alexa-tracking

Main Content

1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5269d5d0128b46b832000002/no-deterjent-know-how-hibah-f-16-bk-25-as
[No-Deterjent] Know How Hibah F-16 bk-25 AS
Note : gak semua artikel dimasukin, hanya bagian yang relevan emoticon-Smilie

Know How Hibah F-16 AS

DPR dan pemerintah telah sepakat bahwa pengadaan F-16 penting bagi TNI untuk meningkatkan performa dan kewibawaan TNI di lingkungan regional. Tertuang dalam rencana pembelian di tahun 2011, telah disepakati alokasi dana untuk pembelian 6 unit F16 baru untuk block 52+, senilai lebih kurang us$ 430juta. Alokasi pembelian armament (senjata) dipersiapkan secara terpisah.

Dalam perkembangannya timbul opsi lain. Hasil komunikasi antara TNI AU dan pemerintah Amerika, secara Goverment to Goverment, pemerintah Amerika menawarkan program hibah F-16 kepada pihak Indonesia. Program hibah ini disampaikan juga oleh Presiden Barrack Obama dalam kunjungan singkatnya ke Indonesia pada 9 November 2010 yang lalu. Hibah F-16 ini telah mendapat persetujuan dari Kongres Amerika, dengan komposisi sbb : maksimal 28 unit F-16 block 25, 2 unit F-16 block 15, dan 28 engine utk F-16 block 25, dengan kondisi “as is where is” (seperti itu, di lokasi itu) alias apa adanya untuk pesawat F-16 yang diparkir di Arizona.(tempat penyimpanan) parkir

Di Arizona, terdapat sebuah padang luas, tempat dimana Amerika memarkir pesawat-pesawat tempur, baik yang masih digunakan maupun yang tidak digunakan lagi oleh militer Amerika. Padang Arizona memiliki kelembaban yang rendah, sehingga pesawat yang diparkir di sana tidak mengalami korosi/kerusakan akibat humiditas. Kongres Amerika telah memberikan izin 28 unit F-16 untuk Indonesia, sementara Indonesia hanya butuh 24, jadi sudah terdapat titik terang. F-16 yang dimaksud kondisi nya terpakai 4000jam sd 6000jam, sehingga harus dilakukan program Falcon Star agar dapat digunakan hingga 8000jam terbang. Menurut KSAU, rata-rata pesawat akan digunakan 10-20jam/bulan, sehingga pesawat bekas tersebut dapat digunakan selama 12 – 15 tahun.

Karena “as is where is”, berarti delegasi Indonesia harus berangkat ke Arizona akan memilih 24 unit pesawat yang terbaik dari ratusan F-16 blok 15,25 yang terdapat di sana.

Dalam penjelasan yang disampaikan menteri pertahanan kepada komisi 1, lebih lanjut ditengarai bahwa pemerintah Amerika ternyata tidak memberikan hibah “begitu saja”. There no ain’t such thing as a free lunch, tidak ada makan siang yang gratis. Mereka menawarkan konsep hibah plus upgrade.

Terjadi Dispute. Proposal yang disampaikan menteri pertahanan, diperlukan biaya sekitar us$ 450 juta – 600 juta untuk proses hibah (termasuk upgrade 24 pesawat) tersebut. Pada kesempatan yang berbeda, terjadi penjelasan Panglima TNI dalam Rapat Dengar Pendapat dengan Komisi I, ada dua catatan terhadap proses hibah dan upgrade ini. Pertama, pesawat setelah diambil dari Arizona, kemudian akan diupgrade ke block 32. Hasil upgrade bisa selesai dan dikirim ke Indonesia, paling cepat pada tahun 2014 sebanyak 4 (empat) unit, setelah itu disusul dengan pengiriman lainnya. Kedua, biaya hibah dan upgrade 450 juta US dollar harus dibayar pemerintah Indonesia di awal, TUNAI ( perlu diingat ya ..Tunai di muka) (berharap tidak diembargo, tahu tahu barang tidak dikirim) uang hangus

Atas persyaratan tersebut, maka terjadilah perdebatan panjang di ruang rapat Komisi I antara anggota Komisi I DPR RI dengan Pihak Kemenhan.

Beberapa pemikiran yang dimunculkan oleh anggota Komisi I antara lain:

Pertama; kalau waktu delivery nya lama, kenapa harus beli bekas. Kalau beli baru, kita butuh waktu sekitar 36 bulan (sekitar 3 tahun) untuk mendapatkan 6 unit saja dengan daya tahan atau pemakaian jauh lebih lama (up to 8000jam pemakaian). Resiko membeli bekas, dari segi teknologi sudah pasti ketinggalan, walau memang harus diakui dari segi jumlah pesawat lebih banyak dengan jumlah uang yang sama.

Kedua; bila membeli bekas dan kemudian akan melakukan upgrade, maka Komisi I secara bulat mempunyai pemikiran, “bagaimana jika 24 unit pesawat F-16 tersebut diupgrade ke teknologi terbaru saja?”. Berdasarkan penjelasan Kemhan dan TNI AU, block 25 dan bloc 52 memiliki 2 perbedaan mendasar yaitu Perbedaan Sistem Avionik (block 32 menggunakan teknologi Commercial Fire Control Computer – CFCC, block 52 menggunakan teknologi Modular Mission Computer – MMC), Perbedaan Engine (engine block 52 berukuran lebih besar), dan Perbedaan Airframe (mengakomodasi mesin block 52 yang lebih besar, dan penambahan ruang angkut bahan bakar). Pilihannya adalah 24 F-16 block 25 tersebut diganti sistem avionik nya (termasuk mengganti cockpit) menjadi sistem avionic block 52 (sistem persenjataan menyesuaikan), sementara airframe dan engine tetap.

Sisi Teknologi

Konsep Hybrid (perkimpoian), yaitu F-16 block 25, dengan kekuatan mesin tetap block 25, tapi avionik serta senjatanya di upgrade ke block 52. Keunggulan terdapat di avionic block 52, yang lebih canggih dari avionic block 25 dan block 32. Catatan : Proposal Kemhan mengusulkan agar upgrade avionic dilakukan menjadi block 32.

Pertimbangan yang mengemuka : karena Indonesia negara kepulauan, maka tidak membutuhkan mesin dengan jangkauannya lebih jauh. Untuk menjangkau Malaysia, misalnya, bisa dari kepulauan Riau, atau Pontianak untuk menjangkau wilayah Malaysia yang dekat Kalimantan. Begitu juga, untuk menjangkau Timor Leste bisa dari Kupang.
Dasar pemikiran dari Komisi I dengan konsep Hybryd itu terkait dengan “efek getar” (deterrent effect) dan daya tangkal. Singapura memiliki F-16 block 52 sejak tahun 1998 yang lalu.. Jadi kalau Indonesia di tahun 2014 memiliki 24 unit F-16 yang diupgrade “hanya” menjadi block 32, maka dinilai tidak mempunyai efek getar di kawasan.

Komisi 1 mempersilahkan Kemhan untuk mempersiapkan beberapa opsi, dilengkapi perkiraan biaya dan waktu, untuk menjadi bahan pertimbangan yang diperlukan. Proposal Kemhan untuk meng upgrade menjadi block 32, dan butuh waktu 3 tahun, dengan ongkos us$450 juta, sementara dari segi efek getarnya juga tidak terasa, maka menurut Komisi I, adalah keputusan yang “nanggung”, perbuatan setengah-setengah. Adalah lebih baik sekalian saja beli pesawat tempur baru sebanyak 6 unit blok 52. Selain efek getarnya lebih terasa, umur pemakaian juga akan lebih lama, yaitu sekitar 30 tahun, dibanding pesawat bekas yang hanya berumur 12 tahun.

Sisi Pembiayaan

Polemik kedua berkaitan dengan sisi pembiayaan. Skema pembayaran FMS (Foreign Military Sale) yang ditawarkan oleh pemerintah, sangat menarik, yaitu G to G (negara dibayar oleh Negara). Namun muncul pemikiran : Hibah, kok Mbayar?

Muncul pemikiran : (mungkin) pesawat bekas nya hibah, tetapi di “bundled” dengan membayar utk pelaksanaan program Falcon Star dan Upgrade.

Skema pembayaran FMS, ada kelemahannya : Pemerintah Amerika minta dibayar tunai 70% dimuka. Artinya, pesawat dikirim 2014 tapi pemerintah harus bayar lebih dulu, sekarang juga. Uang sebesar itu (70% x us$450 juta) tertahan diam di kas pemerintah Amerika. Sungguh disayangkan, semestinya dana sebesar itu bisa kita manfaatkan untuk membeli keperluan TNI lainnya seperti pembangunan pesawat patroli, kapal patroli, tank tempur, dan lain-lain. Ada masukan agar melalui Pinjaman Dalam Negeri oleh Bank Pemerintah, sebagai contoh melalui Bank Mandiri cabang New York, Bank Mandiri atas nama Pemerintah membayar penuh ke pemerintah Amerika, sementara Kemhan membayar ke Bank Mandiri secara installment per tahun (dicicil).

Komisi I sekarang ingin berbuat lebih baik dalam masa pengabdiannya. Jangan sampai hanya menjadi “tukang stempel” pemerintah. Tapi harus benar-benar menjadi mitra pemerintah dalam menghasilkan sesuatu yang terbaik untuk bangsa dan negara. Karenanya Komisi I membahas setiap persoalan, secara detil, teliti, dan berorientasi pada kepentingan bangsa dan negara secara konsisten.
(catatan TS : moga moga beneran inih emoticon-Big Grin)

Sisi Pengerjaan Upgrade

Komisi 1 juga menyampaikan pemikiran : untuk memberdayakan kemampuan engineering Dalam Negeri, bagaimana bila proses Falcon Star dan Upgrade Block, dilakukan di wilayah Republik Indonesia? Sehingga terjadi proses pembelajaran dan transfer of technology yang bisa diserap oleh bangsa Indonesia. Kalau proses Falcon Star dan pelaksanaan Upgrade sepenuhnya dilakuka di Amerika, komisi 1 menganggap tidak ada nilai lebih yang signifikan buat industri pertahanan Dalam Negeri. Ini bagian dari komitmen Komisi 1 untuk mendukung pemberdayaan terhadap teknologi dan industri dalam negeri dalam menuju kemandirian alutsista. Pengerjaan upgrade-nya harus dilakukan di Indonesia dengan supervisi dari pihak produsen utama. Kami di Komisi I mengetahui bahwa anak-bangsa kita mempunyai potensi dan kemampuan untuk di bidang teknik perawatan dan upgrade alutsista.

Memahami pemikiran Komisi 1, anak bangsa Indonesia akan mempunyai kesempatan untuk melakukan bongkar-pasang pesawat-pesawat F-16 tersebut. Meskipun mengerjakan barang bekas, ilmu dan pengetahuan yang diperoleh anak bangsa tersebut merupakan aset yang sangat berharga dalam perjalanan bangsa ke depan. Jelas itu jauh lebih berguna bila dibandingkan : beli barang bekas, diupgrade oleh produsen langsung, duit terbang ke negara lain, sementara bangsa sendiri tidak pernah diberi kesempatan untuk pintar.

Jadi selain syarat teknologi dan pembiayaan, Komisi I juga memberikan penekanan pada aspek pengerjaan up-grade tersebut.

Dalam dua kali pertemuan, yaitu Senin (19/09) dan Rabu (21/9) antara pihak Pemerintah dan DPR, kesepakatan belum dicapai. Pihak pemerintah masih akan mengkaji keinginan Komisi I, dan Komisi I juga belum bisa menyetujui kemauan pemerintah. Pihak pemerintah yang hadir dalam pertemuan antara lain Menhan, Wamenhan, Sekjenhan, Panglima TNI, Asrenum (Asisten Perencanaan Umum) didamping oleh Kasau, Wakasau, dan jajaran Angkatan Udara. (by Cinta Tnah air).

source
===========================================
Tumben kali ini selera Komisi I lebih baik dari dephan... emoticon-Big Grin
yg punya info tambahan silahkan ditunggu yah soalnya ini dari jakarta-greater yg g tll populer dimari emoticon-Big Grin
moga moga akhirnya ke-24 F-16 itu diupgrade dgn avionik block 52 dan bukan block-32 emoticon-angel
soal upgrade di Indo gimana ? ada pro kontrakah dari para formiler ? ditunggu diskusinya yah emoticon-Smilie
kalo gak salah polemik ini kan udah berakhir finalnya semua di upgrade ke blok 32
Quote:Original Posted By r3zam4n
kalo gak salah polemik ini kan udah berakhir finalnya semua di upgrade ke blok 32

bener dah diupgrade ke blok 32emoticon-Malu (S)
kayaknya ini dah selesai kita tunggu 2014 burugn bedsinya dah sampai sini sebagian


Momod dijadikan satu aja dgn thread sejenis
dulu pernah dibikin stickynya. sampai berpuluh-puluh halaman

http://archive.kaskus.co.id/thread/10672273/
kog kayak tulisan si fayakhun dulu yg diperdebatkan ya emoticon-Embarrassment

nah benar khan tenkyu nyot
Quote:Original Posted By mawasorangutan
kog kayak tulisan si fayakhun dulu yg diperdebatkan ya emoticon-Embarrassment

nah benar khan tenkyu nyot


gitu toh emoticon-Hammer
artikelnya baru keluarr sekarang emoticon-Amazed
apanya yang benar ? emoticon-Big Grin
trus apa lagi yg mau di omongin?
masalah leopard-f16-herky ausi-tukano- uda final jgn ngulang yg itu2 terus yg ada nga maju2 nanti....
btw ini thread yg bakal ngumpulin pasukan rusia seteronkkkkkkkkkkk emoticon-Embarrassment
Quote:Original Posted By wahwibson

bener dah diupgrade ke blok 32emoticon-Malu (S)


ke blok 32 atau cm setara "blok sakkarepmu"
Quote:Original Posted By dika160507
trus apa lagi yg mau di omongin?
masalah leopard-f16-herky ausi-tukano- uda final jgn ngulang yg itu2 terus yg ada nga maju2 nanti....
btw ini thread yg bakal ngumpulin pasukan rusia seteronkkkkkkkkkkk emoticon-Embarrassment


diadu aja ama sales gripen
benar krn sudah pernah diperdebtkan kimi

kalimat kedua hasil editan gw pas tau kenyot ngasih link emoticon-Stick Out Tongue

Quote:Original Posted By kimi mabok


gitu toh emoticon-Hammer
artikelnya baru keluarr sekarang emoticon-Amazed
apanya yang benar ? emoticon-Big Grin


Full steroid lho mereka emoticon-Big Grin
Quote:Original Posted By dika160507
trus apa lagi yg mau di omongin?
masalah leopard-f16-herky ausi-tukano- uda final jgn ngulang yg itu2 terus yg ada nga maju2 nanti....
btw ini thread yg bakal ngumpulin pasukan rusia seteronkkkkkkkkkkk emoticon-Embarrassment


publikasi kemhan masih ambigu..sebenernya yg selama ini jadi pertanyaan gw, selama ini apa sih yg di maksud kemhan setara? setara itu dalam hal apa? dalam hal mendeteksi ? apa radar block 25 yg di beli di Indonesia termasuk upgrade paket untuk penggantian APG68 seri terakhir ? kalo iya artinya memang kemampuan mendeteksinya setara,..soalnya dari draft yg pernah di posting di kaskus, ga ada tuh di singgung2 soal upgrade package termasuk radar...di luar itu perbedaan yg mendasar antara block 32 dgn block 52 selain frame, mesin dgn tenaga kan juga avionics ?

f-16cd block25

The Block 25 F-16C/D aircraft were originally all powered by the Pratt & Whitney F100-PW-200 turbofan, but they have since been upgraded to the -220E standard.
Structure & Avionics

The implementation of the MSIP Stage II changes in the F-16 production line, resulted in the second generation of F-16 aircraft. Starting with Block 25, the F-16C and F-16D (as the one-seat and two-seat variants were designated) featured several improvements:

Northrop Grumman ESSD (previously known as Westinghouse) AN/APG-68(V) radar, offering increased range, expanded operating modes, improved ECCM capability and sharper resolution. The AN/APG-68(V) is a considerable advancement over the APG-66 of the F-16A/B. The planar array in the nose provides numerous air-to-air modes, including range-while-search, uplook and velocity search, single target track, raid cluster resolution, and track-while-scan for up to 10 targets. Beyond-visible-range capability has been added in the form of a high-PRF track mode to provide continuous-wave (CW) illumination for guidance of the AIM-7 Sparrow semi-active radar homing missile. For air-to-ground work, the modes that are available include maritime, fixed and moving target, ground mapping, Doppler beam sharpening, ranging, beacon, and target freeze. The beacon mode is used for navigation fixes and for bombing offset. The maritime modes include a real beam mapping, sea search, fixed target track, and ground moving target indication and track. There is also a freeze mode. The fixed ground target modes include a real beam ground mapping mode, FTT mode, expanded display mode, and Doppler beam sharpening mode. The moving ground target modes include real beam ground mapping, GMTI or TMTT, expanded display, and freeze.
Glass cockpit, featuring two MFD's and a GEC Marconi Avionics wide-angle holographic HUD, up-front controls, FLIR video and a Fairchild mission data transfer unit.
Increased capacity environmental control and electrical power systems.
MIL STD-1760 data bus/weapons interface allowing the use of AGM-65D Maverick and AIM-120 AMRAAM missiles.
Improved fire control computer
Improved stores management computer
USAF-standard inertial navigation system (INS)
Radar altimeter
Anti-jam UHF radio

The modifications resulted in a maximum take-off weight increase to 43,300lbs (19,640kg). They improved the Falcon's capability for BVR-engagements and nighttime/precision ground attack missions. The F-16A's deficiencies in these mission profiles had been particularly obvious in operations over Europe, where the weather is generally bad much of the time.

Externally, the F-16C is almost identical to the F-16A. The only significant external difference is the introduction on the F-16C of an enlarged triangular base or "island" on the rear fuselage leading up to the vertical fin, with a small blade antenna protruding upward from it. This extra space was originally intended to house the Westinghouse/ITT AN/ALQ-165 ASPJ (Airborne Self-Protection Jammer) that is used on Navy aircraft. The USAFs ASPJ program became mired in controversy in 1989-90, followed by the USAF's withdrawal from the project in January 1990. As a result, the ASPJ was never fitted in USAF F-16s.


f-16cd block 32

Structure & Avionics

The Block 30/32 (sometimes referred to as MSIP Stage III) aircraft were the first F-16s to appear with the common engine bay, able to accept either the F100 (block 32) or the F110 (Block 30).

The F110 provided 5,000 pounds more thrust than the F100, and required a larger amount of air. This in turn required that the area of the air intake be increased. However, this change was not made at first, and early F-16C/D Block 30's are "small inlet" aircraft (e.g. the US Navy's F-16N's). The large inlet became the standard for F110-powered Fighting Falcons from F-16C Block 30D #86-0262 onward (the so-called "Big-mouths"). The large inlet is referred to as the "modular common air intake duct". The Pratt&Whitney-equipped Block 32 aircraft all have the smaller inlet, called a "normal shock inlet", the proverbial exception to the rule being the VISTA F-16. Unfortunately, air intake shapes could not be standardized on the production line because the lower-thrust F100 engine could not accommodate the additional air.

f-16cd block 50

Structure & Avionics

The standard avionics fit for the Block 50 includes:

Honeywell H-423 Ring Laser Gyro Inertial Navigation System (RLG INS) for rapid in-flight alignment;
GPS receiver;
Data Transfer Cartridge with a larger capacity (128KB) to accommodate the planned avionics growth;
Improved Data Modem for faster data transmission;
AN/ALR-56M advanced RWR;
AN/ALE-47 threat adaptive countermeasure system;
digital terrain system data transfer cartridge;
cockpit compatible with night vision systems;
advanced IFF interrogator;
Upgraded Programmable Display Generator (UPDG);
MIL-STD-1760 data bus for programming new-generation PGMs;
Horizontal Situation Display (HSD) for increased situational awareness and tactical flexibility on all missions.

The Block 50/52 also carries the Westinghouse AN/APG-68 V(5) radar, which offers longer range detection against air targets and higher reliability. The radar has a programmable signal processor that employs very high-speed integrated circuit (VHSIC) technology. The latest batches of Block 50/52 carry the same radar, but versions V(7) and V(8), which offer even greater performance envelopes. The VHF/FM antenna is now incorporated into the leading edge of the vertical fin and has an extended operating distance. The cockpit also includes 2 monochrome MFD's (soon to be replaced by the MLU's color displays) and a FOV HUD.

The Block 50's have the capability to fire the AIM-120 AMRAAM, the new AGM-65G Maverick missile and the PGU-28/B 20mm cannon round. The Block 50/52 is capable of carrying the new JDAM munition, the AGM-154A/B JSOW and is the first F-16 version to integrate the AGM-84 Harpoon antishipping missile. The AGM-137 TSSAM stand-off attack missile was also foreseen in its weaponry, but subsequently cancelled. The aircraft can launch the Harpoon in line-of-sight, bearing-only, and range/bearing modes. The addition of the Harpoon gives the F-16 a significant standoff range anti-shipping capability, especially when combined with optional 600-gallon fuel tanks.

The first Block 50 F-16 was delivered to the USAF in November of 1991. Over 300 have been delivered by early 1997, to four different customers. New production Block 50/52 aircraft ordered after 1996 also include selected features from the MLU program: color multifunction displays, a three-channel video tape recorder, and the modular mission computer.


http://www.usaf-sig.org/index.php/re...out-the-f-16cd
http://www.f-16.net/f-16_versions.html
http://www.fas.org/man/dod-101/sys/ac/f-16.htm
http://en.wikipedia.org/wiki/General...alcon_variants
Quote:Original Posted By dika160507
trus apa lagi yg mau di omongin?
masalah leopard-f16-herky ausi-tukano- uda final jgn ngulang yg itu2 terus yg ada nga maju2 nanti....
btw ini thread yg bakal ngumpulin pasukan rusia seteronkkkkkkkkkkk emoticon-Embarrassment


Su-35BM > F-16C oprekan which no-one-knows what block kan ? emoticon-Embarrassment

kalo yg multirole mulai dari blok berapa ya om? emoticon-Malu
Quote:Original Posted By santaigirl2.0
kalo yg multirole mulai dari blok berapa ya om? emoticon-Malu


Multirole ? maksutnya bisa buat angkutan lebaran ? pertanyaanya sindiran ato serius ? ente udah browsing blom ?
pertanyaan betulan itu

kalo gak salah sampai block 10 masih day fighter, baru block 15 ocu yg mulai multirole

Quote:Original Posted By VanGu4rD


Multirole ? maksutnya bisa buat angkutan lebaran ? pertanyaanya sindiran ato serius ? ente udah browsing blom ?


Ah.Cocok itu cuma Block 32.Lha pake Hawk 209 bisa belly shoot F-16 Block 52 RSAF kok.Block 32 bisa lah belly shoot F-15 RSAF atau Su-30 MKM TUDM.Kalo diupgrade avionik setara Block 52 mau ngapain?Bakal bisa Belly Shoot Raptor itu dan otomatis mengubah keseimbangan kawasan di Asia Pasifik.emoticon-Stick Out Tongue
Quote:Original Posted By kimi mabok


Su-35BM > F-16C oprekan which no-one-knows what block kan ? emoticon-Embarrassment



kalo F-16i (indonesia) Shufa ane yakin masih punya kans lawan Su-35BM
apalagi pake rudal filipina Derby dan Python 5 emoticon-Kissemoticon-Kiss
Quote:Original Posted By mawasorangutan
pertanyaan betulan itu

kalo gak salah sampai block 10 masih day fighter, baru block 15 ocu yg mulai multirole





pertanyaan betulan ko pake icon, spt ngenyek..males gw jawabnya, walaupun gw juga tau, sebelum block 15 ocu yg di miliki tni