alexa-tracking

Jualan Aset Indonesia yuk!

Main Content

1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/527c405e59cb17e339000006/jualan-aset-indonesia-yuk
Poll: sepakat jual aset negara
Sepakat 66.67% (2 votes)
Sangat Sepakat 33.33% (1 votes)
Kesel 
Jualan Aset Indonesia yuk!
Pernahkah kita bayangakan bagaimana sebuah negeri ini dikelola? Dan bagaimana instrument ekonomi yang dipakai? Dan tengoklah negeri kaya kita saat ini di beberapa media. Pemerintah Indonesia berencana untuk membuka kembali jalur investasi bagi asing di beberapa bidang usaha. Bidang usaha yang sebelumnya belum pernah terjamah oleh pengelolaan maupun kepemilikan modal asing.

Setelah kita menjual bidang usaha di sektor komunikasi, energy dan infrastruktur. Maka setelah ini kita dihadapkan kepada pembukaan investasi di bidang usaha transportasi. Memang dalam Daftar Negatif Investasi (DNI) bidang usaha tersebut mengalami stagnansi produktifitas. Dihadapkan bahwa sektor usaha transportasi Indonesia tidak bisa berkembang di beberapa daerah di dluar Pulau Jawa.

Menurut rencana pemerintah dalam waktu dekat akan membuka sektor bisnis di beberapa bidang usaha, yakni :
1. Pelabuhan (sampai 49% kepemilikan)
2. Operator bandara (sampai 100% kepemilikan)
3. Jasa kebandaraan (sampai 49% kepemilikan)
4. Terminal darat (sampai 49% kepemilikan)
5. Terminal barang (sampai 49% kepemilikan)
6. Periklanan (sampai 51% kepemilikan khusus Negara ASEAN)

Jualan Aset Indonesia yuk!

Melihat proporsi kepemilikan asing, kita mendapatkan bayangan dari kondisi eksisting di Indonesia yang sudah membuka investasi di beberapa sektor usaha. Penguasaan asing yang sudah ada di beberapa sektor adalah perbankan (50,6%), migas (70%), batubara-bauksit-nikel-timah (75%), tembaga-emas (85%), telekomunikasi (60%) dan kelapa sawit (40%). Data ini baru sedikit dari banyak kepemilikan asing yang tercatat belum di budang konsultan dan usaha swasta lainnya seperti infrastruktur dan kesehatan. Masih terlalu sedikit proporsi kepemilikan dalam negeri di sekuruh bidang usaha.

Pendiri bangsa kita pernah berkata bahwa kita tidak boleh anti asing, namun bukan berarti kita menjual diri kepada asing. Mungkin perkataan ini yang terlupa oleh pemangku kebijakan belakangan.
Iya gan hampir sebagian besar usaha dikuasai asing emoticon-Cape d...
emoticon-Ngakakemoticon-Matabelo
negara apes gan
liat aja jual smuanyaaa
hoho
emoticon-I Love Indonesia (S)emoticon-I Love Indonesia (S)emoticon-I Love Indonesia (S)emoticon-I Love Indonesia (S)
percaya?

Sy sih nggak hahahha..

Liat aja nih endonesa tambah bobrok klo 'wakil rakyat' aja msh gitu-gitu aja, emoticon-Smilie
akhirnya pribumi cuman dapet ampasnya.. emoticon-Cape d...

abis mau gimana lagi, kalo nngu orang sendiri yg ngolah mau sampe kapan coba?
yg ane baca di komp*s, alasan pemerintah jual aset utk mendorong nilai tambah
shg meningkatkan kontribusi produk indonesia di pasar dunia
Jualan Aset Indonesia yuk!
Di jual yang nikmatin juga itu2 aja gan...
hadehh..
ni negri mau jual diri kok setengah2 emoticon-fuck2
kasih 100% aja semua
coba tanya megatron, dia ahlinya
yang dibuka bukan cuma kepemilikan asing di
indonesia
tapi juga kepemilikan pengusaha indonesia di
negara asing
jadi ini kesempatan buat pengusaha indonesia
utk menguasai ekonomi negara asing
aset dijual semua sampe 1000emoticon-fuck tahun lagi juga ga bakal bisa memberantas kemiskinan
Quote:Original Posted By buatbarulagi
coba tanya megatron, dia ahlinya


bener banget gan emoticon-Ngakak
ada satu pengalihan aset besar besaran ke bangsa asing yang mungkin tidak disadari oleh masyarakat indonesia.... hal ini berlangsung sudah sejak lama, bahkan sebelum ada pengalihan aset tambang, telekomunikasi, perbankan, dsb ke bangsa asing...

aset apakah itu?? aset TANAH... ya... TANAH SAWAH INDONESIA...
loh koq bisa tanah sawah Indonesia digadaikan... nah ini persoalannya...

Jaman dahulu, penduduk di negeri ini sebagian besar hidup dari pertanian, masing masing mempunyai sawah yang amat luas, dimana tanah diolah dan dari hasil bercocok tanamnya, para petani tersebut cukup menghidupinya dan keluarganya sendiri.

Setelah era Kemerdekaan, dimulailah era industri di Indonesia, banyak pabrik pabrik dibangun... kawasan kawasan industri bermunculan... semakin banyak investor asing masuk membangun pabrik pabrik besar di Indonesia... mereka membutuhkan lahan untuk membangun pabrik mereka. Akhirnya, sawah-sawah dijual oleh para petani, berubah menjadi area industri baru.. menjadi daerah pemukiman baru... menjadi area pertambangan baru...
Generasi penerus / anak-anak petani yang dulu mempunyai sawah yang luas sekarang hanya menjadi buruh pabrik di atas lahan bekas sawah bapaknya.

Pertanyaannya, kenapa para petani tersebut akhirnya melepaskan tanah sawah mereka untuk dijadikan pabrik investor asing?
Bukankah dari hasil garapan sawah mereka, mereka dapat menghidupi keluarga?

Salah satu faktornya adalah karena para petani tersebut menjual tanah sawah mereka UNTUK BIAYA UMROH, untuk biaya NAIK HAJI mereka ke Tanah Suci. Jadi lahan sawah mereka digadaikan untuk mendapatkan uang yang habis terpakai biaya perjalanan mereka ke Tanah Suci. Memang tidak langsung seluruhnya terjual... sedikit demi sedikit.... sehektar demi sehektar, lintas generasi. Sehingga generasi penerus di bawah mereka tidak mendapat warisan tanah sawah sama sekali dari leluhur mereka. Aset Tanah Sawah mereka DIKIRIM ke Tanah Suci secara tidak langsung.

Quote:
Penerimaan Arab Saudi dari Haji dan Umrah Ditaksir Rp 820 T

BANDUNG, (PRLM).- Lebih dari 39 perusahaan umrah Arab Saudi sudah memasarkan program-program mereka ke luar negeri dengan menargetan lima juta jemaah dari 150 negara.

“Ratusan ribu tenaga kerja mengisi lapangan kerja yang melayani jemaah haji maupun umrah. Setelah haji selesai sekitar dua minggu kemudian akan dilanjutkan dengan umrah sehingga tidak ada kata berhenti dalam melayani tamu-tamu Allah,” kata Pembimbing Qiblat Tour H. D. Sodik Mudjahid, saat dihubungi "PRLM", Rabu (9/10/2013).

Dia mengutip buku "Perekonomian dari Haji dan Umrah" yang ditulis oleh kepala Komite Transportasi, Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Jeddah, Dr. Ali Hassan Al-Nagur, terungkap selama satu milenium lebih ibadah umrah dan haji menjadi sumber pendapatan utama yang menjadi tulang punggung perekonomian Kerajaan Arab Saudi, setelah pendapatan dari sumber-sumber minyaknya.

Dalam buku tersebut Dr. Al-Nagur menulis bahwa pendapatan sektor swasta dari industri haji pada tahun 2004-2005 mencapai 30,6 miliar Riyal Saudi atau sekitar 8,2 miliar dolar AS (sekitar Rp 820 triliun) dengan kurs Rp 2.500 pada saat itu. Dengan perincian pendapatan dari haji sebesar 14 miliar Riyal Saudi dan dari jemaah umrah sekitar 16, 6 miliar Riyal Saudi.

Dr. Al-Nagur dalam bukunya juga memperkirakan jumlah jemaah umrah akan mencapai 10 juta orang ketika perluasan fasilitas di Masjidlharam, Masjid Nabawi, dan perbaikan sarana transportasi sudah diselesaikan.

Dengan jumlah jemaah umrah mencapai 10 juta orang, maka hal tersebut akan memberi dampak besar bagi perekonomian Arab Saudi apalagi Arab Saudi kini mengizinkan jemaah umrah untuk berkunjung ke kota-kota lain di Arab Saudi selain Makkah, Madinah, dan Jeddah.

Mengenai pengeluaran uang dari jemaah umrah, Dr. Al-Nagur menyatakan, mayoritas dinikmati ke sektor swasta. Salah satunya penginapan (hotel) yang mampu meraup keuntungan sebesar 6 miliar Riyal Saudi setiap tahunnya.

Sektor lainnya yang juga mendapatkan keuntungan besar lebih dari 3 miliar Riyal Saudi setiap tahunnya adalah sektor yang terkait dengan penyediaan akomodasi dan makanan. Sedangkan sektor transportasi diperkirakan menerima pendapatan sekitar 5 miliar Riyal Saudi.
http://www.pikiran-rakyat.com/node/254324


Ane sih bukan melarang tidak boleh Umroh / berangkat naik haji ke Mekah. Tapi dengan cara seperti itu, bukankah suatu saat para petani di Indonesia akan habis mempunyai lahan tanah sawah garapan... itu yang perlu dipikirkan bersama...

Quote:Original Posted By tang.ting
sawah e gak iso digowo ke sono seh gan, pade mikire gitu kalik ye emoticon-Ngacir

solusi e, lahan sawah dikuasai nagari ... petani dikasih buat olah produksi, ade yg mo dukung? emoticon-Ngakak (S)



bukan sawahnya gan.... sawahnya sih di Indonesia... tapi khan duit dari hasil jual sawahnya ngalir ke sono... jadi nilai asetnya secara tidak langsung berpindah ke sono...

ngerti gak?? ini sebenernya penjelasannya sederhana banget koq... gak usah mikir terlalu dalam, dah gampang dipahami...

jadi bukan tanah dalam arti fisiknya...

biar jelas, ane kasih penjelasan ekstrim. Misalkan seluruh wilayah Indonesia dari sabang sampe merauke dijual terus uangnya dikirim ke Arab Saudi, agar seluruh rakyat indonesia saat itu dapat pergi naik haji / umrah.. pokoknya pas ludes deh... pulang haji dari mekah... Tanah Indonesia punya siapa gan???
Semoga masuk neraka emoticon-Ngakak
Bukti tuhan ga Ada emoticon-thumbsup
jd negara babu dong kl di jual semua
Quote:Original Posted By ooooooCUYoooooo
aset dijual semua sampe 1000emoticon-fuck tahun lagi juga ga bakal bisa memberantas kemiskinan


gak perlu nunggu 1000 tahun lagi juga sudah habis ludes

sawah e gak iso digowo ke sono seh gan, pade mikire gitu kalik ye emoticon-Ngacir

solusi e, lahan sawah dikuasai nagari ... petani dikasih buat olah produksi, ade yg mo dukung? emoticon-Ngakak (S)

Quote:Original Posted By baso.tahu.kuah
ada satu pengalihan aset besar besaran ke bangsa asing yang mungkin tidak disadari oleh masyarakat indonesia.... hal ini berlangsung sudah sejak lama, bahkan sebelum ada pengalihan aset tambang, telekomunikasi, perbankan, dsb ke bangsa asing...

aset apakah itu?? aset TANAH... ya... TANAH SAWAH INDONESIA...
loh koq bisa tanah sawah Indonesia digadaikan... nah ini persoalannya...

Jaman dahulu, penduduk di negeri ini sebagian besar hidup dari pertanian, masing masing mempunyai sawah yang amat luas, dimana tanah diolah dan dari hasil bercocok tanamnya, para petani tersebut cukup menghidupinya dan keluarganya sendiri.

Setelah era Kemerdekaan, dimulailah era industri di Indonesia, banyak pabrik pabrik dibangun... kawasan kawasan industri bermunculan... semakin banyak investor asing masuk membangun pabrik pabrik besar di Indonesia... mereka membutuhkan lahan untuk membangun pabrik mereka. Akhirnya, sawah-sawah dijual oleh para petani, berubah menjadi area industri baru.. menjadi daerah pemukiman baru... menjadi area pertambangan baru...
Generasi penerus / anak-anak petani yang dulu mempunyai sawah yang luas sekarang hanya menjadi buruh pabrik di atas lahan bekas sawah bapaknya.

Pertanyaannya, kenapa para petani tersebut akhirnya melepaskan tanah sawah mereka untuk dijadikan pabrik investor asing?
Bukankah dari hasil garapan sawah mereka, mereka dapat menghidupi keluarga?

Salah satu faktornya adalah karena para petani tersebut menjual tanah sawah mereka UNTUK BIAYA UMROH, untuk biaya NAIK HAJI mereka ke Tanah Suci. Jadi lahan sawah mereka digadaikan untuk mendapatkan uang yang habis terpakai biaya perjalanan mereka ke Tanah Suci. Memang tidak langsung seluruhnya terjual... sedikit demi sedikit.... sehektar demi sehektar, lintas generasi. Sehingga generasi penerus di bawah mereka tidak mendapat warisan tanah sawah sama sekali dari leluhur mereka. Aset Tanah Sawah mereka DIKIRIM ke Tanah Suci secara tidak langsung.



Ane sih bukan melarang tidak boleh Umroh / berangkat naik haji ke Mekah. Tapi dengan cara seperti itu, bukankah suatu saat para petani di Indonesia akan habis mempunyai lahan tanah sawah garapan... itu yang perlu dipikirkan bersama...