alexa-tracking

Duit Suap SKK Migas, Bos Kernel Oil: Barang Singapore Apa Apel Amerika?

Main Content

1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/527b7d41f8ca17b108000006/duit-suap-skk-migas-bos-kernel-oil-barang-singapore-apa-apel-amerika
Duit Suap SKK Migas, Bos Kernel Oil: Barang Singapore Apa Apel Amerika?
Code:
http://news.detik..com/read/2013/11/07/183045/2406746/10/duit-suap-skk-migas-bos-kernel-oil-barang-singapore-apa-apel-amerika?9922022


Jakarta - Istilah apel sebagai kata ganti penyebutan uang juga dipakai bos Kernel Oil Pte Ltd, Widodo Ratanachaitong. Istilah ini digunakan ketika hendak menentukan jenis mata uang suap yang akan diberikan ke Rudi Rubiandini saat menjabat Kepala SKK Migas.

Pembicaraan ini terjadi antara Widodo dengan Deviardi pada tanggal 23 Juli 2013. Deviardi adalah perantara untuk menyerahkan duit dari Kernel Oil ke Rudi Rubiandini. Percakapan via telepon ini menindaklanjuti pertemuan antara Widodo, Rudi dan Deviardi di Hotel Fullerton Singapura pada tanggal 19 Juli 2013.

"Yang membicarakan teknis pemberian uang yang akan diberikan kepada Rudi Rubiandini," ujar jaksa KPK Surya Nelli membacakan dakwaan Komisaris Kernel Oil Indonesia, Simon Gunawan Tanjaya di Pengadilan Tipikor, Jakarta, Kamis (7/11/2013).

Dalam percakapan telepon, Widodo menghubungi Deviardi membicarakan jumlah, jenis mata uang dan cara penyerahan uang ke Rudi. Deviardi mengatakan: "berarti 7 kilo nanti aja ya".

Widodo menjawab: "Satu orang ada limitnya besok suruh orang usahain bawa 1, sisanya pengen dalam bentuk sama atau barang Indonesia atau barang Singapore, kita lebihin kalau memang dia oke, atau memang harus apel amerika" begitu transkrip percakapan telepon yang ditulis dalam dakwaan.

Widodo kemudian memutuskan menyiapkan uang dalam bentuk dollar Amerika sebesar US$300 ribu. Widodo yang juga bos Fossus Energy Ltd ini menghubungi Simonpada 26 Juli guna menyiapkan uang tersebut untuk diberikan ke Rudi melalui Deviardi.

Penyerahan duit tersebut merupakan bagian dari total duit suap yang diterima Rudi yakni SGD 200 ribu dan US$ 900 ribu. Menurut jaksa, duit ini diberikan terkait lelang terbatas minyak mentah dan konsdensat di SKK Migas.


Wah sama donk istilahnya kaya Pingkan Angie? emoticon-Matabelo

Bos Kernel Oil Widodo Serahkan US$ 200 Ribu kepada Rudi

Jakarta - Bos Kernel Oil dan Fossus Energy Ltd, Widodo Ratanachaitong menyerahkan langsung uang suap sebesar US$ 200 ribu kepada Rudi Rubiandini. Uang itu diberikan kepada Rudy yang saat itu sebagai Kepala SKK Migas.

Di dalam dakwaan terdakwa Komisaris Kernel Oil Indonesia, Simon Gunawan Tanjaya, jaksa memaparkan pertemuan antara Widodo dengan Rudi pada 26 Juni 2013. Pertemuan dilakukan di kantor Rudi di gedung Plaza Mandiri, Jl Gatot Subroto, Jaksel.

"Dalam pertemuan tersebut Widodo menyerahkan uang sejumlah US$ 200 ribu kepada Rudi Rubiandini. Kemudian uang tersebut disimpan oleh Rudi di safe deposit box Bank Mandiri," ujar jaksa Surya Nelli membacakan dakwaan di Pengadilan Tipikor, Jl HR Rasuna Said, Jakarta, Kamis (7/11/2013).

Duit ini diberikan terkait permintaan Widodo agar Rudi menggabungkan dua tender menjadi satu tender yaitu tender minyak mentah Minas/SLC dengan kondensat Senipah untuk dimenangkan perusahaannya Fossus Energy Ltd. Terkait penggabungan satu tender kondensat ini, pada 4 Juli 2013, Tim Penunjukkan Penjual Minyak Mentah/Kondensat bagian negara melakukan pembukaan penawaran yang telah disampaikan ke perusahaan yang tercatat sebagai registered bidder di SKK Migas.

Perusahaan itu di antaranya Fossus Energy Ltd, Kernel Oil Pte Ltd, Fortek Thailand Co. Ltf dan World Proteleum Energy. Tim penunjukan penjual kemudian mengajukan usulan kepada Rudi Rubiandini bahwa Fossus Energy Ltd diusulkan sebagai pemenang lelang terbatas minyak mentah Minas dan Kondesat Senipah periode Agustus 2013.

Alur Penyerahan Duit Suap SGD 200 Ribu dan US$ 900 Ribu ke Rudi Rubiandini

Code:
http://news.detik..com/read/2013/11/07/150401/2406400/10/alur-penyerahan-duit-suap-sgd-200-ribu-dan-us--900-ribu-ke-rudi-rubiandini?nd771104bcj


Jakarta - Komisaris PT Kernel Oil Indonesia, Simon Gunawan Tanjaya, didakwa bersama-sama Widodo Ratanachaitong menyuap mantan Kepala SKK Migas, Rudi Rubiandini. Suap ini agar Rudi memuluskan proses tender lelang terbatas minyak mentah dan kondensat.

Total duit suap yang diterima Rudi, SGD 200 ribu dan US$ 900 ribu. Dalam dakwaan Simon yang dibacakan jaksa penuntut umum di Pengadilan Tipikor, Kamis (7/11/2013), berikut tahap penyerahan uang.

Pertama, pada April 2013, Rudi bertemu dengan Widodo di Cafe Pandor di Jalan Wijaya Kebayoran Baru, Jaksel. Dalam pertemuan Widodo memperkenalkan dirinya sebagai trader minyak yang mengikuti lelang di SKK Migas.

Saat itu, Rudi memperkenalkan Widodo kepada Deviardi selanjutnya Widodo meminta Deviardi bertemu di Singapura. "Sesampainya di Singapura, Widodo memberikan uang tunai SGD 200 ribu guna proses pemenangan lelang melalui Deviardi untuk diberikan ke Rudi," kata jaksa M Rum.

Rudi meminta Deviardi menyimpan uang itu di deposit box Bank CIMB Singapura.

Kedua, pemberian uang US$ 200 ribu pada 26 Juni 2013 di Gedung Plaza Mandiri. "Dalam pertemuan Widodo menyerahkan uang US$200 ribu kepada Rudi sesuai dengan permintaan sebelumnya," papar jaksa. Kemudian uang itu disimpan Rudi di safe deposit box Bank Mandiri.

Ketiga, pada 26 Juli 2013 Widodo menghubungi Simon untuk menyiapkan US$ 300 ribu untuk diberikan ke Rudi. Simon kemudian melakukan penarikan uang US$ 300 ribu dari rekening giro US$ atas nama KPOL Indonesia. Setelah uang tersedia Deviardi menemui Simon mengambil uang tersebut. "Dan Deviardie menyerahkan ke Rudi," ujar jaksa.

Keempat pada 26 Juli 2013, Widodo menghubungi Simon untuk menyiapakn uang US$ 400 ribu guna diberikan ke Rudi. Karena saldo di rekening KOPL tidak cukup, Widodo mengatakan akan mengirim uang dari Singapura.

Duit ini dikirim Widodo pada 13 Agustus 2013 ke rekening giro US$ atas nama KOPL Indonesia pada Bank Mandiri KCP Jakarta Wisma Mulia. Setelah itu Deviardi mengambil uang tersebut dari Simon dan diserahkan ke Rudi di kediamannya Jalan Brawijaya VIII Nomor 30 Jaksel.

"Deviardi menyerahkan uang sejumlah US$ 400 ribu. Pada saat keluar dari rumah Rudi Rubiandini petugas KPK melakukan penangkapan," ujarnya.
KASKUS Ads

Bos Kernel Temui Rudi di Singapura untuk Bahas Teknis Pemberian Suap

Code:
http://news.detik..com/read/2013/11/07/155239/2406468/10/bos-kernel-temui-rudi-di-singapura-untuk-bahas-teknis-pemberian-suap?nd771104bcj


Jakarta - Bos Kernel Oil dan Fossus Energy Ltd, Widodo Ratanachaitong pernah bertemu Rudi Rubiandini di Singapura. Pertemuan membahas teknis penyerahan uang pelicin untuk kemenangan perusahaan tersebut dalam tender proyek yang diadakan SKK Migas.

"Pada tanggal 19 Juli 2013, diadakan pertemuan di Hotel Fullerton Singapura antara Widodo Ratanachaitong, Rudi Rubiandini dan Deviardi yang membicarakan teknis pemberian uang yang akan diberikan kepada Rudi Rubiandini," ujar jaksa KPK Surya Nelli membacakan dakwaan Komisaris Kernel Oil Indonesia, Simon Gunawan Tanjaya di Pengadilan Tipikor, Jakarta, Kamis (7/11/2013).

Menindaklanjuti pertemuan ini, Widodo menghubungi Deviardi membicarakan jumlah, jenis mata uang dan cara penyerahan uang. Deviardi merupakan perantara yang menyerahkan sejumlah uang dari Widodo ke Rudi.

Pada 25 Juli 2013, Rudi menghubungi Deviardi meminta realisasi pembicaraan uang dengan Widodo pada saat di Singapura. "Widodo kemudian menghubungi Simon untuk menyiapkan uang US$ 300 ribu untuk diberikan kepada Rudi melalui Deviardi," papar jaksa.

Penyerahan duit tersebut merupakan bagian dari total duit suap yang diterima Rudi yakni SGD 200 ribu dan US$ 900 ribu. Menurut jaksa, duit ini diberikan terkait lelang terbatas minyak mentah dan konsendat di SKK Migas.

Terkait penerimaan duit suap ini, Rudi melakukan 6 hal di antaranya menyetujui Fossus Energy Ltd sebagai pemenang lelang terbatas Kondensat Senipah tanggal 7 Juni 2013 untuk periode Juli 2013. Rudi juga menyetujui kargo penggantiminyak tanah Grissik Mix bagian negara periode Februari-Juli 2013 untuk Fossus Energy Ltf.

"Menggabungkan lelang terbatas minyak mentah Minas bagian negara dan kondensat Senipah bagian negara untuk periode Agustus 2013," sebut jaksa.