alexa-tracking

[Makin Mantap] Sidang Bentrok FPI VS Warga di Kendal, YLBHI Dampingi Warga Sukorejo

Main Content

1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/525f459fc2cb17ef34000005/makin-mantap-sidang-bentrok-fpi-vs-warga-di-kendal-ylbhi-dampingi-warga-sukorejo
Thumbs up 
[Makin Mantap] Sidang Bentrok FPI VS Warga di Kendal, YLBHI Dampingi Warga Sukorejo
Rabu, 16 Oktober 2013 | 18:30 WIB
Sidang Bentrok FPI, YLBHI Dampingi Warga Sukorejo

[Makin Mantap] Sidang Bentrok FPI VS Warga di Kendal, YLBHI Dampingi Warga Sukorejo
Ketua Front Pembela Islam Jawa Tengah Sihabudin (kanan), berbincang dengan tersangka bentrok FPI di Pengadilan Negeri Semarang, Jawa Tengah (10/10). Sidang perdana bentrok FPI di Sukorejo Kendal dipindahkan lokasinya ke Semarang karena faktor keamanan.( TEMPO/Budi Purwanto)


TEMPO.CO, Semarang - Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI), akan menjadi kuasa hukum empat warga Sukorejo, Kendal, Jawa Tengah, dalam sidang bentrok warga Sukorejo dan Front Pembela Islam di Pengadilan Negeri Semarang. Keterlibatan YLBHI memperkuat pendampingan hukum yang sebelumnya telah diberikan Lembaga Bantuan Hukum Semarang.

Koordinator Forum Warga Sukorejo Ellen Kurnialis mengatakan bersama LBH Semarang, warga perlu menggandeng YLBHI sebagai kuasa hukum, karena masalah itu bukan pidata semata, namun juga bernuansa politik. "Masalah kekerasan atas nama agama menjadi persoalan politik di negeri ini," kata Ellen kepada Tempo, kemarin, 15 Oktober 2013.

Kasus Sukorejo, kata dia, harus diselesaikan secara litigasi dan nonlitigasi. YLBHI dipandang memiliki jaringan untuk melakukan pendekatan nonlitigasi guna menggalang kekuatan prodemokrasi melawan isu kekerasan yang mengatasnamakan agama.

Direktur YLBHI, Alvon Kurnia Palma, menyatakan bersedia menjadi kuasa hukum warga Sukorejo karena YLBHI sangat peduli pada gerakan anti-kekerasan atas nama agama. "Kekerasan atas nama agama,seperti di Sukorejo, tak bisa ditoleransi," ujarnya.

Untuk itu, YLBHI menunjuk lima pengacara. Hari ini, Kamis, 17 Oktober, Pengadilan Negeri Semarang kembali menggelar sidang atas peristiwa yang terjadi pada 18 Juli lalu. Sidang kedua itu memiliki agenda pembacaan eksepsi.

Empat warga Sukorejo yang menjadi terdakwa adalah Agus Riyadi, Edi Bowo Dwi Yanto, Agung Fitriyono, dan Paido Godi Kulkarimah. Mereka dijerat Pasal 170 KUHP tentang tindak pengeroyokan dengan ancaman maksimal 5,5 tahun penjara.

Sedangkan terdakwa dari FPI adalah Soni Haryono, Satrio Yuono, dan Bayu Agung. Soni adalah sopir mobil FPI yang menabrak beberapa warga. Satu warga, Tri Munarti, tewas terseret mobil hingga 50 meter lebih. Dia dijerat Pasal 310 Ayat 2, 3, 4 dan Pasal 311 Ayat 3, 4, 5 UU Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan dengan ancaman hukuman penjara maksimal 6 tahun.

Sedangkan Satrio Yuono dan Bayu Agung dijerat Undang-Undang Darurat Nomor 12 Tahun 1951 Pasal 2, dengan ancaman hukuman maksimal penjara 10 tahun. Dalam kerusuhan tersebut, keduanya kedapatan membawa senjata tajam.

http://www.tempo.co/read/news/2013/1...Warga-Sukorejo


17 Oktober 2013 | 04:40 wib
Resah karena FPI, Warga Sukorejo ke YLBHI


KENDAL, suaramerdeka.com - Resah karena sepak terjang anggota Front Pembela Islam (FPI) Temanggung di Sukorejo Kendal, sembilan orang perwakilan warga Sukorejo Kendal, mendatangi YLBHI Jakarta. Kedatangan mereka yang didampingi Wahyu Nandang Herawan staf LBH Semarang, untuk melaporkan sepak terjang anggota FPI yang meresahkan mereka.

"Perilaku anggota FPI Temanggung yang melakukan sweeping, pengrusakan dan kekerasan di wilayah Sukorejo Kendal, jelas perbuatan melawan hukum. Warga jelas dirugikan dan merasa resah dengan aksi FPI. Juga mereka kan bukan aparat keamanan. Jelas ini tak bisa dibiarkan," kata Nandang kepada Suara Merdeka, di YLBHI Jl Diponegoro, sore kemarin.

Kedatangan mereka ditemui Bahrain, Direktur Advokasi YLBHI. Menurut Bahrain, YLBHI jelas menyesalkan perbuatan FPI, dan YLBHI akan mendesak pemerintah untuk bersikap terhadap organisasi yang melakukan tindak kekerasan.

Lebih lanjut menurut Nandang, pihaknya juga meminta untuk mempelajri apakah aparat keamanan membiarkan bentrokan antara warga dengan FPI. Yang jelas warga hanya membela diri dari aksi kekerasan yang dilakukan anggota FPI.

"Yang perlu juga diketahui warga Sukorejo bernama Agung Fitriyono. Paedo Gogi, Edi Bowo Dwiyanto dan Agus Riyadi, dijadikan terdakwa dalam kasus bentrok dengan anggota FPI. Padahal mereka hanya membela diri dari aksi sweeping FPI. Ini kan suatu yang tidak adil,"papar Nandang.

http://www.suaramerdeka.com/v1/index...orejo-ke-YLBHI


Kamis, 10 Oktober 2013 | 16:31 WIB
Rusuh Sukorejo, Anggota FPI Dijerat UU Lalu Lintas


TEMPO.CO, Semarang - Soni Haryono, anggota Front Pembela Islam yang mengakibatkan kematian seorang warga, menabrak petugas Kepolisian dan beberapa warga dalam kerusuhan di Sukorejo, Kendal, Jawa Tengah, 18 Juli 2013 lalu, dijerat dengan UU Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan.

"Terdakwa dijerat Pasal 310 ayat 2,3,4 dan Pasal 311 ayat 3,4,5 UU No 22 Tahun 2009," kata Mustar, salah satu jaksa penuntut umum, yang membacakan tuntutan pada sidang perdana di Pengadilan Negeri Semarang, Kamis, 10 Oktober 2013. Ancaman hukumannya penjara maksimal 6 tahun.

Dengan pertimbangan keamanan, persidangan kasus kerusuhan antara FPI dengan warga Sukorejo dipindahkan dari Pengadilan Negeri Kendal ke Pengadilan Negeri Semarang.

Pada kerusuhan di Sukorejo 18 Juli 2013, Soni yang mengendarai mobil Avanza sambil membungkuk dengan alasan menghindari lemparan warga. Mobilnya menabrak beberapa pengendara sepeda motor dan petugas Kepolisian yang mengamankan kerusuhan. Tri Munarti, salah satu pengendara motor yang tertabrak dan terseret hingga 50 meter lebih hingga akhirnya meninggal dunia.

Dalam berkas persidangan lainnya, dua anggota FPI lainnya, Satrio Yuono dan Bayu Agung, dijerat dengan Undang-Undang Darurat Nomor 12 Tahun 1951 Pasal 2 dengan ancaman hukuman maksimal penjara 10 tahun. Dalam kerusuhan tersebut, keduanya membawa senjata tajam.

Selain tiga tersangka dari anggota FPI, majelis hakim juga menyidangkan empat warga Sukorejo dan sekitarnya, yakni Agus Riyadi, Edi Bowo Dwi Yanto, Agung Fitriyono dan Paido Godi Kulkarimah. Mereka dijerat dengan dengan Pasal 170 KUHP tentang tindak pengeroyokan dengan ancaman maksimal 5,5 tahun penjara.

Sidang perdana hanya mendengarkan tuntutan jaksa. Ketua mejelis hakim, Fathul Bari, mengatakan sidang dilanjutkan 17 Oktober 2013 dengan agenda pembacaan eksepsi.

Gunardi, orang tua Edi Bowo Dwi Yanto yang ikut menghadiri persidangan, usai persidangan menyatakan pihaknya berharap hakim memutus perkara secara adil. "Hakim harus tahu mana yang sengaja melakukan kerusuhan dan mana yang hanya membela diri," ujarnya. "Warga tak akan bereaksi jika tak ada aksi dari FPI."

http://www.tempo.co/read/news/2013/1...UU-Lalu-Lintas

Perusuh wajib dihukum. emoticon-Big Grin
Bentrok FPI di Kendal yg menewaskan 1 orang warga. emoticon-Big Grin
Quote:


Sopir FPI yg menabrak dan menyeret korban.
[Makin Mantap] Sidang Bentrok FPI VS Warga di Kendal, YLBHI Dampingi Warga Sukorejo
Suami Dipenjara, Istri Anggota FPI Penabrak Warga Menangis
Slamet Priyatin
Sabtu, 20 Juli 2013 | 22:19 WIB


KENDAL,KOMPAS.com - Erni Kusrini (38), istri Soni Haryanto, tersangka penabrak warga hingga meninggal dunia dalam bentrok FPI dan warga di Kendal, langsung menangis saat bertemu dengan suaminya di ruang tahanan Polres Kendal, Jawa Tengah, Sabtu (20/7) sore. Saat menjenguk suaminya, Erni membawa putrinya, Cantika Putri Sonya (9).

Sementara Soni terlihat tabah. Ia meminta agar istri dan anaknya jangan bersedih. Setelah itu, ia mencium istri dan anaknya yang masih terisak tersebut.

Pada kesempatan itu, Erni yang ditemui Kompas.com mengaku dirinya tidak tahu kalau suaminya berangkat di Sukorejo. Sebab izinnya hanya akan mendatangi pengajian akbar, dan suaminya hanya disuruh mengemudikan mobil.

Erni mengakui suaminya adalah anggota FPI yang tidak aktif. Suaminya berkumpul dengan anggota FPI hanya dalam acara pengajian. Sedangkan untuk yang kegiatan lainnya tidak pernah ikut.

“Saya bersama keluarga, pulang ke Muntilan Kabupaten Magelang ini pada tahun 2000-an. Lalu suami saya bertemu kembali dengan beberapa teman sekolahnya yang menjadi anggota FPI,” ceritanya.

Erni mengaku baru tahu suaminya berada di tahanan karena menabrak orang dari salah seorang anggota FPI yang Kamis (18/7/2013) malam menemuinya. Menurutnya, anggota FPI itu memberitahukan kalau suaminya dipenjara. Setelah mendengar kabar tersebut, Erni mengaku tidak bisa tidur. Lalu paginya setelah subuh, ia mengumpulkan 3 anaknya dan memberi tahu kalau ayahnya berada dalam penjara.

“Anak saya yang besar sudah kelas 3 SMP, sedangkan yang kedua kelas 3 SD, dan terakhir masih balita," akunya.

Erni menjelaskan, setelah diberitahu tentang keberadaan ayahnya, anak pertama dan keduanya langsung menangis. Mereka seperti tidak mau terima dengan keadaan tersebut. Namun setelah diberi penjelasan, akhirnya mereka bisa menerimanya.

“Saya berharap semuanya bisa selesai dan suami saya bisa pulang bersama keluarga,” harapnya.

http://regional.kompas.com/read/2013...Warga.Menangis
segel kantor cabangnya, percuma klo cmn penjarakan satu dua org emoticon-Big Grin
Penolakan suami dari korban yg tewas karena FPI.
Quote:


Quote:
para kaum intoleran, itulah akibatnya kalu jauh dari yang namanya KASIH
trus kenape kalo YLBHI yang dukung warga?


paling kalo nih YLBHI dukung warga parasit ria-rio atau pluit atau PKL, penastak pada ga seneng juga emoticon-Big Grinemoticon-Big Grinemoticon-Big Grinemoticon-Big Grinemoticon-Big Grinemoticon-Big Grin
Heran aja. Ada 4 warga Kendal ikut dijadikan tersangka oleh Polkis, padahal mereka bertindak karena tidak ada aparat yang menindak FPI.

Aneh juga polisi melindungi FPI. Padahal ini organisasi yang justru merusak nama Islam bahkan sampai ke tingkat internasional.

Nggak heran satu pimpinan FPI pekalongan masuk Daftar Teroris Internasional.
group preman koq terus di pelihara sih?
Quote:


Yang ngebunuh sama yg bela diri, hukumannya cuma beda setengah taun?


Oz......numben yak belakangan thread FPI ga laku
Fansboysnya dah terlalu sering terguncang kayaknya deh, sampe udah ga punya otak lagi buat mikir gimana cara counternya emoticon-Ngakak
selama mandagri masih dia orang ga akan pernah jera nich ormas...sadis kalo ga salah yang meninggal perempuan kan...?
diakui si riziq gak ya
ormas tukang rusuh. isinya nggak jauh2 dari sampah masyarakat yg lagi mabok agama dan merasa yg paling hebat dan benar.

emoticon-2 Jempol
Astajim onta, semakin Mentereng aja nama ISLAM dalam DUNIA KEKERASAN emoticon-Leh Uga