alexa-tracking

Main Content

1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/525f459fc2cb17ef34000005/makin-mantap-sidang-bentrok-fpi-vs-warga-di-kendal-ylbhi-dampingi-warga-sukorejo
Thumbs up 
[Makin Mantap] Sidang Bentrok FPI VS Warga di Kendal, YLBHI Dampingi Warga Sukorejo
Rabu, 16 Oktober 2013 | 18:30 WIB
Sidang Bentrok FPI, YLBHI Dampingi Warga Sukorejo

[Makin Mantap] Sidang Bentrok FPI VS Warga di Kendal, YLBHI Dampingi Warga Sukorejo
Ketua Front Pembela Islam Jawa Tengah Sihabudin (kanan), berbincang dengan tersangka bentrok FPI di Pengadilan Negeri Semarang, Jawa Tengah (10/10). Sidang perdana bentrok FPI di Sukorejo Kendal dipindahkan lokasinya ke Semarang karena faktor keamanan.( TEMPO/Budi Purwanto)


TEMPO.CO, Semarang - Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI), akan menjadi kuasa hukum empat warga Sukorejo, Kendal, Jawa Tengah, dalam sidang bentrok warga Sukorejo dan Front Pembela Islam di Pengadilan Negeri Semarang. Keterlibatan YLBHI memperkuat pendampingan hukum yang sebelumnya telah diberikan Lembaga Bantuan Hukum Semarang.

Koordinator Forum Warga Sukorejo Ellen Kurnialis mengatakan bersama LBH Semarang, warga perlu menggandeng YLBHI sebagai kuasa hukum, karena masalah itu bukan pidata semata, namun juga bernuansa politik. "Masalah kekerasan atas nama agama menjadi persoalan politik di negeri ini," kata Ellen kepada Tempo, kemarin, 15 Oktober 2013.

Kasus Sukorejo, kata dia, harus diselesaikan secara litigasi dan nonlitigasi. YLBHI dipandang memiliki jaringan untuk melakukan pendekatan nonlitigasi guna menggalang kekuatan prodemokrasi melawan isu kekerasan yang mengatasnamakan agama.

Direktur YLBHI, Alvon Kurnia Palma, menyatakan bersedia menjadi kuasa hukum warga Sukorejo karena YLBHI sangat peduli pada gerakan anti-kekerasan atas nama agama. "Kekerasan atas nama agama,seperti di Sukorejo, tak bisa ditoleransi," ujarnya.

Untuk itu, YLBHI menunjuk lima pengacara. Hari ini, Kamis, 17 Oktober, Pengadilan Negeri Semarang kembali menggelar sidang atas peristiwa yang terjadi pada 18 Juli lalu. Sidang kedua itu memiliki agenda pembacaan eksepsi.

Empat warga Sukorejo yang menjadi terdakwa adalah Agus Riyadi, Edi Bowo Dwi Yanto, Agung Fitriyono, dan Paido Godi Kulkarimah. Mereka dijerat Pasal 170 KUHP tentang tindak pengeroyokan dengan ancaman maksimal 5,5 tahun penjara.

Sedangkan terdakwa dari FPI adalah Soni Haryono, Satrio Yuono, dan Bayu Agung. Soni adalah sopir mobil FPI yang menabrak beberapa warga. Satu warga, Tri Munarti, tewas terseret mobil hingga 50 meter lebih. Dia dijerat Pasal 310 Ayat 2, 3, 4 dan Pasal 311 Ayat 3, 4, 5 UU Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan dengan ancaman hukuman penjara maksimal 6 tahun.

Sedangkan Satrio Yuono dan Bayu Agung dijerat Undang-Undang Darurat Nomor 12 Tahun 1951 Pasal 2, dengan ancaman hukuman maksimal penjara 10 tahun. Dalam kerusuhan tersebut, keduanya kedapatan membawa senjata tajam.

http://www.tempo.co/read/news/2013/1...Warga-Sukorejo


17 Oktober 2013 | 04:40 wib
Resah karena FPI, Warga Sukorejo ke YLBHI


KENDAL, suaramerdeka.com - Resah karena sepak terjang anggota Front Pembela Islam (FPI) Temanggung di Sukorejo Kendal, sembilan orang perwakilan warga Sukorejo Kendal, mendatangi YLBHI Jakarta. Kedatangan mereka yang didampingi Wahyu Nandang Herawan staf LBH Semarang, untuk melaporkan sepak terjang anggota FPI yang meresahkan mereka.

"Perilaku anggota FPI Temanggung yang melakukan sweeping, pengrusakan dan kekerasan di wilayah Sukorejo Kendal, jelas perbuatan melawan hukum. Warga jelas dirugikan dan merasa resah dengan aksi FPI. Juga mereka kan bukan aparat keamanan. Jelas ini tak bisa dibiarkan," kata Nandang kepada Suara Merdeka, di YLBHI Jl Diponegoro, sore kemarin.

Kedatangan mereka ditemui Bahrain, Direktur Advokasi YLBHI. Menurut Bahrain, YLBHI jelas menyesalkan perbuatan FPI, dan YLBHI akan mendesak pemerintah untuk bersikap terhadap organisasi yang melakukan tindak kekerasan.

Lebih lanjut menurut Nandang, pihaknya juga meminta untuk mempelajri apakah aparat keamanan membiarkan bentrokan antara warga dengan FPI. Yang jelas warga hanya membela diri dari aksi kekerasan yang dilakukan anggota FPI.

"Yang perlu juga diketahui warga Sukorejo bernama Agung Fitriyono. Paedo Gogi, Edi Bowo Dwiyanto dan Agus Riyadi, dijadikan terdakwa dalam kasus bentrok dengan anggota FPI. Padahal mereka hanya membela diri dari aksi sweeping FPI. Ini kan suatu yang tidak adil,"papar Nandang.

http://www.suaramerdeka.com/v1/index...orejo-ke-YLBHI


Kamis, 10 Oktober 2013 | 16:31 WIB
Rusuh Sukorejo, Anggota FPI Dijerat UU Lalu Lintas


TEMPO.CO, Semarang - Soni Haryono, anggota Front Pembela Islam yang mengakibatkan kematian seorang warga, menabrak petugas Kepolisian dan beberapa warga dalam kerusuhan di Sukorejo, Kendal, Jawa Tengah, 18 Juli 2013 lalu, dijerat dengan UU Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan.

"Terdakwa dijerat Pasal 310 ayat 2,3,4 dan Pasal 311 ayat 3,4,5 UU No 22 Tahun 2009," kata Mustar, salah satu jaksa penuntut umum, yang membacakan tuntutan pada sidang perdana di Pengadilan Negeri Semarang, Kamis, 10 Oktober 2013. Ancaman hukumannya penjara maksimal 6 tahun.

Dengan pertimbangan keamanan, persidangan kasus kerusuhan antara FPI dengan warga Sukorejo dipindahkan dari Pengadilan Negeri Kendal ke Pengadilan Negeri Semarang.

Pada kerusuhan di Sukorejo 18 Juli 2013, Soni yang mengendarai mobil Avanza sambil membungkuk dengan alasan menghindari lemparan warga. Mobilnya menabrak beberapa pengendara sepeda motor dan petugas Kepolisian yang mengamankan kerusuhan. Tri Munarti, salah satu pengendara motor yang tertabrak dan terseret hingga 50 meter lebih hingga akhirnya meninggal dunia.

Dalam berkas persidangan lainnya, dua anggota FPI lainnya, Satrio Yuono dan Bayu Agung, dijerat dengan Undang-Undang Darurat Nomor 12 Tahun 1951 Pasal 2 dengan ancaman hukuman maksimal penjara 10 tahun. Dalam kerusuhan tersebut, keduanya membawa senjata tajam.

Selain tiga tersangka dari anggota FPI, majelis hakim juga menyidangkan empat warga Sukorejo dan sekitarnya, yakni Agus Riyadi, Edi Bowo Dwi Yanto, Agung Fitriyono dan Paido Godi Kulkarimah. Mereka dijerat dengan dengan Pasal 170 KUHP tentang tindak pengeroyokan dengan ancaman maksimal 5,5 tahun penjara.

Sidang perdana hanya mendengarkan tuntutan jaksa. Ketua mejelis hakim, Fathul Bari, mengatakan sidang dilanjutkan 17 Oktober 2013 dengan agenda pembacaan eksepsi.

Gunardi, orang tua Edi Bowo Dwi Yanto yang ikut menghadiri persidangan, usai persidangan menyatakan pihaknya berharap hakim memutus perkara secara adil. "Hakim harus tahu mana yang sengaja melakukan kerusuhan dan mana yang hanya membela diri," ujarnya. "Warga tak akan bereaksi jika tak ada aksi dari FPI."

http://www.tempo.co/read/news/2013/1...UU-Lalu-Lintas

Perusuh wajib dihukum. emoticon-Big Grin
Bentrok FPI di Kendal yg menewaskan 1 orang warga. emoticon-Big Grin
Quote:Original Posted By ozombie
Video Bentrok FPI vs Warga Sukorejo Beredar Luas
Rabu, 24 Juli 2013 13:44 wib


KENDAL - Video bentrokan antara-anggota Front Pembela Islam (FPI) dengan warga Kecamatan Sukorejo, beredar luas di masyarakat Kabupaten Kendal, Jawa Tengah. Dalam rekaman video terlihat bentrok terjadi di Jalan Raya Sukorejo dan mobil FPI menabrak hingga menyeret warga.

Bentrokan antara FPI dengan warga Sukorejo terekam kamera CCTV di Gereja St Isidorus di Jalan Raya Sukorejo, Patean. Dalam video yang beredar luas itu terlihat konvoi FPI berhenti di depan gereja dan SPBU.

Sejumlah anggota FPI kemudian turun dari mobil dan melakukan perusakan mobil dan warung di sekitarnya. Aksi anarkis itu spontan mendapat perlawanan warga hingga terjadi bentrok. Jumlah warga yang semakin banyak memaksa anggota FPI kabur tunggang langgang.

Massa FPI kemudian meninggalkan lokasi di depan gereja dan SPBU disusul mobil Avanza hitam yang tertinggal. Massa yang terlalu banyak membuat pengemudi mobil Avanza panik dan tancap gas.

Mobil sempat menabrak kerumunan warga dan sejumlah sepeda motor serta menyeretnya hingga dua kilometer. Satu korban terseret mobil dan terlepas setelah mobil melaju sejauh 54 meter. Massa yang marah mencoba mengejar mobil Avanza karena menabrak motor dan menyeret korban.

Dalam video juga terlihat polisi bersiaga di lokasi bentrokan. Wakapolres Kendal, Kompol Mulyawati, menolong korban kecelakaan yang terseret mobil FPI.

Salah seorang warga, Warsono, mengatakan, video tersebut beredar melalui telefon genggam, namun dia mengaku tidak mengetahui asal mula video itu diperoleh hingga beredar luas.

“Beredar melalui handphone. Wajarlah jika warga marah karena mobil melaju kencang dan menyeret korban,” ujar Warsono, Rabu (24/7/2013).

Dia berharap, polisi mengusut tuntas kasus tersebut agar tidak terulang lagi. Warga juga mengaku khawatir terjadi aksi balasan hingga berujung pada bentrok susulan.

http://jogja.okezone.com/read/2013/0...o-beredar-luas

Padahal kemarin di tiviwan bilang tidak melakukan pengrusakan. FPI boleh bohong di bulan ini? emoticon-Big Grin

youtube-thumbnail


Video tabrak lari FPI
youtube-thumbnail


Quote:Original Posted By pisssexmaniac
ini video asli nabraknya

youtube-thumbnail


Sopir FPI yg menabrak dan menyeret korban.
[Makin Mantap] Sidang Bentrok FPI VS Warga di Kendal, YLBHI Dampingi Warga Sukorejo
Suami Dipenjara, Istri Anggota FPI Penabrak Warga Menangis
Slamet Priyatin
Sabtu, 20 Juli 2013 | 22:19 WIB


KENDAL,KOMPAS.com - Erni Kusrini (38), istri Soni Haryanto, tersangka penabrak warga hingga meninggal dunia dalam bentrok FPI dan warga di Kendal, langsung menangis saat bertemu dengan suaminya di ruang tahanan Polres Kendal, Jawa Tengah, Sabtu (20/7) sore. Saat menjenguk suaminya, Erni membawa putrinya, Cantika Putri Sonya (9).

Sementara Soni terlihat tabah. Ia meminta agar istri dan anaknya jangan bersedih. Setelah itu, ia mencium istri dan anaknya yang masih terisak tersebut.

Pada kesempatan itu, Erni yang ditemui Kompas.com mengaku dirinya tidak tahu kalau suaminya berangkat di Sukorejo. Sebab izinnya hanya akan mendatangi pengajian akbar, dan suaminya hanya disuruh mengemudikan mobil.

Erni mengakui suaminya adalah anggota FPI yang tidak aktif. Suaminya berkumpul dengan anggota FPI hanya dalam acara pengajian. Sedangkan untuk yang kegiatan lainnya tidak pernah ikut.

“Saya bersama keluarga, pulang ke Muntilan Kabupaten Magelang ini pada tahun 2000-an. Lalu suami saya bertemu kembali dengan beberapa teman sekolahnya yang menjadi anggota FPI,” ceritanya.

Erni mengaku baru tahu suaminya berada di tahanan karena menabrak orang dari salah seorang anggota FPI yang Kamis (18/7/2013) malam menemuinya. Menurutnya, anggota FPI itu memberitahukan kalau suaminya dipenjara. Setelah mendengar kabar tersebut, Erni mengaku tidak bisa tidur. Lalu paginya setelah subuh, ia mengumpulkan 3 anaknya dan memberi tahu kalau ayahnya berada dalam penjara.

“Anak saya yang besar sudah kelas 3 SMP, sedangkan yang kedua kelas 3 SD, dan terakhir masih balita," akunya.

Erni menjelaskan, setelah diberitahu tentang keberadaan ayahnya, anak pertama dan keduanya langsung menangis. Mereka seperti tidak mau terima dengan keadaan tersebut. Namun setelah diberi penjelasan, akhirnya mereka bisa menerimanya.

“Saya berharap semuanya bisa selesai dan suami saya bisa pulang bersama keluarga,” harapnya.

http://regional.kompas.com/read/2013...Warga.Menangis
segel kantor cabangnya, percuma klo cmn penjarakan satu dua org emoticon-Big Grin
Penolakan suami dari korban yg tewas karena FPI.
Quote:Original Posted By ozombie
Suami Mendiang Tri Munarti Tolak Santunan FPI
Minggu, 28 Juli 2013 16:19


Starberita-Jakarta, Samsu Eko Yulianto, 50 tahun, suami Tri Munarti, korban meninggal dunia akibat bentrokan antara Front Pembela Islam dengan warga Sukorejo Kendal, Jawa Tengah menyatakan menolak rencana pemberian santunan dari Front Pembela Islam sebagai bantuan biaya pendidikan untuk anak korban.

"Saya tidak bisa menerima santunan itu," kata Yulianto. "Saya tak mau melukai hati masyarakat Sukorejo yang kecewa dengan FPI, khususnya yang menjadi korban".

Sebagai bentuk tali asih, pimpinan FPI pusat akan memberikan santunan Rp 500 ribu tiap bulan hingga anak korban tamat perguruan tinggi. Atas alasan tersebut, kepada pimpinan FPI, guru SD Negeri Tambahrejo, Sukorejo ini meminta maaf tidak bisa menerima santunan, meski sebenarnya keluarganya sangat membutuhkan, terutama untuk pendidikan anaknya, Arif Rahman yang masih duduk di kelas SMA.

Jumat kemarin, Ketua FPI Yogyakarta, Bambang Tedi menjenguk Yulianto di rumahnya, desa Krikil, Pageruyung. Penolakan tersebut juga disampaikan kepada Bambang. Namun Bambang memaksa Yulianto menerima bingkisannya atas nama pribadi sebagai tali silatuttahmi.

Yulianto dan istrinya adalah korban kebrutalan FPI di Sukorejo, 19 Juli lalu. FPI dari Temanggung, Magelang dan Yogyakarta melakukan sweeping di Sukorejo. Aksi tak simpati tersebut mendapat perlawanan warga. Salah satu supir pengendara mobil FPI berusaha melarikan diri, namum menabrak enam warga termasuk anggota polisi yang tengah mengamankan massa. Tri Munarti yang saat itu sedang berboncengan sepeda motor dengan Yulianto, tertabrak dan terseret mobil FPI hingga hampir 100 meter. Munarti meninggal. (ti/YEZ)

http://www.starberita.com/index.php?...nal&Itemid=726


Jumat, 26/07/2013 09:44 WIB
Prahara FPI dan Keluarga Korban Tewas di Kendal
Rachmadin Ismail - detikNews

[Makin Mantap] Sidang Bentrok FPI VS Warga di Kendal, YLBHI Dampingi Warga Sukorejo
Jakarta - Front Pembela Islam (FPI) dan keluarga korban tewas insiden di Kendal, Jawa Tengah, sudah bertemu. Permintaan maaf sudah disampaikan Ketum FPI Habib Rizieq dan sudah diterima. Namun ada beberapa hal yang masih menyisakan prahara.

Korban tewas di Kendal itu adalah seorang ibu bernama Tri Munarti. Dia meninggal dunia karena tertabrak mobil Toyota Avanza yang dinaiki rombongan FPI. Mereka sempat dihadang warga, lalu karena panik sang sopir memacu mobilnya hingga menabrak motor yang ditumpangi Tri. Motor tersebut sempat terseret mobil.

Berselang beberapa hari setelah kejadian, suami Tri, Samsu Eko Julianto, bertemu dengan ketum FPI. Di sana, Rizieq menyampaikan beberapa hal, termasuk permintaan maaf dan rencana santunan. Namun tak semua diterima oleh pihak keluarga.

Berikut tiga prahara antara FPI dan keluarga di Kendal:

Permintaan Maaf

Permintaan maaf Rizieq sebagai perwakilan dari FPI kepada keluarga Tri Munarti disampaikan terbuka. Sejumlah orang hadir dalam pertemuan itu, termasuk media.

Menanggapi hal ini, suami almarhumah, Samsu Eko Julianto, mengaku sudah memaafkan FPI secara organisasi. Namun masih ada ganjalan di hatinya. Terutama dari pihak FPI Temanggung.

"Saya bilang begini: Kaitannya bukan dengan Pak Habib, kaitan dengan mereka FPI yang ada di Temanggung, sampai sekarang mereka belum ada yang datang ke saya," kata Samsu.

Pihak FPI Jawa Tengah juga sudah menyampaikan permintaan maaf. "Dari perorangan Temanggung aja yang belum," imbuhnya.

Santunan Beasiswa

Dalam siaran pers yang dikirim ke detikcom, Rabu (24/7), ketum FPI Rizieq Shihab menyampaikan niat untuk memberi beasiswa pada dua putera Tri Munarti hingga sarjana. Biaya yang akan mereka gelontorkan Rp 500 ribu per bulan. Pemberian bakal dilakukan mulai bulan Juli.

Namun ternyata, pihak keluarga menolaknya. Setelah berembuk, mereka menilai bantuan itu lebih baik disalurkan bagi orang lain yang membutuhkan.

"Lebih baik jangan. Alasannya biar bisa dimanfaatkan Pak Habib untuk dipergunakan oleh yang lain," kata Samsu.

Menurut Samsu, penolakan ini sudah disampaikan ke pihak FPI melalui perwakilannya di Jawa Tengah. Namun mereka tetap berusaha meyakinkan Samsu dan keluarga agar menerima bantuan tersebut.

"Niatnya memang baik, saya menghargai. Tapi mungkin ada yang lebih memerlukan," tegasnya.

"Ini sudah jadi keputusan keluarga untuk menolak," sambungnya.


Proses Hukum

Meski sudah memaafkan FPI secara organisasi, keluarga Tri Munarti tetap berharap sopir penabrak diproses hukum. Bila perlu, Samsu, suami Tri meminta agar si pelaku dijerat dengan hukuman berlapis.

"Soalnya itu sudah niat membuat huru-hara. Ada sebab maka bisa terjadi demikian," tegasnya.


Soni, sopir mobil FPI, kini sudah menjadi tersangka. Dia dijerat dengan pasal kelalaian lalu lintas.

[url]http://news.detik..com/read/2013/07/26/094433/2315054/10/prahara-fpi-dan-keluarga-korban-tewas-di-kendal[/url]


Quote:Original Posted By yisrael

[AWAS FANSBOY TERGUNCANG] Tolak Bantuan FPI, Julianto Mau Dibantu Pihak Lain
Written by Anto Sidharta
Wed,31 July 2013 | 12:11

KBR68H, Jakarta - Uang bukan segalanya bagi Samsu Eko Julianto, suami Tri Munarti, korban tewas akibat insiden tabrakan maut yang melibatkan ormas FPI di Sukorejo, Kendal, Jawa Tengah, 18 Juli lalu. Ia menelaah betul asal-usul pemberi bantuan untuknya setelah ia ditinggal mati istrinya.

Setelah pekan lalu (24/7) menolak pemberian beasiswa Rp 500 ribu per bulan untuk kedua anaknya dari Ketua Umum FPI Rizieq Shihab, ia ini bersedia menerima bantuan dari pihak lain. Malah ia menerima dengan senang hati.

“Tanggapan Pak Julianto sangat positif. Bahkan beliau bilang merasa sangat terharu dan merasa malah merepotkan kita-kita yang membuat kegiatan ini,” jelas Aktivis Jaringan Islam Liberal (JIL) Nong Darol Mahmada ketika dihubungi PortalKBR68H.

Ia mengaku sengaja menelpon Julianto untuk menghindari adanya salah paham dalam kegiatan pemberian bantuan ini.

Lantas bagaimana mekanisme pengumpulan dan pemberian bantuan? Nong menjelaskan, ia telah membuka rekening BCA untuk pengumpulan dana untuk putra-putri Julianto.

“Inilah nomor rekeningnya: 5405057309 atas nama Nong Darol Mahmada. Rekening ini hanya diperuntukkan buat anak-anak Pak Julianto, dan bila dananya udah terkumpul rekening ini akan diserahkan kepada putra putrinya langsung,” jelas Nong.

Rabu (31/7) pagi ini, rekening sudah mulai bisa dipergunakan. “Sudah ada yang transfer tapi belum dicek nominalnya,” ungkap Nong.

Jumlah rekening bantuan, kata dia, akan di update setiap dua hari sekali melalui jejaring sosial.

Kerja Sama dengan Gusdurian

Nong sadar pengumpulan dana publik seorang diri sangat riskan. Untuk itu ia mengajak kerja sama pihak lain untuk mengawasinya yakni penggagas kegiatan ini yakni Lies Marcoes dan Koordinator Jaringan Gusdurian, Alissa Wahid. Kata dia, sumbangan dari para pengagum Abdurrahman Wahid alias Gus Dur di Gusdurian akan dimasukkan ke dalam rekening itu.

Sementara, soal target bantuan, menurut Nong mencapai Rp 300 juta. “Itu sesuai dengan keinginan Mbak Lies Marcoes, karena ini buat dana pendidikan,” jelas Nong. Namun, ia pribadi mengaku tidak mempermasalahkan jika dana tidak mencapai target. Dana tetap akan disalurkan ke Julianto.

“Dana akan diserahkan usai Lebaran,” tambah Nong.

Ia berharap dana yang terkumpul bisa membantu biaya pendidikan dua anak Julianto yang kini menjadi mahasiswa D3 Kebidanan dan siswa SMU.

Spoiler for yang pasti bukan dari arr*hmah dan v*a:


Komen TS: bukan nominal yang dipermasalahkan disini, tapi tanggung jawab moril emoticon-I Love Indonesia (S)
para kaum intoleran, itulah akibatnya kalu jauh dari yang namanya KASIH
trus kenape kalo YLBHI yang dukung warga?


paling kalo nih YLBHI dukung warga parasit ria-rio atau pluit atau PKL, penastak pada ga seneng juga emoticon-Big Grinemoticon-Big Grinemoticon-Big Grinemoticon-Big Grinemoticon-Big Grinemoticon-Big Grin
Heran aja. Ada 4 warga Kendal ikut dijadikan tersangka oleh Polkis, padahal mereka bertindak karena tidak ada aparat yang menindak FPI.

Aneh juga polisi melindungi FPI. Padahal ini organisasi yang justru merusak nama Islam bahkan sampai ke tingkat internasional.

Nggak heran satu pimpinan FPI pekalongan masuk Daftar Teroris Internasional.
group preman koq terus di pelihara sih?
Quote:Empat warga Sukorejo yang menjadi terdakwa adalah Agus Riyadi, Edi Bowo Dwi Yanto, Agung Fitriyono, dan Paido Godi Kulkarimah. Mereka dijerat Pasal 170 KUHP tentang tindak pengeroyokan dengan ancaman maksimal 5,5 tahun penjara.

Sedangkan terdakwa dari FPI adalah Soni Haryono, Satrio Yuono, dan Bayu Agung. Soni adalah sopir mobil FPI yang menabrak beberapa warga. Satu warga, Tri Munarti, tewas terseret mobil hingga 50 meter lebih. Dia dijerat Pasal 310 Ayat 2, 3, 4 dan Pasal 311 Ayat 3, 4, 5 UU Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan dengan ancaman hukuman penjara maksimal 6 tahun.


Yang ngebunuh sama yg bela diri, hukumannya cuma beda setengah taun?


Oz......numben yak belakangan thread FPI ga laku
Fansboysnya dah terlalu sering terguncang kayaknya deh, sampe udah ga punya otak lagi buat mikir gimana cara counternya emoticon-Ngakak
selama mandagri masih dia orang ga akan pernah jera nich ormas...sadis kalo ga salah yang meninggal perempuan kan...?
diakui si riziq gak ya