alexa-tracking

Main Content

1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/52745a7dfdca17915f000003/iraqi-leaders-spend-week-in-washington-pleading-for-weapons
Cool 
Iraqi Leaders Spend Week in Washington Pleading for Weapons
Quote:Iraqi Leaders Spend Week Pleading for Weapons

Quote:Iraqi Leaders Spend Week in Washington Pleading for Weapons
Iraqi special forces take part in a drill simulating a hostage rescue operation on June 19, 2013 at an Iraqi army base North of Baghdad. (ALI AL-SAADI/AFP/Getty Images)


It’s an awkward relationship between US and Iraqi leaders. At the end of 2011, after the two sides couldn’t agree upon the conditions for a continued US troop presence in Iraq, President Obama abruptly pulled forces out of the country leaving the still youthful Iraqi government to manage a difficult security situation. Now the Iraqi delegation is in DC, trying to convince US leaders to speed up the sales of weapons systems to make up for the security vacuum that has existed ever since.

Iraqi president Nuri al-Maliki, who’s meeting today with President Obama, wasn’t bashful about this request in an editorial he wrote for the New York Times printed Tuesday:

We are not asking for American boots on the ground. Rather, we urgently want to equip our own forces with the weapons they need to fight terrorism, including helicopters and other military aircraft so that we can secure our borders and protect our people. Hard as it is to believe, Iraq doesn’t have a single fighter jet to protect its airspace. The United States is our security partner of choice, so we have been working with the U.S. government and American defense firms to procure the equipment we need.

The mention of fighters is clearly a reference to Iraq’s purchase of F-16s, which was originally signed back in 2011 and continues to be paid out. A senior Obama administration official, talking with reporters about the first couple of meetings between the two sides, said that Iraq had recently made a $650 million payment and that delivery is on schedule for next fall.

As to other weapons the Iraqi government seeks, including Apache helicopters, ground vehicles and ordinance, the official wouldn’t comment.

“I won’t really discuss the specific equipment requests, but all I will say is that we’re working very closely with the Congress on this,” the official said. “So the Iraqis have asked for weapons systems from us. We’ve worked very closely with them and we support those requests, and we’re working with the Congress through those as appropriate. We’ve made some progress.”

Iraq’s government is clearly ready to cough up some serious money for additional systems. Officials signed a deal with Russia worth roughly $4 billion last year. That could be a nice opportunity for US contractors increasingly focused on international sales to make up for domestic budget cuts.

But the administration has taken a very cautious approach to Middle East weapons sales recently, unsure of exactly how some of the tools might be used and concerned about instability. Iraq, which has its fair share of clashes between government and militia forces, poses a difficult case for agencies.

The senior Obama administration official emphasized that Iraq is looking for more than just the systems, but also training. That training won’t occur in Iraq, as US trainers won’t be sent to the country, the official said.

“It’s not all about weapons, it’s not all about equipment, but – part of it is about equipment, but most importantly, it’s about this overall strategic approach, strategic approach and recruiting tribes and making sure that they have the mass of the population on their side.”

In some ways the Iraq experience is a preview of what will one day be tense conversations with Afghanistan’s leaders. The US toes the line between responsibility for a government that it largely built with its own hands, and maintaining its distance as Iraq tries to establish its independence.

Intercept


Seharusnya US melihat kalau Irak memiliki kecenderungan untuk meninggalkan US kalau US tidak benar benar serius untuk menghandle berbagai permasalahan yang ada di pemerintahan Irak yang baru ini. Irak membutuhkan berbagai macam persenjataan canggih, dan bukan hanya US saja yang mampu menyediakan persenjataan dan sistem training nya emoticon-Big Grin
bener2 gile kalo iraq belanja nype beli Pantsyremoticon-Berduka (S)
eblum F-16 nype ngeborongemoticon-Berduka (S)
Irak yang baru, tentu saja membutuhkan semuanya mulai dari pelatihan sampai ke praktik di lapangan. Kok herannya si US tidak melihat ini sebagai pangsa pasar empuk ya? atau ada suatu konflik yang jika nanti US jadi penyuplai dan pelatih militer Irak.
Dan Rusia pun juga mendekat.

Ada yang tahu nggak gimana kabar sales kita ke Irak??emoticon-Bingung (S)
AS masih khawatir kalau Irak belum stabil, jadi masih enggan menjual senjata ke Irak dalam jumlah signifikan. Takutnya mereka, kalau dalam jangka menengah muncul Saddam Husein jilid 2. Tapi di lain pihak Irak merasa bahwa persenjataan yang mereka miliki sekarang itu tidak cukup untuk pertahanan mereka, jadi kalau mereka tidak bisa beli dari Amerika, mereka bakal cari sumber lain.

Contoh: F-16. F-16-nya sendiri nggak masalah, tapi gosipnya Amerika enggan ngasih AMRAAM ke Irak. Cuma dikasih rudal jarak pendek. Padahal Irak sudah ngerasain sendiri pertempuran BVR itu kayak apa. Jadi Irak ngotot kalau AU mereka harus bisa BVR. Besar kemungkinannya kalau Amerika tetap ngotot nggak mau ngasih AMRAAM, maka Irak bakal mulai mencari pespur Rusia. Begitu juga dengan matra lain.

Sales kita, sori, kalau Anoa kayaknya susah masuk. Kalau Irak mempertimbangkan barang bekas, nggak bakal bisa Anoa ngalahin harga M113 bekas. Sedangkan kalau Irak nyari barang baru, Anoa kalah telak sama barang Rusia. Menurut gue sebenarnya yang potensi itu justru PT DI dengan CN-235.
Gak papalah, lagian mereka juga dari dulu terbiasa dengan barang rusia emoticon-linux2
hhmmm... betul juga sih si AS takut kalau muncul Saddam baru.

Tapi yang agak aneh itu, kok Irak minta rudal BVR. Kan sekarang ancaman yang lebih nyata ada di dalam negeri sendiri dan lebih banyak berada di darat. Bukannya rudal BVR itu untuk serangan udara ke udara saja? CMIIW. Jika bicara mengenai pertahanan udara, diberi sidewinger pun menurut saya itu sudah lebih dari cukup. Dan bukannya Irak sudah punya T-6 Texan II. F-16 nanti aja menyusul kalau negara sudah benar.
Dan tinggal ditambahkan mainan darat yang lain untuk mendukung pemulihan keamanan.

Ya.. ya.. sudah kuduga Anoa bakal menghilang dari daftar belinya Irak. Tapi paling tidak si senapan serbu itu, yang menurut ane masterpiecenya Pindad.
Quote:Original Posted By pyocorus
hhmmm... betul juga sih si AS takut kalau muncul Saddam baru.

Tapi yang agak aneh itu, kok Irak minta rudal BVR. Kan sekarang ancaman yang lebih nyata ada di dalam negeri sendiri dan lebih banyak berada di darat. Bukannya rudal BVR itu untuk serangan udara ke udara saja? CMIIW. Jika bicara mengenai pertahanan udara, diberi sidewinger pun menurut saya itu sudah lebih dari cukup. Dan bukannya Irak sudah punya T-6 Texan II. F-16 nanti aja menyusul kalau negara sudah benar.
Dan tinggal ditambahkan mainan darat yang lain untuk mendukung pemulihan keamanan.

Ya.. ya.. sudah kuduga Anoa bakal menghilang dari daftar belinya Irak. Tapi paling tidak si senapan serbu itu, yang menurut ane masterpiecenya Pindad.


Sebenarnya ada lagi yang dikhawatirkan Amerika, yakni kemungkinan pecahnya perang saudara, apalagi kalau lalu perang saudara tersebut dimenangkan oleh golongan ekstremis.

Soal BVR, ahem, Iran. Kita di sini bisa skeptis tiap kali Iran bikin pengumuman bombastis. Mungkin ketawa ngakak ngelihat pesawat terbaru Iran, tapi Irak tetap ingat kalau Irak punya F-14 dan mereka tidak bisa mengabaikan kemungkinan kalau F-14 itu bisa terbang dan punya misil.

Selain itu sekelilingnya Irak itu angkatan bersenjatanya lumayan hebat semua. Biar saat ini hubungan baik, tapi yang namanya pertahanan itu harus mempertimbangkan kemungkinan terburuk. Jadi Irak harus mempertimbangkan kemungkinan bentrok dengan, misalnya, Arab Saudi.

Kalau peluang SS-2, bukannya Amerika sudah hibah puluhan ribu pucuk M-16 ke Irak? Kalau masih ada peluang buat SS-2, mungkin cuma di kepolisian Irak.