alexa-tracking

Penutupan Lokalisasi pelacuran akan semakin liar? Pengamat Sosial: “Pragmatisme Sekul

Main Content

1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/527c4b4ec0cb17a34d000001/penutupan-lokalisasi-pelacuran-akan-semakin-liar-pengamat-sosial-pragmatisme-sekul
Penutupan Lokalisasi pelacuran akan semakin liar? Pengamat Sosial: “Pragmatisme Sekul
Penutupan Lokalisasi pelacuran akan semakin liar? Pengamat Sosial: “Pragmatisme SekulHTI Press- Dalam program tayangan Mata Najwa, (6/11), Menteri Kesehatan Nafsiah Mboi mengatakan penutupan lokalisasi tidak akan membuat kaum lelaki berhenti mencari pekerja seks komersil. Penutupan lokalisasi, menurutnya, justru akan menjadi liar, di jalan-jalan, di rumah-rumah penduduk. Malah penutupan lokalisasi justru akan membuat peningkatan penyebaran HIV/AIDS.

Pengamat Sosial, Iwan Januar mengkritik pernyataan Menteri Kesehatan tersebut menyebut apa yang dilontarkan Menkes adalah opini klasik lokalisasi pelacuran. Dan pandangan pragmatis sekuler.

“Cara berpikir pragmatis ini amat berbahaya, karena bisa diterapkan pada masalah-masalah sosial lain,” uajrnya pada Mediaumat.com, Kamis (7/11).

Bila Menkes mengatakan bahwa penutupan lokalisasi akan membuat pelacuran menjadi tak terkendali, apakah ia juga bisa menjamin bahwa dengan adanya lokalisasi pelacuran akan ‘lebih terkendali’? Tidak akan muncul pelacuran di kalangan remaja, pelajar dan mahasiswa?

Menurut Iwan, Menkes seperti pura-pura tidak tahu bahwa pelacuran saat ini bukan saja terjadi di warung remang-remang atau di tempat lokalisasi, tapi juga sudah masuk di sekolah, kampus, mall-mall, kafe, bar, hotel-hotel kelas murah hingga berkelas. Bukankah itu di luar lokalisasi?

“Membiarkan lokalisasi jauh lebih baik ketimbang membubarkannya adalah ilusi Menkes dan pemerintah,” sindirnya.

Padahal, menurut Iwan persoalan utamanya adalah kegagalan pemerintah dengan sistem kapitalisme dalam menjamin kehidupan masyarakat. “Artinya, pemerintah punya andil dalam membuat warganya menjadi pelacur,” ujarnya.

Iwan menegaskan bila ada sanksi tegas dan kesejahteraan rakyat terjamin, maka tidak adalagi orang yang mau melacurkan diri dan menggunakan jasa pelacur. “Pelacuran pun akan berhenti jika ada sanksi tegas dari pemerintah dan menjamin kesejahteraan rakyatnya,” terangnya.

“Makin jelas bahwa negeri ini berada dalam sistem yang batil. Sehingga setiap persoalan hanya berputar-putar dalam lingkaran setan. Hanya Khilafah dan syariat Islam yang bisa menyelesaikannya,” pungkasnya.[]

Situs Media Umat

alasan klasik dari pemuja pemikiran liberal adalah karena ekonomi yang tidak terjamin sehingga mereka melacurkan diri. Selain itu banyak yang melacur karena tidak ada sanksi yang tegas dari pemerintah, alih-alih memberi sanksi malah memberi tempat lokalisasi untuk praktik emoticon-Mad (S)
image-url-apps
inilah dunia, semua ada, hitam dan putih, kalo hitam semua di neraka, putih semua di surga

Hati-hati

Quote:


iya gan makanya kita harus hati-hati emoticon-Matabelo
KASKUS Ads
image-url-apps
Pelacuran kalo dibubarin ,palingan pelacuran jd masuk ke rumah2 penduduk emoticon-Big Grin
Pekerjaan tertua didunia Kok di campur aku dgn agama?
image-url-apps
Lokalisasi itu berarti menyuruh perempuan jadi pelacur? emoticon-Big Grin
gak cuma ke gereja aja yg diatur pemerintah.. ngenthod pun diatur ada undang2nya..
Quote:


Quote:


ini berpikir pragmatis sekuler yang berbahaya. sekarang pun lebih parah lokalisasi bisa lewat di media internet
belum baca gan tulisan di atas, ?
image-url-apps
Quote:


kalo gak punya aturan namanya bukan PEMERINTAH emoticon-Big Grin


emoticon-Angkat Beer
image-url-apps
Quote:


orang baikk bisa dimana aja gan emoticon-Embarrassment
image-url-apps
dunia semua itu emoticon-Embarrassment
Walau isi dunia ini perempuan semua.. ane yakin pelacuran tetep ada emoticon-Ngakak
image-url-apps
jdi pelacur itu pilihan
image-url-apps
gk logis pendapatnya? masak perempuan semua
image-url-apps
Quote:
ada laki2 ada perempuan gan. gk mungkin lah emoticon-thumbdownemoticon-televisi
image-url-apps
Quote:

hidup itu penuh pilihan.mau hidup bahagia apa sengsara?

emoticon-Toast
image-url-apps
Sejak dulu udah ada...... 1000 tahun lagi juga masih ada.....


Emang klo larang lokalisasinya, pelacuran akan hilang? Atau berubah nama?

jangan pragmatis sekuler

image-url-apps
iya gan setidaknya sudah berniat baik, daripada pragmatis/ mnerima kenyataan apa adanya dan sekuler apa lagi emoticon-Sorry
image-url-apps
kalo ane pribadi lebih setuju lokalisasi tetep ada, emang terdengar gila, tapi lebih baik gitu, terfokus di1tempat, daripada nanti lokalisasi ditutup malah maksiat makin kesebar dimana-mana deh,walaupun skrg juga emang udah kesebar sih
emang nyatanya pelacuran susah dikendalikan, gk bisa jajan di dolly ya cr pelacur di tempat laen, gk bisa cari pelacur di dlm negeri ya cari pelacur diluar negeri. Gk ada lokalisasi ya "resmi" malah muncul lokalisasi2x terselubung.
Lebih baik relokasi lokalisasi di tempat yg jauh dr pemukiman penduduk dan kenakan pajak setinggi2xnya emoticon-I Love Indonesia (S)
Dari sudut ekonomi
Pengangguran Indonesia ada jutaan org, kalo memang tidak ada kerjaan pilih mana mati kelaparan/ jadi penjahat ato melacur?

Dari sudut penyebaran penyakit menular
Lebih baik mana terang2an di lokalisasi sehingga bisa dikontrol ato sembunyi-sembunyian

Dari segi perlindungan wanita
Lebih baik mana terbuka jadi kalo ada perempuan yg dipaksa jadi pelacur bisa melapor atau dilarang sehingga perempuan yg dipaksa malah takut melapor dan terkena hukuman tambahan

Dari segi bejatnya laki
Lebih baik mana ada tempat pelampiasan di saat nafsu memuncak ato perkosa anak/istri org

Maksud dan tujuan boleh baik, tapi kalo caranya salah dan kemampuan tidak ada, hasilnya malah semakin merusak dan menjerumuskan org
×