alexa-tracking

Main Content

1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5262f818148b46f57c000002/polling-f-15sg-rsaf-lawan-tanding-terberat-sukhoi-su-27-30-tni-au
[Polling] F-15SG RSAF: Lawan Tanding Terberat Sukhoi Su-27/30 TNI AU
no repost
[Polling] F-15SG RSAF: Lawan Tanding Terberat Sukhoi Su-27/30 TNI AU


[Polling] F-15SG RSAF: Lawan Tanding Terberat Sukhoi Su-27/30 TNI AU


Sepanjang ada kesamaan kepentingan, hubungan antar negara bertetangga dipastikan bakal harmonis. Tapi lain halnya bila antar dua negara punya kepentingan yang jauh berbeda, bahkan satu sama lain saling berseberangan atas suatu isu. Bisa jadi yang muncul adalah konflik, seperti yang kita lihat di sengketa kepulauan laut Cina Selatan.

Dalam konteks kekinian, Indonesia pun punya sisi rawan pada hubungan bertetangga, khususnya dengan Australia, Malaysia, dan Singapura. Berlandaskan kepentingan nasional, hubungan Indonesia dengan ketiga negara tersebut kerap melalui phase pasang surut. Nah, bicara lebih detail pada potensi konflik, banyak pengamat memberikan analisis, bawah sampai 10 tahun kedepan Indonesia tidak akan menghadapi perang terbuka. Mungkin bisa kita amini hasil analisa tersebut, tapi pada kenyataan potensi konflik berskala kecil mudah meletup seketika.

Dengan Malaysia, masih terbuka terjadinya ‘keributan’ di seputaran blok Ambalat, belum lagi pada masalah patok di perbatasan Kalimantan, dan isu penyiksaan tenaga kerja. Dengan Singapura, masalah sentimen bisa mencuat seputar reklamasi, batas wilayah, dan perijinan terbang. Dengan Australia, isu manusia perahu bisa menjadi bom waktu, belum lagi ada ‘kenangan’ pahit saat lepasnya Timor Timur dari NKRI. Bicara tentang konflik ringan yang sifatnya lokal, skenario yang paling mudah jadi kenyataan adalah gesekan di laut dan terjadinya duel di udara. Gesekan di laut sudah ada buktinya, yakni pada kasus saling serempet pada tahun 2005, antara kapal perang TNI AL dan TLDM (AL Malaysia) di blok Ambalat. Duel di udara juga nyaris terjadi antara Hawk 200 TNI AU dengan F/A-18 Hornet RAAF (Australia) pada 16 September 1999.

Mengingat setiap konflik lokal bisa berubah menjadi konflik militer terbuka, di skenario kan yang nantinya mengambil peran strategis adalah alutsista papan atas yang memegang peranan penting. Bila di laut yang akan beraksi adalah frigat, korvet, dan kapal selam. Maka pada matra udara yang jadi andalan adalah jet tempur lapis pertama. Keberadaan jet tempur lapis pertama inilah yang diyakini akan membuka serangan awal dan menentukan jalannya pertempuran. Jagoan TNI AU saat ini adalah Sukhoi Su-27SKM dan Su-30MK2. Sementara jagoan AU Malaysia adalah Sukhoi Su-30MKM, sementara jet tempur andalan Negeri Kangguru adalah F/A-18 Super Hornet, dan jawara jet tempur Singapura adalah F-15SG Eagle.

[Polling] F-15SG RSAF: Lawan Tanding Terberat Sukhoi Su-27/30 TNI AU
F-15SG RSAF (Singapura)

[Polling] F-15SG RSAF: Lawan Tanding Terberat Sukhoi Su-27/30 TNI AU
F/A-18 Super Hornet RAAF (Australia)



Polling Indomiliter
Harus diakui, kerjasama militer antar matra di ketiga negara lumayan erat saat ini, terutama dengan Australia dan Singapura. Tapi kembali lagi, bukan tak mungkin antar jawara angkasa keempat negara bertetangga ini akan bertemu, bukan dalam sesi latihan tempur, melainkan dalam aksi nyata dog fight di udara. Tanpa berharap terjadinya perang, Indomiliter.com sejak 3 sampai 13 Oktober 2013 telah menggelar polling dengan tema “Siapakah Lawan Tanding Terberat Su-27/30 Flanker TNI AU?” Lewat pola one IP one vote, terjaring 342 responden.

Dari hasil polling, menjadi lawan terberat Sukhoi TNI AU ternyata adalah F-15SG RSAF (Republic of Singapore Air Force). F-15SG dipilih oleh 142 responden (41,52%). Dipilihnya F-15SG sebagai lawan tanding terberat Sukhoi Su-27/30 tak lain karena keduanya punya misi utama pada air superiority, sehingga dalam benak banyak orang kedua jet tempur merupakan lawan tanding yang benar-benar sepadan. Jet tempur buatan Boeing ini sudah battle proven, Singapura memiliki 24 unit F-15SG yang ditempatkan di lanud Paya Lebar.
[Polling] F-15SG RSAF: Lawan Tanding Terberat Sukhoi Su-27/30 TNI AU
[Polling] F-15SG RSAF: Lawan Tanding Terberat Sukhoi Su-27/30 TNI AU



Kemudian, peringkat kedua lawan tanding Sukhoi TNI AU adalah F/A-18 Super Hornet RAAF (Royal Australian Air Force). Jet tempur ini dipilih oleh 107 responden (31,29%). Kedua jet tempur ini pun sudah pernah berlatih olah tempur bersama dalam Pitch Black 2012 di lanud Tindal dan Darwin. Jet tempur multirole yang ideal dilepaskan dari kapal induk ini sudah tergolong battle proven, dan RAAF total memiliki 24 unit F/A-18 Super Hornet.

Lawan tanding ketiga Sukhoi TNI AU tak lain tipe jet tempur yang sama, meski hanya beda versi. Yakni Sukhoi Su-30MKM TUDM (Tentara Udara Diraja Malaysia) yang dipilih 93 responden (27,19%). Malaysia total memiliki 18 unit Su-30MKM, antara Sukhoi Indonesia dan Malaysia punya kecanggihan yang setara, meski dalam hal kelengkapan senjata, Malaysia sudah jauh lebih dulu dipersenjatai, sementara Sukhoi TNI AU masih terbilang baru dalam kelengkapan senjata, termasuk hadirnya rudal Vympel R-27 dan Kh-31P. Perlu juga dicermati, Malaysia terbilang padat jet tempur di lapisan pertama, Negeri Jiran ini juga punya F/A-18 Hornet dan MiG-29 Fulcrum.

[Polling] F-15SG RSAF: Lawan Tanding Terberat Sukhoi Su-27/30 TNI AU
Sukhoi Su-30MKM TUDM (Malaysia)

[Polling] F-15SG RSAF: Lawan Tanding Terberat Sukhoi Su-27/30 TNI AU
F-35 Lightning II, jet tempur siluman yang jadi masa depan AU Singapura dan AU Australia

Sebagai catatan, keempat jawara jet tempur milik Indonesia, Malaysia, Singapura, dan Australia sama-sama menggunakan dua mesin jet, punya kemampuan isi bahan bakar di udara, dan predikat duel di udara yang relatif setara, begitu pula dengan dukungan persenjataan yang menyertai. Australia dan Singapura bahkan punya rencana strategis yang sama dalam pengadaan jet tempur. Kedua negara sekutu AS ini telah mencanangkan untuk mengadopsi jet tempur F-35 Lightning II buatan Lockheed Martin. Bahkan, Australia sudah memesan 100 unit stealth fighter F-35 yang rencananya mulai akan diterima pada tahun 2020


sumber indomiliter
Harusnya MKM malay yg lwan berat.
Terjaguh katanya emoticon-Big Grin
Quote:Original Posted By sabara1987
Harusnya MKM malay yg lwan berat.
Terjaguh katanya emoticon-Big Grin


udah bukan katanya lagi... emoticon-Malu
entah apa yg bikin dia jadi bukan yg terberat... pasti karena sama2 plengker
btw sukhoinya viet ga masuk itungan??? emoticon-Bingung
F15, ini sebenarnya lawan tangguh sukhoi. Meskipun sama sama pake 2 mesin tapi payload F15 lebih besar dan pylon lebih banyak sehingga mampu membawa rudal lebih banyak baik untuk jarak jauh, sedang hingga dekat.

Versi upgrade nya meningkatkan kemampuan radar dalam mendetect dan mengunci lawan baik di atas maupun dibawah pesawat.

Quote:Original Posted By suromenggolo
F15, ini sebenarnya lawan tangguh sukhoi. Meskipun sama sama pake 2 mesin tapi payload F15 lebih besar dan pylon lebih banyak sehingga mampu membawa rudal lebih banyak baik untuk jarak jauh, sedang hingga dekat.

Versi upgrade nya meningkatkan kemampuan radar dalam mendetect dan mengunci lawan baik di atas maupun dibawah pesawat.



Mbah klo inget F 111 ausil mau nge bom jakarta ane jadi gregetan jelas ini lah ancaman nyata indonesia, kalo kejadian ausil berak dijakarta gimana mbah waktu itu.
lawan terberat sukhoi kita ya pertamina... kalo udah ngambek nalangin utang BBM bakal gak terbang semua tuh sukhoi emoticon-Ngacir
Quote:Original Posted By cocema


Mbah klo inget F 111 ausil mau nge bom jakarta ane jadi gregetan jelas ini lah ancaman nyata indonesia, kalo kejadian ausil berak dijakarta gimana mbah waktu itu.


Ga mungkin ah..
Masak mau ngebom pake one way ticket
Quote:Original Posted By suromenggolo


Ga mungkin ah..
Masak mau ngebom pake one way ticket


kalo pilot Indo diperintah misi one way ticket menghantam obvit lawan pasti bersedia... entah kalo pilot oz....

Quote:Original Posted By kimi mabok
lawan terberat sukhoi kita ya pertamina... kalo udah ngambek nalangin utang BBM bakal gak terbang semua tuh sukhoi emoticon-Ngacir


Penasaran, knapa mslh BBM ini ruwet gt ya? Apa bagian perencanaan anggaran BBM di TNI-kemhan ga memperhitungkan konsumsi BBMnya ato gmana tuh? Sampe utang BBM numpuk
Quote:Original Posted By suromenggolo


Ga mungkin ah..
Masak mau ngebom pake one way ticket


bukannya emang pas kejadian timor waktu itu pesawat F-111 nya ausie selalu siaga siap sortie kapan saja ngebom jakarta
selama 10 hari F-111 ausie selalu siap buat reaksi cepat
Quote:Original Posted By suromenggolo


Ga mungkin ah..
Masak mau ngebom pake one way ticket


One way ticket maksudnya apa di masalah kecukupan bahan bakar?

Quote:Original Posted By m45wal


One way ticket maksudnya apa di masalah kecukupan bahan bakar?



Kalau diambil garis lurus sebenarnya cukup banget kalo buat 1 kali sortie pengeboman.
Itupun kalau lancar tanpa ada perlawanan
Jaman timtim, F16 dan F5 kita masih aktif dan dapat menghadang di tengah perjalanan.
Jadi kemungkinan separo separo kalau dilaksanakan
Kalaupun nekad dilaksanakan, itu F111 ga bisa balik ke pangkalan setelah ngebom.
Quote:Original Posted By suromenggolo


Kalau diambil garis lurus sebenarnya cukup banget kalo buat 1 kali sortie pengeboman.
Itupun kalau lancar tanpa ada perlawanan
Jaman timtim, F16 dan F5 kita masih aktif dan dapat menghadang di tengah perjalanan.
Jadi kemungkinan separo separo kalau dilaksanakan
Kalaupun nekad dilaksanakan, itu F111 ga bisa balik ke pangkalan setelah ngebom.


kalo kejadian beneran, ga bisa dibayangkan, kita masih terseok2 embargo, harus menghadapi lawan berat dari atas bawah kiri dan kanan...

btw, just my question, kalo bener2 kita jadi konfrontasi dengan ozi, apakah ada harapan kita bisa menang mbah?
Quote:Original Posted By kagengar


bukannya emang pas kejadian timor waktu itu pesawat F-111 nya ausie selalu siaga siap sortie kapan saja ngebom jakarta
selama 10 hari F-111 ausie selalu siap buat reaksi cepat


dan selama itu juga turbin mesin F-111 tidak prnh dimatikan RAAF.
Quote:Original Posted By jokogudel


kalo kejadian beneran, ga bisa dibayangkan, kita masih terseok2 embargo, harus menghadapi lawan berat dari atas bawah kiri dan kanan...

btw, just my question, kalo bener2 kita jadi konfrontasi dengan ozi, apakah ada harapan kita bisa menang mbah?


klo kejadian ya... balik lg jaman soekarno.. grasberg ga di gadaikan ke US lag tapi di gadaikan ke rusia emoticon-Big Grin emoticon-Big Grin

malang-malang putung...
Quote:Original Posted By jokogudel


kalo kejadian beneran, ga bisa dibayangkan, kita masih terseok2 embargo, harus menghadapi lawan berat dari atas bawah kiri dan kanan...

btw, just my question, kalo bener2 kita jadi konfrontasi dengan ozi, apakah ada harapan kita bisa menang mbah?


gk akan menang kl oz dibantu persemakmuran nya. smua itu tinggal trgantung politik. kekuatan militer sm politik luar negeri suatu negara bsa dikatakan sebanding.
polling yg aneh mnurut saya.
apa iya BARS+RVV AE MKM gk diperhitungin? smua psawat multirole fighter, tp ada SKM nyusup disitu.
Emgnya perang kyk tenka ichi budokai yg 1 v 1 gt?
Jgn lupa gulfstream sama boeingnya dong
ane kira F15 nya RSAF, dan semakin menakutkan jika dtemani pesawat AEWACS.
Kalau F-18 Ossi, masih 11-12 lah sama TNI keunggulan di sisi ini menutup kelemahan di sisi lain.