alexa-tracking

Main Content

1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5279733bc3cb17d273000002/akhirnya-jalan-akses-ui-di-ubah-jadi-jalan-m-jasin
Akhirnya, Jalan Akses UI Di Ubah Jadi Jalan M. Jasin
depoknews.com | Atas usulan Komandan Korps Brimob Kelapa Dua, Cimanggis, Depok, Mayor Jenderal (Pol) M Rum nama Jalan Akses UI menjadi nama Jalan M Jasin. Walikota Depok NurMahmudi Ismail menerima usulan tersebut untuk menghormati nilai-nilai perjuangan tokoh Polri saat itu.

Hal ini, disampaikan Lurah Tugu Suryana Yusup ketika akan menghadiri Rapat sosialisasi atas perubahan nama jalan tersebut.

“ Ya, Jalan Akses UI sudah menjadi Jalan M Jasin, sekarang saya akan menghadiri rapat sosialisasinya di kantor Walikota,” ujarnya kepada depoknews.com, Senin (4/11/13) sore.

Seperti diberitakan sebelunya, Mayor Jenderal (Pol) M Rum mengusulkan nama Jalan Akses UI menjadi nama Jalan M Jasin dan menanggapinya secara baik oleh Nur Mahmudi setelah berkoordinasi dengan DPRD kota Depok.

http://depoknews.com/akhirnya-jalan-...jalan-m-jasin/

Siapa M Jasin Gan:

(JENDERAL TNI MUHAMAD WAHYU SUDARTO – PELAKU 10 NOVEMBER 1945)
Beliau adalah Komandan Pasukan Polisi Istimewa. Kalau tugas Bung Tomo adalah “memanas-manasi rakyat”, Pak Jasin ini memimpin pasukan tempur. Kesatuannya boleh dibilang kecil, cuma beberapa ratus orang saja. Itu sebabnya mereka bergabung dengan rakyat. Kalau rakyat sedang bergerak, di tengah-tengah selalu ada truk atau panser milik Pasukan Polisi Istimewa lengkap dengan senjata mesin. Melihat Rakyat bak gelombang yang tak henti-henti itu, Jepang yang waktu itu sudah kalah dari Pasukan Sekutu menyerah kepada RI dan intinya adalah Pak Jasin.

Soetomo (Bung Tomo)

“PETA diharapkan dapat mendukung perjuangan di Surabaya tahun 1945 , tetapi PETA membiarkan senjatanya dilucuti oleh Jepang, untung ada Pemuda M. Jasin dengan pasukan-pasukan Polisi Istimewanya yang berbobot tempur mendukung dan mempelopori perjuangan di Surabaya.”

Jenderal TNI AD SUDARTO ex. TRIP dan pelaku 10 Nop 1945

“Omong kosong kalau ada yang mengaku di bulan Agustus 1945 memiliki kesatuan bersenjata. Yang ada pada waktu itu hanya pasukan-pasukan Polisi Istimewa pimpinan M. JASIN, bahkan ia menyatakan bahwa tanpa peran pasukan pasukan Polisi Istimewa dibawah pimpinan M. JASIN tidak akan ada peristiwa 10 Nopember 1945.”

Jendral (TNI) Tri Sutrisno

“Tindakan Inspektur I Moehammad Jasin untuk mempersenjatai Rakyat Pejuang telah memberikan andil yang cukup besar dalam gerak maju para pejuang kemerdekaan di Surabaya, yang kemudian mencapai puncaknya dalam pertempuran heroik di Surabaya tanggal 10 Nopember 1945”.

Ruslan Abdulgani

“Pasukan Polisi Istimewa lahir lebih dulu dari yang lain,”

Dalam buka Memoar M Jasin

Sesampainya di Jakarta M. Jasin mendapat tugas untuk menyelamatkan pemerintahan dari bahaya APRA pimpinan Westerling yang akan menyerbu Jakarta maka M Yassin mengkonsentrasikan 25 kompi Mobrig/Brimob di Jakarta jumlah pasukan yang cukup besar jika dibanding penduduk dan luas Jakarta saat itu. Kemudian 25 kompi ini disebar ke tempat-tempat strategis di pingiran jakarta (pintu masuk Jakarta) dan dibuatkan markas-markas sementara untuk melindungi Jakarta dari serangan Westerling yang bermaksud untuk membunuh para pimpinan republik yang akan berkumpul di Jakarta pada awal 1950 karena tidak setuju dengan hasil Konfrensi Meja Bundar (KMB) yang mengakui kedaulatan Indonesia.
waaah..mesti edit lapak nih alamat ganti emoticon-Smilie

Jenderal TNI AD SUDARTO ex. TRIP dan pelaku 10 Nop 1945

“Omong kosong kalau ada yang mengaku di bulan Agustus 1945 memiliki kesatuan bersenjata. Yang ada pada waktu itu hanya pasukan-pasukan Polisi Istimewa pimpinan M. JASIN, bahkan ia menyatakan bahwa tanpa peran pasukan pasukan Polisi Istimewa dibawah pimpinan M. JASIN tidak akan ada peristiwa 10 Nopember 1945.”

Jendral (TNI) Tri Sutrisno

“Tindakan Inspektur I Moehammad Jasin untuk mempersenjatai Rakyat Pejuang telah memberikan andil yang cukup besar dalam gerak maju para pejuang kemerdekaan di Surabaya, yang kemudian mencapai puncaknya dalam pertempuran heroik di Surabaya tanggal 10 Nopember 1945”.

Ruslan Abdulgani

“Pasukan Polisi Istimewa lahir lebih dulu dari yang lain,”





kweh sing POLISI


kon pada MELEK matane



ben ngerti sapa pahlawane



emoticon-2 Jempolemoticon-2 Jempolemoticon-2 Jempolemoticon-2 Jempolemoticon-2 Jempolemoticon-2 Jempolemoticon-2 Jempol
Koq nggak dinamain nama bokap gue ya? Bokap gue padahal bintang juga lho emoticon-Big Grin

Smile 

Quote:Original Posted By SIL3
depoknews.com | Atas usulan Komandan Korps Brimob Kelapa Dua, Cimanggis, Depok, Mayor Jenderal (Pol) M Rum nama Jalan Akses UI menjadi nama Jalan M Jasin. Walikota Depok NurMahmudi Ismail menerima usulan tersebut untuk menghormati nilai-nilai perjuangan tokoh Polri saat itu.

Hal ini, disampaikan Lurah Tugu Suryana Yusup ketika akan menghadiri Rapat sosialisasi atas perubahan nama jalan tersebut.

“ Ya, Jalan Akses UI sudah menjadi Jalan M Jasin, sekarang saya akan menghadiri rapat sosialisasinya di kantor Walikota,” ujarnya kepada depoknews.com, Senin (4/11/13) sore.

Seperti diberitakan sebelunya, Mayor Jenderal (Pol) M Rum mengusulkan nama Jalan Akses UI menjadi nama Jalan M Jasin dan menanggapinya secara baik oleh Nur Mahmudi setelah berkoordinasi dengan DPRD kota Depok.

http://depoknews.com/akhirnya-jalan-...jalan-m-jasin/

Siapa M Jasin Gan:

(JENDERAL TNI MUHAMAD WAHYU SUDARTO – PELAKU 10 NOVEMBER 1945)
Beliau adalah Komandan Pasukan Polisi Istimewa. Kalau tugas Bung Tomo adalah “memanas-manasi rakyat”, Pak Jasin ini memimpin pasukan tempur. Kesatuannya boleh dibilang kecil, cuma beberapa ratus orang saja. Itu sebabnya mereka bergabung dengan rakyat. Kalau rakyat sedang bergerak, di tengah-tengah selalu ada truk atau panser milik Pasukan Polisi Istimewa lengkap dengan senjata mesin. Melihat Rakyat bak gelombang yang tak henti-henti itu, Jepang yang waktu itu sudah kalah dari Pasukan Sekutu menyerah kepada RI dan intinya adalah Pak Jasin.

Soetomo (Bung Tomo)

“PETA diharapkan dapat mendukung perjuangan di Surabaya tahun 1945 , tetapi PETA membiarkan senjatanya dilucuti oleh Jepang, untung ada Pemuda M. Jasin dengan pasukan-pasukan Polisi Istimewanya yang berbobot tempur mendukung dan mempelopori perjuangan di Surabaya.”

Jenderal TNI AD SUDARTO ex. TRIP dan pelaku 10 Nop 1945

“Omong kosong kalau ada yang mengaku di bulan Agustus 1945 memiliki kesatuan bersenjata. Yang ada pada waktu itu hanya pasukan-pasukan Polisi Istimewa pimpinan M. JASIN, bahkan ia menyatakan bahwa tanpa peran pasukan pasukan Polisi Istimewa dibawah pimpinan M. JASIN tidak akan ada peristiwa 10 Nopember 1945.”

Jendral (TNI) Tri Sutrisno

“Tindakan Inspektur I Moehammad Jasin untuk mempersenjatai Rakyat Pejuang telah memberikan andil yang cukup besar dalam gerak maju para pejuang kemerdekaan di Surabaya, yang kemudian mencapai puncaknya dalam pertempuran heroik di Surabaya tanggal 10 Nopember 1945”.

Ruslan Abdulgani

“Pasukan Polisi Istimewa lahir lebih dulu dari yang lain,”

Dalam buka Memoar M Jasin

Sesampainya di Jakarta M. Jasin mendapat tugas untuk menyelamatkan pemerintahan dari bahaya APRA pimpinan Westerling yang akan menyerbu Jakarta maka M Yassin mengkonsentrasikan 25 kompi Mobrig/Brimob di Jakarta jumlah pasukan yang cukup besar jika dibanding penduduk dan luas Jakarta saat itu. Kemudian 25 kompi ini disebar ke tempat-tempat strategis di pingiran jakarta (pintu masuk Jakarta) dan dibuatkan markas-markas sementara untuk melindungi Jakarta dari serangan Westerling yang bermaksud untuk membunuh para pimpinan republik yang akan berkumpul di Jakarta pada awal 1950 karena tidak setuju dengan hasil Konfrensi Meja Bundar (KMB) yang mengakui kedaulatan Indonesia.

Akhirnya Buyut saya akan dikenang.
X : Denice Alvin