alexa-tracking

Main Content

1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/525f310e3f42b2b724000004/dinasti-golkar-di-hotel-jw-marriott-singapura-akil-atut-dan-wawan-bahas-pilkada
Smile 
{Dinasti Golkar} Di Hotel JW Marriott Singapura, Akil, Atut, dan Wawan Bahas Pilkada
Di Singapura, Akil, Atut, dan Wawan Bahas Pilkada
Agustinus Handoko, Susana Rita, Khaerudin, Anita Yossihara, Dahlia Irawati
Kamis, 17 Oktober 2013 | 06:02 WIB

{Dinasti Golkar} Di Hotel JW Marriott Singapura, Akil, Atut, dan Wawan Bahas Pilkada
Akil Mochtar - Ratu Atut Chosiyah - Tubagus Chaeri Wardhana | KOMPAS

JAKARTA, KOMPAS.com- Ketua Mahkamah Konstitusi (nonaktif) Akil Mochtar ternyata mengadakan pertemuan dengan Gubernur Banten Ratu Atut Chosiyah dan Tubagus Chaeri Wardana, adik kandung Atut, di Hotel JW Marriott, Singapura, untuk membicarakan pemilihan kepala daerah. Fakta itu disampaikan Pia Akbar Nasution, pengacara Tubagus Chaeri Wardana alias Wawan, Rabu (16/10/2013).

Menurut Pia, Atut yang berinisiatif menemui Akil untuk berkonsultasi masalah pilkada. Wawan, saat itu berada di Singapura sebenarnya untuk menonton balapan Formula 1. Namun, karena Atut hendak menemui Akil, kliennya pun diminta menemani.

”Sebenarnya yang mau ketemu Ibu Atut. Namun, karena Mas Wawan juga ada di Singapura, sementara Bu Atut agak terlambat datang, dia meminta Mas Wawan untuk menemui Pak Akil lebih dahulu. Setelah Bu Atut datang, Mas Wawan hanya menemani. Bu Atut waktu itu mau konsultasi masalah pilkada, secara umum saja,” katanya.

Menurut Pia, dalam pemeriksaan terhadap Wawan kemarin, penyidik juga mengonfirmasi pertemuan dengan Akil dan Atut di Singapura. ”Iya, antara lain memang soal pertemuan itu. Pertemuannya enggak lama kok, cuma 15 menit,” ujarnya.

Satu pesawat

Data yang diperoleh Kompas, saat berakhir pekan di Singapura pada Sabtu (21/9/2013), Akil dan Atut berangkat satu pesawat menggunakan Singapore Airlines SQ 953. Akil tercatat lebih dulu melintas di pemeriksaan imigrasi Bandar Udara Internasional Soekarno-Hatta daripada Atut.

Akil melintas pukul 05.08 WIB, sementara Atut pukul 06.50 WIB. Pesawat SQ 953 jenis Boeing 777-200 itu berangkat pukul 07.55 WIB. Akan tetapi, keduanya pulang pada hari berbeda. Akil pulang ke Indonesia Senin (23/9/2013), menggunakan pesawat Garuda Indonesia dengan nomor penerbangan GA 825. Sementara Atut baru pulang ke Indonesia pada Rabu (25/9/2013) menggunakan pesawat SQ 966.

Data yang sama juga menyebutkan, pada saat Akil dan Atut pergi ke Singapura, Wawan juga berada di negeri Singa. Wawan berangkat lebih dahulu. Suami Wali Kota Tangerang Selatan Airin Rachmi Diany ini berangkat ke Singapura menggunakan pesawat Garuda Indonesia, GA 836, pada Jumat (20/9/2013) pukul 19.00 WIB. Wawan baru kembali ke Indonesia pada Selasa (24/9/2013), menggunakan pesawat Garuda Indonesia, GA 825.

Namun, pengacara Akil, Otto Hasibuan, membantah, kliennya pernah satu pesawat dengan Atut. ”Dia (Atut) tidak pernah satu pesawat dengan Akil. Namun, dalam arti, kami tidak tahu juga. Pokoknya dia tidak pernah bertemu di pesawat dengan Atut. Namun, kan, bisa saja kita sama-sama satu pesawat, tetapi enggak tahu,” kata Otto Hasibuan, kemarin.

Akil dan Atut membantah

Otto juga membantah bahwa Akil pernah secara sengaja bertemu dengan Atut di Singapura. ”Pak Akil bilang, dia tidak pernah bertemu di Singapura. Jadi, kalau memang ada fakta-fakta secara insiden, bisa saja kan? Kita pergi ke sana mungkin, yang lain ada di sana juga mungkin. Bisa saja waktunya sama, tetapi yang pasti tidak pernah ada mereka melakukan pertemuan di Singapura,” katanya.

Di tempat terpisah, juru bicara keluarga Atut, Fitron Nur Ikhsan, juga senada. Menurut dia, Atut memang pergi ke Singapura. Namun, Atut tidak bertemu dengan Ketua MK Akil Mochtar. ”Ibu Atut memang ke Singapura untuk cek kesehatan rutin,” kata Fitron.

Menurut dia, Atut memang rutin memeriksakan kesehatannya di Rumah Sakit Mount Elizabeth. Dalam kunjungannya ke Singapura itu, Atut tidak bertemu Akil ataupun Wawan. ”Saya belum tahu kegiatan Pak Wawan di Singapura karena menurut Ibu Atut, beliau tidak bertemu Pak Wawan,” tutur Fitron lebih lanjut.

Wakil Ketua MK Hamdan Zoelva menyatakan tidak tahu soal kepergian Akil ke Singapura serta bertemu dengan Ratu Atut dan Wawan. ”Tidak ada yang tahu. Namun, beliau memang izin ke Singapura untuk berobat. Masalah kapan, kami tidak tahu,” ujarnya.

Sekretaris Jenderal MK Janedjri M Gaffar menyatakan, keberangkatan Akil ke Singapura tidak dikoordinasikan dengan dirinya selaku sekjen. Janedjri mengaku baru tahu Akil ke Singapura ketika yang bersangkutan sudah akan kembali. Ia pun tidak tahu apakah terdapat pertemuan antara Akil, Ratu Atut, dan Wawan.

”Saya juga ditanya penyidik KPK mengenai pertemuan itu, saya jawab tidak tahu. Karena, saya benar-benar tidak tahu beliau ke Singapura dan baru tahu ketika Pak Akil akan kembali. Itu pun setelah saya bertanya kepada bagian protokol,” katanya.

Janedjri juga membenarkan bahwa Akil memang sering ke luar negeri. Dalam catatan perlintasan Direktorat Jenderal (Ditjen) Imigrasi, Akil memang tercatat hampir setiap bulan ke luar negeri, seperti Singapura, Hongkong, Malaysia, Shanghai (China), dan Dubai (Uni Emirat Arab). Namun, menurut Janedjri, perjalanan tersebut bukan merupakan perjalanan dinas, melainkan perjalanan pribadi.

Selain dengan pesawat komersial, menurut Kepala Bagian Tata Usaha Pimpinan dan Protokol MK Teguh Wahyudi, Akil juga pernah menyewa jet pribadi. ”Waktu itu Bapak sakit dan sudah tidak tahan lagi. Dia lalu menyewa jet untuk ke Singapura,” ujar Teguh. Perjalanan yang dimaksud adalah ketika Akil berobat ke RS Mount Elizabeth, Singapura, untuk sakit pinggang yang dideritanya pada 25-26 Juli 2013.

KPK tambah pasal

Kemarin, Juru Bicara KPK Johan Budi SP mengumumkan surat perintah penyidikan baru atas nama tersangka Akil Mochtar. Apabila sebelumnya Akil dijerat dengan Pasal 12 Huruf c UU Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) juncto Pasal 55 Ayat 1 Kesatu KUHP, Pasal 6 UU Tipikor juncto Pasal 55 Ayat 1 Kesatu KUHP, kali ini ada pasal tambahan yang menjerat Akil.

”Kepada tersangka AM (Akil Mochtar) setelah melakukan pengembangan penyidikan, diduga juga melanggar Pasal 12 Huruf c atau Pasal 6 Ayat 2 dan atau Pasal 12B UU No 31/1999 sebagaimana diubah dengan UU No 20/2001 juncto Pasal 55 Ayat 1 Kesatu KUHP,” kata Johan.

Pasal 12B UU Tipikor ini, menurut Johan, menegaskan bahwa Akil diduga tak hanya menerima hadiah atau janji terkait dengan sengketa Pilkada Lebak dan Gunung Mas. ”Dari keterangan saksi ataupun tersangka dan hasil penggeledahan, penyidik KPK menduga ada tindak pidana korupsi tambahan berkaitan dengan Pasal 12B UU Tipikor, yakni dugaan tindak pidana korupsi dalam kaitan dengan penerimaan hadiah atau janji,” ujarnya.

Source

Akil Mochtar Ditangkap KPK
Pengacara Konfirmasi Pertemuan Akil, Atut dan Wawan di Singapura

Rabu, 16 Oktober 2013 15:12 WIB

{Dinasti Golkar} Di Hotel JW Marriott Singapura, Akil, Atut, dan Wawan Bahas Pilkada
Ratu Atut dan Akil Mochtar

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Pengacara Akil Mochtar, Otto Hasibuan mengaku belum tahu adanya pertemuan kliennya bersama Gubernur Banten Ratu Atut Chosiyah dan adiknya, Tubagus Chaeri Wardana alias Wawan di Singapura, sebelum KPK melakukan operasi tangkap tangan. Dia akan mengkonfirmasi peristiwa itu dengan Akil.

"Makanya saya mau ketemu langsung dulu untuk klarifikasi soal itu," kata Otto Hasibuan yang ditemui di Rutan KPK, Jakarta, Rabu (16/10/2013).

Selanjutnya, Otto tak mau banyak berspekulasi mengenai pertemuan tersebut. Dia hanya menggaransi akan membeberkan semua ke awak media setelah mengkonfirmasi kepada kliennya.

Sebelumnya, pada akhir pekan lalu beredar foto adanya pertemuan di Singapura yang melibatkan Akil, Atut dan Wawan.

Dalam foto tersebut memperlihatkan Wawan dan pejabat Badan Anggaran (Banggar) DPRD Banten sedang makan malam di Singapura. Mereka berseragam Red Bull Racing, salah satu tim peserta balapan supercepat Formula 1.

Informasi diterima wartawan, Wawan berangkat ke Singapura pada 20 September 2013 dan kembali ke Jakarta pada 24 September 2013. Pada saat yang sama, Ketua MK nonaktif Akil Mochtar dan Ratu Atut disebut-sebut juga berada di negara yang sama.

Sementara, Akil kabarnya berangkat pada 21 September 2013, sedangkan Atut berangkat pada 21 September 2013 dan pulang empat hari setelah itu.

Source

Modus lama koruptor: selalu mengadakan pertemuan di luar negeri. emoticon-Matabelo
ke luar negerinya pake duit negara apa bukan tuh??
Enak bgt tuh pejabat pada keluar negeri pake duit rakyat hasil korup....emoticon-Najis
Dah ketauan masih aja ngeles,,,,hadeh...kesian bgt dah,,,,
ini kuning2 mulai meresahkan lagi, hadeh..
dinasty nya mulai di bentuk dari mulai daerah sampai pusat, udh mirip dinasti biru.. emoticon-Ngakak
Ngapain ke singapur... Gampang di trace...... Ke anyer sono... Aman, atau puncak....

Oh ya... Kan mau buang hajat di singapur......
Wes tembak mati aja dah.

Makin eneg kalo liar alur ceritanya emoticon-Ngakak emoticon-Ngakak
Pasti aneh2 dan gak jauh beda ama koruptor lainya
wah kok satu pesawat ya, kaya mau piknik aja emoticon-Big Grin
ngaitken ame kasusnye neh rada mumet emoticon-Big Grin
Ketahuan modusnya nih para koruptor sok suci. emoticon-Big Grin
Mbahas Pilkada aja kudu di S'pore Bu emoticon-Big Grin
Quote:Original Posted By ** SENSOR **SENSOR
Mbahas Pilkada aja kudu di S'pore Bu emoticon-Big Grin

Supaya tidak gampang ketahuan, gan. emoticon-Matabelo
Akil Mochtar Ditangkap KPK
Wawan Akui Bertemu Akil di Singapura

Rabu, 16 Oktober 2013 19:25 WIB


TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Tubagus Chaeri Wardhana alias Wawan, tersangka kasus dugaan suap pengurusan sengketa Pilbub Kabupaten Lebak, Banten, mengaku pernah bertemu Ketua nonaktif Mahkamah Konstitusi (MK), Akil Mochtar di Singapura.

Hal itu diungkapkan oleh Pengacara Wawan, Pia Akbar Nazution. Dia membenarkan kliennya pernah melakukan pertemuan di Singapura dengan Akil.

"Kalau pertemuan dengan Pak Akil yang di Singapura benar ada," kata Pia saat ditemui di kantor KPK, Jakarta, Rabu (16/10/2013).

Meski begitu, ia enggan memberikan keterangan secara rinci kapan mereka melakukan pertemuan itu dan materi apa yang dibahas. Ia berdalih, bahwa pertemuan itu sewaktu kliennya nonton F1 di Singapura, dua pekan sebelum KPK mencokok mereka.

"Saya belum bisa sampaikan, karena proses penyidikan masih berlangsung," kata Pia.

Sementara, Akil Mochtar melalui pengacaranya, Otto Hasibuan, membantah pernah bertemu seorang pengusaha bernama Wawan. Otto menjelaskan bahwa kliennya ke Singapura untuk berobat.

"Jadi Pak Akil bilang, dia tidak pernah bertemu di Singapura. Jadi kalau memang ada fakta-fakta secara insiden, bisa saja kan, kita pergi ke sana, mungkin yang lain ada di sana, itu mungkin. Bisa saja waktunya sama tapi yang pasti tidak ada mereka melakukan pertemuan," kata Otto di kantor KPK, Jakarta, Rabu (16/10/2014).

Sedangkan Juru Bicara KPK, Johan Budi mengaku belum mendapat informasi tersebut. Namun, bila benar ada pertemuan tersebut, makan akan ditindaklanjuti oleh KPK.

"Informasi soal pertemuan itu belum ada. Tapi kalau ada iformasi itu tentu akan ditelusuri apakah terkait dengan apa yang kita sidik atau tidak," ujarnya.

Seperti diketahui, berdasarkan informasi yang diperoleh wartawan, Akil, Atut, dan Wawan diketahui berakhir pekan di Singapura pada Sabtu (21/9/2013).

Saat itu adalah sebelas hari sebelum KPK melakukan operas tangkap tangan. KPK meringkus Akil, Rabu (2/10/2013) malam, kemudian melanjutkan menangkap Wawan, Kamis (3/10/2013) dini hari. Akil tercatat pergi ke Singapura, Sabtu pukul 05.00 WIB, sementara Atut pergi ke Singapura pada hari sama hanya berselisih dua jam. Atut tercatat pergi ke Singapura pukul 07.00 WIB menggunakan pesawat Singapore Airlines bernomor penerbangan SQ 953.

Adapun Wawan pergi ke Singapura sehari sebelumnya. Suami Wali Kota Tangerang Selatan Airin Rachmi Diany ini berangkat ke Singapura pada Jumat (20/9/2013) sekitar pukul 19.00 WIB menggunakan pesawat Garuda Indonesia GA 836.

Kepulangan mereka bertiga ke Indonesia tercatat berbeda waktu. Akil pulang ke Indonesia pada Senin (23/9/2013), sekitar pukul 11.30 WIB. Keesokan hari baru Wawan yang kembali ke Indonesia menggunakan pesawat Garuda Indonesia dengan nomor penerbangan GA 825. Atut baru pulang ke Indonesia pada Rabu (24/9/2013), sekitar pukul 19.30 WIB. Dia menggunakan pesawat Singapore Airlines dengan nomor penerbangan SQ 966.

Source
Tuh kan makin kelihatan modus orang2 sok suci. emoticon-Big Grin
Wawan Akui Temani Ratu Atut Bertemu Akil di Singapura
Icha Rastika
Rabu, 16 Oktober 2013 | 19:16 WIB


JAKARTA, KOMPAS.com — Tubagus Chaeri Wardana alias Wawan melalui pengacaranya, Pia Akbar Nasution, mengaku pernah bertemu dengan Ketua Mahkamah Konstitusi nonaktif Akil Mochtar di Singapura, beberapa waktu lalu. Dalam pertemuan itu, Wawan mengaku hanya menemani kakaknya, Gubernur Banten Ratu Atut Chosiyah.

“Enggak ada bicara tentang hal-hal yang spesifik. Pak Wawan kan hanya nemenin Bu Atut ketemu di situ,” kata Pia di Gedung KPK, Jakarta, Rabu (16/10/2013).

Wawan merupakan tersangka penyuap Akil terkait sengketa Pemilihan Kepala Daerah Lebak, Banten. Menurut Pia, tujuan utama kliennya pergi ke Singapura adalah untuk menonton balapan Formula 1. Begitu sampai di Singapura, Wawan baru tahu bahwa Atut juga berada di negeri jiran tersebut.

“Jadi Mas Wawan duluan sampai sana, baru tahu kalau ada Bu Atut. Jadi berangkatnya juga enggak sama-sama,” ujar Pia.

Dia juga mengatakan bahwa dalam pertemuan itu tidak ada pembicaraan terkait perkara. Wawan dan Atut hanya berkonsultasi mengenai pilkada secara umum. “Membicarakan hal-hal yang umum sajalah, bagaimana soal pilkada, tapi bukan bicara spesifik kasus apa, itu enggak, dan itu pun hanya sebentar karena Pak Wawan dengan temannya, dan Pak Akil juga ada teman-temannya,” tutur Pia.

Sementara itu, Akil melalui pengacaranya, Otto Hasibuan, membantah pernah mengadakan pertemuan dengan Atut dan Wawan di Singapura. Dia juga membantah bertemu dengan Atut di pesawat. Menurut Otto, kliennya kerap ke Singapura untuk keperluan berobat dan perjalanan dinas. Itu pun, kata Otto, Akil mengajak ajudannya ikut serta.

“Jadi kalau dia memang mau bertemu dengan orang lain, tentunya dia sendiri. Tapi, ini kan dia bawa ajudannya dan perjalanannya resmi untuk berobat. Jadi pertama kali dia berobat, kemudian check up kedua kalinya,” ucap Otto.

Dia juga mengatakan bahwa Akil tidak pernah membicarakan masalah sengketa Pilkada Lebak dengan Wawan dan Atut. Menurutnya, hubungan antara Akil dan Atut hanya sebatas antara Ketua MK dan gubernur.

“Hubungannya dia sebagai gubernur tentu kenal,” katanya.

Berdasarkan informasi yang diperoleh Kompas, Akil, Atut, dan Wawan diketahui berakhir pekan di Singapura pada Sabtu (21/9/2013). Saat itu adalah 11 hari sebelum KPK melakukan operasi tangkap tangan. KPK meringkus Akil, Rabu (2/10/2013) malam, kemudian melanjutkan menangkap Wawan, Kamis (3/10/2013) dini hari.

Akil tercatat pergi ke Singapura, Sabtu pukul 05.00 WIB. Sementara Atut pergi ke Singapura pada hari yang sama, hanya berselisih dua jam. Atut tercatat pergi ke Singapura pukul 07.00 WIB menggunakan pesawat Singapore Airlines bernomor penerbangan SQ 953.

Adapun Wawan pergi ke Singapura sehari sebelumnya. Suami Wali Kota Tangerang Selatan Airin Rachmi Diany ini berangkat ke Singapura pada Jumat (20/9/2013) sekitar pukul 19.00 WIB menggunakan pesawat Garuda Indonesia GA 836. Kepulangan mereka bertiga ke Indonesia tercatat berbeda waktu. Akil pulang ke Indonesia pada Senin (23/9/2013), sekitar pukul 11.30 WIB.

Keesokan hari baru Wawan yang kembali ke Indonesia menggunakan pesawat Garuda Indonesia dengan nomor penerbangan GA 825. Atut baru pulang ke Indonesia pada Rabu (24/9/2013), sekitar pukul 19.30 WIB. Dia menggunakan pesawat Singapore Airlines dengan nomor penerbangan SQ 966.

Source
kalau mak atut itu masih ok gak ya kalau di joss
×