alexa-tracking

Main Content

1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/525f6c9a18cb17093f000003/sumpah-serapah-pejabat-negeri
Sumpah (Serapah) Pejabat Negeri
Sumpah (Serapah) Pejabat Negeri

KOMPAS.com - Sejarah bangsa Indonesia tidak lepas dari keberadaan Istana Negara sebagai pusat pemerintahan, baik sejak era kolonial Belanda hingga saat ini. Banyak peristiwa penting terjadi di gedung yang berarsitektur gaya Yunani kuno dan telah berusia 217 tahun itu.

Buku Istana Kepresidenan Republik Indonesia (2004) menuliskan, Istana Negara menjadi pusat pemerintahan penjajahan kolonial Belanda. Di tempat itu, Gubernur Jenderal Baron van der Capellen menerima paparan strategi Jenderal De Kock dalam menghadapi Pangeran Diponegoro dan Tuanku Imam Bonjol. Di Istana itu pula Gubernur Jenderal Johannes van de Bosch merumuskan dan menetapkan sistem tanam paksa. Pada 25 Maret 1947, Istana Negara menjadi tempat penandatanganan persetujuan Linggarjati.

Pada era kemerdekaan, Istana Negara jadi salah satu pusat pemerintahan dan penyelenggaraan kegiatan resmi kenegaraan. Rapat kerja nasional, jamuan kenegaraan, dan pelantikan pejabat-pejabat tinggi negara banyak dilakukan di sana. Sejak Indonesia merdeka, mungkin tak kurang dari 1.000 pejabat yang dilantik atau mengucapkan sumpah jabatan di sana, mulai dari pimpinan lembaga negara, menteri, wakil menteri, hingga badan atau lembaga setingkat menteri.

Satu hal menarik dalam pelantikan atau pengucapan sumpah/janji jabatan itu adalah substansi dari sumpah/jabatan itu sendiri. Simak naskah sumpah/ janji jabatan yang biasa diucapkan berikut ini.

"Demi Allah saya bersumpah/ berjanji, bahwa Saya, untuk diangkat pada jabatan ini, langsung ataupun tidak langsung, dengan nama atau dalih apa pun, tidak memberikan atau menjanjikan, ataupun akan memberikan sesuatu kepada siapa pun juga.

Bahwa saya, untuk melakukan atau tidak melakukan sesuatu, dalam jabatan ini, tiada sekali-kali menerima dari siapa pun juga, langsung ataupun tidak langsung, suatu janji atau pemberian.

Bahwa saya setia kepada UUD 1945, dan akan memelihara segala undang-undang dan peraturan yang berlaku bagi negara republik Indonesia.

Bahwa saya akan setia pada nusa dan bangsa, dan akan memenuhi segala kewajiban yang ditanggungkan kepada saya oleh jabatan ini.

Bahwa saya akan menjalankan tugas dan kewajiban dengan penuh rasa tanggung jawab kepada bangsa dan negara."


Jika diringkas, isi sumpah jabatan itu terdiri dari lima hal, yakni tidak memberikan atau menjanjikan sesuatu kepada siapa pun, tak menerima janji atau pemberian dari siapa pun, setia pada UUD 1945 dan peraturan perundang-undangan, setia pada nusa dan bangsa, serta menjalankan tugas dan kewajiban dengan penuh tanggung jawab.

Dari situ terlihat, ikrar untuk tidak korup atau menyalahgunakan jabatan ditempatkan di poin pertama dan kedua. Setelah itu, baru komitmen untuk setia pada konstitusi dan bangsa dan terakhir menyangkut pelaksanaan tugas. Jika sumpah jabatan itu dihayati dan dilaksanakan dengan kesadaran penuh, logikanya tak ada pejabat di negeri ini yang korupsi atau menyalahgunakan jabatan. Namun, realitanya, masih ada pejabat yang dulu mengucapkan sumpah/janji itu di Istana Negara yang justru terjerat kasus korupsi.

Tak heran jika mereka yang dulu bersumpah suci itu, setelah tersangkut perkara korupsi akan menuai sumpah serapah dari rakyat. Jadi, hati-hatilah menjaga sumpah yang pernah diucapkan itu! (C Wahyu Haryo)

sumpah untuk dilanggar
Kirain sumpah pocong emoticon-Big Grin

Negri ini kan mulai beradaptasi dengan sumpah pocong. emoticon-Malu (S)
mungkin saat ngucapin sumpah itu, banyak para pejabat pikirannya di perempuan dan balikin modal kampanye gan, jadi gak bener2 sumpahnya emoticon-Malu
jarang ada yg menepati sumpahnya kebanyakan nya sumpah palsu emoticon-Frown
Quote:Original Posted By radenraf
sumpah untuk dilanggar
menyedihkan kalau begitu gan emoticon-Mewek

Quote:Original Posted By juragan.nego
Kirain sumpah pocong emoticon-Big Grin

Negri ini kan mulai beradaptasi dengan sumpah pocong. emoticon-Malu (S)
sumpah pocong juga ga mempan gan emoticon-Ngakak

Quote:Original Posted By byulbelenang
mungkin saat ngucapin sumpah itu, banyak para pejabat pikirannya di perempuan dan balikin modal kampanye gan, jadi gak bener2 sumpahnya emoticon-Malu
iya setuju sama pendapat agan emoticon-Shakehand2

Quote:Original Posted By cukireznor
jarang ada yg menepati sumpahnya kebanyakan nya sumpah palsu emoticon-Frown
emoticon-Shakehand2emoticon-Shakehand2pejabatnya odong odong
Sumpah tetaplah tinggal sumpah, bahkan tidak takut dengan Kitab Suci di atas kepala.
janji di mulut
di hadapan tuhanmu...
masih bisa engkau langgar...
apalagi berurusan sm manusia...gampanglah itu
ah biasa aja... tiap hari ane malah nyumpahin orang...emoticon-Shutup
korupsi sudah jadi hobi, karena tau hukumannya ringan.
kasihan anak istri kalau nggak ikut korupsi berjamaah .emoticon-Wowcantik
Quote:Original Posted By tokosurvival
Sumpah tetaplah tinggal sumpah, bahkan tidak takut dengan Kitab Suci di atas kepala.
entah manusia apa mereka itu gan emoticon-Takut

Quote:Original Posted By bunkq
janji di mulut
di hadapan tuhanmu...
masih bisa engkau langgar...
apalagi berurusan sm manusia...gampanglah itu
menyedihkanemoticon-Mewek

Quote:Original Posted By kosimsupir
korupsi sudah jadi hobi, karena tau hukumannya ringan.
kasihan anak istri kalau nggak ikut korupsi berjamaah .emoticon-Wowcantik
emoticon-Shakehand2emoticon-Shakehand2seperti siapa itu gan emoticon-Ngakak
harusnya di dalam sumpah itu ada kata kata

"kalo saya korupsi,,sy siap di hukum mati"
harusnya ada teken juga perjanjian,
kalo sampe korup bersedia potong leher
pasti ampuh

emoticon-Malu