alexa-tracking

Main Content

1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/525d6bc8c0cb17e614000000/jasnoyo-menjadikan-tukang-jagal-hewan-kurban-sebagai-profesi-sampingan
Cool 
Jasnoyo: Menjadikan Tukang Jagal Hewan Kurban Sebagai Profesi Sampingan
Jasnoyo: Menjadikan Tukang Jagal Hewan Kurban Sebagai Profesi Sampingan
Membicarakan profesi satu ini mungkin kalau di dengar agak menakutkan bahkan mengerikan memang. Terkesan sangat angker, gahar dan liar. Tetapi profesi ini pun sangat diminati oleh sebagian orang khususnya kaum laki-laki yang notabene memiliki keahlian khusus. Apalagi disaat menjelang Hari Idul Adha tahun ini, banyak sekali yang memakai jasa profesi ini. Selain untuk dijadikan ladang untuk mencari rezeki (peluang kerja) sekaligus mendapatkan ibadah pula. Ya, walaupun profesi ini hanya musiman. Setahun sekali adanya.

Profesi itu adalah tukang jagal. Menurut pengertian tukang jagal adalah orang yang bertugas menyembelih (memotong) hewan ternak (seperti; sapi, kambing, dan kerbau) di rumah pemotongan hewan. Bisa juga dipanggil/dijemput. Halnya yang digeluti Pak Jasnoyo (41)—yang akrab di panggil Pak Jas ini. Ia menjadi tukang jagal hewan kurban sebagai profesi sampingan.

Seperti hari itu, Selasa (15/10) Pak Jas mendapatkan panggilan untuk memotong hewan kurban di salah satu sebuah kepartaian Islam—yang salah satunya saya pulalah dibagian kepanitiaannya. Pantia Hewan Kurban Idul Adha 1434 H saat itu.

Pak Jas menggeluti profesinya sebagai tukang jagal hewan kurban sudah hampir tiga tahun lamanya dijalaninya. Walau profesi tersebut bukanlah mutlak. Dikarenakan profesi sebenarnya adalah seorang kesatuan pengamanan senior di sebuah perusahaan BUMN yang hampir tiga belas tahun ia jadikan pekerjaan tetapnya. Tetapi walaupun menjadi tukang jagal hanya baru tiga tahun lamanya digeluti. Tetapi ia amat terampil dan lihai sebagai seorang tukang jagal yang menggeluti puluhan tahun. Itu terlihat ketika ia menyemblih (memotong) hewan kurban (sapi dan kambing) dengan penuh khimad dan pengalaman di tempat pemotongan hewan kurban di daerah Jl. Subur, Jakarta Selatan. Ia begitu cekatan dan terampil

“Sebenarnya saya menjadi tukang jagal baru tiga tahun. Walau pertama-tama belajar dan mengikuti orang dulu. Lalu belajar untuk berani mencoba hingga akhirnya sampai saat ini. Padahal saya kerja sebagai seorang kesatuan pengamanan senior,” ujar Pak Jas ketika membeberkan awal ia memiliki profesi sampingan itu.

Saya mendengarkannya dengan seksama cukup takjub juga. Betapa beraninya menekuni profesinya seperti itu. Menjadi tukang jagal hewan kurban. Padahal tidak mudah menjadi tukang jagal yang benar-benar menekuni profesi itu. Tapi untuk Pak Jas tidak! Ia menjalani itu semua dengan penuh keenjoyannya. Apalagi setiap yang memakai jasanya itu ia tak pernah mematokan harga sebagai tukang jagal.

Ya, biasanya harga pasaran sebagai tukang jagal sekitaran Rp. 300.000, sampai Rp. 350.000,- perkepala hewan kurban sapi atau kerbau. Beda dengan hewan kurban kambing sekitar Rp. 25.000,- sampai Rp. 30.000,- belum ditambah daging atau kepala hewan kurban (sapi atau kambing) sebagai upah pula jika menginginkannya. Walaupun disetiap kampung berbeda harga untuk tukang jagal sesuai dengan kesepakatan bersama.

Bukan hanya itu saja walau Pak Jas sudah menggeluti profesi hampir tiga tahun tetapi ia dalam melakukan penjagalan pada hewan kurban yang akan disemblih (dipotong) perlu kehati-hatian pula. Tidak hanya langsung semblih (potong) saja tapi ada yang perlu dilakukan agar dalam penyemblihan (pemotongan) itu menjadi syar’I menurut aturan agama. Bukan hanya Si yang Mengorbankan tapi bagi Si Tukang Jagalnya sama-sama mendapatkan ibadah dan pahala pula.

“Menyemblih (memotong) hewan kurban itu perlu persiapan dan mempunyai naluri. Tentunya niat (do’a) paling utama agar mendapatkan pahala dan menjadikan ibadah, pisau/golok harus tajam sekali dan hanya sekali saja ketika menyemblih (memotong) leher hewan kurban. Maka dari itu saya kadang kasihan jika ada kambing atau sapi yang akan dipotong pisau/goloknya itu tumpul. Itu bisa menyakitkan hewan yang akan dipotong. Untuk itu saya sudah mempersiapkan sebelum hari H-nya,” umbar lelaki berperawakan tinggi dan gempal ini memberikan panduan sekedar tips jika menyemblih (memotong) hewan. “Oya, kalau bisa jangan dilakukan bagi yang tidak punya keahlian khusus, berani mencobanya. Khawatir akan terjadi penyiksaan pada hewan yang akan dipotong,” lanjutnya lagi. Ternyata menjadi tukang jagal bukan hanya menyemblih (memotong) saja. Tak mudah untuk dilakukan. Tetapi harus memiliki naluri dan juga persiapan khusus untuk memulai memotong hewan kurban.

Begitulah seharusnya menjadi tukang jagal. Tidak selalu mendapatkan kemudahan saja. Apalagi jika hewan kurban (kambing dan sapi) itu mengamuk. Inilah tantangan sebagai penjagal hewan kurban. Selain harus memiliki keahlian khusus memotong (menyemblih), memiliki persiapan yang benar-benar mantab juga perlu naluri bagaimana cara menalukkan hewan jika mengamuk pada saat disemblih (dipotong). Terlebih ini juga menyangkut kenyaman dan keamanan memotong jika terjadi hewan kurban yang mengamuk.

“Bagi saya menjalani profesi ini ya hanya Lillahi Ta’alla saja. Saling menolong dan membantu melalui jasa saya. Walaupun ada suka dan dukanya. Kalaupun dukanya disaat hewan kurban itu susah dirobohkan semacam sapi atau kerbau. Karena hewan itu juga sangat kuat tenaganya perlu banyak orang yang membantu merubuhkannya untuk dipotong (disemblih). Sukanya jika pemotongan hewan kurban berjalan sukses antara saya dan sohibul bait juga sama-sama puas. Jadi terjalinlah sesuai apa yang diinginkan,” ucap kembali Pak Jas menutup perbincangan disaat jam istirhat makan siang usai memotong hewan kurban semua yang usai disemblih (dipotong) saat itu.

Tepat pukul 13.00 siang akhirnya penyemblihan (pemotongan) hewan kurban dalam memperingati Hari Iedul Adha 1434 H pun usai. Saya, Pak Jas dan para panitia yang lain hanya tinggal mendistribuskan. Membagi-bagikan daging hewan kurban pada masing-masing kepala Rukun Tetangga dimana pemotongan hewan kurban itu dilaksanakan dengan sukses. Sekali lagi selamat Idul Adha 1434 H. Semoga menjadi insana kami dan bersyukur.
Jasnoyo: Menjadikan Tukang Jagal Hewan Kurban Sebagai Profesi Sampingan
http://bit.ly/1aJiA2K

yummy.......hoho
dulu paman ane sering dapat job ini, setiap lebaran haji beliau bisa dapat jatah 5-10 kepala kambing
ane pernah dikasih 3 biji kepala kambing bakar, terus ane makan
alhasil ane pusing 7 hari gara-gara makan itu kepala emoticon-Malu (S):

kapok dah! emoticon-Ngakak
Kambing 25.000-30.000
Sapi 300.000-350.000

Hewan qurban itu yang penting ruminansia (hewan memamah biak) kan? Kambing, sapi, kerbau, unta, dsb. Tadi aja di berita di Irian sana ada yang qurban rusa. Berarti jerapah juga boleh ya? Jerapah kan ruminansia juga? Terus bayar jagal buat nyembelih jerapah berapa?