alexa-tracking

Main Content

1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/527e0bb33f42b21c33000002/caleg-pks-kepergok-beli-sabu-sabu
Sedih 
Caleg PKS Kepergok Beli Sabu-Sabu
Transaksi Narkoba, Oknum Caleg Ditangkap Polisi

Satuan reserse narkoba Polres Kuantan Singingi, Senin (4/11/2013 ) kemaren berhasil membekuk dua tersangka atas Juli Sahroni alias Roni Buduik (30) warga Desa Beringin Taluk Kuantan dan PE (33) warga Dusun Tobek Panjang Desa Koto Taluk Kecamatan Kuantan Tengah yang diduga telah melakukan transaksi narkoba jenis sabu-sabu.

Satu diantara tersangka tersebut atas nama Pandria Eldavis ternyata terdaftar di Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kuansing sebagai calon legislatif (caleg) dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS) daerah pemilihan (Dapil) Kuansing I yang meliputi Kecamatan Kuantan Tengah, Sentajo Raya dan Benai.

Kapolres Kuansing, AKBP Bayuaji Irawan melalui Kasatres Narkoba, AKP CB. Nainggolan yang didampini Kanit I Bripka Lukman dalam keterangannya, Senin (4/11) sore kemaren mengatakan bahwa penangkapan terhadap kedua tersangka ini berawal dari adanya informasi dari masyarakat bahwa telah ada transaksi narkoba di Desa Beringin Taluk Kuantan tepatnya disekitaran MAN 1 Taluk Kuantan.

Atas informasi tersebut, tim yang dipimpin langsung oleh Kasat beserta Opsnal langsung melakukan pengintaian dan kemudian melakukan penangkapan terhadap kedua tersangka tersebut dimana Roni Buduik diduga sebagai pengedar dan Pandria Eldavis diduga sebagai pemakai.

Dari tangan kedua tersangka diamankan barang bukti dua paket plastik benin diduga narkoba jenis sabu seharga Rp 1.800.000 dengan berat kotor 5,2 gram yang disimpan dalam dompet mas merk diamon warna silver. Selanjutnya kedua tersangka saat ini diamankan di Mapolres Kuansing bersama barang bukti.

Terkait hal tersebut Ketua KPU Kuansing, Firdaus Oemar saat dikonfirmasi mengatakan bahwa dirinya belum mendapat informasi soal penangkapan tersebut. Namun dirinya membenarkan bahwa yang bersangkutan adalah caleg PKS yang terdaftar di DCT.

"Sebelum ada putusan tetap dari pengadilan kita belum bisa ambil keputusan, nanti setelah ada vonis dan yang bersangkutan terbukti secara pidana dan surat suara belum dicetak maka yang bersangkutan akan kita coret, tapi kalau surat suara sudah terlanjur dicetak sementara yang bersangkutan belum memiliki putusan tetap (inkrah) maka nanti akan kita umumkan ke masyarakat atau namanya kita tutup, tapi lihat nanti lah, yang jelas sekarang itu sudah DCT dan tidak bisa diganti,"pungkasnya. ( ultra sandi )

http://kuansingterkini.com/mobile/de...ailberita/3357

kagak ada abis2nya oknum nih Partai bikin ulah mulu... emoticon-Tai
partai suci karapan sapi emoticon-Najis
pasti belinya ga pake tangan kanan,makanya ketangkep emoticon-Ngacir
Jauhi Narkoba!!













kecuali Oknum Partai Sapi

emoticon-Cool
pasti menang gan,, apapun kasusnya,, emoticon-Ngakak emoticon-Ngakak emoticon-Ngakak
ini semua konspirasi jionis emoticon-Ngakak
pimpinan bejat, anak buah ikut bejat emoticon-Matabelo
udah kluar duit byk
kesandung kasus ginian emoticon-Ngakak (S)
ga bs tahan nafsu bentaran aja sih emoticon-Hammer
katanya partai suciii, bersiihhhh, anti korupsi, anti bokep, tanpa dosa.. pokoknya semua musibah yg menimpa PSK ehh PKS adalah konspirasi papa onis, mamarika, intelejen, tukang becak, tukang sayur, starbuck, jco, mcdonal, hypermart & panti pijit

pokoknya ini tak boleh terjadi.. woooaaakuuu terguncang.. PKS di jebak!! PKS di jebak!!! kamiii di jebakkk!!! ini pasti konspirasi!!! emoticon-Mad (S)
Tenang! Di LP juga ada yg jual kok.
emoticon-Big Grin
itu cuma oknum emoticon-Mad (S)
Caleg PKS Kepergok Beli Sabu-Sabu
ini pasti konstipasi,.... kata pks emoticon-Ngacir

masi kalah sama pdip

Kader PDIP Selundupkan 400 Ribu Ekstasi


JAKARTA (Lampost.Co): Kader PDIP Jawa Tengah Colbert Mangara Tua ditangkap Direktorat Narkoba Bareskrim Polri karena diduga terlibat penyelundupan 400 ribu ekstasi dari Belanda. Wakil Direktur Reserse Narkoba Bareskrim Polri Kombes Anjan Pramuka menyatakan belum tahu apa benar Colbert itu adalah anggota DPRD Blora dari PDIP.

"Yang kami tangkap bernama Jefri Siregar alias Robert. Itu yang tertera dalam KTP (kartu tanda penduduknya). "Kami belum tahu apa benar dia kader PDIP atau bukan. Nanti kami tanyakan," ujar Anjan, Rabu (20-3).

Jefri Siregar alias Robert ditangkap Bareskrim sebagai penerima 400 ribu ekstasi yang dikirim dari Belanda. Dia ditangkap bersama dengan teman-temannya di Jl Raden Saleh, Jakarta Senin (11/3). MTVN/U-4


http://lampost.co/berita/kader-pdip-selundupkan-400-ribu-ekstasi
Quote:Original Posted By banteng.budug
Kader PDIP Selundupkan 400 Ribu Ekstasi


JAKARTA (Lampost.Co): Kader PDIP Jawa Tengah Colbert Mangara Tua ditangkap Direktorat Narkoba Bareskrim Polri karena diduga terlibat penyelundupan 400 ribu ekstasi dari Belanda. Wakil Direktur Reserse Narkoba Bareskrim Polri Kombes Anjan Pramuka menyatakan belum tahu apa benar Colbert itu adalah anggota DPRD Blora dari PDIP.

"Yang kami tangkap bernama Jefri Siregar alias Robert. Itu yang tertera dalam KTP (kartu tanda penduduknya). "Kami belum tahu apa benar dia kader PDIP atau bukan. Nanti kami tanyakan," ujar Anjan, Rabu (20-3).

Jefri Siregar alias Robert ditangkap Bareskrim sebagai penerima 400 ribu ekstasi yang dikirim dari Belanda. Dia ditangkap bersama dengan teman-temannya di Jl Raden Saleh, Jakarta Senin (11/3). MTVN/U-4


http://lampost.co/berita/kader-pdip-...0-ribu-ekstasi


ah biasa aja.. tapi klo partainya ngaku2 partai paling suci, paling bersih, anti korupsi, anti bokep, tanpa dosa, anti maling, anti copet & anti ejakulasi dini yg masuk berita itu baru luar biasa emoticon-Metal
manusia emank semakin rusak aja....

partai yg sok suci bilang kerjasama dgn BNN

Quote:Megawati Klaim PDIP Partai Anti Narkoba

RMOL. Sebagai partai anti narkoba, PDI Perjuangan mendukung secara politik Badan Narkotika Nasional (BNN) melaksanakan tugas membasmi narkoba.

Hal itu ditegaskan Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri dalam pidato politik peringatan HUT ke-40 PDI Perjuangan di Waduk Jatiluhur, Purwakarta siang tadi (Kamis, 10/1).

"Secara politik PDI Perjuangan memberikan dukungan politik kepada BNN dan institusi penegak hukum dalam melaksanakan tugasnya," ujar Megawati.

Mantan presiden ini mengatakan sikap tegas partainya itu diperlukan karena perkembangan akhir-akhir ini menunjukkan masyarakat terbelah dalam merespon hukuman mati bagi para produsen dan pengedar narkoba dan psikotropika.

Menurut putri Bung Karno itu, di satu sisi ada arus kuat mengatasnamakan hak asasi menusia menolak produsen dan pengedar barang laknat itu dihukum mati. Di sisi lain, ada pula kubu melihat hukuman mati sebagai ganjaran yang sepadan.

Atas terpecahnya pendapat masyarakat tersebut, Mega menyampaikan pertanyaan apakah hak asasi individual produsen dan pengedar narkoba pantas ditegakkan di atas pengorbanan hak yang lebih besar dari negara dan bangsa untuk menyelamatkan rakyatnya?

"Pertanyaan ini penting karena asas kemanusian mengharuskan kita menempatkan nyawa manusia sebagai sesuatu yang agung," tegas Megawati.

Pada bagian lain, Mega menyinggung moralitas seorang pemimpin dalam melihat banyaknya generasi bangsa yang menjadi korban barang laknat itu.

Istri Ketua MPR Taufik Kiemas ini menegaskan lagi seorang pemimpin tidak boleh buta mata terhadap persoalan itu. Padahal, ujarnya, negara pun berkewajiban mencegah agar tidak ada warga yang mati sia-sia dengan alasan apapun.

Sebagai bentuk konsistensi dalam memerangi narkoba, terutama terhadap kader PDI Perjuangan, dalam acara HUT ini PDI Perjuangan meneken kerjasama dengan Badan Narkotika Nasional (BNN).[zul]




Kasus 400 Ribu Butir Ekstasi, Polri Akui Identitas Ketua DPC PDIP Blora



Andri Haryanto - detikNews


Jakarta - Setelah menjadi misteri adanya keterlibatan Ketua DPC PDIP Blora, Colbert Mangara Tua alias Hariman Siregar dalam pengungkapan yang dilakukan Direktorat Tindak Pidana (Dit Tipid) Narkotika terhadap sindikat 400 ribu butir ekstasi, Mabes Polri akhirnya mengakui keterlibatan Colbert. Padahal sebelumnya, Bareskrim kerap bersikukuh tidak ada tersangka bernama Colbert dalam pengungkapan tersebut.


"Robert itu ya Colbert," jawab Direktur Tipid Narkotika, Brigjen Pol Anjan Depari, di sela Rapat Koordinasi Implementasi Kebijakan dan Strategi Nasional Pencegahan dan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN), di Hotel Bidakara, Jl Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Selasa (7/5/2013).

Colbert ditangkap tim Direktorat IV Bareskrim Polri, Senin (11/3/2013) sekitar pukul 17.00 WIB. Polisi mendapati Colbert sebagai penerima 400 ribu butir ekstasi yang dikemas di dalam 4 buah kompresor.

Tapi anehnya, walau PDIP sudah mengamini kadernya terlibat, Mabes Polri masih membantahnya saat itu. Wadir IV Bareskrim Polri Kombes Pol Anjan Pramuka tetap menyebut yang ditangkap Robert, bukan Colbert. Demikian juga dengan Direktur IV Bareskrim Brigjen Arman Depari. Polisi mengetahui Colbert bernama Jefry Siregar alias Robert.

"Namanya Robert, pemasok di Jakarta," kata Wakil Direktur Tipid Narkoba Bareskrim Polri, Kombes Anjan Pramuka.

Sementara itu, disinggung mengenai penerapan Undang-undang Pencucian Uang terhadap Colbert, Arman mengatakan pihaknya hingga saat ini belum menerapkan pasal dari undang-undang tersebut.

"Kita belum ke arah sana, tapi akan," jelas Arman singkat.

Sumber di kepolisian menyebutkan, harta kekayaan Colbert tidaklah sedikit. Harta tersebut diduga berasal dari hasil bisnis narkoba. Colbert, menurut sumber tersebut, selain memiliki sejumlah asaet properti di Blora, juga memiliki asaet properti di bilangan Jakarta Selatan.

"Di Jakarta dia membangun kontrakan mewah sebanyak 40-an pintu," ujar sumber tersebut.

Warga Blora tidak mengetahui banyak bisnis haram yang dijalankan Colbert. Warga setempat mengetahui Colbert memiliki bisnis taksi. Padahal, Colbert merupakan pemasok utama ekstasi salah satu klab malam di bilangan Jakarta Pusat.



bahahahaha KLAIM BERBANDING TERBALIK DENGAN KELAKUAN KETUA DPC NYA emoticon-Ngakak emoticon-Ngakak emoticon-Ngakak
atas gue terguncang
Quote:Original Posted By banteng.budug
Kasus 400 Ribu Butir Ekstasi, Polri Akui Identitas Ketua DPC PDIP Blora
Andri Haryanto - detikNews
Jakarta - Setelah menjadi misteri adanya keterlibatan Ketua DPC PDIP Blora, Colbert Mangara Tua alias Hariman Siregar dalam pengungkapan yang dilakukan Direktorat Tindak Pidana (Dit Tipid) Narkotika terhadap sindikat 400 ribu butir ekstasi, Mabes Polri akhirnya mengakui keterlibatan Colbert. Padahal sebelumnya, Bareskrim kerap bersikukuh tidak ada tersangka bernama Colbert dalam pengungkapan tersebut.

"Robert itu ya Colbert," jawab Direktur Tipid Narkotika, Brigjen Pol Anjan Depari, di sela Rapat Koordinasi Implementasi Kebijakan dan Strategi Nasional Pencegahan dan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN), di Hotel Bidakara, Jl Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Selasa (7/5/2013).

Colbert ditangkap tim Direktorat IV Bareskrim Polri, Senin (11/3/2013) sekitar pukul 17.00 WIB. Polisi mendapati Colbert sebagai penerima 400 ribu butir ekstasi yang dikemas di dalam 4 buah kompresor.

Tapi anehnya, walau PDIP sudah mengamini kadernya terlibat, Mabes Polri masih membantahnya saat itu. Wadir IV Bareskrim Polri Kombes Pol Anjan Pramuka tetap menyebut yang ditangkap Robert, bukan Colbert. Demikian juga dengan Direktur IV Bareskrim Brigjen Arman Depari. Polisi mengetahui Colbert bernama Jefry Siregar alias Robert.

"Namanya Robert, pemasok di Jakarta," kata Wakil Direktur Tipid Narkoba Bareskrim Polri, Kombes Anjan Pramuka.

Sementara itu, disinggung mengenai penerapan Undang-undang Pencucian Uang terhadap Colbert, Arman mengatakan pihaknya hingga saat ini belum menerapkan pasal dari undang-undang tersebut.

"Kita belum ke arah sana, tapi akan," jelas Arman singkat.

Sumber di kepolisian menyebutkan, harta kekayaan Colbert tidaklah sedikit. Harta tersebut diduga berasal dari hasil bisnis narkoba. Colbert, menurut sumber tersebut, selain memiliki sejumlah asaet properti di Blora, juga memiliki asaet properti di bilangan Jakarta Selatan.

"Di Jakarta dia membangun kontrakan mewah sebanyak 40-an pintu," ujar sumber tersebut.

Warga Blora tidak mengetahui banyak bisnis haram yang dijalankan Colbert. Warga setempat mengetahui Colbert memiliki bisnis taksi. Padahal, Colbert merupakan pemasok utama ekstasi salah satu klab malam di bilangan Jakarta Pusat.


eh k0ntoll bikin thread sendiri sono, ngebelain partai sapi lu yg bersih suci anti bokep anti maling anti copet anti ejakulasi dini ye? emoticon-Cape d... (S)
Quote:Original Posted By r01


ah biasa aja.. tapi klo partainya ngaku2 partai paling suci, paling bersih, anti korupsi, anti bokep, tanpa dosa, anti maling, anti copet & anti ejakulasi dini yg masuk berita itu baru luar biasa emoticon-Metal


Setuju, Gan.
Coba kalo gk bawa-bawa agama, pasti gw pasti jg masa bodo lah.
Quote:Original Posted By banteng.budug
Kader PDIP Selundupkan 400 Ribu Ekstasi


JAKARTA (Lampost.Co): Kader PDIP Jawa Tengah Colbert Mangara Tua ditangkap Direktorat Narkoba Bareskrim Polri karena diduga terlibat penyelundupan 400 ribu ekstasi dari Belanda. Wakil Direktur Reserse Narkoba Bareskrim Polri Kombes Anjan Pramuka menyatakan belum tahu apa benar Colbert itu adalah anggota DPRD Blora dari PDIP.

"Yang kami tangkap bernama Jefri Siregar alias Robert. Itu yang tertera dalam KTP (kartu tanda penduduknya). "Kami belum tahu apa benar dia kader PDIP atau bukan. Nanti kami tanyakan," ujar Anjan, Rabu (20-3).

Jefri Siregar alias Robert ditangkap Bareskrim sebagai penerima 400 ribu ekstasi yang dikirim dari Belanda. Dia ditangkap bersama dengan teman-temannya di Jl Raden Saleh, Jakarta Senin (11/3). MTVN/U-4


http://lampost.co/berita/kader-pdip-selundupkan-400-ribu-ekstasi


sst jangan oot deh

lagi ngomongin pks nih