alexa-tracking
Selamat Guest, Agan dapat mencoba tampilan baru KASKUS Masih Kangen Tampilan Sebelumnya
Kategori
Kategori
Home / FORUM / All / News / Berita dan Politik /
[HOT NEWS] Pemerintah Indonesia Tidak Bisa Melarang Hacker Beraksi
1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/527eb16059cb174820000002/hot-news-pemerintah-indonesia-tidak-bisa-melarang-hacker-beraksi

[HOT NEWS] Pemerintah Indonesia Tidak Bisa Melarang Hacker Beraksi

Pemerintah Tidak Bisa Melarang Hacker Beraksi
Sabtu, 09 November 2013 - 19:11:29 WIB

MAJALAH ICT - Jakarta. Pemerintah Indonesia menegaskan tidak bisa melarang para peretas untuk melakukan serangan terhadap berbagai situs di Australia sebagai dampak tindakan memata-matai dan penyadapan yang dilakukan negara tersebut terhadap Indonesia. Demikian penegasan disampaikan Teuku Faizasyah, Staf Khusus Presiden Bidang Luar Negeri.
"Ini mencerminkan masyarakat kita menjadi bagian kehidupan internasional. Pemerintah tak bisa melarang atau membenarkan, karena itu reaksi yang bersifat individual, dikembalikan ke individu," tandas Faizasyah.

Ditambakannya, para hacker juga bisa melakukan tindakan ke arah positif selain meretas situs-situs di Australia, seperti memperkuat jaringan keamanan internet di Indonesia sehingga tidak mudah dibobol asing. "Mereka bisa berkontribusi pengamanan teknologi informasi kita," lanjutnya.
Sementara itu, setelah membuat situs Badan Intelijen Australia atau Australian Intelligence Service yang beralamat di www.asis.gov.au tidak bisa dibuka dan situs situs vital keamanan Australia itu 100% down atau mati total, para peretas yang menyuarakan @StopSpyingOnIndonesia akan terus melancarkan aksinya.

Berdasar percakapan para hacker yang dipantau Majalah ICT, penyerangan terhadap situs www.asis.gov.au bukanlah yang terakhir. Meski target belum ditentukan, Sabtu malam ini para hacker akan kembali menggempur situs-situs resmi pemerintahan Australia. Dan nampaknya, target yang akan disasar juga tidak akan berbeda jauh dengan sasaran yang digempur malam ini karena sempat pula beberapa hacker salah sasaran dan mencoba mengobrak-abrik sasaran yang mirip dengan sasaran yang sudah ditentukan.
http://majalahict.com/berita-2958-pe...r-beraksi.html

Hacker Indonesia kembali serbu .gov.au Sabtu malam
Sabtu, 9 November 2013 11:52

[HOT NEWS] Pemerintah Indonesia Tidak Bisa Melarang Hacker Beraksi
Para peretas yang menyuarakan @Stop Spying On Indonesia akan terus melancarkan aksinya.

Merdeka.com - Sukses besar diraih hacker Indonesia dalam penyerangan tadi malam terhadap situs-situs penting pemerintah Australia, di antaranya situs Badan Intelijen Australia atau Australian Intelligence Service yang beralamat di [url=http://www.asis.gov.au.]www.asis.gov.au.[/url] Selama ini, intelijen Australia dianggap telah memata-matai jaringan internet dan komunikasi Indonesia, sehingga menjadi sasaran utama penyerangan semalam. Hingga siang ini (Sabtu (9/11), situs tersebut sama sekali tak bisa dibuka.

Berdasar percakapan para hacker yang dipantau Indonesia ICT Institute, penyerangan terhadap situs www.asis.gov.au bukanlah yang terakhir. Meski target belum ditentukan, Sabtu malam para hacker akan kembali menggempur situs-situs resmi pemerintahan Australia. Dan nampaknya, target yang akan disasar juga tidak akan berbeda jauh dengan sasaran yang digempur malam ini karena sempat pula beberapa hacker salah sasaran dan mencoba mengobrak-abrik sasaran yang mirip dengan sasaran yang sudah ditentukan.

Sementara itu, situs www.asis.gov.au sebelum 100% down diserang hacker-hacker Indonesia ini terlihat sempat jatuh bangun alias semaput. Situs yang dibuat down oleh para peretas Indonesia sesekali hidup kembali. Kondisi situs ini bisa dilihat di status.ws untuk mengetahui situs-situs apa saja yang down dan terlihat situs vital Australia ini beberapa kali down, sampai terlihat bahwa situs ini tidak bisa dibuka alias 100% down.

Sebelumnya, tersiar kabar kalau hacker Australia mendukung perjuangan hacker Indonesia sehingga cyber war tak akan terjadi. Namun, kenyataannya, hacker dari Australia sempat menyatroni situs Presiden RI meski ternyata salah sasaran.
http://www.merdeka.com/teknologi/hac...btu-malam.html

Istana tak setuju hacker Indonesia serang situs Australia
Sabtu, 9 November 2013 14:01

Merdeka.com - Pemerintah Indonesia telah melontarkan protes terhadap Australia dan Amerika Serikat soal penyadapan yang dilakukan kedua negara itu. Namun, sikap ini dirasa kurang karena penyadapan dinilai mengganggu harkat dan martabat bangsa. Para ahli peretas (hacker) situs Indonesia pun bertindak atas penyadapan ini. Para hacker lokal ini dengan caranya sendiri menyerang Australia melalui meretas dan merusak situs-situs resmi pemerintah Australia.

Staf Khusus Presiden Bidang Luar Negeri, Teuku Faizasyah angkat bicara soal serangan hacker lokal itu terhadap situs milik pemerintah Australia. Dia mengaku tak bisa berbuat banyak tentang hal itu. "Ini mencerminkan masyarakat kita menjadi bagian kehidupan internasional. Pemerintah tak bisa melarang atau membenarkan, karena itu reaksi yang bersifat individual. Itu dikembalikan ke individu," ujar Teuku usai menghadiri diskusi di Warung Daun, Cikini, Jakarta, Sabtu (9/11).

Meski demikian, dia tak setuju jika keahlian para anak bangsa ini dilakukan untuk tujuan yang tidak baik. Dia malah meminta para hacker lokal membantu pemerintah agar tak lagi dengan mudah disadap. "Apakah ada tindakan yang lebih positif, misalnya menyalurkan teknologi informasi mereka untuk memperkuat penangkal penyadapan. Jadi itu yang bisa dikontribusikan anak-anak muda yang baik di zaman era informasi teknologi," tegas dia.

Teuku pun tak mau menanggapi soal apakah pemerintah akan menyerang balik penyadapan dengan cara meretas situs-situs Australia dan Amerika Serikat. "Saya tak kompeten untuk itu. Saya yakin antar institusi pemerintah ada yang punya kapasitas untuk membangun jejaring, pakar teknologi informasi dengan anak muda mereka bisa berkontribusi pengaman teknologi informasi kita," pungkasnya.
http://www.merdeka.com/peristiwa/ist...australia.html

Koleksi Tampilan ‘Deface’ Oleh Hacker Indonesia
5 Sep '13

Web deface adalah sebuah tindakan melakukan perubahan tampilan pada laman website, dilakukan oleh hacker atau kracker untuk mengganggu informasi yang tampil pada laman website. Web deface bisa dilakukan dengan melakukan perubahan tampilan secara total, menambahkan gambar atau tulisan ke suatu website milik orang lain tanpa sepengetahuan pemiliknya.

Motivasi orang untuk melakukan deface tentu saja berbeda-beda, ada yang sekedar iseng atau mencoba keahlian, ada yang ingin memberikan pesan tertentu atau protes tentang sesuatu hal. Berikut ini adalah tampilan deface yang dilakukaan oleh para hacker Indonesia.

[HOT NEWS] Pemerintah Indonesia Tidak Bisa Melarang Hacker Beraksi

http://uniqpost.com/89212/koleksi-ta...ker-indonesia/

Hacker Indonesia diakui peretas nomor satu di dunia
Sabtu, 9 November 2013 15:20

[HOT NEWS] Pemerintah Indonesia Tidak Bisa Melarang Hacker Beraksi

Merdeka.com - Dengan lumpuhnya beberapa situs Autralia setelah 'dihajar' para hacker tanah air semalam (8/11), banyak mengakui bahwa Indonesia memiliki kualitas hacker nomor satu di dunia. Meski tidak valid dari mana penilaian itu diambil, namun dari beberapa fakta yang ada, dapat disimpulkan demikian. Bahkan, dua dari peringkat 20 besar hacker top di dunia ini berasal dari Indonesia.

Diketahui, mereka biasanya menggunakan nickname Hmei7 dan Kamtiez. Tidak hanya itu, salah hacker lain dari Indonesia berinisial Bi4kkob4r berhasil meruntuhkan tembok keamanan Facebook. Dengan jebolnya sistem keamanan Facebook, Bi4kkob4r berhasil mendapatkan ganjaran uang senilai USD 2000 atau setara Rp 22,7 juta. Hal ini karena Facebook selalu memberikan imbalan uang pada siapa saja yang telah berhasil membobol jaringan keamanannya.

Sementara hacker Indonesia yang menuai prestasi gemilang adalah Jim Geovedi. Dia berhasil mengubah arah gerak dari satelit saat menjadi pembicara di BBC news tahun 2006 silam. Bahkan Amerika mengakui hal tersebut. Setidaknya warga Amerika pernah mengalami dijahili oleh hacker dari tanag air.
http://www.merdeka.com/teknologi/hac...-di-dunia.html

---------------------------------

Mudah-mudahan tidak ada lagi spionase Australia dan Amrik yang bisa memicu 'cyber war' seperti ini.

emoticon-Sorry
Diubah oleh kh4msin
Beri apresiasi terhadap thread ini Gan!
Halaman 1 dari 2
semoga nggak ada serangan balasan ke situs pemerintahan kita

hacker sm kracker bedanya apa? emoticon-Matabelo
Quote:

Udah tuh, situs POLRI. emoticon-Big Grin
majuu terus indonesiakuu emoticon-I Love Indonesia (S)emoticon-I Love Indonesia (S)emoticon-I Love Indonesia (S)
Sekali2 australia memang harus diberi pelajaran biar tidak lagi meremehkan Indonesia. Maju terus hacker In donesia, gempur australia sampai mampus...........
emoticon-I Love Indonesia
Post ini telah dihapus oleh blue_danube
hacker? masih jauh ilmu loe untuk dibilanv hacker..biarin aja tuh abbil ababil paling juga gak ada pengaruhnya ke aussie
Quote:


mnding diem ga usah ngapa2in,hujat sna hujat sni aja gan emoticon-Najis
siap2 diserang balik aj..emoticon-Ngakak
nunggu confirm dari pem,ausi!!
Iya sih gan ane lebih sependapat gini daripada pak BY yg cman bisa prihatin
Walaupun ane nga bgitu setuju dg tindakan hacker indo, tp yg pasti jiwa nasionalisme jelas ada, dibandingkan dgn pemimpin kita sendiri
lupa mau komen apa tai emoticon-Cape d... (S) emoticon-Bingung (S)
god job indonesian hacker emoticon-Big Grin
yah, gene hare masih maenan deface, dasar hacker ababil..Mampus aja kalian :capede

...

Quote:


ngapain si tony abbott kasi confirm dgn cuma deface cem gini.. mereka nganggep ulah iseng anak2 high school.. ni www.pm.gov.au lo pada deface deh.. pasti mereka masi tetep pada diem..
emoticon-Ngakak
Diubah oleh ahokjr
Hacker abal2 cap burung perkutut....
kali ini sangat tepat keputusan yg diambil pemerintah
hacker pale.loe? emoticon-Ngakak

defase doang mah anak TK

lagian apaan loe bangga banggain jim geovedi? terkenal aja engga emoticon-Cape deeehh

emoticon-fuck
Quote:


polkis mah bodo amat bray emoticon-Ngakak

asal jangan kaskuss aja emoticon-Big Grin
Halaman 1 dari 2


×
GDP Network
© 2018 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di