alexa-tracking

Main Content

1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/527f047bfeca170f60000000/kado-spesial-untuk-gubernur-banten
Kado Spesial untuk Gubernur Banten
Kado Spesial untuk Gubernur Banten

SEBELUMNYA BANTU RATE DULU GAN

Kado Spesial untuk Gubernur Banten


Quote:Dibalik rekor MURI tersirat kisah perjuangan manusia didalam bidang keahlian masing-masing. Rekor-rekor MURI siap berperan sebagai inspirasi dan motivasi bagi bangsa Indonesia untuk senantiasa gigih berjuang menciptakan karsa dan karya yang terbaik.

Quote:Dukungan hampir separuh kursi di DPRD Banten mengantarkan pasangan Hj. Ratu Atut Chosiyah, SE dan Drs. H. Mohammad Masduki menuju kursi Gubernur Banten periode 2007 – 2012.
Saat ini beliau tengah memimpin dan berjuang bersama rakyat Banten untuk melawan kemiskinan, keterbelakangan dan kebodohan. Melihat situasi dan kondisi itu, Hj. Ratu Atut Chosiyah terpanggil untuk mengembalikan kejayaan Banten. Sederet program penting yang tengah dinanti oleh rakyat Banten diangkat kepermukaan untuk menjadi prioritas dalam pembangunan. Berbagai upaya tengah diusahakan semaksimal mungkin untuk mewujudkan semuanya. Lima tahun menjabat sebagai wakil gubernur banten, dan memimpin beberapa organisasi, Hj. Ratu Atut Chosiyah merupakan pemimpin yang teruji dan berpengalaman. Dengan gaya kepemimpinan yang ramah, lemah lembut penuh dengan ketegasan, karena kepemimpinan itu tidak harus diterapkan dengan cara yang keras apalagi otoriter. Dengan gaya kepemimpinan yang lemah lembut dan dengan ketegasan yang benar akan dapat mengantarkan provinsi Banten menjadi provinsi maju yang diperhitungkan oleh provinsi-provinsi yang lainnya.

Selain itu Hj. Ratu Atut Chosiyah merupakan figur pemimpin yang peduli dengan kaum perempuan. Hal ini disampaikan saat memberikan sambutan dalam memperingati HUT Dharma Wanita ke-7 (26/12/2006) beliau menyoroti masalah poligami yang akhir-akhir ini sedang ramai jadi perbincangan orang. Lebih lanjut Ratu Atut menyatakan dirinya akan terjun langsung ke lapangan jika para pemimpin tidak bisa menangani masalah poligami ini. Jika pimpinan yang melakukan poligami maka menjadi kewajiban Asda dan Setda untuk menegurnya. Hj. Ratu Atut juga menghimbau kepada ibu-ibu Dharma Wanita dalam rangka memperingati hari ibu, untuk tetap semangat dalam meningkatkan kualitas sumber daya perempuan agar kesempatan bersaing dengan kaum laki-laki terbuka lebar. Beliau juga berpesan kepada kaum ibu agar tidak hanya aktif diorganisasi semata, tetapi juga memberikan dukungan positif bagi suami.
Hal ini jelas, meskipun beliau merupakan orang No 1 di Banten, beliau tetap rendah hati, tidak melupakan kodrat sebagai seorang istri, mengurus keluarga, berbakti pada suami. Sebagai seorang ibu, istri dari Drs. H. Hikmat Tomet ini berhasil mendidik dan membesarkan ketiga buah hatinya (Andhika Hazrumy, Andiara Aprilia Hikmat dan Ananda Trianah Solichan), kehangatan dalam keluarga dan keberhasilan mendidik buah hatinya yang kini kuliah di Universitas Pelita Harapan dan Universitas Padjajaran Bandung, sedangkan si bungsu masih sekolah di SD Al-Azhar Jakarta.

Gelar Jawari
Sebagaimana ditulis Khatib Mansur, “Kemenangan Sang Jawari Banten” Fajar Banten (7/12/2006) gelar jawari merupakan gelar yang diberikan Rektor IAIN “Sultan Maulana Hasanuddin” Banten, Prof. Dr. H. M.A. Tihami, MA, MM. Jauh-jauh hari sudah memberikan gelar jawari (pendekar wanita) kepada Plt. Gubernur Banten pada seminar Menggali Kebudayaan dan Keislaman di Banten di gedung Auditorium lantai tiga kampus IAIN tahun 2004.

“Beliau sangat memahami seluk beluk masyarakat Banten, baik secara kultural, politik maupun religius, sehingga mampu menggali kantong-kantong masyarakat potensial yang belum dibudayakan. Oleh karenanya Ratu Atut layak menyandang gelar Jawari Banten”, kata Prof. Tihami.
Sedangkan dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia “Jawara” diartikan sebagai pendekar, jagoan (1989: 354). Ini berarti bahwa dahulu sebelum kemerdekaan jawara (i) berada digarda depan untuk mengusir penjajah dari bumi Banten tercinta ini, sekarang jawara (i) bersama rakyat Banten berjuang untuk mengusir keterbelakangan, kemiskinan dan kebodohan demi terwujudnya Banten maju, mandiri dan sejahtera.

Musium Rekor Dunia Indonesia (MURI)
Dalam visi-misi MURI, bahwa rekor MURI bukan cuma bersifat sensional atau spektakuler namun juga memiliki makna edukatif dan human-interest yang lebih mendalam, dibalik rekor MURI tersirat kisah perjuangan manusia didalam bidang keahlian masing-masing. Rekor-rekor MURI siap berperan sebagai inspirasi dan motivasi bagi bangsa Indonesia untuk senantiasa gigih berjuang menciptakan karsa dan karya yang terbaik.
Hj. Ratu Atut Chosiyah, SE, kelahiran Serang 16 Mei 1962 lahir di desa pejuang, kampung Gumulung, desa Kadu Bereum, kecamatan Pabuaran Serang Banten, dari pasangan TB. Chasan Sochib dan Hj. Wasiah.

Pendidikan

Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi YPKP 1984
S 1 Management Universitas Borobudur, 2004


Riwayat Pekerjaan
- Direktur Utama PT. Sinar Ciomas Putra Utama Komisaris dan
- Pemegang saham:
1. PT. HS Contraktor
2. PT. Andhika Pradana Utama
3. PT. Adiara Abadi


Organisasi sebelum menjadi Gubernur

Ketua KADINDA Provinsi Banten
Ketua Asosiasi Distributor Indonesia (ARDIN) Banten
Anggota Dewan Penasihat Asosiasi Kontraktor Air Indonesia (AKAINDO)
Ket. 1 Asosiasi Aspal Beton Indonesia (AABI)
Wakil Bendahara Persatuan Ahli Administrasi Indonesia, Banten
Bendahara Persatuan Pendekar dan Seni Budaya Banten (PPSBB) Jawa Barat.


Sampai dengan saat ini


Ketua PMI Provinsi Banten
Ketua Satkorlak Bencana Alam Provinsi Banten
Ketua Badan Narkotika Provinsi (BNP) Banten.


Penghargaan yang diterima: Anugrah Citra Perempuan Indonesia dibidang sosial dan wirausaha serta Anugrah Citra Kartini 2003.

Hj. Ratu Atut Chosiyah, SE, merupakan Gubernur wanita pertama di Indonesia yang dipilih secara langsung dalam PILKADA Provinsi Banten yang digelar 26 November 2006 dengan meraih (40,14 %) dari 3,594.244 suara sah. Dilantik pada tanggal 11 januari 2007 bersamaan dengan berakhirnya masa jabatan Wakil Gubernur dan Gubernur Banten periode 2002-2007.
Atas jasa dan pengorbanan beliau untuk Provinsi Banten maka Hj. Ratu Atut Chosiyah, SE layak masuk MURI. Sebagai bahan rujukan dalam tulisan ini dilampirkan beberapa tokoh-tokoh wanita yang masuk MURI:

Menteri wanita pertama, Maria Ulfah Subadio, dilantik sebagai menteri sosial tahun 1947.
Walikota wanita pertama, Hj. Rohadi Darus, SH, (dilantik 16 Juli 1990, Tebing Tinggi).
Jenderal wanita pertama ABRI (Polisi), Ny. Jeanne Mandagi,SH (53 tahun) tanggal 4 oktober 1990
Duta Besar wanita pertama, Ny. Ingrid Hall (Kanada) adalah duta besar wanita pertama yang bertugas di Republik Indonesia dll. (http/www.MURI,org).


Hemat penulis beliau pantas pada saat ini menyandang gelar:

Ibu Pembangunan dari Banten
Kartininya Banten
Jawari Banten
Srikandi Banten.

Akhirnya, Gubernur Banten telah terpilih, sebagai aparat dan masyarakat, saatnya diusia Provinsi Banten yang ke 7 ini kita mulai berbenah diri, berpartisipasi dan menjadi subjek pembangunan yang produktif. Semoga Banten tercinta ini jaya selamanya dan menjadi Provinsi yang dapat diperhitungkan, bukan menjadi Provinsi yang hanya dapat dihitung. Wallahu a’lam.


sumber
Kado Spesial untuk Gubernur Banten
Quote:Gimana pendapat agan-agan setelah kasus Atut mencuat sekarang ini?

Spoiler for Jangan dibuka:

Quote:THREAD ANE YANG LAIN
>> Lukisan Cat Air yang Indah karya Seniman Itali <<
>>Manipulasi di film-film Hollywood<<
>> 40 Menit Hipnotis Diri Sendiri untuk Hilangkan Stres <<
>> Inovasi Teknologi Pada Jaman Dulu<<
>> Teknologi Penangkal Rudal ala Amerika <<
>> Bandara Kuala Namu saingan Bandara Soekarno-Hatta <<



Kado Spesial untuk Gubernur Banten
sumber ts go blog emoticon-Najis (S)
terus... ane harus bilang WOW gituuu ??
ane bantu +1
Per kemarin sore si muka kemilau udah resmi jadi janda emoticon-Ngakak
×