alexa-tracking

Main Content

1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/527c846ebfcb173e3b000002/anak-pensiunan-polisi-bebas-anggara-dibantarkan-di-rs-bhayangkara-polda-jatim
[Anak Pensiunan Polisi Bebas] Anggara Dibantarkan di RS Bhayangkara Polda Jatim
Kamis, 07/11/2013 20:04 WIB
Anggara Mengeluh Sakit, Kini Dia Dibantarkan di RS Bhayangkara Polda Jatim
Bruriy Susanto - detikNews

[Anak Pensiunan Polisi Bebas] Anggara Dibantarkan di RS Bhayangkara Polda Jatim
[Anak Pensiunan Polisi Bebas] Anggara Dibantarkan di RS Bhayangkara Polda Jatim
[Anak Pensiunan Polisi Bebas] Anggara Dibantarkan di RS Bhayangkara Polda Jatim
Sidoarjo - Anggara Putra Trisula (21) tersangka penabrak massal siswa dan guru serta staf SMA Hang Tuah 2 Sidoarjo, dibantarkan ke RS Bhayangkara Polda Jatim. Anak purnawirawan polisi jenderal bintang satu itu terus-menerus mengeluh sakit.

Kapolres Sidoarjo AKBP Marjuki saat dikonfirmasi tidak menampik pembataran terhadap tersangka Anggara. Pembantaran yang dilakukan pihaknya sesuai prosedur.

"Pembantaran itu berdasarkan dari keterangan dokter. Saat tadi siang itu kita periksakan kembali kesehatan tersangka di RS Bhayangkara Polda Jatim. Kondisinya tubuhnya tidak sehat," kata Marjuki saat dihubungi detikcom, Kamis (07/11/2013).

Dia mengatakan, tersangka mengeluh sakit mulai pagi tadi hingga siang. Meski sebelumnya sudah diperiksakan ke dokter RS Bhayangkara Polda Jatim, namun kesehatannya drop kembali.

Namun, perwira dua melati di pundaknya itu enggan menjelaskan secara detil tentang sakit tersangka itu. "Kalau masalah itu, jelas dokter yang mengetahui. Kan itu merupakan masalah medis," tutup dia.

[url]http://news.detik..com/read/2013/11/07/200413/2406901/10/anggara-mengeluh-sakit-kini-dia-dibantarkan-di-rs-bhayangkara-polda-jatim[/url]

Tiru2 Rasyid Rajasa pakai modus "sakit" sehingga tidak ditahan. emoticon-Big Grin
Quote:Original Posted By merdekaboy
Ajgmj

barbuk
abis ini ilang dah kasusnya
asekkkkk... mudah2an sakit beneran.. ampe idup ga bs, mati pun tdk emoticon-Big Grin
Ckckckck... Gue hanya berpikir, masih sakti juga ya inisial USR itu emoticon-Belo

Tapi emang iya sih. Pas USR masih aktif aja, TP aja "ciut" ama doi. Malah cium tangan segala, meski pangkatnya tinggian TP.

Ini lah buah kunungan USR ke TKP kemaren ganz emoticon-Big Grin
ujung-ujungnya hukuman percobaan mungkin. seperti yang biasa terjadi di negara ini dalam menangani kasus org kaya emoticon-Cape d...
wkwkwkwkwwk...satu lagi contoh produk gagal didikan ortu........cowok kok mental bencong.....hbs nabrak mau lari........ditembak mati saja lah........polisi udh ga bs diharapkan....jancok
bikin mules aja nih berita....atau dikembalikan aja ke hukum rimba biar dia merasakan, tangan dan kaki patah .

Hukum di indonesia sudah tidak bisa diharapkan lagi, Siapa yang kuat...dia bakalan menang meskipun salah.
Quote:Original Posted By ** SENSOR **SENSOR
Ckckckck... Gue hanya berpikir, masih sakti juga ya inisial USR itu emoticon-Belo

Tapi emang iya sih. Pas USR masih aktif aja, TP aja "ciut" ama doi. Malah cium tangan segala, meski pangkatnya tinggian TP.

Ini lah buah kunungan USR ke TKP kemaren ganz emoticon-Big Grin


USR siapa gan?? TP Timur Pradopo ya?
Quote: Kompolnas Soroti 3 Diskriminasi Polisi di Kasus Tabrak Massal Sidoarjo
Fajar Pratama - detikNews
Tabrak Massal di Sidoarjo
Jakarta - Anggara, pelaku tabrak massal di Sidoarjo mendapatkan sejumlah keistimewaaan dalam proses hukum yang dijalaninya. Kompolnas meminta polisi berhenti bersikap diskriminatif.

Komisioner Kompolnas Hamidah Abdurahman mencatat sejumlah perilaku diskriminatif kepolisian yang menangani kasus tabrak masal ini. Pertama, adalah soal lambatnya penanganan kasus. Insiden terjadi pada Kamis pekan lalu dan pelaku baru ditangkap Selasa kemarin.

"Lalu soal penahanan, mengapa dia ditahan di tempat penahanan lakalantas," kata Hamidah dalam perbincangan dengan detikcom, Rabu (6/10/2013).

Selain itu, Hamidah juga menyoroti pasal KUHP yang digunakan kepolisian untuk menjerat Anggara. "Kan ada pasal UU 22 Tahun 2009 tentang lalu lintas Pasal 310 mengenai lakalantas. Mengapa mereka pakai KUHP, apa karena ini ancamannya lebih ringan," kata Hamidah.

Menurut Hamidah polisi seharusnya tidak boleh diskriminatif. Proses hukum, sambungnya, harus dilakukan setara untuk setiap warga masyarakat.

"Ini juga untuk kebaikan polisi itu sendiri. Polisi tidak boleh diskriminatif. Tersangka ini kan sudah berumur 22 tahun, seharusnya tidak perlu ada perlakuan khusus," kata Hamidah.

Seperti diketahui, Anggara Putra Trisula pengendara mobil Honda Jazz yang datang ke SMA Hang Tuah 2 Gedangan, Sidoarjo bermaksud ingin mengirimkan bekal pada Natasha. Tidak lain pacarnya yang masih tercatat pendidikan di SMA Hang Tuah 2 Gedangan.

Justru saat berada di dalam area sekolah Anggara menabrak sejumlah siswa dan guru, yang akhirnya melarikan diri dan sempat terekam cctv saat keluar dari pintu utama sekolah.



Pasca ditetapkan menjadi tersangka, Anak jenderal pelaku tabrak lari melaporkan dirinya sebagai korban pengeroyokan. Simak Liputan selengkapnya di Reportase Malam pukul 02.34 WIB, hanya di Trans TV

(fjr/fjr)

[URL="http://news.detik..com/read/2013/11/06/131124/2404945/10/kompolnas-soroti-3-diskriminasi-polisi-di-kasus-tabrak-massal-sidoarjo"]Sumber[/URL]


Kalau Sudah jelas terbukti ada kesalahan penanganan,kenapa Kapolresnya tidak di copot dan di ganti???emoticon-Bingung (S)
Yg nabrak tai, orang tuanya tai, yg ngurus kasus juga tai.. warna bajunya juga coklat tai
kreatif dikit donk..kok modusnya gitu2 aja masuk RS mulu.
Entah kenapa liat berita ini kok gw jadi makin eneg sama wereng wereng berseragam coklat itu emoticon-Mad (S)