alexa-tracking

Main Content

1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5270ad9ca2cb17670e000057/mangenal-bapak-kopassus
mangenal bapak kopassus
Mochammad Idjon Djanbi (lahir di Kanada sekitar tahun 1915, dengan nama Rokus Bernardus Visser) adalah mantan anggota Korps Speciale Troepen KNIL dan komandan Kopassus pertama.

Terlahir sebagai putra seorang petani Tulip yang sukses. Selepas menyelesaikan kuliahnya, Visser muda membantu ayahnya berjualan bola lampu di London. Ketika itu perang dunia kedua dimulai dan karena tidak bisa pulang ke Belanda yang dikuasai oleh Jerman, Visser mendaftarkan pada dinas Ketentaraan Belanda yang mengungsi ke Britania dan membentuk kekuatan baru disana. Setelah itu dia ditugaskan menjadi sopir Ratu Wilhelmina. Setelah setahun di post tersebut dia mengundurkan diri dan mendaftarkan diri di sebagai operator radio (Radioman) di pasukan Belanda ke 2 (2nd Dutch Troop). Bersama dengan pasukan sekutu, Visser merasakan operasi tempurnya yang pertama, yaitu Operasi Market Garden pada bulan September 1944, saat itu pasukan Belanda ke 2 bagian dimana Visser berada, dimasukan dalam Divisi Lintas Udara 82 Amerika Serikat. Diterjunkan melalui pesawat layang Visser dan teman-teman Amerikanya mendarat di bagian dengan konsentrasi pasukan Jerman tinggi. Dua bulan kemudian saat dikumpulkan kembali, Visser digabungkan dengan pasukan Sekutu yang lain dan melakukan operasi pendaratan amphibi di Walcheren, sebuah kawasan pantai di Belanda bagian selatan.

Karena dianggap berprestasi maka dia disekolahkan di Sekolah Perwira sebelum di kirim ke Asia. Selanjutnya Viser dikirmkan ke Sekolah Pasukan Para di India dan dimaksudkan bergabung dengan pasukan untuk memukul kekuatan Jepang di Indonesia. Kekalahan pasukan Jepang pada 1945 mengakhiri perang dunia ke 2 dan Jepang mundur dari Indonesia sebelum pasukan Visser sempat dikirimkan ke Indonesia. Mundurnya Jepang dari Indonesia membuka peluang kepada Belanda untuk kembali menguasai Indonesia. Karena keadaan di Belanda sedang kacau dan mereka tidak mampu mengirimkan pasukan dari Eropa ke Indonesia, maka mereka berusaha membentuk kesatuan unit khusus di India dengan mendirikan School voor Opleiding van Parachutisten (sekolah pasukan terjun payung) dan pasukan ini dikirim ke Jakarta pada 1946. dibawah pimpinan Letnan Visser, sekolah ini kemudian di pindah ke Jayapura (Hollandia) di Irian Jaya yang waktu itu dinamakan Dutch West Guinea oleh Belanda, menempati sebuah bangunan rumah sakit Amerika yang telah ditinggalkan oleh pasukan Douglas MacArthur.

Dengan segala kondisi yang ada Visser ternyata menyukai hidup di Asia,sehingga dia meminta istrinya (wanita Inggris yang dinikahinya semasa perang dunia 2) dan keempat anaknya untuk ikut dengannya ke Indonesia. Ketika istrinya menolak, Visser memilih untuk bercerai. Saat kembali ke Indonesia pada 1947, Sekolah pimpinannya sudah dipindah ke Cimahi, Bandung dan Viser dipromosikan naik pangkat menjadi Kapten. Selama tahun 1947 sampai akhir 1949 , Sekolah pimpinan Kapten Visser terus melahirkan tentara terjun payung sampai saat dimana Belanda harus menyerahkan kekuasaaanya kepada Republik Indonesia. Karena sudah merasa nyaman dengan gaya hidup Asia, maka Kapten Visser memutuskan untuk tinggal di Indonesia sebagai warga sipil. Keputusan ini sangat berisiko, karena walaupun dia bukan termasuk pasukan baret hijau belanda yang dikenal sangat kejam (Visser sendiri berbaret merah), tapi tidak ada yang bisa meramalkan bagaimana keamanan seorang mantan perwira penjajah di negara jajahanya yang baru saja merdeka. Akhirnya dia menetapkan keputusannya untuk tinggal di Indonesia, pindah ke Bandung , bertani bunga di Pacet, Lembang, memeluk agama islam, menikahi kekasihnya yang orang Sunda dan mengubah namanya menjadi Mochammad Idjon Djanbi.

Membentuk pasukan khusus Indonesia

Pengalaman Idjon Djanbi sebagai anggota pasukan komando pada Perang Dunia II telah menarik perhatian Kolonel A.E. Kawilarang untuk membantu merintis pasukan komando. Idjon Djanbi kemudian aktif di TNI dengan pangkat Mayor. Idjon segera melatih kader perwira dan bintara untuk menyusun pasukan.

Kemudian pada tanggal 16 April 1952 dibentuklah pasukan istimewa tadi dengan nama Kesatuan Komando Teritorium Tentara III/Siliwangi (Kesko TT. III/Siliwangi) dengan Mayor Infanteri Mochammad Idjon Djanbi sebagai komandannya.

Karena satuan Komando ini perlu didukung dengan fasilitas dan sarana yang lebih memadai dan operasional satuan ini diperlukan dalam lingkup yang lebih luas oleh Angkatan Darat, maka Kesko TT. III/Siliwangi beralih kedudukan langsung dibawah komando KSAD bukan dibawah Teritorium lagi dan pada bulan Januari tahun 1953 berganti nama menjadi Kesatuan Komando Angkatan Darat (KKAD). Pada tanggal 29 September 1953 KSAD mengeluarkan Surat Keputusan tentang pengesahan pemakaian baret sebagai tutup kepala prajurit yang lulus pelatihan Komando.

Latihan lanjutan Komando dengan materi Pendaratan Laut (Latihan Selundup) baru bisa dilakukan pada tahun 1954 di Pantai Cilacap Jawa Tengah.

Pada tanggal 25 Juli 1955 KKAD berubah namanya menjadi Resimen Pasukan Komando Angkatan Darat (RPKAD). Yang menjadi komandan adalah Mayor Mochammad Idjon Djanbi.

Untuk meningkatkan kemampuan prajuritnya, tahun 1956 RPKAD menyelenggarakan pelatihan penerjunan yang pertama kalinya di Bandung. Mengingat Indonesia adalah negara kepulauan, maka Mayor Infanteri Mochammad Idjon Djanbi menginginkan agar prajurit RPKAD memiliki kemampuan sebagai peterjun sehingga dapat digerakkan ke medan operasi dengan menggunakan pesawat terbang dan diterjunkan di sana. Lulusan pelatihan ini meraih kualifikasi sebagai peterjun militer dan berhak menyandang Wing Para.

Berhenti dari pasukan khusus

Pada tanggal 25 Juli 1955, Wapres Moh. Hatta meresmikan peningkatan KKAD menjadi RPKAD dan dikepalai tetap oleh Mayor Mochamad Idjon Djanbi dengan Kastaf Mayor Djaelani yang juga merangkap sebagai Komandan SPKAD (sekolah Pasukan Komando Angkatan Darat) dibantu oleh Letnan LB Moerdani sebagai wakilnya.

Di bawah pimpinan Mayor Djaelani dan wakilnya LB Moerdani, pendidikan komando mulai memperlihatkan hasil yng cukup memadai walaupun banyak kekurangan tenaga pengajar maupun dana, dan hal tersebut melipat gandakan keefektifan tempur pasukan.

Pimpinan MABESAD melihat celah untuk mengambil alih kepemimpinan di RPKAD ke orang asli pribumi tetapi hal tersebut tercium oleh mayor Djanbi, dan setelah Djanbi ditawarkan jabatan baru yang jauh dari pelatihan komando, Mayor Djanbi marah dan meminta pensiun.

Kebetulan pada saat itu pada tahun 1956, Indonesia sedang aktif menasionalisasi perusahaan-perusahaan milik asing dan Moh Idjon Djanbi yg sudah menjadi WNI diberi jabatan mengepalai perkebunan milik asing yg dinasionalisasi.

Tetapi ia tetap tidak pensiun sebagai anggota RPKAD (di"karyakan"), pada 1969 pada saat ulang tahun RPKAD Mayor Moh. Idjon Djanbi diberi kenaikan pangkat menjadi Letnan Kolonel.
mangenal bapak kopassus
pertamaxkah ?><&^%$#@

Habis manis sepah di buang........
Quote:Original Posted By so3
pertamaxkah ?><&^%$#@

Habis manis sepah di buang........



quote buat barbuk
kayaknya dah pernah ada yg bahas.. emoticon-Bingung (S)
Quote:Original Posted By bintangrock
kayaknya dah pernah ada yg bahas.. emoticon-Bingung (S)

trit yg mengundang IGO nih...
mumpung pejawan +1 dulu emoticon-Big Grin
masih banyak Pengkhianat2 Londo yang beralih pihak ke Indonesia.
ada 1lagi yang terkenal, yaitu kapten (P) P.G Noorvaden (bener ga yah ejaan gw)
dia langsung jadi kepala sekolah penerbang pasca penyerahan kedaualatan RIS
alasan dia berkhianat malah lebih gila..... "kalo saya pulang ke negeri sendiri, bakal jadi pilot biasa, di sini saya bisa bangun angkatan udara" emoticon-Ngakakemoticon-Ngakak

nasibnya lebih buruk dari mayor viser, pasca G30S beliau diam2 desersi dan pulang ke Belanda, karena takut dicurigai komunis (waktu itu AU kan paling dekat sama Soekarno)
tapi Beliau meninggal di Indonesia, waktu kunjungan Nostalgia ke Indonesia tahun 2000an, beliau sepertinya keracunan makanan, terus diare berat akhirnya ga tertolong lagi emoticon-Berduka (S)emoticon-Berduka (S)
pelajaran yang bisa diambil : Jangan kasih bule makan ketoprak, gado2, nasi padang & pecel emoticon-Ngakakemoticon-Ngakakemoticon-Ngakak
apakah bangsa ini cuma bisa memberikan sedikit terhadap jasa beliau.. harusnya bisa lebih
Quote:Original Posted By felixch
masih banyak Pengkhianat2 Londo yang beralih pihak ke Indonesia.
ada 1lagi yang terkenal, yaitu kapten (P) P.G Noorvaden (bener ga yah ejaan gw)
dia langsung jadi kepala sekolah penerbang pasca penyerahan kedaualatan RIS
alasan dia berkhianat malah lebih gila..... "kalo saya pulang ke negeri sendiri, bakal jadi pilot biasa, di sini saya bisa bangun angkatan udara" emoticon-Ngakakemoticon-Ngakak

nasibnya lebih buruk dari mayor viser, pasca G30S beliau diam2 desersi dan pulang ke Belanda, karena takut dicurigai komunis (waktu itu AU kan paling dekat sama Soekarno)
tapi Beliau meninggal di Indonesia, waktu kunjungan Nostalgia ke Indonesia tahun 2000an, beliau sepertinya keracunan makanan, terus diare berat akhirnya ga tertolong lagi emoticon-Berduka (S)emoticon-Berduka (S)
pelajaran yang bisa diambil : Jangan kasih bule makan ketoprak, gado2, nasi padang & pecel emoticon-Ngakakemoticon-Ngakakemoticon-Ngakak


Tolong jangan bilang penghianat, letkol idjon janbi juga punya anak cucu, pasti sakit hati sekali kalau baca ini......, bahkan Ny. Idjon Janbi juga masih ada di kota jogja ini....
Quote:Original Posted By felixch
masih banyak Pengkhianat2 Londo yang beralih pihak ke Indonesia.
ada 1lagi yang terkenal, yaitu kapten (P) P.G Noorvaden (bener ga yah ejaan gw)
dia langsung jadi kepala sekolah penerbang pasca penyerahan kedaualatan RIS
alasan dia berkhianat malah lebih gila..... "kalo saya pulang ke negeri sendiri, bakal jadi pilot biasa, di sini saya bisa bangun angkatan udara" emoticon-Ngakakemoticon-Ngakak

nasibnya lebih buruk dari mayor viser, pasca G30S beliau diam2 desersi dan pulang ke Belanda, karena takut dicurigai komunis (waktu itu AU kan paling dekat sama Soekarno)
tapi Beliau meninggal di Indonesia, waktu kunjungan Nostalgia ke Indonesia tahun 2000an, beliau sepertinya keracunan makanan, terus diare berat akhirnya ga tertolong lagi emoticon-Berduka (S)emoticon-Berduka (S)
pelajaran yang bisa diambil : Jangan kasih bule makan ketoprak, gado2, nasi padang & pecel emoticon-Ngakakemoticon-Ngakakemoticon-Ngakak


Noordraven?
Quote:Original Posted By raisa_farizza


Tolong jangan bilang penghianat, letkol idjon janbi juga punya anak cucu, pasti sakit hati sekali kalau baca ini......, bahkan Ny. Idjon Janbi juga masih ada di kota jogja ini....


iya seh, saya minta maaf atas teledor ini.
tapi kadangkala beda pengkhianat & pahlawan tipis.
disini jadi penjahat perang, disono pahlawan contoh : Raymond Westerling
disini pahlawan, disono teroris contoh Sukarelawan Dwikora