alexa-tracking
Selamat Guest, Agan dapat mencoba tampilan baru KASKUS Masih Kangen Tampilan Sebelumnya
Kategori
Kategori
Home / FORUM / All / Entertainment / The Lounge /
KSPI: Jangan Lihat Upah Sebagai Biaya Produksi (Otaknya dah mulai Ringsek)
1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/52734b4238cb172b6c000007/kspi-jangan-lihat-upah-sebagai-biaya-produksi-otaknya-dah-mulai-ringsek

KSPI: Jangan Lihat Upah Sebagai Biaya Produksi (Otaknya dah mulai Ringsek)

Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) Said Iqbal meminta pengusaha tidak melihat upah pekerja sebagai biaya produksi melainkan sebagai daya beli yang bisa menguntungkan pengusaha.
"Kalau upah dilihat sebagai biaya produksi, pasti akan menjadi beban. Namun, kalau upah dilihat sebagai daya beli buruh, tidak akan menjadi beban," kata Said Iqbal di Jakarta, Kamis.
Said mengatakan peningkatan upah akan meningkatkan daya beli buruh terhadap produk-produk pengusaha. Peningkatan daya beli buruh akan menumbuhkan perekonomian sehingga industri dan konsumsi domestik juga tumbuh.
Karena itu, kata Said, perhitungan kualitas hidup layak (KHL) yang diajukan buruh merupakan tolok ukur yang paling rasional untuk menetapkan upah minimum buruh.
"Di dewan pengupahan kami konsisten dengan perhitungan KHL yang kami susun. Justru para akademisi yang memiliki perhitungan KHL sendiri tidak berani datang karena kami tantang untuk menjelaskan perhitungan mereka," tuturnya.
Said mengatakan mogok nasional yang berlangsung sejak Kamis dan akan berlanjut hingga Jumat (1/11) merupakan cara terakhir yang ditempuh karena negosiasi dan konsep-konsep yang diajukan buruh tidak diterima.
Said mengatakan hari pertama aksi mogok nasional berlangsung relatif damai dan tidak anarkis. Aksi mogok nasional diikuti 1,5 juta lebih buruh di 17 provinsi dan 100 kabupaten/kota.
"Ada tiga provinsi yang tidak jadi mengikuti aksi mogok nasional karena sudah ada kesepahaman mengenai upah saat masa pemanasan beberapa hari sebelumnya," ujarnya.
Namun, dia menyayangkan adanya aksi penyerangan terhadap buruh yang terjadi di Cikarang dan Karawang oleh ormas dan massa bayaran. Menurut dia, hal itu telah mencederai aksi buruh yang ingin menyampaikan aspirasinya secara damai dan sah menurut undang-undang.
Said mengatakan di Cikarang aksi penyerangan itu dimotori oleh sebuah asosiasi pengusaha yang baru saja dibentuk untuk melawan aksi buruh.
Dia menuntut aparat kepolisian untuk menangkap dan memeriksa pimpinan asosiasi tersebut yang salah satunya merupakan anggota DPRD Kabupaten Bekasi.

SUMBER

Komentar Ane: cara mikirnya itu gimane sich... Upah itu mutlak masuk dalam beban biaya produksi...kalo daya beli itukan tergantung pasar... belum tentu produk yang di bikin buruh dibeli juga buruh...Otak dah mulai Somplak gak pake mikir ngomongnya...
Beri apresiasi terhadap thread ini Gan!
Halaman 1 dari 2
pertamax diamankan
hidup buruh emoticon-I Love Indonesia (S)
Ini orang kaga pernah belajar ekonomi kali yak? emoticon-Big Grin
Jaadi maksud itu orang kalo ga diletakin ke beban produksi mau diletakin kemana lagi tuh beban buruh??
Masa iya profit from bla bla bla..

emoticon-Cape d...
ini orang palanye sering dijedotin ketembok kali ya emoticon-No Hope
Yang jelas tu itunganngan :
Profit = ( Income Brutto - Production Cost - Payment )

kalo Gaji karyawan > Pendapatan Kotor = GULUNG TIKAR !!!

emoticon-Ngakakemoticon-Ngakak
yaudah tu orang KSPI suruh "amandemen" PSAK sbgai acuan akuntansi..emoticon-Cape d... (S)

orang terlalu maksa gini sih! emoticon-Mad (S) emoticon-Mad (S)





Numpak emoticon-Ngakak sejenak sebelum posting
ane buruh sampai saat ini pun begitu
ane dulu pernah kerja di pabrik elektronik, tapi ane ga pengen beli alat elektronik merk itu kenapa?, karena ane tau yang bikin sambil ngiler (tidur), mekan (kucing2an) ma bos, bahkan ada beberapa yang reject dilolosin karena si operatornya mau abis kontrak....
dari ilustrasi itu khan jelas klo upah itu ga da hubungannya ma daya beli produk, tapi bijimanepun upah pegawai tetap masuk di biaya produksi.
Pantes az temen ane banyak yang mulai somplak, lha wong yang nyekokin manusia sejenis ini.....
udah kepengen kredit mobil doiemoticon-Ngakakemoticon-Ngakak
yg begituan merusak stabilitas ekonomi jadi labil ekonomiemoticon-Malu (S)
wajar lah para akademisi mundur, habis teori yang dipakai KSPI ini udah gak sesuai. Ane tamatan Teknik Industri, dan sejak kapan upah gak masuk biaya produksi. kuliah dimana sih ni orang?
upah naik, otomatis biaya produksi naik, harga jadi naik, jadi tetep aja gak mungkin beli barang yang dijual, kalo emang gak mampu untuk beli.
kaya ane misalnya, walaupun setahun gajinya 200juta misalnya, tetep aja mimpi buat beli rumah 1T gak mungkin. mungkin KSPI bisa berpikir rasional kali ya?
Quote:


namanya juga buruh.. pemikiranya yaa sempit... tp menurut ane,, pemerintah harus lebih tegas nih nindak buruh.. bisa dampak yang sangat besar sama indonesia kalau investor sudah tdk percaya terhadap indo... Pengusaha cabut dari Indo bisa ribuan buruh nganggur.. Ekonomi Indonesia pun menurun...
tapi yg dibeli barang yg agak mewah smua,emang koplakemoticon-Thinking
ga mikir tuh ya, emang'a kalo daya beli meningkat karena UMP naik harga jual bakalan tetap juga ? pasti harga jual juga bakalan naik dan ya sama aja daya beli'a ga bakalan meningkat, hadeuh kasian nih orang KSPI otaknya pasti digadai buat kredit emoticon-Hammerhammer
Diubah oleh artcha
tapi ada benernya juga gan kalo mereka hidup di eropa, karna setau ane, pedoman akuntansi IFRS, SDM atau tenaga kerja itu di hitung aset dalam laporan keuangan mereka, tapi itu di eropa dan budaya bisnisnya beda sama di Indonesia gan.
CMIIWemoticon-Ngakak
Diubah oleh classic.arema
somplak nih orang..pernah blajar ekonomi kagak siy..
Quote:

setuju gan ntu otaknya dimana ya?, udah gitu minta naek gaji gara2 cicilan ninja 250 aduh gaada otak, klo gaji buruh disini gede bisa2 produsen gamau buka pabrik disini
biar jadi buruh tani lagi aja,,, balik kampung... ngarap sawah wae.. emoticon-Ngakak emoticon-Ngakak
emoticon-Ngakak

ane cuma mau bilang no comment deh
Halaman 1 dari 2


×
GDP Network
© 2018 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di