alexa-tracking

Main Content

1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/527a150420cb17c84800000a/dari-rusia-ke-langit-indonesia
Dari Rusia ke Langit Indonesia
Jakarta merapat ke Moskow. Jet tempur Sukhoi seri terbaru bakal meraung di langit Indonesia. Bukan hanya di awang tapi juga di tanah. Kendaraan tempur dan rudal juga bakal dibeli dari sana. Indonesia dan Negeri Beruang Merah itu juga bakal bekerjasama. Dalam banyak soal.

Negeri kita memang pasar yang subur. Dan itulah sebabnya, dalam dekade terakhir, Rusia rajin menyambangi pameran pertahanan Indonesia. Mereka juga rajin hadir pada pameran dirgantara.

Meski sudah masuk dalam kelompok elit G20, Indonesia dipandang belum memiliki alutsista yang memadai. Dalam pameran Indo Defence, Indo Aerospace and Indo Marine Expo & Forum, yang rutin berlangsung di Kemayoran, Jakarta, delegasi Rusia selalu menjadi penghuni anjungan yang luas.

Mereka memamerkan rupa-rupa model persenjataan. Dari prototipe pesawat tempur, helikopter militer, radar, hingga senapan serbunya yang sudah mendunia, Kalashnikov (AK).

Pada setiap pameran dua tahunan itu, terakhir pada awal November 2012, anjungan Rusia selalu ramai dikunjungi. Dari warga biasa hingga para petinggi militer. Pameran itu menghadirkan 500 peserta dari 40 negara. Dikunjungi 20.000 orang.

Seperti di pameran-pameran sebelumnya, produk-produk senjata Rusia di Indo Defence 2012 banyak disanjung. Saat mengunjungi pameran itu, Wakil Kepala Staf TNI Angkatan Laut, Laksamana Marsetio, terkesan akan ketangguhan mesin-mesin perang dari Negeri Beruang Merah.

Dia menegaskan bahwa tank amfibi buatan Rusia, PT-76, sampai kini masih dipakai oleh TNI. Padahal usianya sudah 50 tahun. "PT-76 ini masih kami pakai sejak 1962," kata Laksamana Marsetio, yang sejak Desember 2012 naik jabatan menjadi Kepala Staf TNI Angkatan Laut.

Pertama kali diproduksi pada awal dekade 1950an, PT-76 menjadi tank ringan amfibi standar bagi militer Uni Soviet dan negara-negara anggota Pakta Warsawa. Menurut laman Main Battle Tanks, PT-76 dipakai 25 negara.

TNI masih memakai tank ini, seperti diungkapkan Laksamana Marsetio. Di jajaran TNI Angkatan Laut, PT-76 merupakan aset yang dipakai oleh Korps Marinir, spesialis operasi militer dari laut ke darat.

Di dunia internasional, digunakan pada berbagai perang besar - seperti Perang Vietnam dan Perang Arab-Israel. PT-76 diakui kalangan pengamat sebagai tank amfibi yang populer karena memiliki desain yang sederhana. Efektif. Mampu dipakai di medan-medan berat.

Itulah sebabnya PT-76 menjadi salah satu simbol sukses Soviet, dan kini Rusia, dalam memproduksi tank maupun kendaraan lapis baja. Selain itu masih ada tank-tank tempur legendaris lain era Soviet, seperti T-62 dan T-72.

Ingin meneruskan kejayaan Soviet, Rusia pun gencar memproduksi kendaraan-kendaraan lapis baja baru. Salah satu andalan mereka saat ini adalah kendaraan tempur (ranpur) BMP3. Ini merupakan ranpur amfibi yang bergerak lebih lincah dari tank-tank terdahulu dan mampu mengangkut hingga tujuh personel serta bisa dikendalikan tiga orang.

Keunggulan itulah yang membuat Indonesia memperkuat militernya dengan membeli kendaraan tempur BMP3 seri F. Dibuat oleh perusahaan Kurganmashzavod, Indonesia telah memiliki 17 unit BMP3-F pada 2008 dan berencana menambah 37 unit lagi untuk memperkuat Satuan Marinir TNI-AL.

Seorang prajurit Marinir TNI-AL, Guntur Pasaribu, mengungkapkan kelebihan BMP-3F. "Korps Marinir Indonesia sangat berpengalaman mengendalikan tank-tank buatan Rusia, mulai dari PT-76 sampai BMP-3F. Menurut pengalaman kami, tank-tank dari Rusia sangat memuaskan," kata Pasaribu seperti dikutip media Rusia, RBTH.

Alternatif AS

Bukan cuma soal alat tempur, Indonesia dan Rusia juga bekerjasama dalam latihan militer. Juga membangun proyek patungan alutsista. Dan sesungguhnya, kerjasama kedua negara bukan hal baru.

Ketika masih berbentuk Uni Soviet (USSR), Rusia sudah menjual persenjataan ke Indonesia, tidak lama setelah kedua negara membuka hubungan diplomatik pada 1950. Pada masa-masa awal itu, banyak pula personel angkatan laut dan udara dikirim ke Uni Soviet. Mereka sekolah di sana.

Hubungan itu terganggu pertengahan dekade 1960an karena alasan politis. Kedua negara kembali melanjutkan hubungan di awal dekade 1990an, meski baru efektif beberapa tahun kemudian. Contohnya, pembicaraan soal jual-beli jet tempur Rusia Sukhoi-30 ke Indonesia berlangsung sejak 1997. Namun jual-beli itu baru disepakati pada 2003.

Hubungan itu kembali terajut, setelah renggangnya Indonesia dengan Amerika Serikat di akhir dekade 1990an. Kerenggangan itu muncul setelah Washington menjatuhkan embargo penjualan senjata ke Jakarta karena menilai Indonesia saat itu melanggar Hak Asasi Manusia di Timor Timur, yang kini bernama Timor Leste sejak menjadi negara berdaulat pada 2002.

Embargo senjata AS ke RI itu, berikut suku cadang, berlangsung selama 1999-2005. AS mengakhiri embargo ketika Presidennya saat itu, George W Bush, menganggap Indonesia termasuk mitra penting memerangi terorisme.

Setelah mencabut embargo, AS pun terlihat aktif menawarkan mesin-mesin perangnya kepada Indonesia. Pada 2011, AS sepakat mengirim 24 unit jet tempur bekas tipe F-16 seri C/D blok 25 kepada Indonesia secara cuma-cuma, kecuali untuk biaya pemutakhiran (upgrade).

Pada akhir 2012, AS dan Indonesia berunding untuk jual-beli helikopter serbaguna UH-60 Black Hawk dan helikopter tempur AH-60D buatan Boeing.

Namun, belajar dari embargo AS itu, Indonesia membuka pintu kerjasama seluas-luasnya kepada negara lain, termasuk Rusia, agar tidak lagi bergantung kepada satu pihak dalam pengadaan alutsista. Maka, sejak itu, Indonesia tidak hanya kembali berbisnis senjata dengan AS, namun juga mempererat kerjasama serupa dengan Rusia.

Maka, Indonesia dan Rusia bersepakat soal jual beli jet tempur dan mesin-mesin perang lain. Sejak 2003, Rusia telah mengirim 12 unit jet tempur Sukhoi ke Indonesia dan pengiriman empat unit lagi masih menunggu persetujuan lebih lanjut.

Moskow pun telah menjual sejumlah helikopter militer Mi-35 dan Mi-17 kepada Jakarta. Alutsista lain yang dijual Rusia ke Indonesia adalah kendaraan tempur lapis baja BMP-3F, kendaraan pengangkut personel BTR-80A, serta senapan serbu AK-102.

Untuk membeli persenjataan itu, Moskow pada 2007 memberi fasilitas kredit sebesar US$1 miliar kepada Jakarta. Kerjasama pertahanan di luar jual-beli persenjataan juga telah berlangsung, seperti menggelar latihan bersama memerangi perompak di laut antara pasukan Indonesia dengan Rusia pada 2011.

Baru-baru ini pun Rusia menawarkan bantuan ke Indonesia membangun sistem pertahanan udara. Saat ini, Indonesia hanya memiliki rudal-rudal pertahanan SAM (surface-to-air missile) jarak dekat.

Viktor Komardin dari perusahaan ekspor senjata-senjata Rusia, Rosoboronexport, mengungkapkan bahwa Moskow akan menjual perangkat sistem SAM sekaligus membantu Indonesia bila tertarik mempersiapkan jaringan pertahanan udara.

Malaysia, katanya, sudah membentuk suatu sistem pertahanan udara terintegrasi. "Tapi Indonesia belum memilikinya. Padahal sistem pertahanan ini penting dimiliki Indonesia," lanjut Komardin seperti dikutip kantor berita Russian Beyond the Headlines.

Alih Teknologi

Namun kerjasama ini tidak berlangsung sangat mulus. Kepala Komunikasi Publik Kementerian Pertahanan RI, Brigjen TNI Sisriadi, mengatakan kerjasama pertahanan antara RI dengan Rusia masih terbentur pada adanya alih teknologi yang harus menyertai setiap pembelian alutsista dari sana. Keharusan itu termuat dalam UU No. 16 tahun 2012 tentang industri pertahanan.

Dalam UU itu tertulis setiap pembelian sistem senjata dari luar negeri, wajib ada konten lokal. Bentuknya, antara lain pelatihan, kerja sama pembuatan, dan kerja sama operasi. Hal itu diungkap Sisriadi, ketika dihubungi VIVAnews, Jumat 1 November 2013.

"Setelah adanya UU Industri Pertahanan No. 16 Tahun 2012 itu, maka kami mengganti format pertemuan bilateral yang selalu dilakukan setiap tahun dengan Rusia. Kami menyampaikan kepada mereka bahwa pembelian produk alutsista dari negara mana pun harus disertai alih pengetahuan dan teknologi," ungkap Sisriadi.

Hingga saat ini, lanjut Sisriadi, pihak Rusia masih belum dapat memenuhi inisiatif tersebut. Kendati begitu, pihak Kemhan tidak lantas menghentikan kerjasama pertahanan dengan Negeri Beruang Merah. "Kami masih akan terus mendorong Rusia supaya alih teknologi itu dilakukan,”katanya.

Proses negosiasi itu, lanjutnya, sangat alot, karena mereka ngotot tidak dapat memenuhi inisiatif RI. Rusia sendiri, ujar Sisriadi, tidak mengungkapkan secara gamblang alasan di balik penolakan mereka melakukan alih teknologi.

"Kemhan juga tidak tahu alasannya. Karena mereka tidak mengemukakan alasannya. Tiap kali kami tanyakan, mereka malah kembali membahas pinjaman yang ditawarkan Rusia kepada Indonesia," katanya.


Pinjaman negara yang dimaksud Sisriadi adalah dana pinjaman yang ditawarkan Pemerintah Rusia untuk membeli peralatan alutsista dari mereka. Nominalnya mencapai US$1 miliar atau Rp11 triliun. Namun, kata Sisriadi, dalam ada ketentuan, disebutkan bahwa pinjaman hanya dapat membeli produk alutsista tertentu. “Mereka juga menyertakan daftar belanja alutsista apa saja yang dapat kami beli,” ujarnya.

Dana pinjaman itu merupakan bagian dari kesepakatan kerjasama pertahanan yang diteken oleh kedua Pemerintah sejak delapan tahun silam. Kedua pucuk pimpinan yakni Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan Vladimir Putin telah menyepakati adanya dana pinjaman tersebut.

Dari dana yang ditawarkan senilai US$1 miliar, Kemhan baru menggunakan sebagian dari dana tersebut untuk membeli pesawat jet tempur Sukhoi, helikopter MI-17 dan MI-31 serta tank BMP-3F. Totalnya mencapai US$308 juta atau Rp3,4 triliun.

Pesawat Sukhoi yang dibeli menggunakan dana pinjaman ini, merupakan pesawat yang dikirimkan pada gelombang awal ke Indnesia. "Jadi bukan pesawat Sukhoi baru yang dikirim pada September lalu ya. Kami membeli itu menggunakan dana pinjaman dari bank swasta," ujarnya.

Total ada lima pesawat Sukhoi SU-27 SKM yang baru dikirim pada September lalu dibeli dengan harga US$470 juta atau Rp5,2 triliun. Kontraknya ditandatangani oleh Kepala Baranahan Kemhan dengan Rosoboronexport Rusia pada tanggal 29 Desember 2011 silam.

Lima pesawat jet tempur ini akan melengkapi 11 pesawat tempur Sukhoi SU-30 MK2 yang sudah terlebih dahulu tiba di Indonesia dan berjumlah 11 unit.

Maka total pesawat Sukhoi yang dimiliki telah mencapai 16 unit atau satu skuadron. Sementara untuk harga helikopter MI-17 dan MI-31, Sisriadi, tidak menyebutkan harganya.

Ditanya VIVAnews apakah ada alutsista lainnya yang masih berniat dibeli dari Rusia, Sisriadi menyebut hingga kini Kemhan masih belum ingin menggunakan sisa dana yang ada untuk membeli alutsista lainnya. Mereka tidak ingin melanggar UU yang berlaku.

Soal keunggulan pesawat jet tempur Sukhoi dari Rusia, Sisriadi menyebut burung besi itu memiliki sistem sensor yang baik. "Endurance atau jangkauan operasional jauhnya pun juga hebat sehingga bisa dioperasikan untuk jarak jauh dan bisa kembali lagi. Selain itu sistem avionik yang dimiliki Sukhoi juga bagus. Pesawat ini lincah di kelasnya, " papar Sisriadi.

Ke depan, lanjut Sisriadi, untuk alutsista pesawat Sukhoi dirasa sudah cukup. Pesawat tempur itu akan dicampur dengan F-16 yang juga sudah ada.

Sisriadi mengatakan pelajaran lain dari peristiwa embargo yang dipetik Kemhan yakni jangan bertumpu kepada satu negara saja dalam mengandalkan pembelian alutsista. Jadi ketika diembargo, masih ada alutsista lain yang dapat digunakan.

sumber: http://sorot.news.viva.co.id/news/re...ngit-indonesia

============================

rusia masih minta buat beli ks tho sisa pinjaman itu?
^
bukannya bagus nyot kalo buat kasel ? emoticon-Metal:
Quote:Original Posted By kimi mabok
^
bukannya bagus nyot kalo buat kasel ? emoticon-Metal:


karena pak sjafrie pernah bilang

Sjafrie menambahkan, pihaknya tak membeli kapal selam milik Rusia setelah mempertimbangkan spesifikasi kapal tersebut dan strategi pertahanan Indonesia.

http://nasional.kompas.com/read/2012....State.Credit.
Aminnnn aja deh.Segala wacana dan rencana gw aminin aja deh.
Omong2 masalah G-20...Gw ada liat komen orang luar pas liat rekaman parade militer HUT TNI di You Tube "Compared to other G-20 members.They look poor" emoticon-Big Grin
Quote:Original Posted By kenyot10


karena pak sjafrie pernah bilang

Sjafrie menambahkan, pihaknya tak membeli kapal selam milik Rusia setelah mempertimbangkan spesifikasi kapal tersebut dan strategi pertahanan Indonesia.

http://nasional.kompas.com/read/2012....State.Credit.


Strategi apa yg dimaksud itu?Kick Back Strong kah?
emoticon-Ngacir
Quote:Original Posted By kenyot10


karena pak sjafrie pernah bilang

Sjafrie menambahkan, pihaknya tak membeli kapal selam milik Rusia setelah mempertimbangkan spesifikasi kapal tersebut dan strategi pertahanan Indonesia.

http://nasional.kompas.com/read/2012....State.Credit.


masih berharap pemerintahan mendatang ganti selera lagi mungkin emoticon-Big Grin
Quote:Original Posted By toesbolteroes11
Aminnnn aja deh.Segala wacana dan rencana gw aminin aja deh.
Omong2 masalah G-20...Gw ada liat komen orang luar pas liat rekaman parade militer HUT TNI di You Tube "Compared to other G-20 members.They look poor" emoticon-Big Grin


...but superior enough compared to timor leste and philippines
emoticon-Big Grinemoticon-Big Grinemoticon-Peace
Realisasi Sistem Pertahanan Udara dari Rusky bagaimana kabarnya pak kenyot, apa sudah deal?! emoticon-Smilie
Quote:Original Posted By sambernyowosolo
Realisasi Sistem Pertahanan Udara dari Rusky bagaimana kabarnya pak kenyot, apa sudah deal?! emoticon-Smilie


tidak ada kabar. jadi lupakan saja
Quote:Original Posted By kenyot10


tidak ada kabar. jadi lupakan saja


benar2 negara penganut shorad seterongemoticon-Berduka (S)
Dan suatu ketika terjadi pembicaraan antara putin dan sby.

Sby : mr put gimana nih kacang sukronya yg size 35 gr klo bisa bonus pensil 2b ato spidol marker merah. Bisa dibungkus gak lumayan buat camilan makan lontong sayur semur daging sekilo .nih

Putin : tenang aja mr sby. Ntar klau cocok di hati.Ane kirim sekalian truk pasir sebagai imbal buat dukung jalur kereta api di kalimanta dan ane bangunin tugu selamat datang. And Ntar kalau pilih menu yg bagus ane kirim koki spesial bu minah. Biar bu Minah bikin es teh 300 buat ultah di surabaya.

Dan suatu tempat di jakarta tersembunyi fasilitas penyadapan yg terhubung ke database NSA.

Operator 1 :record on tape this and remark the clue word

Dan database NSA.. keluar cluenya

Sukro : sejenis makan dari bahan tepung yg didalamnya berisi kacang dan berwarna putih
(Dikemas dlm ukuran 20 gr.35gr. Dsb)
Pensil dan spidol : alat2 tulis kantor
Lontong : makanan yg terbuat dari beras yg dibungkus daun pisang, direbus cara memasaknya
Truk pasir :kendaraan bak terbuka yg dipakai mengakut material
Bu minah : Tukang masak di warung tegal
Tugu selamat datang :manumen patung di perbatasan kota
Es teh 300; es batu dan air teh dibungkus plastik
Quote:Original Posted By kenyot10


tidak ada kabar. jadi lupakan saja


Pupus sudah es telungatus.. emoticon-Frownemoticon-Frown
Quote:Original Posted By 1simbud
Dan suatu ketika terjadi pembicaraan antara putin dan sby.

Sby : mr put gimana nih kacang sukronya yg size 35 gr klo bisa bonus pensil 2b ato spidol marker merah. Bisa dibungkus gak lumayan buat camilan makan lontong sayur semur daging sekilo .nih

Putin : tenang aja mr sby. Ntar klau cocok di hati.Ane kirim sekalian truk pasir sebagai imbal buat dukung jalur kereta api di kalimanta dan ane bangunin tugu selamat datang. And Ntar kalau pilih menu yg bagus ane kirim koki spesial bu minah. Biar bu Minah bikin es teh 300 buat ultah di surabaya.

Dan suatu tempat di jakarta tersembunyi fasilitas penyadapan yg terhubung ke database NSA.

Operator 1 :record on tape this and remark the clue word

Dan database NSA.. keluar cluenya

Sukro : sejenis makan dari bahan tepung yg didalamnya berisi kacang dan berwarna putih
(Dikemas dlm ukuran 20 gr.35gr. Dsb)
Pensil dan spidol : alat2 tulis kantor
Lontong : makanan yg terbuat dari beras yg dibungkus daun pisang, direbus cara memasaknya
Truk pasir :kendaraan bak terbuka yg dipakai mengakut material
Bu minah : Tukang masak di warung tegal
Tugu selamat datang :manumen patung di perbatasan kota
Es teh 300; es batu dan air teh dibungkus plastik


kok serasa BOT ya id ini..
di mana2 postingnya ini mlulu....
emoticon-Cape deeehh
Quote:Original Posted By sambernyowosolo


Pupus sudah es telungatus.. emoticon-Frownemoticon-Frown


kan yg begonoan mau ambil dari cina.... si bigz aja udah nyelesin abis2an emoticon-linux2
Quote:Original Posted By kimi mabok


kan yg begonoan mau ambil dari cina.... si bigz aja udah nyelesin abis2an emoticon-linux2

HQ-18/HQ-19emoticon-Genit
Quote:Original Posted By wahwibson

HQ-18/HQ-19emoticon-Genit


ga dua2 nya om... tpi HaQul Y4k1N...emoticon-Big Grinemoticon-Stick Out Tongue
Quote:Original Posted By sambernyowosolo


Pupus sudah es telungatus.. emoticon-Frownemoticon-Frown

Kalo buk m masih bisa kan nyot?
Quote:Original Posted By kimi mabok


kan yg begonoan mau ambil dari cina.... si bigz aja udah nyelesin abis2an emoticon-linux2


Amiiiinnn....yg penting sekali2 bs keluar zona MANPADS\SHORAD deh...
Saya pernah tanyakan ini ke kenalan di pothan, barang ruski emang familiar di tni, cuma harga saja yang menurut dia itungannya mahal, secara barang ruski tu kayak monopoli aama ruski, tidak kayak barang nato yang banyak pilihan sumber nya, dan 2 hal yang ditakutkan dlm proses MEF itu adalah potensi embargo / pembelian yang dikaitkan dengan politik dan "selera" pangti, bagaimanapun keputusan akhir tetap di merdeka utara,
Karena bisa dimungkinkan presiden 2014 akan sangat menentukan road map MEF tahap kedua..
Quote:Original Posted By wahwibson

HQ-18/HQ-19emoticon-Genit


QW-3