alexa-tracking

Main Content

1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/525f46e6f8ce17d32a000001/sutarman-mengaku-ditekan-soal-novel-baswedan-sutarman-mengaku-ditekan-soal-novel
Sutarman Mengaku Ditekan soal Novel Baswedan Sutarman Mengaku Ditekan soal Novel
TEMPO.CO, Jakarta - Anggota Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) Adrianus Meliala mengatakan sudah menelusuri dugaan Komisaris Jenderal Sutarman menghambat langkah Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terkait kasus simulator SIM.

Menurut Adrianus, kepada Kompolnas, Sutarman mengatakan bahwa upaya penangkapan terhadap penyidik KPK, Novel Baswedan, dilakukan karena ada tekanan. Namun, Adrianus menolak membeberkan pihak yang menekan Sutarman waktu itu.

"Waktu itu Sutarman jadi orang nomor tiga. Jadi, masih ada yang bisa mengintervensinya," kata Adrianus ketika ditemui wartawan usai acara rapat dengar pendapat dengan Komisi Hukum dan Hak Asasi Manusia Dewan Perwakilan Rakyat (DPR), Rabu, 16 Oktober 2013.

Adrianus merasa yakin bila Sutarman menjadi orang nomor satu di Kepolisian, jenderal bintang tiga itu bisa bertindak tanpa ada tekanan dari siapa pun.

Anggota Kompolnas lainnya, M Naser, menilai kekurangan Sutarman adalah dia terlalu loyal pada atasan. "Bagi saya itu kekurangan, karena mudah dipengaruhi," ujar Naser.

Naser menegaskan, Sutarman seharusnya lebih mengutamakan kepentingan nasional dibanding kepentingan korps Kepolisian. ”Tapi, bagi sebagian anggota DPR, sifat Sutarman yang terlalu loyal pada atasan malah dinilai merupakan hal yang positif,” ucap Naser.

Berkaitan dengan pembalakan hutan dan penangkapan ikan secara liar di Kepulauan Riau, menurut Naser, Sutarman bersih dari kasus tersebut.

Hari ini Kompolnas memenuhi undangan Komisi Hukum dan HAM DPR RI untuk memberikan keterangan perihal kelebihan dan kekurangan Sutarman, terkait uji kepatutan dan kelayakan terhadap Sutarman, yang merupakan calon tunggal Kepala Polri. Juga turut diundang Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK).

Kamis besok, 17 Oktober 2013, Sutarman dijadwalkan akan menjalani uji kelayakan dan kelayakan sebagai calon Kepala Polri. Rangkaian uji kepatutan dan kelayakan telah dimulai pekan lalu dengan mengunjungi kediaman Kepala Badan Reserse dan Kriminal Polri itu.


Sumber

nah lho... jadi penasaran, siapa sih yg suka neken2 gitu... emoticon-Malu (S)
btw... hari ini nih orang ngejalani uji kelayakan di DPR ya.. emoticon-Big Grin orang kek gini kok dijadiin Kapolri..... bener2 kelakuan siBuya.... emoticon-Big Grin

pinter ngeles, kayak gk ada pilihan laen aja di POLRI emoticon-Cape d... (S)
Kepala Polri kan sederajat sama Menteri tapi kenapa pemilihannya "ribet"gini? Dia kan anggota Kabinet, ya seharusnya itu wewenang penuh presiden selaku eksekutif.

Sekalian kalo mau Kepala Polri setara dengan Ketua MA atau Ketua BPK kalo kudu pake fit n proper kek gini.

Menurut ane UU yang mengatur hal ini perlu direvisi nich.
Quote:Original Posted By silanceng

nah lho... jadi penasaran, siapa sih yg suka neken2 gitu... emoticon-Malu (S)
btw... hari ini nih orang ngejalani uji kelayakan di DPR ya.. emoticon-Big Grin orang kek gini kok dijadiin Kapolri..... bener2 kelakuan siBuya.... emoticon-Big Grin


jagoan TS siapa yang jadi Kapolri ??
siapa polisi baik yg nyisa untuk jadi Kapolri??
kaga ngerti juga gw kalo sekarang.... kalo dulu sih masih jagoin Pak Anton... anton bahcrul Alam..mantan kapolda Jatim...emoticon-Big Grin
Quote:Original Posted By ** SENSOR **SENSOR
Kepala Polri kan sederajat sama Menteri tapi kenapa pemilihannya "ribet"gini? Dia kan anggota Kabinet, ya seharusnya itu wewenang penuh presiden selaku eksekutif.
Sekalian kalo mau Kepala Polri setara dengan Ketua MA atau Ketua BPK kalo kudu pake fit n proper kek gini.
Menurut ane UU yang mengatur hal ini perlu direvisi nich.


Memang penunjukan Kapolri,Panglima TNI & lembaga negara setingkat kementrian itu hak prerogatif Presiden...tp UU harus melalui fit & proper tes DPR meskipun DPR juga gak bisa menolak pilihan presiden..agak aneh emang, apalagi kerap pertanyaan anggota DPR itu banyak yg OOT & kagak nyambung...you know lah emoticon-Cape d... (S)
Quote:Original Posted By perardua


Memang penunjukan Kapolri,Panglima TNI & lembaga negara setingkat kementrian itu hak prerogatif Presiden...tp UU harus melalui fit & proper tes DPR meskipun DPR juga gak bisa menolak pilihan presiden..agak aneh emang, apalagi kerap pertanyaan anggota DPR itu banyak yg OOT & kagak nyambung...you know lah emoticon-Cape d... (S)


yup... lebih tepatnya cuman formalitas doang...... emoticon-Big Grin
makin ga jelas aja dech baju coklat...mudahan pas jokowi presiden kepilih yang bener2 bagus...biar ga cuma jadi simbol doank
dia di tekan dan dia takut.. mungkin pihak yang neken pegang kartu AS dia... emoticon-Ngakak
Klo dia org ke-3, brarti yg bisa intervensi orang ke.... emoticon-Big Grin
Quote:Original Posted By ** SENSOR **SENSOR
Kepala Polri kan sederajat sama Menteri tapi kenapa pemilihannya "ribet"gini? Dia kan anggota Kabinet, ya seharusnya itu wewenang penuh presiden selaku eksekutif.

Sekalian kalo mau Kepala Polri setara dengan Ketua MA atau Ketua BPK kalo kudu pake fit n proper kek gini.

Menurut ane UU yang mengatur hal ini perlu direvisi nich.


Quote:Original Posted By silanceng


yup... lebih tepatnya cuman formalitas doang...... emoticon-Big Grin



buat nambah uang saku gan... maklum setiap rapat ada honornya emoticon-Big Grin
apalagi lagi butuh duit banyak buat nyaleg lagi :P
Quote:Original Posted By silanceng
TEMPO.CO, Jakarta - Anggota Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) Adrianus Meliala mengatakan sudah menelusuri dugaan Komisaris Jenderal Sutarman menghambat langkah Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terkait kasus simulator SIM.

Menurut Adrianus, kepada Kompolnas, Sutarman mengatakan bahwa upaya penangkapan terhadap penyidik KPK, Novel Baswedan, dilakukan karena ada tekanan. Namun, Adrianus menolak membeberkan pihak yang menekan Sutarman waktu itu.

"Waktu itu Sutarman jadi orang nomor tiga. Jadi, masih ada yang bisa mengintervensinya," kata Adrianus ketika ditemui wartawan usai acara rapat dengar pendapat dengan Komisi Hukum dan Hak Asasi Manusia Dewan Perwakilan Rakyat (DPR), Rabu, 16 Oktober 2013.

Adrianus merasa yakin bila Sutarman menjadi orang nomor satu di Kepolisian, jenderal bintang tiga itu bisa bertindak tanpa ada tekanan dari siapa pun.

Anggota Kompolnas lainnya, M Naser, menilai kekurangan Sutarman adalah dia terlalu loyal pada atasan. "Bagi saya itu kekurangan, karena mudah dipengaruhi," ujar Naser.

Naser menegaskan, Sutarman seharusnya lebih mengutamakan kepentingan nasional dibanding kepentingan korps Kepolisian. ”Tapi, bagi sebagian anggota DPR, sifat Sutarman yang terlalu loyal pada atasan malah dinilai merupakan hal yang positif,” ucap Naser.

Berkaitan dengan pembalakan hutan dan penangkapan ikan secara liar di Kepulauan Riau, menurut Naser, Sutarman bersih dari kasus tersebut.

Hari ini Kompolnas memenuhi undangan Komisi Hukum dan HAM DPR RI untuk memberikan keterangan perihal kelebihan dan kekurangan Sutarman, terkait uji kepatutan dan kelayakan terhadap Sutarman, yang merupakan calon tunggal Kepala Polri. Juga turut diundang Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK).

Kamis besok, 17 Oktober 2013, Sutarman dijadwalkan akan menjalani uji kelayakan dan kelayakan sebagai calon Kepala Polri. Rangkaian uji kepatutan dan kelayakan telah dimulai pekan lalu dengan mengunjungi kediaman Kepala Badan Reserse dan Kriminal Polri itu.


Sumber

nah lho... jadi penasaran, siapa sih yg suka neken2 gitu... emoticon-Malu (S)
btw... hari ini nih orang ngejalani uji kelayakan di DPR ya.. emoticon-Big Grin orang kek gini kok dijadiin Kapolri..... bener2 kelakuan siBuya.... emoticon-Big Grin



Ane curiga orang no 2 & 1 emoticon-Big Grin
Kalo n0 4 gak mungkin emoticon-Ngakak
pinter ngeles kayak bajaj,emoticon-Bata (S)
harusnya polri potong 3 generasi dan stop penerimaan 5 tahun, baru 70% bersih

ada kapolri de jure, ada kapolri de facto emoticon-Kiss
anggota dhewan, pertanyaanya aneh2....
Quote:Original Posted By silanceng
TEMPO.CO, Jakarta - Anggota Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) Adrianus Meliala mengatakan sudah menelusuri dugaan Komisaris Jenderal Sutarman menghambat langkah Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terkait kasus simulator SIM.

Menurut Adrianus, kepada Kompolnas, Sutarman mengatakan bahwa upaya penangkapan terhadap penyidik KPK, Novel Baswedan, dilakukan karena ada tekanan. Namun, Adrianus menolak membeberkan pihak yang menekan Sutarman waktu itu.

"Waktu itu Sutarman jadi orang nomor tiga. Jadi, masih ada yang bisa mengintervensinya," kata Adrianus ketika ditemui wartawan usai acara rapat dengar pendapat dengan Komisi Hukum dan Hak Asasi Manusia Dewan Perwakilan Rakyat (DPR), Rabu, 16 Oktober 2013.

Adrianus merasa yakin bila Sutarman menjadi orang nomor satu di Kepolisian, jenderal bintang tiga itu bisa bertindak tanpa ada tekanan dari siapa pun.

Anggota Kompolnas lainnya, M Naser, menilai kekurangan Sutarman adalah dia terlalu loyal pada atasan. "Bagi saya itu kekurangan, karena mudah dipengaruhi," ujar Naser.

Naser menegaskan, Sutarman seharusnya lebih mengutamakan kepentingan nasional dibanding kepentingan korps Kepolisian. ”Tapi, bagi sebagian anggota DPR, sifat Sutarman yang terlalu loyal pada atasan malah dinilai merupakan hal yang positif,” ucap Naser.

Berkaitan dengan pembalakan hutan dan penangkapan ikan secara liar di Kepulauan Riau, menurut Naser, Sutarman bersih dari kasus tersebut.

Hari ini Kompolnas memenuhi undangan Komisi Hukum dan HAM DPR RI untuk memberikan keterangan perihal kelebihan dan kekurangan Sutarman, terkait uji kepatutan dan kelayakan terhadap Sutarman, yang merupakan calon tunggal Kepala Polri. Juga turut diundang Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK).

Kamis besok, 17 Oktober 2013, Sutarman dijadwalkan akan menjalani uji kelayakan dan kelayakan sebagai calon Kepala Polri. Rangkaian uji kepatutan dan kelayakan telah dimulai pekan lalu dengan mengunjungi kediaman Kepala Badan Reserse dan Kriminal Polri itu.


Sumber

nah lho... jadi penasaran, siapa sih yg suka neken2 gitu... emoticon-Malu (S)
btw... hari ini nih orang ngejalani uji kelayakan di DPR ya.. emoticon-Big Grin orang kek gini kok dijadiin Kapolri..... bener2 kelakuan siBuya.... emoticon-Big Grin



Di republik ini masalah tekan menekan sudah lumrah gan emoticon-Embarrassment
calon tunggal kok pake fit proper tes dpr segala? emoticon-Bingung (S)

toh yg kepilih nanti kan dia juga emoticon-Bingung (S)

kecuali tujuannya...... emoticon-Malu
ane baca di twitter ada yg bilang Sutarman ini terlibat dalam upaya kriminalisasi Novel Baswedan (penyidik KPK) ... salah satu penyidik terbaik KPK
Quote:Original Posted By roller4stroker
Klo dia org ke-3, brarti yg bisa intervensi orang ke.... emoticon-Big Grin


Orang ke-2 dan pertama, antara Nanan atau Timur

emoticon-Bingung
terlalu loyal pada atasan, pantas si kebo milih neh orang