleh Yustinianus pada awal tahun 549. Kasim Narses menggantikannya pada akhir tahun 551 dengan membawa tentara sejumlah 35.000. Totila berhasil dikalahkan dan tewas dalam Pertempuran Busta Gallorum. Penerusnya, Teia, berhasil ditaklukan dalam Pertempuran Mons Lactarius (Oktober 552). Selanjutnya, suku Goth masih terus melawan. Suku Franka dan Alamanni pun melancarkan invasi mereka. Meskipun begitu, perang untuk menguasai semenanjung Italia telah berakhir dengan kemenangan Romawi Timur.

[Belajar Sejarah] Kekaisaran Rowami Timur - Bizantium

Pada tahun 551, bangsawan Visigoth di Hispania, Athanagild, memohon bantuan Yustinianus dalam pemberontakan melawan raja. Sang kaisar mengirim tentara di bawah pimpinan Liberius. Kekaisaran Romawi Timur berhasil menguasai sepotong wilayah di pantai Spania hingga masa kekuasaan Heraklius.
Sementara itu, di timur, Peperangan Romawi-Persia berkecamuk hingga tahun 561, ketika Yustinianus dan Khosrau menyetujui perdamaian selama 50 tahun. Pada pertengahan tahun 550, Yustinianus telah mencapai kemenangan dalam semua peperangan, dengan pengecualian di Balkan, ketika kekaisaran terus menerus diserang oleh bangsa Slavia. Pada tahun 559, kekaisaran diancam oleh Kutrigur dan Sklavinoi. Yustinianus memanggil Belisarius, dan begitu bahaya telah sirna, sang kaisar mengambil alih kekuasaan sendiri. Berita bahwa Yustinianus memperkuat armada Donaunya membuat Kutrigur cemas, sehingga mereka setuju dengan traktat yang memberi mereka subsidi dan memperbolehkan mereka pulang dengan aman melewati sungai Donau.
Selama abad ke-6, budaya Yunani-Romawi masih berpengaruh kuat di Timur. Filsafat dan budaya Kristen menjadi semakin penting dan mulai mendominasi budaya lama. Himne-himne yang Romanus Melodus menandai pengembangan Liturgi Suci. Aristek-arsitek dan pembangun bekerja keras untuk menyelesaikan gereja baru Kebijaksanaan Suci, Hagia Sophia yang menggantikan gereja lama yang hancur akibat kerusuhan Nika. Selama abad keenam dan ketujuh, kekaisaran diguncang oleh wabah pes, yang membinasakan banyak jiwa, serta mengakibatkan kemunduran ekonomi dan pelemahan kekaisaran.
Setelah Yustinianus mangkat pada tahun 565, penggantinya, Yustinus II, menolak membayar upeti untuk Persia. Sementara itu, suku Langobardi menyerbu Italia. Pengganti Yustinus, Tiberius II, memberi subsidi kepada suku Avar, sementara melancarkan serangan terhadap Persia. Subsidi gagal menenangkan suku Avar. Mereka merebut benteng Sirmium tahun 582, sementara bangsa Slavia mulai menyeberangi sungai Donau. Maurice, yang menggantikan Tiberius, turut campur dalam perang saudara Persia, serta menempatkan Khosrau II kembali ke takhta dan menikahkan putrinya dengannya. Traktat Maurice dengan ipar barunya membawa status quo baru di timur, dan mengurangi biaya pertahanan selama perdamaian ini (jutaan solidi berhasil diselamatkan berkat remisi upeti untuk Persia). Setelah kemenangannya di front timur, Maurice dapat mengalihkan perhatiannya ke Balkan, dan pada tahun 602, ia berhasil mengusir suku Avar dan Slavia.

Menyusutnya Perbatasan

[Belajar Sejarah] Kekaisaran Rowami Timur - Bizantium

Dinasti Heraklius
Setelah Maurice dibunuh oleh Phocas, Khosrau mencoba menaklukan provinsi Mesopotamia Romawi. Phocas, seorang pemimpin tak populer yang dideskripsikan sebagai "tiran" dalam sumber-sumber Romawi Timur, merupakan target konspirasi-konspirasi senat. Ia dijatuhkan pada tahun 610 oleh Heraklius. Setelah Heraklius berkuasa, tentara Persia terus mendesak hingga memasuki Asia Kecil. Mereka menduduki Damaskus dan Yerusalem, serta memindahkan Salib Sejati ke Ctesiphon. Heraklius melancarkan serangan balasan dengan ciri perang suci. Tentara Romawi Timur berperang dengan membawa citra acheiropoietos Kristus sebagai panji militer (serupa dengan ini, ketika Konstantinopel selamat dari kepungan Avar pada 626, kemenangan itu dianggap sebagai anugerah dari ikon Perawan yang diarak dalam prosesi oleh Patriark Sergius di dekat dinding kota.). Tentara Persia berhasil dihancurkan dalam pertempuran di Ninewe tahun 627. Pada tahun 629, Heraklius mengembalikan Salib Sejati ke Yerusalem dalam upacara yang penuh keagungan. Perang ini melemahkan Romawi Timur dan Sassaniyah Persia, serta membuat keduanya rentan terhadap serangan Muslim Arab yang sedang bangkit pada masa itu. Tentara Arab berhasil menghancurkan tentara Romawi Timur dalam Pertempuran Yarmuk tahun 636, dan Ctesiphon jatuh pada tahun 634.


lanjutannya di post 7 yaa emoticon-Request emoticon-Request
perang jaman dulu sangat mementingkan skill yah emoticon-Big Grin emoticon-army emoticon-army




[Belajar Sejarah] Kekaisaran Rowami Timur - Bizantium[Belajar Sejarah] Kekaisaran Rowami Timur - Bizantium[Belajar Sejarah] Kekaisaran Rowami Timur - Bizantium
haiii, add me gan
berasa maen age of empire emoticon-Ngakak
nice gan! itulah kenapa ane kagum banget sama kekaisaran romawi, emoticon-Matabelo ga akan bosen mah klo bahas ttg romawi.
game nya yang itu kan gn ane donglot dulu ah gamenya
Lanjutannya nih gan emoticon-Big Grin

Quote: [Belajar Sejarah] Kekaisaran Rowami Timur - Bizantium

Tentara Arab, yang telah menaklukan Suriah dan Levant, terus menerus menyerang Anatolia, dan antara tahun 674 hingga 678 mengepung Konstantinopel. Armada Arab berhasil diusir dengan menggunakan api Yunani dan gencatan senjata selama tiga puluh tahun disetujui antara kekaisaran dengan Kekhalifahan Umayyah. Serangan terhadap Anatolia terus berlanjut dan mempercepat matinya budaya urban klasik. Penduduk-penduduk banyak yang membentengi kembali wilayah-wilayah yang lebih kecil dalam benteng kota lama, atau pindah ke benteng-benteng terdekat. Besar Konstantinopel sendiri juga menyusut, dari 500.000 penduduk menjadi hanya 40.000-70.000 saja, yang disebabkan karena Konstantinopel kehilangan sumber gandum pada tahun 618 ketika Mesir direbut oleh Persia (provinsi ini dapat direbut kembali tahun 629, tetapi akhirnya dikuasai oleh Arab pada tahun 642).
Penarikan tentara di Balkan untuk bertempur melawan Persia dan Arab di timur telah membuka pintu bagi perluasan wilayah bangsa Slavia. Akibatnya, seperti di Anatolia, banyak kota menyusut menjadi permukiman terbenteng yang kecil. Pada tahun 670-an, bangsa Bulgaria didesak ke selatan sungai Donau oleh bangsa Khazar. Tentara Romawi Timur yang dikirim untuk membubarkan permukiman-permukiman baru ini dikalahkan pada tahun 680. Konstantinus IV lalu menandatangani perjanjian dengan khan Bulgaria Asparukh, dan negara Bulgaria baru memperoleh kedaulatan atas beberapa suku-suku Slavia yang sebelumnya mengakui kekuasaan Romawi Timur. Pada tahun 687–688, kaisar Yustinianus II memimpin ekspedisi melawan Slavia dan Bulgaria yang cukup berhasil.
Kaisar Heraklius terakhir, Yustinianus II, mencoba menghancurkan kekuatan aristokrasi perkotaan melalui perpajakan dan penunjukkan "orang luar" dalam jabatan-jabatan administratif. Ia dijatuhkan pada tahun 695, dan berlindung ke bangsa Khazar, lalu Bulgaria. Pada tahun 705, Yustinianus II kembali ke Konstantinopel bersama tentara khan Bulgaria, Tervel. Ia merebut kembali takhta, dan mendirikan rezim teror bagi musuh-musuhnya. Yustinianus II dijatuhkan kembali pada tahun 711, sehingga berakhirlah Dinasti Heraklius.

Dinasti Hisauria hingga masa Basil I
Leo III berhasil mengusir serangan Muslim tahun 718, dan menggapai kemenangan dengan bantuan dari khan Bulgaria, Tervel, yang berhasil membunuh 32.000 pasukan Arab dengan tentaranya. Penerusnya, Konstantinus V, mencapai kemenangan di Suriah utara, dan melemahkan kekuatan Bulgaria.
Pada tahun 826, dengan memanfaatkan melemahnya Kekaisaran akibat Pemberontakan Thomas Orang Slav pada awal 820-an, Arab merebut Kreta dan menyerang Sisilia, tetapi pada 3 September 863, jenderal Petronas berhasil menggapai kemenangan besar dalam pertempuran melawan Umar al-Aqta, emir Melitene. Di bawah kepemimpinan kaisar Bulgaria Krum, ancaman Bulgaria muncul kembali, tetapi pada tahun 814, putra Krum, Omortag, berdamai dengan Kekaisaran Romawi Timur.

[Belajar Sejarah] Kekaisaran Rowami Timur - Bizantium

Abad kedelapan dan kesembilan kental dengan kontroversi dan perpecahan religius akibat ikonoklasme. Ikon-ikon dilarang oleh Leo III dan Konstantinus V, yang mengakibatkan pemberontakan yang dilancarkan oleh ikonodul (pendukung ikon) di seluruh kekaisaran. Atas upaya Maharani Irene, Konsili Nicea Kedua dihimpunkan tahun 787, dan menegaskan bahwa ikon dapat dihormati tetapi tidak disembah. Pada tahun 813, Leo V menetapkan kembali kebijakan ikonoklasme, namun Maharani Theodora memulihkan pemujaan ikon dengan bantuan Patriark Methodios pada tahun 843. Ikonoklasme memperlebar jurang perpecahan antara Timur dan Barat, yang semakin memburuk pada masa skisma Photios, ketika Paus Nikolas I menentang pengangkatan Photios sebagai patriark.


Peperangan Melawan Muslim

Pada tahun 867, Romawi Timur telah menstabilkan kembali posisinya di timur dan barat. Berkat efisiensi pada struktur militer, kaisar mampu merencanakan perang penaklukan kembali di timur.
Proses penaklukan kembali dimulai dengan hasil yang tak tetap. Kreta berhasil ditaklukan untuk sementara (843), tetapi selanjutnya tentara Romawi Timur mengalami kekalahan di Bosporus, sementara kaisar tak mampu mencegah penaklukan Muslim di Sisilia (827–902). Dengan menggunakan Tunisia sebagai batu loncatan, tentara Muslim menaklukan Palermo tahun 831, Messina tahun 842, Enna tahun 859, Siracusa tahun 878, Catania tahun 900, dan benteng Romawi Timur terakhir, Taormina, tahun 902.
Kekurangan tersebut segera diseimbangkan melalui keberhasilan ekspedisi terhadap Damietta di Mesir (856), dikalahkannya Emir Melitene (863), pemastian kekuasaan kekaisaran di Dalmatia (867), dan serangan Basil I terhadap Efrat (870s). Basil I mampu menangani situasi di Italia selatan dengan baik, sehingga provinsi tersebut akan tetap berada di tangan Romawi Timur selama 200 tahun berikutnya.

[Belajar Sejarah] Kekaisaran Rowami Timur - Bizantium

Di bawah putra sekaligus penerus Mikhael, yaitu Leo VI Yang Bijak, perebutan wilayah di timur terhadap Kekhalifahan Abbasiyah terus berlanjut. Akan tetapi, Sisilia direbut Arab pada 902, dan pada tahun 904, bencana melanda kekaisaran ketika kota keduanya, Thessaloniki, dijarah oleh armada Arab yang dipimpin oleh pengkhianat Romawi Timur Leo dari Tripoli. Tentara Romawi Timur membalas dengan menghancurkan armada Arab tahun 908, serta menjarah kota Laodicea di Suriah dua tahun kemudian. Meskipun pembalasan telah dilakukan, Romawi Timur tak mampu mengguncang Muslim, yang telah menghancurkan tentara kekaisaran di Kreta tahun 911.
Situasi di perbatasan dengan Arab tetap cair. Varangia, yang menyerang Konstantinopel untuk pertama kalinya pada tahun 860, menjadi tantangan baru. Pada tahun 941, mereka muncul di pantai Bosporus bagian Asia. Kali ini mereka berhasil dihancurkan, menunjukkan menguatnya kekuatan militer Romawi Timur setelah tahun 907, ketika hanya diplomasi yang mampu mengusir penyerang-penyerang tersebut.
Meninggalnya tsar Bulgaria Simeon I pada 927 amat melemahkan Bulgaria sehingga Bizantium dapat berfokus di front timur. Melitene direbut secara permanen pada 934, dan pada 945 jenderal terkenal Yohanes Kourkouas meneruskan serangan ke Mesopotamia dengan beberapa keberhasilan, yang berpuncak pada penaklukan kembali Edessa. Kemenangan ini dirayakan dengan dikembalikannya Mandylion, relik dengan gambar yang dipercaya sebagai wajah Kristus, yang diagungkan ke Konstantinopel.
Kaisar Nikephoros II Phokas (berkuasa 963–969) dan Ioannes I Tzimiskes (969–976) memperluas wilayah kekaisaran hingga Suriah, menundukkan emir-emir di Irak barat laut, serta menaklukan kembali Kreta dan Siprus. Pada pemerintahan Ioannes, tentara kekaisaran sempat mengancam Yerusalem. Emirat Aleppo dan tetangga-tetangganya menjadi vassal kekaisaran. Setelah banyak melancarkan kampanye militer, ancaman Arab terakhir bagi Romawi Timur berhasil ditaklukan ketika Basil II dengan cepat menarik 40.000 tentara berkuda untuk membebaskan Suriah Romawi. Dengan surplus sumber daya alam, Basil II merencanakan ekspedisi ke Sisilia untuk merebutnya dari bangsa Arab. Setelah kematiannya tahun 1025, ekspedisi berangkat pada tahun 1040-an, dan berhasil menggapai keberhasilan awal, tetapi keberhasilan itu selanjutnya terhambat.

Peperangan Melawan Kekaisaran Bulgaria
Pergumulan lama dengan Takhta Suci berlanjut; kali ini diakibatkan oleh perebutan kekuasaan religius atas Bulgaria yang baru dikristenkan. Akibatnya, Tsar Simeon I melancarkan invasi pada tahun 894, tetapi berhasil dihentikan melalui diplomasi Romawi Timur, yang memohon bantuan dari bangsa Hongaria. Romawi Timur akhirnya dikalahkan dalam Pertempuran Bulgarophygon (896) dan diharuskan membayar upeti kepada bangsa Bulgaria. Selanjutnya (912), Simeon berhasil memaksa Romawi Timur menganugerahinya takhta basileus (kaisar) Bulgaria dan membuat Kaisar Konstantinus VII menikahi salah satu putri Simeon. Ketika pemberontakan di Konstantinopel menghambat upaya ini, Simeon menyerang Trakia dan menaklukan Adrianopel.

[Belajar Sejarah] Kekaisaran Rowami Timur - Bizantium

Ekspedisi kekaisaran di bawah pimpinan Leo Phocas dan Romanos Lekapenos mengalami kekalahan besar dalam Pertempuran Acheloos (917), dan pada tahun berikutnya Bulgaria memasuki dan merampok Yunani utara hingga sejauh Korintus. Adrianopel berhasil direbut kembali pada tahun 923, tetapi pada tahun 924 tentara Bulgaria mengepung Konstantinopel. Situasi di Balkan membaik setelah kematian Simeon tahun 927. Pada tahun 968, Bulgaria diserbu oleh Rus' di bawah pimpinan Sviatoslav I dari Kiev. Tiga tahun kemudian, Kaisar Ioannes I Tzimiskes berhasil mengalahkan bangsa Rus' dan memasukkan wilayah Bulgaria timur ke dalam kekaisaran.
Perlawanan Bulgaria berkecamuk pada masa dinasti Cometopuli. Kaisar baru Basil II (berkuasa 976–1025) berupaya menundukkan bangsa Bulgaria. Ekspedisi pertama Basil mengalami kegagalan di Gerbang Trajanus. Pada tahun-tahun berikutnya, kaisar sibuk dengan pemberontakan internal di Anatolia, sementara Bulgaria memperluas kekuasaan mereka di Balkan. Perang berlarut selama hampir dua puluh tahun. Kemenangan Romawi Timur di Spercheios dan Skopje berhasil melemahkan tentara Bulgaria. Dalam kampanye militer tahunannya, Basil terus mengurangi jumlah benteng Bulgaria. Akhirnya, dalam Pertempuran Kleidion tahun 1014, Bulgaria berhasil dikalahkan. Tentara Bulgaria ditangkap, dan konon 99 dari 100 tentara dibutakan, sementara sisanya diberi satu mata untuk memimpin teman sebangsanya pulang. Ketika Tsar Samuil menyaksikan nasib tentaranya, ia meninggal akibat syok. Pada tahun 1018, benteng Bulgaria terakhir telah menyerah, dan negara mereka menjadi bagian dari Romawi Timur. Kemenangan ini merestorasi perbatasan Donau, yang tidak dikuasai semenjak masa kaisar Heraklius.

Puncak

[Belajar Sejarah] Kekaisaran Rowami Timur - Bizantium

Kekaisaran Romawi Timur membentang dari Armenia di timur hingga Calabria di barat.[73] Banyak keberhasilan telah digapai, dari penaklukan Bulgaria, aneksasi wilayah Georgia dan Armenia, hingga pemusnahan penyerang Mesir di luar Antiokhia. Kemenangan-kemenangan tersebut masih belum cukup; Basil mempertimbangkan untuk mengusir pendudukan Arab di Sisilia. Ia berencana menaklukan kembali pulau tersebut, tetapi kematian terlebih dahulu menuntut nyawanya tahun 1025.
Leo VI mereformasi administrasi Kekaisaran, mengatur ulang perbatasan subdivisi administratif (Themata, atau "Theme") dan merapikan sistem pangkat serta hak istimewa, serta mengatur tindakan beragam serikat dagang di Konstantinopel. Reformasi Leo berperan besar dalam mengurangi bahaya perpecahan Kekaisaran.
Periode ini juga meliputi peristiwa keagamaan yang penting. Kiril dan Methodius, dua bersaudara Yunani Bizantium dari Thessaloniki, berperan besar dalam Kristenisasi bangsa Slav.


Lumayan banyak nih cerita sejarahnya emoticon-Big Grin
Ini baru setengahnya lho,,setengahnya lagi menyusul diepisode berikutnya yaa emoticon-Ngakak

Quote: kalo berkenan, ditunggu emoticon-Blue Guy Cendol (L) emoticon-Blue Guy Cendol (L) nya gan
Quote: monggo di emoticon-Rate 5 Star emoticon-Rate 5 Star thread ane ini

mohon maaf apabila thread ini emoticon-Blue Repost emoticon-Blue Repost
emoticon-I Love Kaskus emoticon-I Love Kaskus emoticon-I Love Kaskus
Quote:Original Posted By blesspanda
perang jaman dulu sangat mementingkan skill yah emoticon-Big Grin emoticon-army emoticon-army

Kalo sekarang cuma mementingkan teknologi emoticon-Cape d...


[Belajar Sejarah] Kekaisaran Rowami Timur - Bizantium[Belajar Sejarah] Kekaisaran Rowami Timur - Bizantium[Belajar Sejarah] Kekaisaran Rowami Timur - Bizantium
haiii, add me gan


Quote:Original Posted By blesspanda
perang jaman dulu sangat mementingkan skill yah emoticon-Big Grin emoticon-army emoticon-army




[Belajar Sejarah] Kekaisaran Rowami Timur - Bizantium[Belajar Sejarah] Kekaisaran Rowami Timur - Bizantium[Belajar Sejarah] Kekaisaran Rowami Timur - Bizantium
haiii, add me gan


bener banget gan emoticon-Big Grin
senjata nomor 2, tapi kemampuan dan strategi no 1..

Quote:Original Posted By StarSapphire
berasa maen age of empire emoticon-Ngakak


wkwkwk emoticon-Ngakak
you'r right dude emoticon-Stick Out Tongue
Quote:Original Posted By drb0yk3
nice gan! itulah kenapa ane kagum banget sama kekaisaran romawi, emoticon-Matabelo ga akan bosen mah klo bahas ttg romawi.


iyaa,,ane aja ampe mabok baca kisahnya emoticon-Ngakak
banyak banget cerita2nya, tapi menarik sih emoticon-Big Grin

Quote:Original Posted By aldinmubarok.
game nya yang itu kan gn ane donglot dulu ah gamenya


yupps emoticon-siul
silahkan mainkan gan,,
rajin sekali gan bikin thread begini emoticon-Big Grin
Quote:Original Posted By Roccat
rajin sekali gan bikin thread begini emoticon-Big Grin


ehh,,ada bro adi emoticon-Big Grin
iya nih gan, lg baik hati mo share2 sejarah kayak gini emoticon-Ngakak
iseng ahh..
emoticon-Sundul emoticon-Sundul emoticon-Sundul
emoticon-Matabelo I realize sometimes I feel old design emoticon-Nohope
emoticon-Matabelo makasih gan infonya, lmyn nambah pengetahuan.
Nice trit emoticon-I Love Kaskus
nyimak dolo biar nambah pengetahuan tentang sejarah
emoticon-Belo
Quote:Original Posted By themanlie
emoticon-Matabelo I realize sometimes I feel old design emoticon-Nohope


what do you mean dude?? emoticon-Malu (S)
Quote:Original Posted By jellypudding
emoticon-Matabelo makasih gan infonya, lmyn nambah pengetahuan.
Nice trit emoticon-I Love Kaskus


sam2 gan emoticon-Malu (S)
kalo perlu dibukmark aja biar ga lupa emoticon-Big Grin

Quote:Original Posted By speriox
nyimak dolo biar nambah pengetahuan tentang sejarah
emoticon-Belo


okee..
ditunggu emoticon-Rate 5 Star dan emoticon-Blue Guy Cendol (L) nya
Ijin nyimak dulu Gan
Quote:Original Posted By snake888
Ijin nyimak dulu Gan


monggo gan emoticon-Malu (S)
game yang bikin ane seneng game strategy ya ini Age of Empire,gila dah berasa ngalamin rasanya perang di zaman itu..emoticon-Matabelo