alexa-tracking

Demi rupiah, PL karaoke rela dipeluk dan mabuk bareng pelanggan

Main Content

1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/527e4c1617cb17727f000009/demi-rupiah-pl-karaoke-rela-dipeluk-dan-mabuk-bareng-pelanggan
Poll: apakah anda pernah tidur dengan Pemandu lagu karaoke?
SERING 23.53% (8 votes)
SEMINGGU SEKALI 38.24% (13 votes)
ANE GAY GAN :najis 38.24% (13 votes)
Ngakak 
Demi rupiah, PL karaoke rela dipeluk dan mabuk bareng pelanggan
Demi rupiah, PL karaoke rela dipeluk dan mabuk bareng pelanggan

Merdeka.com - Keberadaan perempuan Pemandu Lagu (PL) di lokasi karaoke menjadi salah satu 'gula' untuk mendatangkan konsumen sebanyak-banyaknya. Meski kerap dipandang miring oleh masyarakat, para PL tak mau ambil pusing.

Bagi mereka yang penting pundi-pundi rupiah dapat dikantongi untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari. Sebut saja namanya Cintya. Gadis berusia 19 tahun ini bekerja sebagai PL di salah satu lokasi karaoke di Jakarta Pusat.

Dalam satu hari, dia mengaku dapat mengantongi Rp 300 ribu dari hasil kerjanya. "Tergantung ramai nggaknya ya. Kalau ramai bisa Rp 400 ribu, Rp 300 ribu lah biasanya," katanya saat berbincang dengan merdeka.com, beberapa waktu lalu.

Meski demikian, Cintya tak menampik jika ada tamu yang meminta pelayanan lebih darinya. Dipeluk dan dibuai pelanggan saat berkaraoke sudah bukan hal yang aneh baginya.

"Kalau itu pasti ada ya. Kalau masih batas wajar ya kita maklumi," katanya.

Tak hanya itu, dia mengaku pertama kali 'berkenalan' dengan alkohol ketika menjadi PL. Segala jenis minuman beralkohol pernah dicobanya saat mendampingi pelanggan.

Tak jarang, dia pun ikut teler bersama pelanggannya di dalam room karaoke. "Biasanya pas sudah on itu mereka kadang minta macam-macam. Tapi saya sih profesional saja. Saya menolak dengan halus," katanya.

Sementara itu, sosiolog Musni Umar mengatakan, uang menjadi alasan utama mengapa para perempuan Pendamping Lagu (PL) di karaoke itu mau dibelai dan mengonsumsi alkohol bersama para pria.

"Motifnya pasti karena ekonomi. Faktor ekonomi yang mendorong mereka bekerja seperti itu," katanya saat berbincang dengan merdeka.com, Jumat (8/11).

http://www.merdeka.com/peristiwa/dem...pelanggan.html

kesian banget ya emoticon-Malu (S)

Ngakak 
Godaan wanita pemandu lagu nan seksi di ruang karaoke

Demi rupiah, PL karaoke rela dipeluk dan mabuk bareng pelanggan

Merdeka.com - "Halo, selamat malam," sapa para wanita muda itu ramah saat tamu memasuki ruang karaoke.

Penampilan mereka sensual. Dengan balutan rok mini dan pakaian serba ketat menggoda.

Sebutannya wanita pemandu lagu alias PL. Sering juga disebut purel atau kadang Lady Escort alias LC. Tapi semua nama itu artinya sama saja. Tugas wanita-wanita ini menemani tamu berkaraoke ria dan menyuguhkan minum.

Untuk menarik tamu, para wanita muda ini berpakaian seksi. PL adalah daya tarik utama sebuah tempat karaoke. Selain cantik, PL yang ramah dan pandai menyanyi disukai para tamu karaoke.

"Ya, PL penting sekali. Banyak tamu yang datang karena sudah kenal dengan PL di sini. Tapi tentu kita juga mengutamakan kenyamanan room, audio dan video yang bagus serta minuman yang berkualitas," kata Rudi, seorang manajer karaoke di Jakarta Barat saat berbincang dengan merdeka.com.

Tak sulit mencari tempat karaoke yang menyediakan wanita pemandu lagu nan seksi di Jakarta. Di kawasan Tamansari, Gajah Mada, Hayam Wuruk dan sekitarnya bertebaran tempat-tempat karaoke seperti ini.

Rata-rata untuk satu room atau ruangan karaoke yang bisa menampung enam orang bertarif Rp 100.000-150.000 per jam. Minimal booking untuk 3 jam. Ini hanya ruangan, tanpa minum dan pemandu lagu.

Satu botol bir umumnya dijual Rp 50.000. Sebotol minuman ringan bersoda Rp 20.000. Minuman alkohol per gelas berkisar antara Rp 90.000 sampai Rp 200.000. Sedangkan paket satu botol Jack Daniels atau Chivas Regal, Rp 1,7 juta hingga Rp 2,5 juta. Itu termasuk room untuk tiga jam dan dua wanita pemandu lagu.

"Lebih enak ambil paket. Udah semua biaya masuk, kalau tips untuk pemandu lagu di luar itu ya," kata Nita, resepsionis sebuah tempat karaoke.

Jika tidak mengambil paket, pemandu lagu biasanya bertarif mulai Rp 100.000 per jam. Jika tempat makin elite, tentu tarif PL juga makin mahal. Aturan minimal booking tiga jam, hanya untuk menemani bernyanyi. Tarif itu belum termasuk tips. Rata-rata PL di kawasan Taman Sari dan sekitarnya Rp 400.000 untuk tiga jam.

Nah, seringnya wanita pemandu lagu ini juga bisa dibooking. Setelah suasana panas dalam ruang karaoke, biasanya berlanjut ke hubungan yang lebih intim.

Diakui seorang Pemandu Lagu, Rina (25), memang karaoke hanya pemanasan. Wanita berambut sepunggung ini sudah biasa dirangkul atau dicolek tamu di dalam room karaoke.

"Biasanya mereka penasaran, dan ngajak lanjut. Saya lihat-lihat orangnya. Tapi biasanya saya tawarin Rp 500.000. Ya kurang dikit bolehlah, untuk sekali main," kata Rina.

Awalnya karaoke merupakan hiburan yang sangat populer bagi para pekerja di Jepang untuk melepas stres. Seiring membanjirnya alat elektronik dari Jepang, budaya karaoke pun mulai marak sekitar tahun 1970an di Jakarta.

Tingginya permintaan kaum adam membuat bisnis ini tak pernah mati. Di Jakarta, nyaris setiap malam tempat karaoke selalu dipadati pengunjung. Sebagian besar karena ingin dibelai oleh para pemandu lagu yang cantik dan berujung pada hubungan intim.

Sosiolog UIN Syarif Hidayatullah, Musni Umar, menilai tempat karaoke telah berubah fungsi dari tempat bernyanyi menjadi tempat pertemuan pria hidung belang dan wanita yang siap melayani. Kehidupan metropolitan membuat tempat karaoke menjadi hiburan favorit.

Hampir tak mungkin menertibkan karaoke plus ini, karena razia hanya bersifat sementara. Begitu tak ada razia, kembali tempat karaoke dan gadis-gadis ini beroperasi.

"Karaoke menjadi tempat mesum ini bukan hanya terjadi di Jakarta, tetapi di kota-kota besar. Hal ini sudah menjamur," kata Musni.

Simak penelusuran Tim merdeka.com menelisik para wanita pemandu lagu di Jakarta.

http://www.merdeka.com/peristiwa/god...g-karaoke.html

mending ambil paket all in 460 ribu beres emoticon-Big Grin
Quote:Demi rupiah, PL karaoke rela dipeluk dan mabuk bareng pelanggan


nyimeakkk broo..rooo....emoticon-Malu (S)
Wah... Mana potonya... Biar ane pilih atu....

Thumbs up 
Karaoke dengan wanita cuma pemanasan, selanjutnya ke kamar

Demi rupiah, PL karaoke rela dipeluk dan mabuk bareng pelanggan

Merdeka.com - Sepintas ruang-ruang karaoke di kawasan Grogol, Jakarta Barat itu tak ada bedanya dengan tempat bernyanyi pada umumnya. Sebuah sofa panjang, TV LCD 32 inchi dengan beberapa buah mik.

Begitu juga dengan para pemandu lagu alias PL di karaoke tersebut. Pakaian seksi dan senyum menggoda memanjakan tamu-tamu tempat karaoke tersebut. Tak ada bedanya dengan di tempat karaoke lain.

Perbedaan tampak setelah satu jam lebih berkaraoke. Para pemandu lagu itu mulai berani merayu tamunya.

"Mau lanjut nggak? Ada tempat di atas," kata seorang PL, Rina, kepada tamunya.

Si pria kelihatan mengangguk. Rina pun langsung menggandengnya keluar room karaoke. Dia naik satu tingkat ke ruangan atas, rupanya ada beberapa kamar di sana. Cuma ada ranjang, meja rias, kaca berukuran besar dan ruang bilas kecil. Yang seperti ini tak di semua tempat karaoke ada.

Inilah modus prostitusi berkedok wanita pemandu lagu karaoke. Bernyanyi sambil merangkul mesra para gadis seksi ini ternyata hanya pemanasan. Sesi yang lebih intim menunggu di atas.

"Sekali main Rp 300.000. Sudah termasuk kamar dan bonus kondom," kata Stela (40), yang biasa dipanggil Mami oleh anak buahnya, sambil tersenyum.

Menurut Stela dia memiliki 20 wanita pemandu lagu. Semuanya memang berprofesi ganda, bukan hanya menemani tamu bernyanyi. Semuanya berpakaian seksi dan seronok. Tamu boleh memilih wanita sesuai selera masing-masing.

Tempat karaoke ini nyaris penuh saat akhir pekan. Sampai-sampai para tamu biasanya menghubungi Stela untuk booking wanita langganan mereka.

"Tapi main di atas ya, ceweknya nggak boleh dibawa keluar. Aturannya seperti itu," kata Stela.

Novi, seorang pemandu lagu menjelaskan, dari Rp 300.000 itu, dirinya mendapat bagian Rp 200.000. Sisa Rp 100.000 digunakan untuk membayar sewa kamar, uang kas, dan bagian untuk mami Stela.

"Semalam biasanya paling banyak tiga tamu. Itu udah paling banyak karena kan kita juga nemenin tamu nyanyi dan minum," kata Novi saat berbincang dengan merdeka.com.

Novi mengaku belum setahun bekerja sebagai pemandu lagu. Sebelumnya dia bekerja di salon, seorang teman mengajaknya bekerja di karaoke tersebut. Setelah dicoba, Novi kerasan dengan profesi barunya. Alasannya apalagi kalau bukan uang.

"Ya inginnya sih nggak kerja kayak gini, tapi terpaksa dikerjain aja. Susah cari kerja," ucap Novi.

Sosiolog UIN Syarif Hidayatullah Musni Umar menilai permasalahan wanita pemandu lagu yang berprofesi rangkap ini merupakan masalah klasik. Jerat kesulitan ekonomi membuat wanita tergiur mendapatkan uang dengan cara mudah.

"Awalnya mungkin dia hanya menemani menyanyi, tapi karena tergiur uang dan melihat teman-temannya semua melakukan itu. Dia pun ikut terjerumus," kata Musni saat berbincang dengan merdeka.com.

http://www.merdeka.com/peristiwa/kar...karaoke-2.html

main di ruangan karaoke jg boleh kok emoticon-Big Grin
kan ada kamar mandinya emoticon-Malu (S)

Cool 
Cewek PL seksi kesal digerayangi berlebihan oleh tamu karaoke

ilustrasi digerayangi emoticon-Big Grin
Demi rupiah, PL karaoke rela dipeluk dan mabuk bareng pelanggan

Merdeka.com - Lisya tersenyum manis pada tamu-tamunya malam itu. Pemandu lagu berusia 24 tahun di sebuah tempat karaoke di Jakarta Pusat ini dengan ramah menyapa tamu yang ditemaninya.

"Mau nyanyi apa?" kata Lisya sambil menuangkan minuman beralkohol di enam gelas.

Lisya tampak menggoda dengan rok mini ketat berwarna putih dengan atasan yang memperlihatkan sebagian punggungnya. Rambut panjangnya digerai, sungguh menarik. Menurutnya, memang tuntutan tugas sebagai pemandu lagu atau PL di karaoke berpakaian serba seksi.

Setelah beberapa lagu, Lisya ikut bernyanyi meramaikan suasana malam itu di room karaoke. Dipilihnya lagu-lagu dangdut macam 'Direject', 'Pacar Lima Langkah' dan 'Jarang Pulang'. Lisya pun bergoyang seksi sambil berdendang.

Rekan Lisya, Helen, yang juga berada di room itu ikut menggoyangkan tubuhnya. Helen lebih cantik dari Lisya dengan pakaian sama seksinya.

Wanita cantik, alkohol dan musik berpadu mengundang napsu setiap pria di ruang karaoke. Tangan-tangan tamu pria yang nakal mulai menyentuh tubuh Lisya.

"Kalau aku digandeng atau dipegang sedikit sih nggak masalah. Tapi banyak tamu yang mau pegang yang paling pribadi itu aku tolak. Kesal sih, tapi nepis tangannya pelan-pelan biar nggak tersinggung. Yang penting dia tahu kita nggak suka," kata Lisya saat berbincang dengan merdeka.com.

Lisya mengaku penghasilannya sebagai PL mengandalkan tips dari tamu. Karena itu dia berusaha berbaik-baik pada tamu agar royal.

"Kita juga dapat tambahan uang kalau tamu buka botol, istilah untuk memesan minuman keras yang mahal satu botol full. Kalau mengandalkan gaji sih kecil, hampir sama dengan UMP buruh di Jakarta," katanya sambil tertawa.

Lisya bercerita dirinya merantau dari Cirebon. Sudah beberapa kali pindah kerja sebagai PL. Pengalaman di setiap tempat rata-rata sama. Pelanggan yang mabuk suka kurang ajar dan bertindak kelewatan.

Tapi walau kesal digerayangi di room karaoke, Lisya mengaku tak keberatan dibooking untuk menemani tamu ke hubungan yang lebih intim lagi. Hanya Lisya pilih-pilih, kalau pria itu sesuai selera, baru dia mau main. Kalau tidak dengan halus dia menolak.

"Biasanya di luar, saya nggak mau kalau main di room karaoke. Kalau harga sih biasanya Rp 300.000-500.000 sekali main. Ya lumayan untuk tambah-tambah, kalau di hotel kan bebas mau ngapain. Kalau di room males dipegang-pegang, nggak dapet uang," bisiknya.

Kisah Lisya hanya satu dari sekian banyak wanita PL yang berprofesi serupa. Sosiolog UIN Syarif Hidayatullah menilai wanita dengan latar belakang ekonomi lemah mudah terjerat dalam dunia seperti ini.

Musni juga menyatakan keprihatinannya karena karaoke sudah menjadi tempat pertemuan pria hidung belang dan wanita. Bukan lagi sekadar tempat bernyanyi melepas penat.

http://www.merdeka.com/peristiwa/cew...karaoke-3.html

kalo ngga mau digerayangi ya JANGAN KERJA DI KARAOKE TONG emoticon-Cape d... (S)
ergh sayang amat kaya ga punya kerjaan lain aja, walau susah pasti tetep ada kerjaan lain yg lebih bagus
Yaaa kembali ke kebutuhan ekonomi lagi laa klo daah begini..

Banyak peminatnya jg kan..
emoticon-Big Grin

Thumbs down 

kaget liat hasil pooling
ternyata kaskuser BP ada yang gay emoticon-Berduka (S)
Quote:Original Posted By serdaduklasik84
Yaaa kembali ke kebutuhan ekonomi lagi laa klo daah begini..

Banyak peminatnya jg kan..
emoticon-Big Grin


kerja paling enak
minum gratis
nyanyi gratis
dipake bayar emoticon-Malu (S)
hihi yg ini sih masih termasuk karaoke kelas 'pemula' berdasarkan tarif yg dipatok emoticon-Big Grin
Quote:Original Posted By eksekutif_nakal
hihi yg ini sih masih termasuk karaoke kelas 'pemula' berdasarkan tarif yg dipatok emoticon-Big Grin


emoticon-Ngakak
wah kayaknya pengalaman sekali
share share dong emoticon-Big Grin
Quote:Original Posted By Bostnb
Demi rupiah, PL karaoke rela dipeluk dan mabuk bareng pelanggan


Yang paling kiri kok mirip saia yaaa?
Ini dipoto pas saia mabuk di mana yaaa?
emoticon-Bingung (S)
Quote:Original Posted By ErnestoGuevara.


Yang paling kiri kok mirip saia yaaa?
Ini dipoto pas saia mabuk di mana yaaa?
emoticon-Bingung (S)


wahhh ente tampangnya kayak gini gan emoticon-Matabelo
Quote:Original Posted By Bostnb


wahhh ente tampangnya kayak gini gan emoticon-Matabelo


Ya ndak seajaib gitu juga sih Om...
Tapi ya gitulah...
emoticon-Malu
:
karena semakin banyak pelanggan beli snack + minuman, semakin gede bonus nya emoticon-Hammer
ane pernah dulu pertama kali karoke di temenin PL, berhubung masi nubieemoticon-Malu (S) makanya malu2, malah ane yang di grayangin sama tu PLemoticon-Ngakak
Quote:Original Posted By Bostnb
ilustrasi digerayangi emoticon-Big Grin
Demi rupiah, PL karaoke rela dipeluk dan mabuk bareng pelanggan

Merdeka.com - Lisya tersenyum manis pada tamu-tamunya malam itu. Pemandu lagu berusia 24 tahun di sebuah tempat karaoke di Jakarta Pusat ini dengan ramah menyapa tamu yang ditemaninya.

"Mau nyanyi apa?" kata Lisya sambil menuangkan minuman beralkohol di enam gelas.

Lisya tampak menggoda dengan rok mini ketat berwarna putih dengan atasan yang memperlihatkan sebagian punggungnya. Rambut panjangnya digerai, sungguh menarik. Menurutnya, memang tuntutan tugas sebagai pemandu lagu atau PL di karaoke berpakaian serba seksi.

Setelah beberapa lagu, Lisya ikut bernyanyi meramaikan suasana malam itu di room karaoke. Dipilihnya lagu-lagu dangdut macam 'Direject', 'Pacar Lima Langkah' dan 'Jarang Pulang'. Lisya pun bergoyang seksi sambil berdendang.

Rekan Lisya, Helen, yang juga berada di room itu ikut menggoyangkan tubuhnya. Helen lebih cantik dari Lisya dengan pakaian sama seksinya.

Wanita cantik, alkohol dan musik berpadu mengundang napsu setiap pria di ruang karaoke. Tangan-tangan tamu pria yang nakal mulai menyentuh tubuh Lisya.

"Kalau aku digandeng atau dipegang sedikit sih nggak masalah. Tapi banyak tamu yang mau pegang yang paling pribadi itu aku tolak. Kesal sih, tapi nepis tangannya pelan-pelan biar nggak tersinggung. Yang penting dia tahu kita nggak suka," kata Lisya saat berbincang dengan merdeka.com.

Lisya mengaku penghasilannya sebagai PL mengandalkan tips dari tamu. Karena itu dia berusaha berbaik-baik pada tamu agar royal.

"Kita juga dapat tambahan uang kalau tamu buka botol, istilah untuk memesan minuman keras yang mahal satu botol full. Kalau mengandalkan gaji sih kecil, hampir sama dengan UMP buruh di Jakarta," katanya sambil tertawa.

Lisya bercerita dirinya merantau dari Cirebon. Sudah beberapa kali pindah kerja sebagai PL. Pengalaman di setiap tempat rata-rata sama. Pelanggan yang mabuk suka kurang ajar dan bertindak kelewatan.

Tapi walau kesal digerayangi di room karaoke, Lisya mengaku tak keberatan dibooking untuk menemani tamu ke hubungan yang lebih intim lagi. Hanya Lisya pilih-pilih, kalau pria itu sesuai selera, baru dia mau main. Kalau tidak dengan halus dia menolak.

"Biasanya di luar, saya nggak mau kalau main di room karaoke. Kalau harga sih biasanya Rp 300.000-500.000 sekali main. Ya lumayan untuk tambah-tambah, kalau di hotel kan bebas mau ngapain. Kalau di room males dipegang-pegang, nggak dapet uang," bisiknya.

Kisah Lisya hanya satu dari sekian banyak wanita PL yang berprofesi serupa. Sosiolog UIN Syarif Hidayatullah menilai wanita dengan latar belakang ekonomi lemah mudah terjerat dalam dunia seperti ini.

Musni juga menyatakan keprihatinannya karena karaoke sudah menjadi tempat pertemuan pria hidung belang dan wanita. Bukan lagi sekadar tempat bernyanyi melepas penat.

http://www.merdeka.com/peristiwa/cew...karaoke-3.html

kalo ngga mau digerayangi ya JANGAN KERJA DI KARAOKE TONG emoticon-Cape d... (S)

namanya juga cewek bray, emang uda tabiat nya "bermuka dua". pake baju seksi biar jd pusat perhatian cowok giliran "digoda" sok marah ( padahal dalam hati bangga tuh) emoticon-Malu (S)


kalo tampang ancur yo pasti bayar kalo mau make

kalo kebalikannya bisa ga bayar loh pakenya

emoticon-Cool
=========================================

Quote:Original Posted By ErnestoGuevara.


Yang paling kiri kok mirip saia yaaa?
Ini dipoto pas saia mabuk di mana yaaa?
emoticon-Bingung (S)


emoticon-Ngakak

mosok tampangmu ancur kayak gitu bray emoticon-Big Grin



Quote:Original Posted By Bostnb
ilustrasi digerayangi emoticon-Big Grin
Demi rupiah, PL karaoke rela dipeluk dan mabuk bareng pelanggan

Merdeka.com - Lisya tersenyum manis pada tamu-tamunya malam itu. Pemandu lagu berusia 24 tahun di sebuah tempat karaoke di Jakarta Pusat ini dengan ramah menyapa tamu yang ditemaninya.

"Mau nyanyi apa?" kata Lisya sambil menuangkan minuman beralkohol di enam gelas.

Lisya tampak menggoda dengan rok mini ketat berwarna putih dengan atasan yang memperlihatkan sebagian punggungnya. Rambut panjangnya digerai, sungguh menarik. Menurutnya, memang tuntutan tugas sebagai pemandu lagu atau PL di karaoke berpakaian serba seksi.

Setelah beberapa lagu, Lisya ikut bernyanyi meramaikan suasana malam itu di room karaoke. Dipilihnya lagu-lagu dangdut macam 'Direject', 'Pacar Lima Langkah' dan 'Jarang Pulang'. Lisya pun bergoyang seksi sambil berdendang.

Rekan Lisya, Helen, yang juga berada di room itu ikut menggoyangkan tubuhnya. Helen lebih cantik dari Lisya dengan pakaian sama seksinya.

Wanita cantik, alkohol dan musik berpadu mengundang napsu setiap pria di ruang karaoke. Tangan-tangan tamu pria yang nakal mulai menyentuh tubuh Lisya.

"Kalau aku digandeng atau dipegang sedikit sih nggak masalah. Tapi banyak tamu yang mau pegang yang paling pribadi itu aku tolak. Kesal sih, tapi nepis tangannya pelan-pelan biar nggak tersinggung. Yang penting dia tahu kita nggak suka," kata Lisya saat berbincang dengan merdeka.com.

Lisya mengaku penghasilannya sebagai PL mengandalkan tips dari tamu. Karena itu dia berusaha berbaik-baik pada tamu agar royal.

"Kita juga dapat tambahan uang kalau tamu buka botol, istilah untuk memesan minuman keras yang mahal satu botol full. Kalau mengandalkan gaji sih kecil, hampir sama dengan UMP buruh di Jakarta," katanya sambil tertawa.

Lisya bercerita dirinya merantau dari Cirebon. Sudah beberapa kali pindah kerja sebagai PL. Pengalaman di setiap tempat rata-rata sama. Pelanggan yang mabuk suka kurang ajar dan bertindak kelewatan.

Tapi walau kesal digerayangi di room karaoke, Lisya mengaku tak keberatan dibooking untuk menemani tamu ke hubungan yang lebih intim lagi. Hanya Lisya pilih-pilih, kalau pria itu sesuai selera, baru dia mau main. Kalau tidak dengan halus dia menolak.

"Biasanya di luar, saya nggak mau kalau main di room karaoke. Kalau harga sih biasanya Rp 300.000-500.000 sekali main. Ya lumayan untuk tambah-tambah, kalau di hotel kan bebas mau ngapain. Kalau di room males dipegang-pegang, nggak dapet uang," bisiknya.

Kisah Lisya hanya satu dari sekian banyak wanita PL yang berprofesi serupa. Sosiolog UIN Syarif Hidayatullah menilai wanita dengan latar belakang ekonomi lemah mudah terjerat dalam dunia seperti ini.

Musni juga menyatakan keprihatinannya karena karaoke sudah menjadi tempat pertemuan pria hidung belang dan wanita. Bukan lagi sekadar tempat bernyanyi melepas penat.

http://www.merdeka.com/peristiwa/cew...karaoke-3.html

kalo ngga mau digerayangi ya JANGAN KERJA DI KARAOKE TONG emoticon-Cape d... (S)

ilustrasinya mantap