alexa-tracking
Selamat Guest, Agan dapat mencoba tampilan baru KASKUS Masih Kangen Tampilan Sebelumnya
Kategori
Kategori
Home / FORUM / All / News / Berita dan Politik /
Tolong! Tolong! Anak dan Cucu Kami Tidak Mampu Memiliki Rumah
1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5279b0fe138b46a919000006/tolong-tolong-anak-dan-cucu-kami-tidak-mampu-memiliki-rumah

Tolong! Tolong! Anak dan Cucu Kami Tidak Mampu Memiliki Rumah

Saya menanyakan ratusan Teman, Keluarga dan Tetangga: Apakah anak kita, mampu membeli rumah, tanpa dibantu orang tua atau menerima waris?

Semua menjawab: Tiiidaaakkk Muungkiiinnnn.

Dengan kenaikan harga tanah yang menggila, membeli rumah dari gaji (dibantu pinjaman dari Bank) semata, hanya mimpi untuk anak-anak kita. Apalagi bagi para cucu kita.

Tetangga, sebagian besar tergolong kelompok ekonomi menengah kebawah sedangkan dalam kelompok Teman dan Keluarga banyak yang tergolong kelompok menengah keatas.

Harga Tanah yang Menggila

Kenaikan harga tanah dalam setahun sekitar 30 persen, sedangkan gaji hanya naik sekitar 10 persen per tahun.

Menggilanya kenaikan harga tanah terutama disebabkan jor-joran pembangun Properti Mewah ( selanjutnya PM), baik Hunian maupun Bisnis. Pembanguan PM ini sangat menguntungkan pengembang. Riset terbaru Jones Lang LaSalle Residential Index : dalam satu tahun terakhir harga PM di Jakarta meroket 34 %, tertinggi di Asia.

Kampung yang saya tinggali, berlokasi tidak jauh dari suatu Perumahan Mewah. Permulaan tahun ini tersebar berita ada Pengembang berminat bangun Town House..

Harga tanah langsung melambung diatas 100%.

Siapa Pembeli PM ini

Kita tahu pembeli PM itu kelompok kecil, memanfaatkannya sebagai investasi.

Sebagian dari pembeli PM sudah memiliki lebih dari satu PM baik Hunian mataupun Bisnis.

Pengembang sering mengklaim hunian mereka laku 75% dalam jangka kurang dari 6 bulan. Selama bertahun-tahun sejak hunian dipasarkan, yang dihuni tidak lebih dari 25 %. Sisanya kosong, untuk investasi.

Dikutip dari laporan Knight Frank:

Kenaikan harga rumah di Jakarta sebesar 38% selama Kuartal 1-2013.

Investasi Rumah Mewah di Jakarta terbaik sedunia

Arahan Wapres Budiono

Wapres kepada Asosiasi Pengembang Perumahan dan Permukiman Seluruh Indonesia menyatakan( disingkat):

1. Perlu kebijakan pemerintah untuk mengatur harga tanah. Pasalnya, melonjaknya harga tanah akibat spekulasi berimbas tingginya harga rumah.

2. Perlu mekanisme yang jelas terhadap penggunaan subsidi. Ia menyoroti implementasi yang salah sasaran. Misalnya, rumah ternyata dibeli oleh kelompok menengah ke atas untuk dijadikan investasi.

3. Dengan pemberian insentif, Pengembang dapat membangun rumah murah untuk rakyat miskin.

Pemimpin kita Gagap Menghadapi Pengusaha Besar
Pengembang enggan bangun Rumah Sederhana karena keuntungan yang sangat kecil, sedangkan membangun Rumah Mewah memberikan keuntungan luar biasa, mungkin tertinggi didunia.

Kementerian Perumahan terlihat setengah hati menjalankan kebijakan yang digariskan Wapres Budiono untuk membangun rumah untuk orang miskin.

Petinggi Kemenpera, di Jakarta Convention Center, menyoroti Real Estate Ekspo 2013:

Kami sesalkan akses informasi rumah murah dan subsidi sangat terbatas dan berharap agar diberikan ruang bagi rumah bersubsidi..

Pemerintah, tidak alergi terhadap perkembangan hunian kelas menengah dan atas. Sebab, perkembangan properti tersebut menyumbang pertumbuhan ekonomi Indonesia ke depan, meski saat ini baru 2,4 persen.

Jadi, di dalam pameran ini seharusnya disediakan informasi bagi rumah murah. Ini berat, tapi kita harus coba.

Pemerintah kita sangat merendah dihadapan para Pengusaha, apalagi Pengusaha Besar.

Pemimpin itu memimpin, menentukan arah pembangunan dan memastikan arahan mencapai tujuan.

Disinsentif untuk Pembangunan PM

Mengingat maraknya pembangunan PM ini lebih banyak untuk sarana investasi dan berimbas naiknya harga tanah secara tidak masuk diakal, penulis menganjur agar dikeluarkan Disinsentif dan Moratorium izin pembangunan PM sampai Pemerintah memiliki aturan yang jelas dan mampu mengatur kenaikan harga tanah .

Disinsentif, sebagai contoh :

Pajak Berjenjang untuk kepemilikian Hunian .

Properti yang tidak dimanfaatkan ( dibiarkan kosong) dikenakan PBB tambahan.

Properti yang dijual kembali dalam kurun waktu kurang dari 5 tahun dikenakan PPN tambahan, diperlakukan sebagai investasi.

Bukankah cita-cita Republik agar semua rakyat Indonesia memiliki rumah?

Spoiler for :


Sumber : http://birokrasi.kompasiana.com/2013...ah-592164.html
Diubah oleh Jusap
Beri apresiasi terhadap thread ini Gan!
Halaman 1 dari 3
eike jg belum mampu gan, karena gaya hidup eike yg doyan jalan2 n blanja.. jadi nga mewek2 gan.. masih numpang ma keluarga emoticon-Ngakak nga mampu di kota, cari yg di luar kota, gan..
bikin rusun lagi donk emoticon-Hammer (S) jokowi kan masih ada rusung untuk tempat tinggal emoticon-Big Grin
Ane udah bela2in kredit kpr dengan cicilan gila2an menurut ane, walupun rumah yg ane beli kagak sesuai ama harga mahalnya emoticon-Sorry
Bersyukur udah dikaruniai rumah, dan tanah untuk anak nanti
Perumnas type sederhana saja udah ratusan juta harganya.
Berdoa aza indonesia makibln makmur,
Bisa pelihara orgtua ga py rumah
pembangunan kavling lagi laris manis emang di daerah pinggiran Jakarta...
tujuannya tidak lain dan tidak bukan hanya mencari akses nyaman dan cepat ke Jakarta...

daerah tangerang selatan, bogor selatan, depok kota dan bekasi adalan favorit..
ini akibat perilaku pembeli, mau rumah harga berapapun dibeli juga walaupun belinya ngutang
ane ingat waktu bapak ane beli tanah di pinggir jalan sekitar tahun 2002 seharga 22 juta. dan skarang tahun 2013 tepat didepan rumah ane ada yg jual tanahnya yg luasnya lebih kecil daripada luas tanah bapak ane, dia jual seharga 650 juta gan emoticon-Ngakak. padahal mungkin tahun 2000 an harga tanahnya hanya puluhan juta.

klo bapak ane jual tanah ane kyknya bakal milyaran gan ditambah aset2 tetap yg sudah berdiri, tapi ane menentang klo dijual gan emoticon-Ngakak
sebenarnya kl emang otoritas terkait emang niat mentertibkan dan mengatur masalah liarnya harga properti yg terjadi sekarang, bisa kok ... cuma mau atau enggak ... kl dilihat dari sejarah sih ... cuma omdo di depan wartawan doang ... kalo nanti akhirnya ngeluarin kebijakan juga biasanya sudah terlambat ... emoticon-Ngakak

Orang mau invetasi dengan beli rumah sebanyak banyaknya itu gak masalah ... dan pemerintah gak berhak untuk melarangnya ... tapi pemerintah bisa mengeluarkan kebijakan yang memperketat kepemilikan rumah kedua dst ... yaitu dengan pengendalian kpr .. karena yg bikin masalah itu bukan investor kelas atas ... tapi investor kelas bawah ... duit pas pasan sok mau ikutan kredit gila gilaan ... gitu macet baru streesss ... liat aja kredit macet di sektor kta dan credt card ... yang banyak nunggak dan susah bayar ya orang" kelas menengah bawah yang sok ngikut gaya orang kaya .... emoticon-Big Grin

gw ada bbrp temen yang sok mo ikutan investasi properti ... mereka banyak yang jadi flipper ato ngikut kpr buat beli bbrp rumah ... gaji 40jt bisa kredit 2 rumah di foresta dan 1 di alamsutra ... tiap hari kerja naik motor karena mobilnya dijual dan makannya bekal dari rumah karena duit gajinya udah gak ada sisa abis buat bayar cicilan ... emoticon-Ngakak
ya elah sumbernya kompasiana (=blog pribadi di domain kompas) emoticon-Cape d... (S)

ga apalah g komentarin dikit sebelum dihapus emoticon-Embarrassment

Quote:


yang di bold = ya itu tugas lhu, sebagai Kemenpera emoticon-Hammer emang tugasnya pengusaha atau pengusaha besar buat bangunin rumah gratis buat penduduk RI? emang kementerian kerjanya ngapain? cuma ongkang2 kaki en ngomong prihatin doang? (ngikut contoh bosnya emoticon-Embarrassment)

oh ya apa kabarnya program hunian murah dari kemenpera? udah sampe mana progressnya? bentar lagi udah mau tahun 2014 lhooooo, udah bakalan mau ganti menteri lho.
mau beli rumah...??
wong makannya aja susah.., semua bahan baku makanan naik..

ingat mister jenis kebutuhan mendasar manusia ada 3 : papan , sandang dan pangan..lha klo salah satu dari itu susah ...masih bisa hidup..??? emoticon-Ngakak
kebeli ko gan.. apalagi kalo beli selain di jawa...

pointnya.. apakah agan2 mau pindah dan mencari penghidupan di tempat yang jauh dari pusat pemerintahan/bisnis kah?

nb: Pepatah ada Gula ada Semut berlaku di sini gan.. Makin banyak peluang sejahtera di suatu tempat akan mengakibatkan banyak orang yang akan datang ke tempat tersebut.. dengan imbas balik.. akan mahalnya pula harga2 kebutuhan di tempat tersebut.. terutama rumah.. (wong luas tanah cuma segitu2xnya doang, orangnya yang mo nempatin banyak..)
cari bekasi aja mau murah
hidupkan lagi perumnas emoticon-Cape d... (S)
klo spekulan mah pasti bilang ga mungkin bubble 10 tahun lagi.

orang sudah jelas-jelas harganya ga wajar.

Ini bisnis. Emang pengusaha harus nyediain rumah gratis buat rakyat. Itu urusan pemerintah. Ga ada peraturan yang melarang orang beli rumah banyak buat dijual lagi dan di sewain.

padahal klo mau liat peraturan, kita punya pancasila sila ke 5 dan UUD 45 pasal 33 ayat ke 3. Semua hal dalam penyelenggaraan negara wajib mengikuti aturan tersebut. Hanya bobroknya pemerintah aja yg main mata dengan pebisnis gelap. Sehingga aturan tersebut hanya sekedar tulisan semata di buku-buku sekolah dasar.

terus, ntar pemerintah nerapin peraturan untuk mengamalkan sila ke 5 dan UUD pasal 33 ayat 3, pengusaha properti koar-koar bakal mengganggu pasar properti lah. Ada backlog lah. Padahal ya yg borong properti ya orang2 itu aja.

ane bukan orang bisnis dan ga ngerti mekanisme bisnis, tapi dilihat dari falsafah dan dasar negara ini, apa yang terjadi di dunia properti sudah jelas-jelas menyalahi apa yang dicita-citakan para pendiri bangsa ini.
Quote:
sama gan, ane juga numpang rumah orang tua, hehehe

Quote:
iya seharusnya bikin rusunami saja mengingat lahan di perkotaan sudah semakin sempit

Quote:


Iya, KALAU u jual nanti ngga kebeli lagi..sudah mahal.
kalo di Jakarta, jangan ngerengek pengen punya rumah lah..
mestinya Rusun aja yang diperbanyak ama pemerintah, apalagi harga tanah dah tinggi banget.
Targetin aja di kawasan-kawasan rawan banjir yang harga tanahnya relatif rendah dibanding yg laen, terus dibangun kawasan terpadu.
Mulai dari tempat tinggal, pusat perbelanjaan (bukan mall, tapi pasar yg nyediain kebutuhan pokok), pendidikan dasar (TK, SD, SMP).
Jadi warga di hari kerja, ga perlu kemana-mana untuk memenuhi kebutuhan dasar.
Halaman 1 dari 3


×
GDP Network
© 2018 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di