alexa-tracking

Masuk Jalur Busway, Suruh Bayar Saja

Main Content

1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/527da7c217cb174211000004/masuk-jalur-busway-suruh-bayar-saja
Peringatan! 
Masuk Jalur Busway, Suruh Bayar Saja
ini tulisanku di kompasiana ganhttp://jakarta.kompasiana.com/transp...ja-607620.html

Sepertinya, akhir-akhir ini lagi heboh tentang peraturan pemprov DKI bagi warga pengguna kendaraan bermotor yang suka menerobos jalur transjakarta. Denda Rp. 1 juta bagi kendaraan roda empat dan Rp. 500 ribu bagi yang beroda dua, memicu pro dan kontra. Transjakarta merupakan nama resmi bagi busway yang beroperasi di ibukota Indonesia ini.

Terinspirasi dari kesuksesan Bogota, ibukota Kolombia, yang menciptakan moda transportasi ini, maka Jakarta pun mengikutinya. Diresmikan pada tahun 2004 semasa gubernur Soetiyoso (akrab disapa bang Yos), seiring berjalannya waktu, muncul masalah penyerobotan jalur transjakarta oleh pengguna kendaraan bermotor.

Faktanya transjakarta memang memakan jalan yang sudah ada, mengakibatkan penyempitan jalur, pada akhirnya pilihan menerobos jalur merupakan tindakan realistis bagi mereka yang terjebak kemacetan khas ibukota yang dulunya bernama Batavia ini.

Sebelum diterapkannya aturan ini dikeluarkan, sebenarnya kalau tidak salah, sudah ada semacam palang pintu di jalur-jalur busway (maklum, penulis bukan warga Jakarta), kemudian heboh adanya kasus orang memaki penjaga pintu dan mengaku sebagai anak jenderal, dan baru-baru ini pemprov DKI mengeluarkan peraturan denda yang menjadi headline di media massa.

Polri sendiri telah merestui kebijakan ini serta melakukan koordinasi denga kejaksaan tinggi DKI (http://megapolitan.kompas.com/read/2...p.Dilaksanakan). Ada masalah lain yang dikhawatirkan muncul dengan penerapan hukuman ini, yaitu tentang oknum polisi yang bisa saja bermain mata, untuk kasus semacam ini, mayoritas orang Indonesia sudah mengetahuinya, apalagi dalam polemik denda transjakarta ini, tawaran “bekerjasama” dengan polisi tentu lebih menggiurkan bagi pelanggar dan aparat, jika saja “denda jalanan” lebih murah ketimbang denda resminya.

Kakorlantas Polri sendiri sudah menghimbau agar semua pihak menjaga jalannya penindakan hukum tersebut. Tapi, this is Indonesia bung, hampir pasti selalu ada yang mencuri-curi kesempatan entah jumlahnya banyak atau tidak, lagipula siapa sih yang mau membayar denda setinggi langit ini?

Maka dari itu penulis punya ide, karena denda sendiri adalah keterpaksaan, maka bagaimana kalau yang masuk ke jalur transjakarta membayar seperti halnya masuk ke jalan tol. Sekilas mereka yang masuk jalan tol dan membayar adem ayem saja tanpa harus ada perasaan tidak ikhlas, karena membayar tol adalah kewajiban bukan hukuman.

Tentunya besaran tarifnya lebih kecil ketimbang denda, untuk kendaraan roda empat cukup 300 ribu saja dan kendaraan roda dua Rp. 150 ribu, selain itu juga untuk ketertiban hendaknya tinggi separatornya setidaknya setengah meter sehingga tidak ada lagi yang curi-curi kesempatan, kemudian siagakan halte di setiap halte untuk menangani armada mogok.

Lalu bagaimana jika separator tinggi kemudian ada kendaraan bermotor lain lewat tapi ada transjakarta mogok? Kalau menurut penulis, jika dua jalur busway berlawanan arah tapi berdampingan, maka alternatifnya putar arah, berarti jadi jauh donk? Ya resiko ditanggung penumpang, hahaha.

Setiap persimpangan jalan yang menjadi pintu penyerobotan, nah disitulah dibangun pintu untuk membayar, kalau bisa menjadi halte baru saja. Asumsinya, dengan banyaknya yang masuk jalur busway, maka pendapatan melimpah, nantinya bisa untuk penambahan armada, perawatan fasilitas, dan pembelian derek untuk mempercepat evakuasi armada mogok.

Malah kalau bisa, halte tersebut menjadi stasiun pengisina bahan bakar juga sekalian tempat mengisi angin ban, bahkan kalau bisa, ditambah dengan AC, ruang merokok dan toilet. Sebenarnya idealnya busway itu harusnya steril, sehingga lebih baik dana pendapatan tersebut jangan dihabiskan semuanya, tetapi “ditabung” untuk membuat proyek jalan layang khusus busway dengan haltenya, yang terdiri dari empat jalur sehingga bila ada yang mogok, tidak menganggu armada di belakangnya. Kemudian jalur lama dikembalikan menjadi jalanan umum.

Penulis memang bukan orang yang ahli dibidang ini, sehingga mungkin terkesan seperti mimpi di siang bolong.

Yogyakarta, 8 november 2013


sekian, ditunggu caci makinya emoticon-Ngakak
kunjungi tulisan saya yg lain juga mampir aja http://www.kompasiana.com/mlaku2Jo
biar ga dimasukin di pager aja kaya pager monasemoticon-Cape d... (S)
kalau gitu kagag ada bedanya tuh om ama jalan tol,
tar klo ongkosnya murah tu jalur bakal penuh trus macet.
kalo ongkos sekali masuk satu juta, apa ada yg mau bayar??
KASKUS Ads
Quote:


ya jangan dikasih tarif murah om, nanti kesenengen emoticon-Ngakak
yg tuh kan banyak, dibanyangin aja kalau semuanya mbayar, bisa buat perawatan dan penambahan fasilitas plus "nabung" buat bikin jalan layang khusus busway
trims sudah mampir emoticon-I Love Indonesia (S)
500-1000000 better user to pay ' rent girl ' at hotel classic jakarta..

tahan aja motor yg ketauan masuk busway, ga usah bayar-bayar segala emoticon-Big Grin

nanti jg kapok
Setuju, tapi bayarnya 1 juta, biar gak macet, mau?
emoticon-Ngakak
setuju lah sekali masuk sejuta!
Bikin loketnya sekaliam untuk non busway emoticon-Ngakak
tsnya ngaco, tujuan dibuat jalur khusus busway khan biar orang mau naik transportasi massal untuk mengurai kemacetan.
klo jalur tsb dibuka dan dikomersilkan, malah melenceng dari tujuan utamanya
emoticon-Cape deeehh
tulisan ngaco emoticon-Cape d... (S)

tujuan jalur busway itu biar warganya pindah ke transportasi masal...
lha klo dikomersilkan jadi melenceng , emang mau dikasih tarif, 2jtemoticon-Bingung (S) itu murah lho, buat jalur v v ip bebas macet emoticon-Malu (S)

klo emang bisa bikin jalan layang buat busway , mending ganti mrt sekalian om, ngapain pake bus lagi, emoticon-No Hope

ini mah tulisan orang yang kagak mau kena macet , tapi kagak mau pake transportasi umum juga , sakkarepe dhewe , emoticon-Cape d... (S)
kudunya tiap jalur busway dijagain polkis..kan personel polkis lebih banyak dar jalur transjakarta


tapi apa mau polkis kerjanya cuma jagain jalur..mendingan tiup priwitan dapet 20rb-50rb emoticon-Big Grin
Quote:


1. Menurut saya dg adanya komersialisasi ini lebih mudah ketimbang denda yg ada proses dan alurnya sehingga bisa memberi kesempatan bagi polisi2 nakal (walau tidak semua polisi begitu)
2 Rp. 2 juta murah? kalau begitu dg adanya denda satu juta masih banyak yg menerobos donk? tp katanya akhir2 ini macet lebih parah karena aturan denda?
3. MRT? analoginya untuk apa pemerintah memberi izin trayek bus kalau sudah ada KA? kan kalau masih ada busway jadi banyak pilihan om, sedangkan MRT sendiri masih kontroversi ttg tarifnya.
4. Bukan tidak mau macet atau tidak mau menggunakan transportasi umum, tapi kalau diterapkan pendapatannya bisa untuk merawat dan menambah fasilitas serta bisa membuat orang yg mau nerobos pikir2 karena harus menambah budget
Monggo kalau punya pendapat lain?
Quote:

untuk mengatasi penyerobotan itu makanya diberlakukan denda, tapi kan denda ada prosesnya, kalau memakai sistem berbayar seperti tol ini kan langsung sodorin duit aja, dan duitnya bisa jadi pendapatan, serta bagi yg mau menerobos pikir2 karena harus menambah budget
monggo kalau punya pendapat lain?
Usulin aja ke Ahok. Sms dia aja nomer dia ada di twitternya
ok boleh bayar, tapi ga ad asuransi/jaminan kalo ke lindes/ketabrak busway yah?? emoticon-Big Grin
Bikin UU dendannya motor 2 jt mobil 3jt pasti beres.

Tapi duitnya utuk polantas jgn untuk kas daerah/negara ntar dikorup juga org2 depkeu/pajak.

Pasti polantasnya semangat.


Quote:


Harusnya tak ada pembedaan harga untuk kendaraan.
Kalau ada, ntar seperti yang kemarin ane lihat.
Motor dibiarkan ngacir alias lolos dan diPrittt yang mobil.
Ngapain ambil kecil kalau ada yang gede. emoticon-Ngakak
ide nya bagus banget gan TS sekaligus hasil dananya di kelola pemprov... ( dan menurut ane baiknya pengelolaannya harus transparan dan jangan pihak ketiga/swasta... ntar malah kayak jalan tol )

nantinya bisa untuk meningkatakan pelayanan busway dan pada waktunya nanti bisa untuk membangun jalan busway layang atau bawah tanah ( bisa railway ) nah sejak saat terbangunnya ini jalan busway tanpa di ganggu oleh mobil/motor pribadi
Quote:


klo denda khan sudah diatur mekanismenya, liat di thread sebelah ktnya antara 500rb s/d1 juta.
intinya fasilitas busway dan jalurnya untuk "memaksa' masyarakat jakarta untuk menggunakan transportasi massal.