alexa-tracking

Main Content

1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5269e120be29a07b4d8b456b/bunuh-orang-dari-jauh-operator-pesawat-tak-berawak-as-merasa-dihantui
Peringatan! 
Bunuh Orang dari Jauh, Operator Pesawat Tak Berawak AS Merasa Dihantui
Penggunaan pesawat tak berawak milik Amerika Serikat terus menuai keprihatinan banyak pihak, termasuk mantan pengendali pesawat ini. Mantan tentara AS yang pernah menjadi pengendali pesawat ini menuturkan bagaimana dirinya merasa dihantui setelah membunuh orang-orang dengan remote control.
"Saya melihatnya tewas. Memakan waktu lama," ucap Brandon Bryant yang pernah menjadi pengendali pesawat tak berawak AS di Afghanistan. Bryant menuturkan hal ini kepada media setempat GQ dan dilansir news.com.au, Jumat (25/10/2013).
Bryant yang pensiun dengan pangkat Airman First Class ini sengaja membeberkan pengalamannya yang disebutnya sangat mengerikan tersebut, demi meningkatkan kewaspadaan publik terhadap isu ini. Bryant mengaku merasakan kengerian karena telah membunuh orang dengan pesawat tak berawak, dengan hanya duduk di pusat kendali yang aman, dari jarak jauh.
Dia menceritakan salah satu insiden yang dialaminya dengan cukup detail. Insiden ini terjadi ketika Bryant mengendalikan pesawat tak berawak jenis MQ-1B Predator di wilayah pinggiran Afghanistan.
Sebagai pengendali, Bryant duduk di pusat kendali yang ada di dalam bunker gelap di suatu lokasi di gurun Nevada, AS. Di hadapannya terpampang monitor besar yang menyajikan gambar yang direkam oleh pesawat tak berawak tersebut. Di sebelahnya duduk seorang tentara lain yang bertugas sebagai pilot pesawat tak berawak tersebut.
Saat itu, pesawat tak berawak yang dikendalikan Bryant tengah membuntuti tiga pria yang berjalan di gurun. Bryant memperbesar tampilan gambar untuk melihat lebih jelas ketiga pria tersebut. Dia diberitahu bahwa ketiga pria tersebut membawa senapan, namun Bryant sendiri sebenarnya tidak bisa menyaksikan senapan seperti apa yang dibawa pria tersebut.
Kemudian terdengarlah komando dari atasannya pada headset yang dikenakannya: "Shoot." Sebagai pengendali, Bryant tentu harus melaksanakan instruksi tersebut
Bryant pun melakukan pengecekan kamera infra red serta laser pada pesawat tak berawak tersebut sebelum melakukan hitung mundur. Tiga... Dua... Satu... "Misil pun diluncurkan," tutur Bryant.
Misil Hellfire seharga US$ 95 ribu yang terpasang pada pesawat tak berawak tipe Predator tersebut, memiliki kecepatan supersonik dan mampu menghantam target hanya dalam hitungan detik. Sebagai operator, Bryant hanya bisa terdiam menyaksikan misil tersebut menghantam target. Sementara pria-pria yang menjadi sasarannya tidak menyadari bahaya yang mengintainya.
Kamera infra red menangkap semua adegan. Mulai dari api yang muncul usai ledakan terjadi hingga asap tebal yang menutupi target serangan. Sunyi. Suasana itu yang dirasakannya di pusat kendali.
"Asap mulai menghilang dan terlihatlah potongan tubuh dua pria di sekitar kawah bekas ledakan. Dan ada seorang pria yang masih hidup, namun dia kehilangan kaki sebelah kanannya mulai dari atas lutut. Dia memegangnya sambil berguling di tanah, darah mengalir dari kakinya, jatuh ke tanah. Darahnya masih segar. Tapi ketika jatuh ke tanah, mulai mengering, kolam darah mengering dengan cepat. Dibutuhkan waktu lama bagi pria itu untuk tewas. Saya hanya melihatnya," terang Bryant.
Bryant menyatakan, dirinya tidak akan membahas tugasnya secara lebih mendetail karena itu masuk dalam rahasia negara. Dia menyebut sebagian besar tugas yang pernah dijalankannya sangat penting dan diperlukan, seperti membantu tentara di lapangan. Namun menurutnya, ada juga insiden yang membuatnya meragukan penggunaan pesawat pembunuh robotik ini. Salah satunya ketika serangan misil diduga menewaskan seorang anak kecil. Meskipun laporan intelijen menyebut bahwa korban tersebut hanya seekor anjing.
Akibat tugasnya ini, Bryant mengaku dirinya merasakan trauma. Bahkan dia didiagnosa menderita 'post traumatic stress disorder' yang memang juga dialami kebanyakan mantan operator pesawat tak berawak ini.

Bunuh Orang dari Jauh, Operator Pesawat Tak Berawak AS Merasa Dihantui

sumber : [url]http://news.detik..com/read/2013/10/25/095114/2395218/1148/2/bunuh-orang-dari-jauh-operator-pesawat-tak-berawak-as-merasa-dihantui[/url]
Berbau repost....sptnya si deneb pernah posting.
Quote:Original Posted By Mistaravim
Berbau repost....sptnya si deneb pernah posting.


emoticon-Mewekemoticon-Mewekemoticon-Mewekemoticon-Mewekemoticon-Mewek
Menurut headline news di tv swasta kita, sepanjang tahun 2013, jumlah yg tewas akibat serangan pesawat tak berawak AS di pakistan kurang lebih 2000 orang, ini belum termasuk jumlah korban yg tewas si yaman dan di afghanistan. Cuma yg ane bingung, HAM Internasional tdk bisa menyerat AS ke pangadilan HAM internasional untuk di jadikan sebagai penjahat perang, beda klw indonesia walaupun cuma 10 orang korban, dewan HAM teriak teriak mau nangkap mulai dari presiden sampai pimpinan militer kita,,
untuk dewan HAM internasional kalau mau nangkap penjahat perang, tangkap tuh Bush senior dan Bush junior, jangan lupa obama juga sama para pemimpin militer ya,,
Itulah bedanya indo dengan as gan....
walaupun pembantaian indian asli tetep gak dibilang genocide, kalo di indo 1 papua mati aja dianggap genocide.
Ah lebay emoticon-Embarrassment
operkill beut, hellfire supersonik buat nembak 3 org jalan2 di gurun emoticon-Gila wong sugih
Quote:Original Posted By santaigirl2.0
operkill beut, hellfire supersonik buat nembak 3 org jalan2 di gurun emoticon-Gila wong sugih


ada video nya kok. hellfire dibuat nembak satu orang. di youtube ada. heli apache tapi yang nembak.
Quote:Original Posted By the.BlackCat


ada video nya kok. hellfire dibuat nembak satu orang. di youtube ada. heli apache tapi yang nembak.


apa omzet opium emang sebesar itu ya sampai hambur2 hellfire dipandang opsi logis? emoticon-Malu

knp ga pake guided bomb aja misal?