alexa-tracking

Main Content

1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/527ceddd138b46791d00000a/original-fiction-the-edge
[Original Fiction] Mercenaries : The Shadows Of Regrets
Permisi gan ini postingan pertama ane disini ane nyoba" nulis cerita nih jadi tolong bimbingannya emoticon-2 Jempol Cerita ane cerita fiksi tentang Marcenary (prajurit bayaran) latarnya setelah perang dunia ke 3 ane ga pande basa-basi yaudah langsung aj ya emoticon-Smilie cekidot gan emoticon-2 Jempol

Judul dari "The Edge" udah ane ganti jadi "Mercenaries : The Shadows Of Regrets" karena kemaren buru-buru jadi ga sempat mikir judul emoticon-Stick Out Tongue

untuk sementara kacau banget gan ntar ane rapihin pake desktop mode ane minta maaf bgt gan emoticon-Mewek


jangan lupa komeng ya gan ! ane butuh masukannya gan emoticon-2 Jempol

Prolog (Fix)

Prolog
Spoiler for prolog:
Anno... Saya tahu pasti susah merapikan kalau pakai Android emoticon-Belo/
Coba kalau sudah online pakai PC ditata ulang karena karyanya mirip satu kalimat yang saaaaangat panjang kalau tidak dirapikan...

Btw akan lebih keren bila prolognya memancing keingintahuan seperti misalnya kejadian yang luar biasa, gambaran karakter yang unik, atau bahkan sesuatu yang tidak wajar terjadi. Itu akan mengundang pembaca untuk membuka halaman berikutnya... Kalau disini mungkin bisa fokus pada MC yang memandang wajahnya yang berantakan di depan cermin, foto, kemudian bagaimana perasaan MC saat itu... (jangan dulu mengalihkan fokus pada gambaran kerajaan Arcane). Menurut saya itu akan efektif mengundang keingintahuan kemudian bisa menjadi intro bagi pembaca bahwa cerita ini akan berpusar pada hubungan antara MC dan foto tersebut

Saya nantikan chapter pertamanya
Welcome to fanstuff

Nyoba baca.
Wew, saya setuju sama kak Ambro, mendingan dirapikan dulu tulisannya, dikasih paragraf biar lebih enak dibaca. Kemudian, saya melihat ada beberapa kesalahan seperti pemberian spasi sebelum tanda baca. Sebelum tanda baca gak perlu dikasih spasi, yang harus itu yang sesudah. Seperti tulisan ini.

Semoga komentar saya bisa bermanfaat emoticon-Angkat Beer
sory baru balas ya agan-agan, dan ane minta maaf sangat ga rapih ane baru nyoba nulis masukannya bakalan ane jadiin mitivasi buat maju, nanti malem ane uodate gan ! prolognya blm selese soalnya masi ada beberapa part emoticon-Smilie

part 2

Quote:Terlihat Dustin memandangku ketus "cepet cacing ud siang nih !" bentak Dustin "iya-iya maaf semaleman aku ga tidur" balasku "dasar goblok ! masi aja kamu nyariin tuh cewe ? mikir apa sih kamu ?" ujar Dustin aku hanya terdiam menanggapinya. "udah deh cukup aku marah pagi-pagi, buang-buang tenaga, nih "tiketmu" !" ujar Dustin sambil manempelkan emblem Mercenary Legion didadaku lalu berlalu menuju tangga. Greg yang sendari tadi hanya diam bersandar pada dinding pun bergerak, "ayo, kamu mau nemuin tuh cewe kan ?" ujar Greg sambil menepuk bahuku, kamipun beranjak dari depan apartemenku pagi ini kami akan mengkonfirmasi keikutsertaan kami dalam unit Mercenary Legion yang bertugas di Barcia. Barcia adalah koloni kerajaan Arcane di "Main Land" ,setelah perang dunia pengeksplorasian Main Land terus berlanjut Main Land adalah benua terbesar baru yang muncul akibat ledakan "Doom Blast" 150 tahun lalu. Ledakan besar yang membunuh 3/5 populasi manusia dan menenggelamkan 60% daratan Bumi, perubahan iklim berlangsung semakin cepat makhluk hidup yang tak dapat beradaptasi pun punah begitu juga manusia. Yang tersisa terus berusaha bertahan hidup dengan segala cara dan terus mengeksplorasi apa yang dapat dipergunakan, hingga suatu hari ditemukanlah Main Land dataran baru yang menjanjikan. Disana tanaman dapat tumbuh dengan baik dan cepat, sebagian wilayah Main Land disinari matahari penuh selama 1 tahun dan beriklim tropis setengahnya lagi beriklim dingin, dan yang paling penting dari semua itu adalah adanya "Holy Ore". Holy Ore adalah pengeristalan dari ledakan yang membentuk Main Land, Holy Ore dapat menghasilkan batu dan logam mulia bermutu tinggi, logam yang sangat keras berkualitas tinggi, pengobatan yang dapat pula dilakukan dengan ekstrak Holy Ore serta penghasil energi yang bahkan lebih baik daripada hulu nuklir yang tak setabil. Namun tak hanya manusia yang mengincar keberadaan Holy Ore di Main Land "Elf" pun mengincarnya, Elf adalah mutant yang dibuat pada zaman perang dulu mereka disebut Elf karena penampilannya yang mirip dengan penggambaran Elf pada literatur kuno yang dimiliki manusia. Perang pun tak terhindarkan dalam perebutan Main Land, baik itu perang antara manusia dan manusia maupun perang antara manusia dan Elf mereka terus menghancurkan 1 sama lain tanpa belas kasih. Elf yang memiliki kekuatan tubuh dan keahlian perang yang tinggi kerap mendominasi perang dalam perebutan Main Land, ditambah lagi sebagian besar kerajaan Elf menjalin kerjasama yang solid. Tidak seperti kerajaan-kerajaan manusia yang kebanyakan berdiri sendiri, Mercenery Legion Unit 108 yang aku, Dustin dan Greg bergabung didalamnya adalah unit tetara bayaran yang akan bertugas ke Barcia untuk mengevakuasi seorang petinggi penting kerajaan Arcane. Tapi tujuan utamaku bergabung didalam unit yang bertugas di Barcia ini adalah untuk mencari "dia", 2 tahun lalu ia meninggalkanku dengan sejuta pertanyaan dalam kepalaku "kenapa ?" pertanyaan yang paling ingin ku tanyakan padanya. Tragedi itu sungguh membekas padaku, malam tanggal 20 November tahun 150 NA (2 tahun lalu) 3 bulan setelah kami menikah aku diserang sekelompok orang bersenjata di perbatasan Egia dan Arcane saat aku dan rombongan serikat pedagang tembatw dulu aku bekerja hendak pulang setelah mengantarkan barang ke Egia. Kami pun melawan habis-habisan hingga tak ada lagi yang tersisa ya tak ada yang tersisa selain aku, aku yang terluka parah tak masih tak mau menyerah dan terus melawan hingga salah satu dari kawanan itu nebembak tepat di paha kiri dan bahu kananku aku benar-benar tak bisa bergerak lagi "tamatlah sudah" dalam benakku.

part 3

Quote: Pasrah ... ya hanya itu yang bisa kulakukan, terbaring ditanah dan bersimbah darah aku menunggu kematian "sudah pasti mati" dalam benakku. Kutarik kalung keluar dari dalam bajuku cincin perak yang menjadi cincin pernikahanku tergantung disana kukecup cincin itu lalu kuletakkan diatas dadaku, kulihat 2 orang dari kawanan itu menghampiriku lalu membopongku. Lalu aku didudukkan diatas peti barang, kedua belah bahuku dipegang oleh 2 orang dan badanku ditegapkan, lalu seorang dari kawanan itu yang mungkin pimpinan mereka menghampiriku lalu bertanya "dimana putri Erika !?". Aku bingung dengan apa yang mereka tanyakan dan aku hanya diam dan menunduk menanggapinya sekali lagi ia nnenbentak "dimana putri Erika !?" kuangkat kepalaku dan berkata "tak tahu" lalu orang itu memukul wajahku dan membentak lagi "mana putri Erika !?". Aku benar-benar tak mengerti apa yang sebenarnya mereka tanyakan padaku, putri Erika ? Tak pernah sekalipun aku mendengar nama itu, kuangkat wajahku dan kujawab lagi "siapa Erika ? aku tak tahu !" orang itu membentak "dasar bajingan !" sambil menendang perutku. Tubuhku melengkung karena tendangannya belum hilang sesak karena tendangannya ia kembali memukul wajahku lalu menjambak rambutku dan mengangkat kepalaku keatas lalu membentak "Dimana putri Erika yang kau bawa dari Barcia 2 tahun lalu !?". 2 tahun lalu ? Dua tahun lalu adalah saat aku bertemu Vivian pertama kalinya dan saat itu aku kehilangan ingatanku sebelumnya "Aku benar-benar tak tahu siapa itu Erika ! 2 tahun lalu aku kehilangan ingatan !" jawabku. Lalu orang itu melepaskan jambakannya ia mundur lalu menarik pistol yang ada di paha kirinya dan menodongkannya padaku "kalau begitu kau tak ada gunanya lagi bagi kami" aku benar-benar pasrah ditambah kesadaranku yang mulai hilang karena kehilangan banyak darah. Pandanganku mulai kabur "inilah akhirnya" dalam benakku aku hanya menunduk dan memejamkan mata hingga seketika bunyi tembakan terdengar disertai ledakan samar-samar kulihat ada beberapa orang yang menyerang kawanan itu.

Part 4

Quote: Kesadaranku semakin hilang pandanganku semakin tak jelas, saat itulah sekejap kulihat sosok yang kukenal ... "Vivian ? apa yang dilakukannya disini ?" itulah yang terlintas dikepalaku sesaat sebelum aku kehilangan kesadaran. Saat sadar aku terbaring di sebuah ruangan lengkap dengan infus dan alat bantu nafas yang terpasang ditubuhku, perlahan kesadaranku mulai kembali dan aku mulai bisa menggerakkan tubuhku kulihan disebelah kananan ada seseorang yang membaringkan kepalanya diujung tempat tidur sambil memegangi tanganku. Aku masih tak tahu itu siapa karena mataku masih tak bisa melihat dengan jelas perlahan aku mencoba untuk bangkit dan duduk tapi tak bisa tubuhku terbanting kembali ketempat tidur, saat itu kulihat orang yang tertidur tadi bangun saat itu juga aku kehilangan kesadaran lagi. Saat aku membuka mata kulihat langit-langit kamarku perlahan kucoba bangun, perlahan kesadaranku pulih dengan pandangan kabur kulihat punggung Vivian yang sedang memasak "vi..." aku memanggilnya dengan keadaanku yang setengah sadar. Ia langsung berlari kearahku dan memelukku "maaf ... maafin aku yan ... hiks" ujarnya sambil menangis kupeluk lalu kucium keningnya "kamu ga salah apa-apa, ini semua gara-gara penjahat-penjahat itu" ia mengangkat kepalanya lalu mencium bibirku. Beberapa saat kami bertahan diposisi ini, kurasakan kehangatan tubuhnya air mata yang mengalir dipipinya sangat erat dekapannya hingga ia melepaskas pelukannya. Ia duduk membelakangiku sambil terus menangis kupeluk tubuhnya dari belakang "udah vi, kamu ga perlu nangis yang penting kita bisa sama-sama lagi" ujarku ia melepaskan dekapanku lalu berjalan kearah dapur dan mematikan kompor. "Ini salahku yan kamu diserang mereka itu semua salahku yang merela incar itu aku ..." ujar Vivian "kamu ngomong apa vi ? apa maksudnya yang mereka incar itu kamu ?" kucoba berdiri dan dengan pincang aku berjalan kearahnya kupegang kedua belah bahunya lalu kubelai rambutnya. "gapapa vi yang penting kita masih bisa sama-sama" ujarku yang tak kusangka ia mendorong tubuhku hingga jatuh lalu ia berkata "kita emang harus pisah yan, semakin lama aku ada didekat kamu semakin kamu dalam bahaya" ia bergegas menuju pintu depan. Aku berusaha bangkit dan mengejarnya ku raih tangannya saat ia membuka pintu kulihat diluar beberapa orang berpakaian serba hitam menunggu diluar tiba-tiba Vivi melepaskan tanganku lalu meraih jaket salah seorang dari mereka dannmengambil sebuah pistol darinya. "maaf yan kita memang harus pisah" ujar Vivian sambil menodongkan pistol itu padaku "apa ini sebenarnya ? Kenapa jadi begini ?" batinku lalu seorang dari mereka yang ada didepan kamarku berkata "Putri Erika, ada kontak dari Barcia kita diminta berangkat secepatnya" Putri Erika ? Itu nama yang ditanyakan orang yang menyerangku jadi Vivian ... ? "Vi apa ini sebenarnya ?" tanyaku pada Vivian ia hanya diam lalu tiba-tiba ia memukulkan pistol itu kekening kiriku sontak aku terjatuh dilantai. Kesadaranku hilang dan yang terakhir kulihat Vivian keluar dari pintu kamar meninggalkanku terbaring dilantai dan saat sadar aku sudah terbaring ditempat tidurku dengan dahi kiriku yang sudah di perban mulai saat itulah aku tak pernah bertemu Vivian lagi. Beberapa hari kemudian ada berita pecahnya perang di Barcia dikabarkan kerajaan Limeria (Elf) menduduki beberapa kawasan diluar dinding suci Barcia, lalu aku melihat sebuah poster perekrutan Mercenary Legion yang bertuliskan adanya penugasan di Barcia. Ya Barcia hanya itu satu-satunya petunjuk yang kutahu tentang keberadaan Vivian, kuputuskan bergabung dengan Mercenary Legion satu tahun aku menjalani pelatihan lalu setahun berikutnya kuhabiskan dengan menjalankan misi-misi dibeberapa daerah sambil mencari petunjuk keberadaan Vivian hingga hari ini akhirnya keadaan di Barcia menjadi benar-benar kacau Setelah dua tahun digempur oleh Elf dinding suci Barciapun runtuh, aku mendapat kesempatan yang kutunggu-tunggu pergi ke Barcia dalam misi penyelamatan salah seorang petinggi Arcane inilah kesempatanku mencari petunjuk dimana adanya Vivian dan mencari tahu apa yang terjadi sebelum aku dan Vivian bertemu.

Chapter I "Path" (part I)

Quote:Eastern Gate district 9 kantor pusat Arcane Mercenary Legion pukul 3 sore aku, Greg dan Dustin datang kesini untuk mengkonfirmasi bergabungnya kami dengan kompi 18 Mercenary Legion yang akan bertugas di Barcia. Kami memasuki antrian menuju stand pendaftaran antrian ini cukup panjang mengingat kami datang terlalu sore "ini gara-gara kamu bangun kesiangan yan !" keluh Dustin sambil memukul kepalaku. 30 menit kami mengantri akhirnya kami sampai didepan stand pendaftaran Dustin yang pertama lalu Greg dan selanjutnya aku, petugas pendaftaran meminta emblem Mercenary Legionku yang menjadi bukti keanggotaanku dalam persaudaraan. Lalu aku disuruh mengisikan namaku, nomor anggota, pangkat, serta kesatuanku dalam sebuah formulir setelah semua selesai emblemku dikembalikan dan aku diberikan selembar kertas yang berisikan kode lemari senjata, regu serta obyektif misi yang akan kami jalankan. Sebuah misi evakuasi seorang petinggi kerajaan Arcane yang terjebak di Barcia itulah misi kami dan dalam misi ini akukah yang menjadi komandan regu. Pada pukul 05.00 sore kami diarahkan menuju gudang perbekalan untuk mengambil senjata dan segala perlengkapan sebelum berangkat ke Barcia, akupun pergi menuju gudang perbekalan kulihat Dustin, Greg serta anggota reguku yang lain sudah disana "hey komandan regu cepat buka lemari senjata ini ! Aku sudah tak sabar !" teriak Benny salah seorang anggota reguku. Regu G kompi 18 sebagian besar anggotanya adalah anggota regu yang biasa bertugas denganku selama 2 tahun ini selain dua orang baru, aku memang biasa dijadikan komandan regu karena atasan beranggapan kerjaku bagus selain karena pangkatku yang memang sersan dua. Misi kali ini menerjunkan 1 kompi pasukan yang dibagi menjadi 2 peleton yang dibagi lagi menjadi 8 regu beranggotakan 8 orang setiap regunya, "hei sersan ini jimatmu !" teriak Benny sambil melemparkan G36c kutangkap senapan itu lalu ku periksa keadaannya. "grip sama acog ?" ujarku "ya anggap aja bonus haha" ujar Benny sambil tertawa. Kuhampiri Greg yang sedang menyiapkan senjatanya "ada yang aneh sama misi ini Greg" bisikku padanya "ya aku tahu Dustin dan yang lain juga berpendapat sama" ujar Greg sambil mengisikan peluru kaliber 45 acp ke dalam magazine. Memang ada yang aneh dalam misi ini hampir tak ada perwira tinggi yang ikut dalam misi selain Kapten Hopkins yang mengepalai kompi 18 ini ditambah tak ada satupun AIU (Armored Infantry Unit) yang ikut serta dalam misi ini alasannya kami akan bergabung dengan kompi AIU milik kerajaan Arcane jadi tak perlu menerjunkan AIU tapi mengingat lawan kami di Barcia adalah Elf yang pasti menerjunkan AIU misi ini bisa dibilang misi bunuh diri.
sundul gan up up
mantap nih story
roger gan simak terus ye ! maaf kurang rapih gan ! ntar ane rapihin deh pake desktop pc
waaaah sepi gagal ini emoticon-Mewek
sundul :v
kurang tersundul ternyata emoticon-Turut Berduka tapi bakal tetep ane update apapun hasilnya sepi jga tetep bakal ane update emoticon-Mewek
sundul pagi sundul
sundul up up :v
ntar ana bantu :v
vruakakakak sip vroh emoticon-2 Jempol
sundul woy rate 5emoticon-Ngakakemoticon-Ngakak
thanks bos ! emoticon-Rate 5 Star nya emoticon-2 Jempol

Chapter 1 part 2

Quote: AIU (Armored Infantry Unit) adalah pengembangan dari HAU (Heavy Armored Unit) yang terus dikembangkan lebih dari 100 tahun lalu hingga sekarang, pengembangan zirah tempur ini terus dilakukan baik oleh bangsa manusia maupun elf guna meningkatkan daya tempur prajurit. Penyempurnaan terus dilakukan pengecilan bentuk serta pengurangan bobot, peningkatan daya tahan, daya jelajah, kecepatan, persenjataan, hingga sumber tenaga yang terus disempurnakan. Kini AIU telah menggunakan Blue Core (inti biru) yang diekstrak dari Holy Ore sebagai sumber tenahanya, Blue Core yang dapat menghasilkan tenaga lebih besar serta lebih setabil daripada hulu ledak nuklir sangat efektif digunakan sebagai sumber tenaga zirah tempur ini ditambah ukurannya yang terbilang kecil memudahkan pemasangannya pada peranhkat zirah tempur ini. Disisi lain Elf yang juga mengembangkan AIU telah melakukan terobosan yang signifikan dalam pengembangan sumber tenaga serta mesin zirah tempur ini yang lebih tinggi specnya daripada yang manusia kembangkan, disamping itu manusia yang telah menggunakan Blue Ore sebagai sumber tenaga zirah tempur Elf telah menggunakan Holy Gem yaitu batu permata yang diekstrak dari Blue Core. Blue Core memang lebih unggul daripada nuklir dalam kesetabilan serta jumlah tenaga yang dapat diroduksi namun Blue Core yang bisa dikatan hampir sempurna itu masih kalah dari Holy Gem. Holy Gem lebih unggul dalam jumlah tenaga yang dihasilkan dan penyesuaian terhadap mesin. Blue Core lebih cepat membuat mesin "over heat" daripada Holy Gem milik elf yang ketahanannya lebih tinggi, 8-10 jam adalah batas over heat mesin terhadap Blue Core setelah pemakaian dalam jangka waktu tersebut mesin harus diistirahatkan selama 1-2 jam. Sedangkan Holy Gem dapat digunakan hampir 24 jam dengan masa cooling down 1-2 jam sama dengan Blue Core ditambah mesin hasil pengembangan elf yang lebih memiliki ketahanan dan penyesuain yang sempurna dengan sumber tenaganya. Sungguh sulit dibayangkan bertempur dengan AIU elf ini hanya dengan 1 kompi pasukan infantri, bahkan kami hanya beberapa magazine AMB (Anti Mecha Bullet) etah apa yang menunggu kami di Barcia namun aku takkan mundur dari misi misi ini dan aku pasti menemukan petunjuk keberadaan Vivian disana.