alexa-tracking

ANTARA BURUH, PENGUSAHA DAN PEMERINTAH

Main Content

1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5273a175108b46c327000000/antara-buruh-pengusaha-dan-pemerintah
ANTARA BURUH, PENGUSAHA DAN PEMERINTAH
ANTARA BURUH, PENGUSAHA DAN PEMERINTAH


Ini thread pertama saya di forum(sebelumnya hanya bikin thread di FJB), setalah lama hanya jadi silent rider dan hanya beberapa kali posting commet. Saya mengajak berdiskusi dengan pemikiran jernih, dengan melihat dari beberapa sisi tidak hanya ego pribadi, kalo boleh rate bintang 5 dan sedikit cendol bagi yang berkenan atas jerih payah saya menciptakan tulisan ini.

Sebelumnya saya minta maaf jika ada kata kata yang menyinggung siapapun dalam tulisan ini, Saya hanya ingin bersikap netral untuk menyikapi masalah ini. Tulisan ini saya buat menilik adanya pro kontra dalam penetapan upah minimum atau biasa disebut UMR/UMK. Sekedar share pengalaman dan ingin memeberi masukan yang sekiranya bisa diterima semua kalangan, baik buruh, pengusaha dan pemerintah.

Beberapa tahun lalu, saya pernah bekerja sabagai buruh di perusahaan asing, tahun lalu saya keluar dan bekerja di instansi pemerintah, dan sekarang saya mulai merintis usaha sendiri. Jadi 3 komponen, buruh, pemerintah, dan pengusaha sedikit pernah saya rasakan. Jadi menurut saya ini cukup adil jika saya mencoba berperan netral.
Spoiler for buruh:

Spoiler for pemerintah:

Spoiler for pengusaha:

Sekarang saya bahas satu persatu meilhat dari positif negatifnya tinggi atau rendah penetapan UMR/UMK yang terbilang dipukul rata dalam 1 daerah, dilihat dari sudut pandang 5 komponen(pengembangan dari 3 komponen buruh, pemerintah dan swasta):
1. Pemerintah (sebagai komponen utama penyusun peraturan kebijakan dan penentuan anggaran)
2. Pengusaha besar (dalam hal ini perngusaha bermodal besar bisa dari asing atau dalam negeri)
3. Pengusaha kecil (dalam hal ini wiraswasta, usaha mikro, kecil dan menengah)
4. Buruh (semua buruh baik yang bekerja di perusahaan besar maupun buruh UMKM)
5. Masyarakat (secara umum dari kalangan paling bawah, menegah, hingga atas)
Spoiler for upah rendah:

Spoiler for upah tinggi:

Dari ulasan tersebut diatas maka saya bisa kasih sedikit masukan yang setidaknya mengambil jalan tengah bagi semua komponen. Disini saya bagi menjadi 3 komponen utama :
Spoiler for masukan:

Mungkin ini hasil pemikiran saya selama ini, berharap banyak masukan dari rekan rekan kaskus sekalian, karena saya juga ikut perihatin melihat keadaan saat ini. Apakah kalian tidak sadar kalian terprovokasi satu dengan yang lain, menimbulkan perasaan saling tidak suka, baik antar buruh, pengusaha, pemerintah, maupun masyarakat biasa.
Saya akan lantang bilang
HIDUP BURUH
HIDUP PENGUSAHA
HIDUP PEMERINTAH
HIDUP MASYARAKAT INDONESIA


Beberapa contoh masukan yang bagus
Spoiler for Komentar:


Maaf ini bukan thread untuk debat dan saling menghina ya Gan
Saya juga tidak setuju kalo Agan yang lain menghina buruh
(Saya dahulu adalah buruh, saya merasakan bagaimana menjadi buruh, dan tidak semua buruh sama)
Saya disini hanya ingin masukan yang baik, mengambil jalan tengah yang bermaanfaat, dan bisa diterima semua kalangan,

emoticon-I Love Indonesia
NO PERTAMAX
semoga aa jalan tengah yang bisa menguntungkan segala pihakemoticon-Matabelo
Quote:


jalan tengah yang bisa diterima semua pihak dengan lapang dada dan tidak ada provokasi yang menyulut permusuhan antar buruh, pengusaha, pemerintah dan masyarakat umum

serba salah sih gan.....
buruh mau nya upah/gaji gede tpi kerja nya kdng mls2n
pengusaha kadang seenak nya sendiri membuat aturan2 yg mengekang buruh
pemerintah cuma bisa blg SAYA PRIHATINemoticon-Hammer2
Sebenarnya jalan tengahnya cukup memusnahkan orang2 goblok di Indonesia ini gan emoticon-fuck
bodoh banget gak tuh,dari kecil ampe gede uda terpatri mental babu emoticon-Najis
Jangan khawatir inpekstor asing maupun cina lari karna gaji 3 juta nyet emoticon-fuck
toh mereka yang rugi,Kapan lagi nguras sumberdaya Indon dengan harga manusia yang murah emoticon-Ngakak
Bung Karno dan lainnya memerdekaan Bangsa ini buat elu,bukan buat inpekstor nyet emoticon-fuck
Quote:


Bagaimanapun kita juga butuh penanam modal Gan(baik asing maupun dalam negeri sendiri, baik yang skala besar maupun kecil), untuk mengolah SDA kita yang makmur, Jadi saya sendiri juga tidak masalah kalo tidak ada investor luar negeri, atau bahkan ada embargo ekonomi, kita bisa menjadi negara tertutup dapat berdiri tanpa bantuan asing. Tetapi kita butuh waktu lama dalam mengembangkan potensi dan mengolah SDA sendiri dengan bantuan investor dalam negeri sendiri, walaupun resikonya kita juga tidak bisa melakukan ekspor keluar ataupun impor ke dalam baik berupa barang, modal, atapun teknologi. Jadi kita produksi dari SDA dalam negeri, oleh SDM dalam negeri dan dijual untuk dalam negeri juga. Jika agan berfikir kita tidak butuh investor(dalam negeri, luar negeri, baik investasi kecil maupun besar) berarti apakah agan yakin bisa dengan hanya usaha dengan uang sendiri, tenaga sendiri, dan kemampuan sendiri?
Pikirkan lagi bagaimana para pengusaha yang baru merintis usaha, mengelola SDA alam kita dengan bijak, mebuka lapangan pekerjaaan untuk penduduk sekitar tempat tinggalnya, dia juga membutuhkan investor(dalam hal ini bisa datang dari kredit lunak koprasi) untuk mengembangakan usahanya, baik untuk menyewa tempat usaha pada awal berdiri atau membeli alat alat produksi walaupun skala rumah tangga
ide bagus gan terapin dua standar UMK/R. tapi ane lebih setuju menggeser usaha padat karya ke daerah2 yg kurang berkembang. itu lebih sesuai
ane sebagi guru juga prihatin, buruh mau nya upah/gaji gede tpi kerja nya kdng mls2n
pengusaha kadang seenak nya sendiri membuat aturan2 yg mengekang buruh
Quote:


Iya Gan mungkin nantinya ivestasi berpindah dari kota kota yang sekarang menerapkan UMR/UMK tinggi ke Kabupaten yang selama ini UMK/UMRnya masih jauh dibawah, sehingga akan menyerap lapangan kerja baru dan mendorong industri padat karya penduduk sekitar dari kabupaten tersebut.

Quote:


gua kagak ada bilang kita gak butuh inpekstor luar emoticon-fuck
yang gua mau tekankan buat mental2 babu kayak elu nih,tu para inpekstor kagak mungkin keluar dari Indo (kalo ada yg bilang mereka mau keluar,berarti elu digoblok2in.....ahh ellah,udah goblok makin goblok lagi emoticon-fuck)
kenapa gak mungkin keluar ?
Karna SDA di Indon ini cocok buat mereka
Selain goblok,mentalnya juga mental babu emoticon-Najis
Quote:


Saya sendiri tidak mengerti pihak mana yang Agan bela?
Apakah anda seorang buruh?
Atau bahkan perwakilan pengusaha?
Data mana yang yang menyakinkan anda kalo investor tidak akan keluar dari Indonesia?
Saya pernah bekerja diperusahaan asing, tahun lalu sejak marak demo buruh yang meminta kenaikan UMR, Direksi diperusahaan saya bekerja mulai sedikit demi sedikit mengurangi produksi dan memindahkan produksinya ke Malaysia, Dan terjadi pengurangan beberapa karyawan dan temen saya ikut kena imbasnya. Dan mereka juga melakukan automasi membeli peralatan yang harganya puluhan milyar untuk menggati tenaga manusia.
Saya tidak bermental babu, karena saya sekarang bukan seorang buruh lagi pabrik yang mengabdi kepada perusahaan asing lagi, saya berusaha untuk bisa memulai usaha sendiri dan mulai memberikan sedikit bnyak pekerjaan beberapa orang disekitar saya.
mental babu adalah orang yang hanya bersikap anarkis, mencela tanpa mengasih solusi, mental babu adalah orang yang menyalahkan bangsa sendiri, dan menghina rakyatnya (saudaranya) yang lain sebagai orang mental babu, tanpa bisa memberikan apa apa untuk negaranya.
Quote:


Ane cuman mo bilang yg sabar ya gan.
Indonesia maju ato tidak nya tergantung kita juga.mari kita jaga ke utuhan bangsa ini emoticon-I Love Indonesia (S)

#nyambung gk yah ama trit nya emoticon-Bingung
Untuk yg niat dan rajin kerja mungkin pantes gajih segitu , tapi ga sedikit jg buruh nakal males2an dan suka maling emoticon-Cape d...
Quote:


jelas saya membela manusia (buruh)
mungkin otak ada belum nyampe yaa emoticon-fuck
saya persingkat,SDA melimpah + SDM murah mana mungkin tu kapitalis2 keluar dari Indo
kalo pun mereka bilang akan keluar,yg pastinya itu akal2an mereka biar kita takut emoticon-Najis
Mental babu = orang2 yang berpiikir bahwa anugrah yang ada di bangsa ini milik kapitalis seorang
saya cenderung masalah yang ada selama ini adalah salah pemerintah why?

1. buruh minta upah naik karena semua harga naek 10-20
persen karena kenaikan bbm yang naikkin bbm siapa? pemerintah kan

2 pengusaha ngotot ga mau naikkin upah buruh karena bbm dan listrik untuk industri mahal gan, belum lagi pajak belum lagi pungutan2 siluman dari pejabat dan kroni kroninya

so solusi :
1 turunkan harga bbm listrik dkk untuk masyarakat dan pabrik
2 turunkan pajak untuk pabrik
3 berantas pungutan2 liar ke pabrik

taruh page one ya gan!
Quote:


Anda tidak pernah tau rencana licik kapitalis
SDA melimpah : benar untuk saat ini
SDM murah : benar untuk saat ini
tapi lihat nanti kebijakan pasar bebas ASEAN akhir 2015(AEC), dimana persaingan bebas antar negara ASEAN, investor bisa mengambil SDA dari Indonesia dan mengolahnaya di negara ASEAN lain, dan tenaga buruh ASEANpun bisa bebas memilih tempat kerja meraka di kawasan ASEAN yang dibebaskan dari pajak dan perijinan yang sulit
sudah banyak yang mulai melakukan automasi industri, mesin yang bisa menggatikan puluhan, ratusan hingga ribuan buruh, cukup menempatkan 1-2 orang sebagai operator dan tenaga teknis untuk menagani beberapa mesin,
sehingga pesaingan mendapat memperloeh pekerjaan akan sangat berat(mungkin saja yang mereka rekrut bisa minimal dari lulusan D3, yang mendapatkan pelajaran teknis jauh lebih mendalam dari lulusan SMA)
Apakah anda mau Indonesia akan Indonesia akan dikeruk SDAnya oleh orang kapitalis dengan sedikit melibatkan SDM buruh indonesia sendiri, karena kalah bersaing oleh robot dan SDM ASEAN lain?
sebagai buruh cukuplah meningkatkan kualitas skil mereka jika ingin mendapatkan gaji yang layak, jika memang kemampuan anda terbaik diantara buruh lainnya(tidak hanya pandai bicara dan menghina) apa salahnya mencari perusahaan yang lebih besar untuk pindah kerja dengan gaji yang lebih tinggi pula, dengan kemampuan anda yang terbaik pasti mudah untuk mendapatkan kerja lagi, atau lebih mulia mencoba menjadi pengusaha yang bisa memberikan lapangan pekerjaan sistem padat karya yang mampu memberikan kehidupan bagi masyarakat sekitar
Quote:

hehe...emoticon-2 Jempol
kadang kwalitas SDM (buruh) juga gan yang kurang memadai untuk masuk perusahaan bonafid yang notabene bisa menyejahterakan buruhnya.
Quote:

Untuk Point Ke 4 sepertinya Responsif kearah ini belum 30%nya terbuka gan.
Soalnya kebanyakan yang ane lihat saat ini adalah Tingkat Hura2 yang tinggi tidak diselingi dengan Tingkat Pendapatan yang tinggi pula.
Artinya "Besarlah Pasak dari Pada Tiang'

Okelah Bila itu Bicara Soal Pemerintah dan Pengusaha. Bagi mereka Hal tersebut masih bisa diatasi dengan berbagai solusi (Karena Mereka Faham dan Mengerti tentang Pola Kerja Keuangan)
bagaimana meningkatkan marginal pendapatan dan laba, menekan kerugian seminim mungkin dan sebagainya.

Sedangkan disisi lain, Pihak Pekerja sampai saat ini cara Mindset mereka adalah selalu Melihat Keatas, melihat gaya hidup pemimpin mereka.
kalau sudah begini...
Bagaimana mereka bisa cukup dengan pendapatan mereka saat ini... emoticon-Angkat Beer
pemerintah galau, buruhnya juga galau tuh