alexa-tracking

Polisi Mabuk Pembunuh Satpam Hanya Divonis 1 Tahun Penjara

Main Content

1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/527da0d5becb17192a000012/polisi-mabuk-pembunuh-satpam-hanya-divonis-1-tahun-penjara
Polisi Mabuk Pembunuh Satpam Hanya Divonis 1 Tahun Penjara
Polisi Penembak Sopir Mobil ATM di Semarang Divonis 1 Tahun Penjara

Oknum anggota Polrestabes Semarang, Briptu Priya Yustanto yang menembak sopir perusahaan pengisian uang ATM, Nuki Nugroho dijatuhi vonis 1 tahun penjara oleh Majelis Hakim Pengadilan Negeri Semarang. Vonis ini lebih ringan dari tuntutannya 1,5 tahun.

Dalam hal-hal yang meringankan, Ketua Majelis Hakim Togar menilai perbuatan terdakwa tidak memenuhi unsur kesengajaan karena masih dalam pengaruh minuman keras. Selain itu hal yang meringankan adalah terdakwa menyesali perbuatannya dan meminta maaf kepada keluarga korban dan memberikan uang saat takziah.

"Hal-hal yang meringankan terdakwa belum pernah dihukum, terdakwa menyesali perbuatannya serta sudah meminta maaf dan melakukan perdamaian dengan keluarga korban," kata Togar di Pengadilan Negeri (PN) Semarang, Kamis (7/11/2013).

Dalam amar putusannya, Togar menyebutkan terdakwa menarik pelatuk senjata api jenis Revolver yang dibawanya dan melukai korban hingga akhirnya tewas.

"Terdakwa terbukti bersalah melanggar pasal 359 KUHP tentang kelalaian yang menyebabkan hilangnya nyawa seseorang," tegas Togar.

Menanggapi hal tersebut, Priya menyatakan menerima putusan hakim. Usai persidangan, Priya langsung disambut istri dan orang tuanya. Ia pun langsung menggendong anaknya yang masih kecil.
Diketahui peristiwa terjadi 15 Juni lalu, korban tertembak saat berada di dalam ruang istirahat kantornya, PT TAG pukul 02.30 WIB oleh Priya saat sedang bercanda. Nuki meninggal sekitar pukul 04.30 di RS Kariadi karena peluru menembus dari belakang kepala hingga depan kepala sebelah kiri.

[url]http://news.detik..com/read/2013/11/07/175322/2406661/10/polisi-penembak-sopir-mobil-atm-di-semarang-divonis-1-tahun-penjara[/url]

Polisi Mabuk Pembunuh Satpam Hanya Divonis 1 Tahun Penjara

TRIBUNNEWS.COM, SEMARANG - Anggota Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) Hamidah Abdurrachman menyatakan, seluruh proses persidangan Briptu Priya merupakan sandiwara belaka.
Briptu Priya, merupakan polisi yang melakukan aksi koboi saat mabuk dengan menembak seorang petugas keamanan (satpam) sampai tewas. Nuki, satpam yang ditembaknya, tengah tertidur saat kejadian.
"Kalau melihat bagaimana tuntutan terhadap Briptu Priya hanya 1,5 tahun dan vonisnya kemudian 1 tahun, maka ini adalah sandiwara. Ini jauh dari rasa keadilan, saya sangat berharap jaksa mengajukan banding," kata Hamidah, kepada Tribun Jateng, Kamis (07/11/2013) malam.
Hamidah mengungkapkan, bila keputusan hakim adalah sekadar formalitas dari sebuah konsekuensi hukum. Hasil vonis 1 tahun bukan merupakan keadilan. Hamidah menyoroti kondisi Briptu Priya yang mabuk minuman keras saat melakukan pembunuhan.
Menurut Hamidah, anggota polisi sebagai aparat negara tidak boleh mabuk, terlebih ketika membawa senjata api.
"Jadi, mabuk itu semestinya jadi alasan yang memberatkan hukuman, bukan sebaliknya. Saya menduga BAP (berita acara pemeriksaan) juga dibuat dengan setengah hati. Ingat, pembunuhan ini terjadi saat Briptu Priya sedang tidak menghadapi ancaman apapun dan korbannya justru sedang tidur," ungkap Hamidah.

http://www.tribunnews.com/regional/2...-tahun-penjara
---------

1 nyawa cuma dihargai dengan penjara 1 tahun, murah betul nyawa di negeri ini emoticon-Turut Berduka atau jangan-jangan hakimnya juga sedang mabok emoticon-Marah
mungkin benar adanya ungkapan hukum makin tumpul ke atas,tajam ke bawah. Apalagi kalo udah menyangkut institusi (you know who lah gan) emoticon-Turut Berduka


amankan pertamax dulu emoticon-Ngacir2

Ayah Almarhum Nuki: Polisi Mabuk dan Membunuh Rakyat Harusnya Dihukum Berat

Laporan Wartawan Tribun Jateng A Prianggoro
TRIBUNNEWS.COM, SEMARANG - Muryanto (62), ayah dari satpam yang tewas ditembak oknum polisi Bripka Ptiya Yustianto, akan berjalan kaki keliling Kota Semarang sebagai bentuk protes guna mencari keadilan. emoticon-Berduka (S)
Ayah almarhum Nuki Nugroho itu, akan berjalan kaki setelah mendengar keputusan majelis hakim Pengadilan Negeri Semarang yang hanya menjatuhkan vonis 1 tahun penjara terhadap Briptu Priya.
Briptu Priya, merupakan polisi yang melakukan aksi koboi saat mabuk dengan menembak seorang petugas keamanan (satpam) sampai tewas. Nuki, satpam yang ditembaknya, tengah tertidur saat kejadian.
"Ini keadilan yang tidak benar, entah dari pengadilan atau kepolisian. Besok saya akan berjalan kaki keliling Kota Semarang memakai kemeja putih," kata Muryanto, kepada Tribun Jateng, Kamis (7/11/2013) malam.
Muryanto mengungkapkan, kemeja warna putih itu akan ditulisi "Polisi mabuk bunuh rakyat hanya dihukum 1 tahun, kalau rakyat bunuh polisi bisa dihukum 10 tahun".
Rencana itu, sebagai bentuk kekecewaan yang teramat sangat dari Muryanto terhadap keputusan hakim.
Muryanto yang juga punya menantu seorang anggota polisi ini berpendapat, bila vonis 1 tahun terhadap pembunuh rakyat adalah sangat tidak adil.
"Di mana logika? Dia (terdakwa) dalam kondisi mabuk membunuh dan menembak anak saya. Kalau posisinya oknum polisi mabuk itu justru dihukum lebih berat, apalagi mabuk dan membunuh," ujarnya dengan nada tinggi.
Kakak Nuki, Iis (32), mempertanyakan janji Kapolrestabes yang menjerat tersangka dengan dua pasal, yakni pasal tentang kelalaian dan pasal tentang menghilangkan nyawa orang lain. Iis berpendapat bila pada praktiknya di pengadilan hanya pasal tentang kelalaian saja yang dijerapatkan kepada Briptu Priya.
Iis juga membantah bila saat ini pihak keluarganya telah berdamai dengan pihak pelaku. Menurutnya Iis, perwakilan kerabat Briptu Priya sudah seringkali datang ke rumah orangtuannya namun kehadiran mereka ditolak karena alasan masih berduka. Bahkan, pihak keluarga Briptu Priya mengirimkan petugas Babinkamtibmas Polsek Lamper datang ke rumahnya.
"Namun oleh Bapak ditolak, kami juga menolak uang tali asih. Bapak pikir keadilan tidak bisa dibeli dan kami tidak pernah berdamai dengan pelaku," ujar Iis.
http://www.tribunnews.com/regional/2...-dihukum-berat
Quote:Original Posted By rodomumet
mungkin benar adanya ungkapan hukum makin tumpul ke atas,tajam ke bawah. Apalagi kalo udah menyangkut institusi (you know who lah gan) emoticon-Turut Berduka


amankan pertamax dulu emoticon-Ngacir2


Gak ada tempat mengadu di negeri ini.....gak ada satupun institusi pemerintah yang dekat dan ramah terhadap rakyatemoticon-Berduka (S)
Quote:Original Posted By rodomumet
mungkin benar adanya ungkapan hukum makin tumpul ke atas,tajam ke bawah. Apalagi kalo udah menyangkut institusi (you know who lah gan) emoticon-Turut Berduka


amankan pertamax dulu emoticon-Ngacir2


inilah potret hukum di Indonesia gan, melihat hukum sekarang, ada orang bilang kalau jadi penjahat sebaiknya di Indonesia, tetapi kalau kalau jadi korban kejahatan jangan di Indonesia


udah ga aneh klo urusan sm plokisemoticon-Cape d... (S)
masih mending jaman eyang dolo, kalo ada polisi brengsek bisa dilaporin ke PM hasilnya ya minimal bonyok lah emoticon-Big Grin
jaman sekarang??cuma ada provost polisi yang tau sendiri lah mana ada jeruk minum jeruk ?emoticon-Ngakak
mantep dah satu nyawa cuman dihargain ama 1 taun penjara.
emang mantep sistem peradilan di negri ini.
emoticon-Cape d...
itulah indonesia gan, makanya mari kita rubah indonesia gan....
ga adil emoticon-Mad
wkwkw, makin mantap niat gw tinggal di luar negeri emoticon-Big Grin
Kopassus ngebantai preman (yg ada werengnya katanya?) dihukum 11 taun. emoticon-Cape d... (S)
gila cuma setaun ??? udah kaya makan kacang goreng aja tuh vonis enteng bener emoticon-Berduka (S)
wow,. Sudah mabuk,membunuh orang pula... Hebat bener nih polkis.. Sudah gitu hukumannya cm 1 tahun penjara,itu juga belum dipotong remisi nanti emoticon-Najis
Quote:Original Posted By kabei
masih mending jaman eyang dolo, kalo ada polisi brengsek bisa dilaporin ke PM hasilnya ya minimal bonyok lah emoticon-Big Grin
jaman sekarang??cuma ada provost polisi yang tau sendiri lah mana ada jeruk minum jeruk ?emoticon-Ngakak


ngakak nih sarkas banget, lapor malah banyak yg dibunuh wkwkkw
Widih enak bener jadi polishit, maen dor sembarangan aja cuman dibui setaun.emoticon-Najis
moga makin panjang umur deh polisi-polisi kek gini,emoticon-Mad (S)
dr berita ini diambil kesimpulan "kalau mau bunuh orang tp gk mau dihukum berat, siapkan alkohol utk mabok dan skenario menyesal+minta maap"
emoticon-Ngakak (S)
sudah hancuuuurr hukum di Indonesia.
Rasyit nabrak mobil sampe tewas, karena dalam kondisi sadar, putusannya ringan.(kagak di bui)

Nih polkis mabuk nembak orang hukumannya cuma 1 tahun.

Jadi bingung gw mana kecelakaan mana kelalaian emoticon-Bingung
Kaya gini ga mau d bilang autopilot emoticon-Big Grin

Tinggal tegur aja kapolrinya, suruh anak buahnya kerja yg bener.
Mau bener apa kagak urusan belakang.
Yg penting pemerintah dalam hal ini presidennya udah nunjukin klo emang tegas dan mau negaa ini bener.


Prihatin emoticon-Ngakak (S)