alexa-tracking

Main Content

1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/527b8e91c2cb176852000001/tahura-r-soeryo-sering-terbakar-sumber-air-susut
Tahura R. Soeryo Sering Terbakar, Sumber Air Susut
Tahura R. Soeryo Sering Terbakar, Sumber Air Susut
Seorang warga menebang kayu jati setelah terjadi kebakaran di areal kawasan hutan petak 58 wilayah Kelompok Pemangku Hutan (KPH) Mojokerto di Desa Dawar Blandong, Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur, Senin (30/7). ANTARA/Syaiful Arif

Quote:Pasuruan - Produksi air di sumber air Puntuk Bunder, Gunung Arjuna, Jawa Timur, makin menyusut. Kebakaran yang terus berulang di kawasan Taman Hutan Raya Raden Soeryo diperkirakan menjadi penyebabnya. Semula aliran air dari mata air tersebut ditampung dalam tandon untuk kemudian dibagikan ke rumah-rumah warga kaki gunung.

Namun, semenjak pasokannya kian seret, giliran warga yang mendatangi tandon itu untuk antre air. "Setiap hari kami harus mengangsu," kata Juwariyah, penduduk Dusun Cowek, Desa Jatiarjo, Prigen, Pasuruan, Selasa pekan lalu, seperti yang ditulis dalam laporan Tempo edisi Jawa Timur pekan ini. Bersama puluhan warga lainnya, Juwariyah mengambil air untuk berwudu, memasak, mencuci pakaian, dan mandi.

Menurut Abdul Karim, perangkat Desa Jatiarjo yang bertugas sebagai ulu-ulu alias pengatur air, anjloknya pasokan air dari Puntuk Bunder terjadi sejak Taman Hutan Raya Raden Soeryo kritis akibat kebakaran. Sebab, selama ini hutan lindung seluas 27 ribu hektare itu merupakan daerah resapan air, termasuk Puntuk Bunder. "Dulu debitnya 3 liter per detik, sekarang tinggal 1 liter per detik," kata Karim.

Dalam kondisi normal, air dari Puntuk Bunder dialirkan melalui pipa-pipa berdiameter 2 inci ke tandon-tandon yang tersebar di perkampungan, termasuk Cowek. Selanjutnya, dari tandon itu, air dipasok lewat jaringan pipa Himpunan Penduduk Pengguna Air Minum (Hippam) Jatiarjo dari hibah pemerintah pada 2010 ke bak penampungan di rumah-rumah penduduk. "Sekarang boro-boro dialirkan ke rumah warga, untuk mengisi tandon saja susah," ujar Karim.

Kepala Sub-Bagian Tata Usaha UPT Tahura Raden Soeryo, Agustina Tangkeallo, mengatakan, dalam dua bulan terakhir, lahan yang terbakar mencapai 15 hektare. Kebakaran merata hingga masuk wilayah Pasuruan, Mojokerto, Malang, Batu, dan Jombang. Dibandingkan tahun lalu yang total terbakar 930 hektare, kebakaran tahun ini memang lebih kecil. "Namun tetap saja kerugiannya tak ternilai," kata Agustina.

Penyebab kebakaran, kata Agustina, bisa bermacam-macam. Contohnya keteledoran pendaki gunung, pembuat arang di hutan, petani yang menyiapkan lahan pertanian, orang iseng, atau pemburu satwa yang sengaja membakar hutan agar buruannya keluar.


TEMPO

aku suka sekali dengan artikel tentang lingkungan, setelah baca artikel ini rasanya sedih banget gimana nasib dan kondisi kita beberapa tahun kedepannya kalau hal ini tidak segera ditangani emoticon-Frown
rasanya anak cucu kita yang menanggung akibat ulah kita sekarang



kita???? emoticon-Matabelo
Padahal ini jalur asyik kalau mau safari mandi air panas emoticon-No Hope

Pacet + cangar emoticon-Matabelo
Jadi inget masa muda sering hiking sama hash ke daerah sono emoticon-Mewek
Quote:Original Posted By not4given
Padahal ini jalur asyik kalau mau safari mandi air panas emoticon-No Hope

Pacet + cangar emoticon-Matabelo
Jadi inget masa muda sering hiking sama hash ke daerah sono emoticon-Mewek


emoticon-Shakehand2

sama gan....entah enapa daerah tersebut menjadi favorit ane dan temen2, waktu masih kuliah at least sebulan 2x ane kesana...
pokoknya destinasi malem minggu klo ga pacet, delundung, batu (coban rondo, coban talun, cangar)

miss that moment, kudu sabar nunggu anak ane gede dulu, baru ane ajarin nglayap ke tempat2 tersebut...wisata alam emang ga ada duanya
Satu satunya air terjun air panas di Indonesia juga ada di tahura R. Soeryo.... emoticon-Kiss

Sering bawa tamu asing kesana....
Quote:Original Posted By hellhatred
rasanya anak cucu kita yang menanggung akibat ulah kita sekarang



kita???? emoticon-Matabelo

nah! emoticon-Big Grin apa yang sudah kamu perbuat?
Quote:Original Posted By not4given
Padahal ini jalur asyik kalau mau safari mandi air panas emoticon-No Hope

Pacet + cangar emoticon-Matabelo
Jadi inget masa muda sering hiking sama hash ke daerah sono emoticon-Mewek

wah enak ya, aku mau banget hiking tapi belum kesampean
Quote:Original Posted By davasuv


emoticon-Shakehand2

sama gan....entah enapa daerah tersebut menjadi favorit ane dan temen2, waktu masih kuliah at least sebulan 2x ane kesana...
pokoknya destinasi malem minggu klo ga pacet, delundung, batu (coban rondo, coban talun, cangar)

miss that moment, kudu sabar nunggu anak ane gede dulu, baru ane ajarin nglayap ke tempat2 tersebut...wisata alam emang ga ada duanya

seru sepertinya emoticon-Frown
Quote:Original Posted By rabita.motor
Satu satunya air terjun air panas di Indonesia juga ada di tahura R. Soeryo.... emoticon-Kiss

Sering bawa tamu asing kesana....

jadi pengen emoticon-Frown
Quote:Original Posted By noviaputrii

aku suka sekali dengan artikel tentang lingkungan, setelah baca artikel ini rasanya sedih banget gimana nasib dan kondisi kita beberapa tahun kedepannya kalau hal ini tidak segera ditangani emoticon-Frown


Maaf gan....
Para pejabat tinggi negara ini lagi sibuk atur strategi untuk pemilu 2014. emoticon-Malu (S)
biasa kerjaan orang sok ngerasa cilik, maen bakar maen rusak, cuma mikirin perut sendiri, nggak mikir anak cucu dan lingkungan sekitar emoticon-Cape d... (S)
Quote:Original Posted By arjuni


Maaf gan....
Para pejabat tinggi negara ini lagi sibuk atur strategi untuk pemilu 2014. emoticon-Malu (S)

mengeruk sumber uang emoticon-Malu (S)
Quote:Original Posted By bretpitt
biasa kerjaan orang sok ngerasa cilik, maen bakar maen rusak, cuma mikirin perut sendiri, nggak mikir anak cucu dan lingkungan sekitar emoticon-Cape d... (S)

nah! setuju banget aku sama pendapat agan emoticon-Big Grin
Sayang skali nasib tahura tak d pedulikan oleh pemerintah
Quote:Original Posted By larry.birds98
Sayang skali nasib tahura tak d pedulikan oleh pemerintah

pemerintah memang tidak pernah peduli, kalaupun peduli palingan hanya pencitraan belaka