alexa-tracking

Main Content

1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/527ed4b7118b467d6d000009/kebijakan-pro-kepentingan-asing-prabowo-terkuak-akan-cabut-subsidi-bbm-bila-presiden
Kebijakan Pro-Kepentingan Asing Prabowo Terkuak, Akan Cabut Subsidi BBM bila Presiden
Jika Jadi Presiden, Prabowo Akan Cabut Subsidi BBM
SABTU, 09 NOVEMBER 2013 | 15:06 WIB

Kebijakan Pro-Kepentingan Asing Prabowo Terkuak, Akan Cabut Subsidi BBM bila Presiden
Prabowo Subianto

TEMPO.CO, Semarang - Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra, Prabowo Subianto, menyatakan akan mencabut anggaran subsidi bahan bakar minyak jika kelak dirinya menjabat sebagai Presiden Republik Indonesia 2014-2019. Prabowo mengkategorikan uang subsidi bahan bakar minyak yang jumlahnya per tahun Rp 300 triliun sebagai kebocoran anggaran negara. "Akan saya cabut subsidi dan dialokasikan ke sektor-sektor lain,” kata Prabowo saat berbicara di depan Pengurus Kamar Dagang dan Industri Jawa Tengah di Hotel Crown, Semarang, Sabtu, 9 November 2013.

Prabowo ingin agar Rp 300 triliun itu dialokasikan ke beberapa sektor yang lebih riil wujudnya. Prabowo, misalnya, ingin menggunakan anggaran tersebut untuk pengadaan transportasi massal. Bekas menantu mantan Presiden RI Soeharto ini bakal membelanjakan Rp 10 triliun untuk mendapatkan 35 ribu bus. Selain itu, ia ingin mengalokasikan anggaran Rp 1 miliar per desa. Sebab, di Indonesia ada 80 ribu desa, maka butuh Rp 80 triliun. Prabowo juga ingin mengalihkan anggaran subsidi untuk membangun infrastruktur transportasi kereta api sepanjang 3.000 kilometer yang diprediksi membutuhkan duit Rp 60 triliun. Adapun Rp 60 triliun lainnya untuk membangun highway 10 jalur sepanjang 3.000 kilometer. Prabowo menyatakan subsidi BBM hanya akan diberlakukan pada sektor-sektor yang memang sangat membutuhkan.

Prabowo sadar, jika subsidi dicabut, ada hal yang dikhawatirkan, yakni inflasi dan nasib rakyat miskin. Tapi, kata dia, bangsa Indonesia juga harus berani berhitung dan belajar ke negara-negara lain. Di beberapa negara di dunia, kata Prabowo, untuk menghindari subsidi BBM, mereka menyediakan alat transportasi yang murah dan bagus. Singapura, misalnya, sudah menggratiskan angkutan. Adapun di Prancis, warga yang naik kereta sudah disubsidi hingga 75 persen.
http://www.tempo.co/read/news/2013/1...ut-Subsidi-BBM

Prabowo Mengaku Berkiblat ke Barat
SABTU, 26 OKTOBER 2013 | 06:12 WIB

TEMPO.CO Jakarta - Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto mengaku kecewa pada pers Barat. Menurut dia, pers Barat cenderung tidak fair. Padahal, Prabowo mengaku hidupnya berkiblat ke Barat. “Dari umur 6 sampai 16 tahun saya tinggal di negara Barat, di Inggris dan Amerika,” kata dia saat bertandang ke kantor Tempo,Rabu 9 Oktober 2013.


“Saya memang masuk AKABRI. Saya lulus, sebelum dan sesudahnya saya banyak bersekolah di Barat. Saya elite Indonesia yang berkiblat ke Barat, kagum pada Barat, besar di alam itu. Jadi, saya besar dengan nilai Barat, nilai modern.”

Sebelum memasuki AKABRI Darat Magelang pada 1970, Prabowo memang bersekolah di American School in London, United Kingdom, pada 1969. Karena terbiasa dengan kehidupan di negara Barat, Prabowo ingin Indonesia berkiblat ke sana jika ingin maju. “Kita harus westernisasi, harus adopt (menyerap) nilai-nilai Barat.”

Soal kebebasan pers, Prabowo menekankan pentingnya nilai-nilai kebebasan itu. “Ini sakral,” kata dia. “Dan saya karena produk Barat, saya mengalami internalisasi nilai itu. Nilai yang mereka katakan kepada kita, humanisme, demokrasi liberal, fair play, the rule of law, saya terima.”
http://www.tempo.co/read/news/2013/1...iblat-ke-Barat

Dibalik 'grand scenerio' penghapusan subsidi BBM
youtube-thumbnail


Inilah Ekspansi Kapitalisme Besar-besaran,
800.000 SPBU Asing akan Kuasai Indonesia

Jumat, 30 Maret 2012 | 9:55

YOGYAKARTA] Hingga saat ini, 40 perusahaan asing sudah memegang izin prinsip pendirian stasiun pengisian bahan baker umum (SPBU). Masing-masing perusahaan memiliki hak mendirikan 20.000 SPBU. “Itu artinya, sejumlah 800.000 SPBU milik asing akan menguasai Indonesia. Bayangkan, nantinya seluruh kebutuhan minyak harus dibeli di perusahaan asing dan asing akan menguasai seluruh produksi Indonesia dari hulu ke hilir, termasuk warung-warung," kata pengamat ekonomi Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta, Revrisond Baswir, yang akrab disapa Sony, dalam diskusi publik “Menata Ulang Indonesia” di gedung PP Muhammadiyah, Yogyakarta, yang digelar Majelis Pemberdayaan Masyarakat (MPM) PP Muhammadiyah, Kamis (29/3) siang.

Jadi katanya, kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) di Indonesia, didukung atau ditolak, juga merupakan pertarungan antarkelompok kapitalis asing di Indonesia. "Ini pertarungan kapitalis pertambangan dan indsutri otomotif," katanya. Dikatakan, bebas subsidi BBM artinya bangsa Indonesia dipaksa konversi ke BBM produk asing pertamax. “Maka, SPBU milik Cevron, Shell, Petronas akan merajalela di negeri ini. Dari sini terlihat jelas, jika harga BBM dinaikkan, siapa yang dirugikan dan siapa sebaliknya yang diuntungkan,” katanya.

Dia menegaskan, semua pihak yang berpendapat pro maupun kontra, mewakili kapital industri. “Perusahaan otomotif jelas dirugikan. Namun calon pemilik SPBU asing, akan sangat diuntungkan, apalagi Wapres Boediono sudah menetapkan bahwa tahun 2015, Indonesia harus bebas subsidi BBM,” katanya. Sony pun menyatakan, hingga tahun 2010 lalu, dari total seluruh kebun sawit di Indonesia, yang diselenggarakan oleh BUMN hanya 7,8%. Sebagian besar atau 90% lebih diselenggarakan oleh perusahaan asing. "Inilah ekspansi kapitalisme besar-besaran. Jadi negara sudah kalah dalam dalam konteks perekonomian. Negara tidak lagi menguasai sumber-sumber alam, bahkan untuk mengaturnya saja tidak akan bisa. Ketika alat produksi dikuasai asing maka kekuatan politik dan kekuatan legal jelas dikuasai kapitalisme," urainya.

Kaum kapitalis inilah yang ada dibalik amandemen UU KPK. "Ada proses pelumpuhan lembaga negara. Itu akan merebak ke BPK dan banyak lagi. Jadi negara ini sudah tidak mampu melindungi diri sendiri, apalagi melindungi rakyat," tegasnya. Dalam kasus korupsi, Sony menyatakan, korupsi di Indonesia tidak mungkin terjadi tanpa melibatkan pelaku usaha. Namun uniknya, baru sedikit konglomerat yang terjerat hukum. “Baru pejabat publik saja yang bisa diseret oleh KPK maupun lembaga peradilan. Yang terjadi sebenarnya, inilah pelemahan negara sehingga rakyat semakin antipati terhadap pejabat publik," kata Sony. Pada kenyataannya, total anggaran belanja Indonesia hanya 18% atau hanya Rp 1.500 triliun dari total produksi domestik bruto (PDB) Indonesia, yakni Rp 7.500 triliun. Karena itu, perlu menata ulang Indonesia, menata alat-alat produksi hingga ke akar. “Ini cuma bisa dilakukan dengan cara revolusi sosial,” tandasnya.
http://www.suarapembaruan.com/ekonom...ndonesia/18587

Tahan Rugi 7 Tahun, SPBU Asing Tunggu Pembatasan BBM Subsidi
Sabtu, 21/04/2012 17:33 WIB

Kebijakan Pro-Kepentingan Asing Prabowo Terkuak, Akan Cabut Subsidi BBM bila Presiden
Salah satu SPBU asing

Jakarta -Hampir 7 tahun ini, SPBU asing di Indonesia dikatakan selalu merugi tiap tahun. Namun para SPBU asing ini masih tetap bertahan beroperasi di Indonesia. Kenapa? Ketua Himpunan Wiraswasta Nasional Minyak Bumi dan Gas (Hiswana Migas) Eri Purnomo Hadi mengungkapkan yang sedang ditunggu SPBU-SPBU asing adalah pemberlakukan pembatasan konsumsi BBM subsidi. "Hampir 7 tahun mereka (SPBU asing) berdiri di Indonesia, tiap tahun rugi terus, tapi kenapa mereka tetap ada, kenapa mereka tetap ngotot beroperasi, ya karena ada yang sedang mereka tunggu, yaitu kapan pembatasan BBM diberlakukan," kata Eri dalam dialog 'Polemik' soal BBM subsidi di Cikini, Jakarta, Minggu (21/4/2012).

Saat ini memang SPBU Petronas, Shell, Total dan lainnya memang masih sedikit jumlahnya, jika pembatasan BBM diberlakukan maka siap-siaplah ratusan SPBU asing akan hadir di Jakarta hingga ke daerah-daerah. "Selama ini mereka belum bisa berbuat banyak, karena konsumen mereka masih terbatas. di Indonesia hampir 80% konsumen masih menggunakan oktan 88 alias premium alias BBM bersubsidi. Tetapi saat pembatasan BBM terjadi pasar akan terbalik 80% tersebut berubah jadi konsumen BBM non subsidi di mana itu produk mereka (SPBU asing)," jelas Eri.

Memang saat ini Petronas dan Total membeli BBM dari Pertamina dan diolah menjadi produk mereka dan Shell masih mengimpor dari Singapura. "Namun saat pembatasan berlaku, maka tidak akan mungkin Petronas beli lagi Pertamina dia akan langsung impor dari kilangnya sendiri, makanya dia buka cabang di Medan, itu biar memudahkan Petronas memasok BBM nanti," kata Eri. Shell, saat ini mengandalkan impor dari Singapura yang jumlahnya tidak seberapa, namun di Singapura produksi minyak rata-rata 400.000 barel per hari, sementara rakyatnya sedikit dan setengahnya pun tidak digunakan rakyatnya. "Jadi 400 ribu barel per hari itu bakal diimpor ke Indonesia, dan sebenarnya pasar Singapura
[url]http://finance.detik..com/read/2012/04/21/173317/1898112/1034/tahan-rugi-7-tahun-spbu-asing-tunggu-pembatasan-bbm-subsidi[/url]

Kebijakan Pemerintah tentang LGCC hanya menambah beban subsidi BBM
Quote:
Pertamina: Ada LCGC, Konsumsi BBM Subsidi Naik
SENIN, 23 SEPTEMBER 2013 | 00:45 WIB

TEMPO.CO, Jakarta - PT Pertamina (Persero) memperkirakan konsumsi BBM bersubsidi akan melonjak akibat masuknya LCGC (Low Cost Green Car) ke pasar. Juru Bicara Pertamina Ali Mundakir mengatakan potensi itu kian nyata seiring dengan penambahan jumlah mobil. “Ini kan baru masuk (mobilnya) bulan-bulan ini, jadi belum tahu persis potensinya berapa, tapi kalau ada penambahan mobil, biasanya selalu ada tambahan konsumsi premium,” katanya ketika dihubungi Tempo 22 September 2013.

Terlebih kata dia dengan menigkatnya harga RON 92 di pasaran global. “Kita khawatirkan ini kan terjadi migrasi (dari Ron 92 ke Premium),” katanya. Pada umumnya, kata Ali, setiap penambahan satu mobil akan menghabiskan premium rata-rata 75 liter per bulan. “Biasanya satu mobil itu 50-100 liter konsumsi. Secara kasar tinggal dikali saja berapa banyak mobilnya,” katanya. Namun begitu ia mengatakan secara keseluruhan hal tersebut belum tentu membuat alokasi BBM tahun ini sebesar 48 juta kilo liter jebol. Musababnya ia mengklaim kenaikan BBM beberapa bulan lalu cukup efektif mengerem konsumsi BBM.
http://www.tempo.co/read/news/2013/0...M-Subsidi-Naik

Rupiah Melemah, Belanja Subsidi (terutama BBM) 2014 Membengkak
SENIN, 16 SEPTEMBER 2013 | 18:57 WIB

TEMPO.CO, Jakarta - Pelemahan nilai tukar rupiah dipastikan akan berdampak pada pembengkakan belanja subsidi energi pada tahun depan. Dalam rapat dengan Badan Anggaran Dewan Perwakilan Rakyat, pemerintah memperkirakan belanja subsidi pada tahun depan mencapai Rp 328,7 triliun, atau lebih tinggi dari proyeksi dalam Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2014 sebesar Rp 284,7 triliun. "Itu karena depresiasi rupiah, dengan sendirinya akan berdampak karena minyak dalam dolar. Akibatnya akan ada tekanan," kata Menteri Chatib di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Senin, 16 September 2013.

Pemerintah saat ini tengah mengkaji berbagai kemungkinan akibat adanya perubahan asumsi makro. Dari belanja subsidi tersebut, subsidi untuk BBM, LPG, dan BBN akan meningkat menjadi Rp 230,8 triliun, lebih tinggi dari anggaran yang diajukan dalam RAPBN sebesar Rp 194,9 triliun. Sementara estimasi belanja subsidi listrik diperkirakan mencapai Rp 98 triliun, naik dari sebelumnya Rp 89,8 triliun. Adapun estimasi pendapatan negara pada 2014 sebesar Rp 1.640,3 triliun, turun dari sebelumnya sebesar Rp 1.662,2 triliun. Sementara estimasi belanja negara diperkirakan Rp 1.849,8 triliun, naik dari RAPBN 2014 sebesar Rp 1.816,7 triliun. Dengan kondisi tersebut, estimasi defisit anggaran sebesar 2,02 persen, naik dari sebelumnya sebesar 1,49 persen. "Tapi jangan diartikan defisitnya akan menjadi 2,02 persen. Itu karena perkiraan perubahan asumsi makro sehingga belanjanya berubah. Dan belum ada effort yang dilakukan pemerintah. Defisitnya akan kurang dari 2,02 persen," kata Chatib.

Chatib mengatakan pada tahun depan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral harus melakukan berbagai upaya untuk menekan konsumsi BBM agar subsidi lebih tepat sasaran. Menurut dia, berdasarkan range yang disepakati di Komisi Energi DPR, kuota BBM diperkirakan akan mencapai 48-51 juta kiloliter. "Nanti tentu harus ada pembicaraan. Diharapkan kurang dari itu," ucapnya. Sementara itu, Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Bappenas, Armida Alisjahbana, mengatakan harus ada langkah yang untuk mengurangi volume konsumsi BBM. "Tadi rangenya 48-51 juta kiloliter. Itu kan belum dihitung dengan BBN (biofuel) 10 persen. Angka volume BBM itu belum dihitung dengan langkah yang akan dilakukan pemerintah," katanya. Selain itu, upaya penerapan Radio Frequention Identification (RFID) dan konversi BBM ke Bahan Bakar Gas juga harus dilakukan dengan cepat. Jika skenario untuk mengurangi konsumsi BBM bisa dilakukan, Armida mengatakan angka defisit dan volume konsumsi bisa berkurang. "Jadi semua itu baru perkiraan, belum dihitung lagi. Itu bisa berkurang dari estimasi," tutur Armida.
http://www.tempo.co/read/news/2013/0...014-Membengkak

Pemerintah Kaji Sistem Subsidi BBM Tetap
RABU, 10 JULI 2013 | 18:56 WIB

Kebijakan Pro-Kepentingan Asing Prabowo Terkuak, Akan Cabut Subsidi BBM bila Presiden

TEMPO.CO, Jakarta- Menteri Keuangan Muhamad Chatib Basri mengatakan akan mengkaji besaran alokasi dana subsidi untuk bahan bakar minyak diberikan secara tetap. Hal itu dilakukan untuk mengatasi terjadinya fluktuasi harga minyak dunia yang berimbas pada besaran anggaran subsidi dalam negeri. "Isu ini sudah diangkat di Komisi XI dan di Banggar. Ini sudah ada dukungan dan pemerintah akan megeksplor sistem ini," kata Chatib di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Rabu, 10 Juli 2013. Saat ini, besaran subsidi BBM sangat besar. Jika harga minyak dunia naik, maka alokasi dana subsidi juga akan ikut membengkak.

Namun jika menggunakan subsidi tetap, maka alokasi subsidi akan dipatok oleh pemerintah dan ketika harga minyak dunia naik atau turun, maka harga BBM dalam negeri akan mengikuti. Chatib mengatakan sistem tersebut memungkinkan untuk diterapkan pada 2014. Namun kata dia, sistem tersebut harus dipastikan akan bisa mengendalikan subsidi tanpa membebankan rakyat. "Kami akan konsultasi dengan DPR. Soal keputusan, subsidi itu domain pemerintah," katanya. Ia membantah jika sistem subsidi tetap ini lebih menerapkan mekanisme pasar dan akan membebani masyarakat. "Sebetulnya bukan mekanisme pasar, karena subsidinya tetap ada," katanya.

Pada 2014, pemerintah menargetkan volume BBM untuk BBM bersubsidi sebanyak 48 juta kiloliter hingga 51 juta kiloliter. "Jika sistem subsidi tetap diterapkan, maka volume BBM bisa lebih kecil," kata Chatib. Ketua Badan Anggaran Dewan Perwakilan Rakyat, Ahmadi Noor Supit, mengatakan subsidi BBM harus tepat sasaran. Menurut dia, sistem subsidi tetap yang diwacanakan pemerintah sangat dimungkinkan untuk diterapkan, namun diperlukan kajian yang mendalam. "Kenapa tidak ada subsidi yang pasti sekitar Rp 2.000 atau Rp 2.500. Supaya tidak terbebani oleh subsidi BBM.” Sementara itu, anggota Badan Anggaran dari fraksi partai Golkar, Satya W Yudha, menilai wacana subsidi tetap itu sangat bagus dari sisi pengendalian besaran subsidi. "Tapi perlu masukan dari Mahkamah Konstitusi agar tidak bertentangan dengan Pasal 33 Undang-undang (UUD 1945)," katanya.
http://www.tempo.co/read/news/2013/0...sidi-BBM-Tetap


---------------------------------

Yaahhhh, wajar sajalah! Terlalu jauh berharap dari seorang Prabowo yang sudah menikmati manisnya laba yang besar bila jadi pengusaha atau pembisnis atau pemodal atau kapitalis, dengan repot-repot mempertimbangkan perekonomian rakyat seperti yang diamanahkan UUD 1945 itu. Padahal, adalah hak rakyat Indonesia juga untuk bisa menikmati kekayaan alam Indonesia ini, termasuk harga migas yang murah, tanpa mempersoalkan apakah dia kaya atau miskin, bisa beli mobil atau sekedar sepeda motor saja misalnya.

Di negeri kapitalis seperti AS, Jepang, Singapore, Uni Eropa, memang betul harga BBM disana sepenuhnya mengikuti harga BBM pasar internasional (harga keekonomiannya), tetapi Pemerintahnya balik menyantuni rakyatnya dengan memberikan fasilitas pelayanan publik yang baik, seperti sekolah gratis hingga Universitas (spt di Jerman dan Prancis itu contohnya), jaminan assuransi kesehatan yang baik untuk semua penduduknya (spt 'Obamacare' itu kalau di AS), harga makanan pokok yang di subsidi Negara (makanan pokok seperti daging, roti dan susu sangat murah di Uni Eropa), dana pensiun dan assuransi pengangguran, atau sistem transportasi yang modern, canggih tetapi terjangkau sebagian terbesar rakyatnya.

Di Indonesia? Selagi untuk layanan yang paling dasar saja untuk rakyat, pemerintah sekarang banyak yang gagal memenuhinya. Makanya sampai ada yang menyebut pemerintah sekarang ini gagal (fail) akibat memberikan layanan paling dasar saja kepada penduduknya, masih payah! Semua disuruh beli dan membayar penuh menurut harga pasar dunia. Gilak emang, rakyat Indonesia yang masih banyak miskin itu, dengan daya beli baru sekitar 3.000 dollar setahunnya, dipersamakan dengan kemampuan ekonomi rakyat-rakyat di negara maju dan kaya seperti AS, Jepang, Uni Eropa atau Singapore, yang daya beli masyarakatnya rata-rata sudah diatas 30.000 dollar, hampir sepuluh kali lipat pendapatan orang Indonesia rata-rata!



emoticon-Turut Berduka emoticon-I Love Indonesia emoticon-Turut Berduka
wow bakalan cabut subsidi BBM???
*oK suara gw dan keluarga gw bakal gw pake untuk milih prabowo emoticon-Angkat Beer
Bang TS nyimak beritanya sendiri kan? emoticon-Bingung

Quote:Di negeri kapitalis seperti AS, Jepang, Singapore, Uni Eropa, memang betul harga BBM disana sepenuhnya mengikuti harga pasar internasional (harga keekonomiannya), tetapi Pemerintahnya balik menyantuni rakyatnya dengan memberikan fasilitas pelayanan publik yang baik, seperti sekolah gratis hingga Universitas (spt di Jerman dan Prtancis itu contohnya), jaminan assuransi kesehatan yang baik untuk semua penduduknya, harga makanan pokok yang di subsidi Negara, dana pensiun dan assuransi pengangguran, atau sistem transportasi yang modern, canggih tetapi terjangkau sebagian terbesar rakyatnya.

|
|
|
|
\/

Quote:Prabowo ingin agar Rp 300 triliun itu dialokasikan ke beberapa sektor yang lebih riil wujudnya. Prabowo, misalnya, ingin menggunakan anggaran tersebut untuk pengadaan transportasi massal. Bekas menantu mantan Presiden RI Soeharto ini bakal membelanjakan Rp 10 triliun untuk mendapatkan 35 ribu bus. Selain itu, ia ingin mengalokasikan anggaran Rp 1 miliar per desa. Sebab, di Indonesia ada 80 ribu desa, maka butuh Rp 80 triliun. Prabowo juga ingin mengalihkan anggaran subsidi untuk membangun infrastruktur transportasi kereta api sepanjang 3.000 kilometer yang diprediksi membutuhkan duit Rp 60 triliun. Adapun Rp 60 triliun lainnya untuk membangun highway 10 jalur sepanjang 3.000 kilometer. Prabowo menyatakan subsidi BBM hanya akan diberlakukan pada sektor-sektor yang memang sangat membutuhkan.
bagus, ane setuju kalau bener2x ga subsidi bbm, sekalian ga usah jualan premium sampah & solar busuk trus sekalian liberalkan sektor hilir migas, bebaskan ijin operator bbm asing jualan di seluruh wilayah indonesia
ane ingin liat kemampuan asli orang2x guoblog di pertamina yg kerjaannya cuman ngabisin duit doang

sekalian juga liberalisasi sektor hilir gas, jualan lpg 3kg kelas sampah 15rb, anjing
ciyuss.. emoticon-Kiss

subsidi bbm itu kegoblogan permanen.. banyak bentuk subsidi dan cara sejahterain rakyat selain dri bakar ratusan triliun tanpa bekas utk asap knalpot emoticon-Cape d...


bagus sih subsidi bbm dicabut, asal transportasi publiknya murah dan terintegrasi.

jangan kayak sekarang mau naik bus, lah busnya gak ada emoticon-Ngakak
Kalo memang bener ini salah kebijakan prabowo kalo kelak jadi presiden, berarti saya udah mantap. Orang inilah capres pilihan saya taon depan.
Ente yang tinggal di jakarta ga ngerti gan, betapa bbm subsidi ini merugikan rakyat. Di kalimantan sini, solar n premium dikuasai oleh segelintir orang. Ada tentara, polisi, keluarga pejabat, sampai pemuka adat. Modusnya? Ambil dari spbu memakai drum, trus dijual lagi ke pengecer pinggir jalan. Ini untuk premium.
Pemakai yang mau isi ke spbu mesti antre lama, karena yang didahulukan yang drum tadi.

Untuk solar, pemerintah lebih tolol lagi dengan membuat kebijakan beda harga untuk industri. Akibatnya solar disini sebagian besar di jual ke tambang dan perusahaan sawit. Di spbu sama sekali ga ada. Pemakai yang mau isi gimana? Beli sama calo dengan harga 150 ribu per 18 liter.

Orang pertamina cuma makan tidur disini, sambil menerima upeti dari orang orang tadi.

Jadi, saya putuskan, prabowo capres pilihan saya di 2014. Cabut subsidi bbm, sediakan pertamax dan pertadex di spbu seluruh indonesia
siapa pun presidennya...tuh subsidi bbm memang lambat laun akan hilang...karena itu adalah " sesuatu yang ditunggu".
kalau Pakde Jokowi ga nyapres

Prabowo udah pasti ane coblos RI 1 emoticon-Recommended Seller
Lah ya memang harus DICABUT itu SUBSIDI BBM kok!
Gimana sih Om TS?
emoticon-Bingung (S)


Ini hanya sharing pengalaman sedikit dari saia, kebetulan pernah gawe di coal mining nasional lalu hujrah ke national oil company (NOC) lalu kabur ke oil and gas milik PMA (satu dari China lalu kabur lagi ke yang dari US).

Pengalaman saia ya....yang namanya kesejahteraan dari employee sangat-sangat berbeda, dari yang mulai tidak dianggap manusia sampai dimanusiakan semanusia-manusianya ya di PMA dari US.

Itu dari sisi employee perusahaan ya.

Kalau dari sisi comdev, yang beneran dananya dipakai untuk community (dan bukan untuk main amplop dengan (maaf) org militer atau wereng atau pemerintah sipil) ya yang PMA dari US.

Yang kalau praktek dalam hubungan corporate-government paling lurus (karena takut juga perusahaan dengan FCPA) ya yang dari US.

Jadi kalau dibilang...dikuasai asing lalu jadi dampaknya buruk buat konsumen (user) seperti Om dan saia...gua kok ndak terlalu setuju.

Sederhana saja....Om dan Tante lebih suka berobat di RSUD Tarakan atau Koja atau ke Siloam Karawachi (semisal) atau ke Rumah Sakit Premier Jatinegara?

Gampang saja thoo analaginya?
kalo gitu gua dukung jd presiden emoticon-Matabelo
subsidi hilang, siap2 indonesia crowded... banyak pengusaha gulung tikar, harga2 sembako setinggi langit, gaji2 karyawan / buruh belum tentu bisa disesuaikan kenaikan..

ya begini lah klo org ambisinya setinggi langit, ngomong tanpa dasar
cabut subsidi, "alokasikan ke yang lain"

kalimat basi ah..

selama hukum dan korupsi masih begini, meragukan alokasinya akan bener.

TS ini penganut paham nasionalisme buta yakemoticon-Malu (S)
dikit-dikit asing, yg dicap negatif, padahal asing aja kadang ga nganggap kok kitaemoticon-Malu (S)

bikin kebijakan itu yg orientasinya kedepan, dan kebijakan cabut subsidi BBM harusnya jadi prioritas semua capres 2014, terlepas gimana caranya biar masyarakat menilai. Sosok Prabowonya sih masih meragukan takutnya era demokrasi bisa hilang sama dia, ini yg perlu diyakinkan.emoticon-Malu (S)

Isu cabut subsidi BBM memang gak populis, tapi orang yg paham kebijakan anggaran pasti hampir 100% setuju semua sama kebijakan ini.
So, Prabowo sudah berani angkat isu iniemoticon-thumbsup Gimana capres lainnya? Gimana capres idola kaskuser? beranikah angkat isu ini?emoticon-Malu (S)
Sebaiknya seluruh capres 2014 sepakat dengan cabut subsidi BBMemoticon-I Love Indonesia (S)
alihkan subsidi BBM, ke kantong Prabowo dan kroninya :maho
Malah bagus kan, biar anak2 alay gak sembarangan bakar bensin ngabisin duit negara. Mahalnya minyak bumi harusnya jadi pemacu pengembangan energi alternatif, bukannya malah disubsidi, apalagi Indonesia miskin minyak bumi.
emoticon-Big Grin

Saatnya invest di energi nabati! Klo supply sdh banyak, gak perlu subsidi jg akan murah dgn sendirinya.
emoticon-Big Grin
Quote:Original Posted By ErnestoGuevara.
Lah ya memang harus DICABUT itu SUBSIDI BBM kok!
Gimana sih Om TS?
emoticon-Bingung (S)


Ini hanya sharing pengalaman sedikit dari saia, kebetulan pernah gawe di coal mining nasional lalu hujrah ke national oil company (NOC) lalu kabur ke oil and gas milik PMA (satu dari China lalu kabur lagi ke yang dari US).

Pengalaman saia ya....yang namanya kesejahteraan dari employee sangat-sangat berbeda, dari yang mulai tidak dianggap manusia sampai dimanusiakan semanusia-manusianya ya di PMA dari US.

Itu dari sisi employee perusahaan ya.

Kalau dari sisi comdev, yang beneran dananya dipakai untuk community (dan bukan untuk main amplop dengan (maaf) org militer atau wereng atau pemerintah sipil) ya yang PMA dari US.

Yang kalau praktek dalam hubungan corporate-government paling lurus (karena takut juga perusahaan dengan FCPA) ya yang dari US.

Jadi kalau dibilang...dikuasai asing lalu jadi dampaknya buruk buat konsumen (user) seperti Om dan saia...gua kok ndak terlalu setuju.

Sederhana saja....Om dan Tante lebih suka berobat di RSUD Tarakan atau Koja atau ke Siloam Karawachi (semisal) atau ke Rumah Sakit Premier Jatinegara?

Gampang saja thoo analaginya?


Yang namany perusahaan minyak itu kebanyakan kerja di negara berkembang yg masih korup. Bukan itu saja sektor migas itu sektor panas yg mudah memancing rebutan kepentingan bahkan perpecahan negara, itu bukan di indonesia doang brazil jg begity. Walaupun gw gak kerja di migas, pastilah semua perusahaan itu main duit entah ke pemerintah, aparat, atau kepala masyarakat setempat.

Nama besar as gak jadi jaminan mereka main bersih
Pasti arahnya kesini couternya emoticon-Ngakak... emang knp kalo pertamina saingan langsung ? Takut kalah ?
Lagi pula shell n petrobas juga bayar pajak ke sini.., kalo.. oh ya mereka sudah ga produksi premium gih emoticon-Ngakak..
Ts nya kemungkinan satu fanboy petral, maling bbm, penyelundup :ngajak
Mau proman mau megapro, pokoknya pemimpin indonesia nantinya harus berani ngambil keputusan yg radikal seperti ini nantinya. Kalo SBY mah mana berani. emoticon-Cape d...
kebijakan cabut subsidi bbm biasa2 aj, kl programnya akan gantung para koruptor dan dimulai dari partainya ane dukung 1jt % dah