alexa-tracking
Selamat Guest, Agan dapat mencoba tampilan baru KASKUS Masih Kangen Tampilan Sebelumnya
Kategori
Kategori
Home / FORUM / All / News / Berita dan Politik /
Ayo Indonesia, Jangan Sampai Negara Kita Diserbu INSINYUR Asing..!!!
5 stars - based on 3 vote 5 stars 0 stars
1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/52818244bccb172159000009/ayo-indonesia-jangan-sampai-negara-kita-diserbu-insinyur-asing

Ayo Indonesia, Jangan Sampai Negara Kita Diserbu INSINYUR Asing..!!!

Ayo Indonesia, Jangan Sampai Negara Kita Diserbu INSINYUR Asing..!!!




JAKARTA, KOMPAS.com-Indonesia terancam diserbu insinyur impor atau asing pada tahun 2015, bertepatan mulai diberlakukannya liberalisasi pasar ASEAN. Hal ini karena jumlah insinyur Indonesia masih sangat kurang dibandingkan negara lain di kawasan Asia.

"Ini ancaman nyata. Indonesia bakal diserbu insinyur impor atau asing, bila tidak segera melakukan terobosan radikal. Faktanya kita hanya punya 164 orang insinyur per satu juta penduduk. Idealnya harusnya 400 orang insinyur per satu juta penduduk," kata Ketua Umum Persatuan Insinyur Indonesia (PII) Bobby Gafur Umar kepada pers di Jakarta, Senin (11/11/2013).

Ditemui di sela Konferensi Federasi Organisasi Insinyur Se-ASEAN ke-31 (Conference of ASEAN Federation of Engineering Organisations 2013/CAFEO) 11-14 November, ia mengatakan, jika dibandingkan dengan sejumlah negara tetangga, seperti Malaysia, posisinya sudah 397 insinyur per satu juta penduduk dan Korea 800 insinyur per satu juta penduduk.

"Mirisnya lagi adalah minat para siswa lulusan sekolah lanjutan atau SMU untuk meneruskan ke pendidikan tinggi sampai menjadi insinyur, kelihatan sekali menurun. Kita hanya punya 11 persen atau 1,05 juta dari total sarjana yang ada," katanya.

Dia mengatakan, idealnya 20 persen dari seluruh sarjana adalah insinyur. Ia membandingkan, di Malaysia saja, rasio antara insinyur dan seluruh sarjana lulusan perguruan tinggi mencapai 50 persen. "Malaysia sekarang punya 13 juta sarjana teknik dari total 27 juta penduduknya," kata Boby.

Ia menjelaskan, berdasarkan sebuah kajian, Indonesia dengan pertumbuhan ekonomi dan populasi hingga 2015 membutuhkan sedikitnya tambahan 129.500 insinyur per tahun. Sedangkan pada 2015 sampai 2030, Indonesia memerlukan sedikitnya 175.000 insinyur untuk mendorong industri dan kawasan ekonomi khusus.
Mengutip pernyataan Menko Perekonomian Hatta Rajasa, katanya, "Jangan sampai insinyur asing yang masuk dan mengolah sumberdaya alam kita. Tidak boleh terjadi," katanya.

Ia juga menyebut, Indonesia harus sedikitnya menambah sedikitnya 175.000 sarjana teknik per tahun pada 2025, jika ingin mencapai pendapatan domestik bruto (PDB) per kapita 20.600-25.900 dollar AS.

"Indonesia harus lakukan sejumlah terobosan mulai dari pemberian beasiswa besar-besaran untuk menjadi insinyur hingga pembenahan di sektor regulasinya. Bukankah anggaran pendidikan sudah 20 persen dari APBN?" katanya.

Kemudian, tambahnya, Indonesia juga perlu segera memiliki Undang-Undang (UU) tentang insinyur sebab jika tidak maka para insinyur Indonesia tidak memiliki standar internasional dan kualifikasi yang jelas sehingga tidak bisa bersaing secara global.

"Sekedar catatan, di antara 10 negara anggota ASEAN hanya tiga negara yang belum memiliki UU insinyur yakni Indonesia, Laos dan Myanmar. Tapi, Myanmar dilaporkan akhir bulan ini, sudah akan memiliki UUnya. Jadi, tinggal Indonesia dan Laos yang belum jelas," katanya.

Jika pada pasar bebas ASEAN, tegasnya, Indonesia belum juga memiliki UU insinyur, maka pasar Indonesia akan bisa dengan bebas dimasuki oleh insinyur asing dengan kualifikasi internasional, sedangkan insinyur Indonesia, tidak bisa merambah ke negara lain.



Spoiler for Enginnering:



Quote:
Diubah oleh tarno.gantenk
Urutan Terlama
Halaman 1 dari 5
yg lokal ga dihargai sih
Quote:


mungkin ada benernya jugak, tetapi sesuatu klo dibungkus soal penampilan, skill dan performa bahasa...pasti orang ini jadi "SESUATU"...misal kemampuan bhs inggris..krn syarat mutlak bekerja tak melulu soal skill dan lulus nilai terbaik saja tetapi juga yg harus ada adalah : interpersonal skill, communication skill, people skill, dan sikil-sikilyang lainnya mister emoticon-Ngakak
Diubah oleh tarno.gantenk
wah, jgn meremehkan sales gan.. sales engineering itu keren abiz loh.. kalo dapet customer bonusnya ngeriiiii..
Diubah oleh temonoid
Quote:


lha endak ngeremehin sales mister..., kenyataannya daripada mikir capek-capek mendingan jualan aja, toh untungnya banyak mister dan cepat kaya klo jadi sales..... (ane juga sales)..... emoticon-Ngakak
gapapa deh negeri kita diserbu insinyur asing


orang insinyur-insinyur kita mayoritas malah nyerbu negara asing kok
apalagi di arab sono ampe ribuan emoticon-Nohopeemoticon-Ngakak

kalopun kerja di dalem negri juga mayoritasnya kerja buat perusahaan asing emoticon-Ngakak (S)
Quote:


heheheh..setubuh mister..... emoticon-Ngakak
Iya ya.....jarang gua liat ada insinyur yang bekerja untuk negeri kita sendiri
wkwkwkw.. terang aja insinyur di Indonesia sedikit.. wong pada hijrah ke luar negeri smua...

di tempat ane kerja dulu... rata2 reservoir engineer, mechanical en electric engineer nya jebolan ITB, UI en ITS.. itu belm termasuk yg geologist nya loh... emoticon-Ngakak emoticon-Ngakak

gajinya jg ajubile... di Indo?? mo kerja di mana? Pertamina?? syarat masuknya aja terlalu tinggi.. blom lagi test masuknya yg gak masuk di akal... plus perlu ada koneksi sana sini biar bisa masuk...

so jgn salah kan orang2nya.. tapi salahkan environment nya...

someday kalo sistem birokrasi di Indonesia udah bener, insinyur2 yg merantau di negeri luar pasti bakalan pulang koq... emoticon-Embarrassment emoticon-Embarrassment
Quote:


iyak itu klo yang dari sektor migas Mister !!! ..., kenapa tdk dari sektor IT kan sekarang sektor ini engga ada matinya..!!! lumayan bisa nyerang cyber war ke mamarika dan ausie klo mereka macam-macam sama kita.... emoticon-Ngakak
insinyur itu istilah apa ya Om?
Sarjana mungkin ya?

insinyur indo pada nyari gawe ke perusahaan asing semua

karena gajinya lebih gede

kmaren aja tes schlumberger di ITB sampe ribuan..
kalo gak produksi emang butuh ensinyor emoticon-Ngakak (S)
Quote:


Kan masih ada Haliburton Om...
emoticon-Big Grin
Wani Piro? emoticon-Big Grin
nasionalisme urusan belakangan, yg penting kan income nya emoticon-Big Grin
padahal bukannya jurusan teknik di indonesia selalu laku keras, dari yang teknik sipil, mesin, sampe ada teknik tataboga.
kok isoh kurang insinyur?
drpd bertahan mending kluar negri gan emoticon-Embarrassment
apaan, kuliah aja mahal. dlu ngalamin kuliah d ptn, dipalak 20jt.

liat kasus UB kemaren yg mahasiswa nya pd mo jual ginjal.

pendidikan di indo msih sumber politisasi, liat ntar menjelang pemilu, kuliah murah bla bla. TAEKK!!

klo mo pemerintah mo serius mah kuliah bs gratis. liat noh univ pamulang, dbkin oleh mantan kuli bangunan bs biaya nya murah bgt.
Quote:


urusan perut nomer satu mister, tp klo bisa tetap nasionalis.... emoticon-Ngakak
bukannya pada ga mau masuk jurusan arsitek..tapi biaya nya mahal semprull..
uda gitu kl lulus lom tentu dapet kerja di bidangny

pemerintah emng kampret
bukannya engga nasionalis, kenyataan kuliah itu di "negeri" kita sangat mahal, jadi pikirannya harus balik modal. salah satunya utk mengembalikan modal ya harus mau kerja di LN. lha di negeri sendiri orang pinter lokal aja dibayar murah dan kalah mahal dibandingkan bule yg engga punya keahian cuma modal kulit dan bhs inggris ajah ...!!
Halaman 1 dari 5


×
GDP Network
Copyright © 2018, Kaskus Networks, PT Darta Media Indonesia.
Ikuti KASKUS di