alexa-tracking

Main Content

1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/525cf204bfcb174d45000008/youth-freedom-network-dukung-liberalisasi-perdagangan
Youth Freedom Network Dukung Liberalisasi Perdagangan
Youth Freedom Network Dukung Liberalisasi Perdagangan

Jakarta - Konferensi Tingkat Tinggi CEO (APEC CEO SUMMIT 2013) yang diselenggarakan di Bali pada hari Minggu, 6 Oktober 2013, menjadi angin segar bagi Indonesia untuk melanjutkan liberalisasi perdagangan di antara anggota Kerjasama Ekonomi Asia Pasifik (APEC), guna mendorong pertuumbuhan ekonomi yang lebih baik di masa depan.

Hal tersebut diungkapkan, Sekretasi Jenderal Youth Freedom Network, M Ihsan dalam pers rilis yang diterima KabarCepat.com, Jumat (11/10/2013).

"Di Indonesia, Liberalisasi perdagangan dan ekonomi telah menaikkan GDP dan pertumbuhan ekonomi diatas 5% setiap tahunnya. Selama 30 tahun masa orde baru, angka Gross Domestic Product (GDP) kita tidak pernah melebihi 100.00 USD. Hal ini disebabkan kebijakan proteksionis yang dijalankan oleh pemerintah," ujar Ihsan.

Menurut Ihsan, jika dibandingkan GDP Indonesia saat ini dengan era reformasi, maka akan terlihat perbedaan yang sangat jauh.

"Selama kurun waktu 10 tahun sejak 2000, GDP kita telah naik mencapai 500.000 USD. Salah satu kuncinya adalah diterapkannya kebijakan liberalisasi oleh pemerintahan SBY," tandasnya.

Ihsan menambahkan, Liberalisasi ekonomi telah menempatkan peran swasta sebagai tokoh utama dari pelaku ekonomi. Liberalisasi ekonomi juga telah menumbuh kembangkan kreatifitas dan semangat kompetitif yang dimiliki oleh manusia. Sehingga aktifitas ekonomi telah menjadi ruang kerjasama yang saling menguntungkan antar negara dan juga antar individu.

"Oleh karena itu, dalam rangka meningkatkan pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat, Youth freedom Network mendukung dilangsungkkanya liberalisasi perdagangan," pungkasnya.

Sebelumnya, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dalam KTT APEC yang diselenggarakan di Bali menyinggung perlunya mencegah kebijakan proteksionis, dan melanjutkan liberalisasi perdagangan dalam rangka meningkatkan kesejahteraan masyarakat. menurutnya, sejak APEC didirikan 25 tahun lalu, liberalisasi perdagangan terus berkembang dan mampu menurunkan rata-rata tarif perdagangan 70 persen. Sementara biaya pengurusan bisnis lintas negara juga menurun sekita lima persen. Hasilnya, mampu menghemat 59 triliun dolar AS untuk bisnis. (RST/RST)

Sumber: http://kabarcepat.com/2013/10/11/you...n-di-indonesia
Boleh saja liberalisasi. Asalkan rakyat tetap dilindungi secara ekonomi, baik dari segi pemerataan pendapatan, atau dari segi kesejahteraan
apakah para UKM akan bisa bersaing
antek neolib nih emoticon-Mad:


udah lama ga ngomong istilah neolib emoticon-Big Grinemoticon-Big Grinemoticon-Big Grinemoticon-Big Grinemoticon-Big Grinemoticon-Big Grinemoticon-Big Grin
produk lokal indonesia perkuat dulu, dibantu dari segi keuangan. pengembangan produk dan strategi marketing
Quote:Original Posted By luv.you
Boleh saja liberalisasi. Asalkan rakyat tetap dilindungi secara ekonomi, baik dari segi pemerataan pendapatan, atau dari segi kesejahteraan


Itu lebih cenderung ke proteksionisme. Liberalis ekonom paling anti sama yg namanya "dilindungi"..

Liberalisasi pangan maksudnya liberalisasi a la menteri lulusan Harvard ye.. emoticon-Big Grin

GDP melulu yg diomongin. Gini rasio yg merangkak naik ga pernah diurusin..emoticon-Big Grin

alah banyak bacot statistik, dibayar berapa lu? Setim yg post berita ttg buruh juga?
Quote:Original Posted By luv.you
Boleh saja liberalisasi. Asalkan rakyat tetap dilindungi secara ekonomi, baik dari segi pemerataan pendapatan, atau dari segi kesejahteraan


dgn kata lain = go the hell liberalization.

ada liberalisasi, jgn pernah berharap ada pemerataan pendapatan. semua diukur secara statistik. fakta di lapangan ga akan dilihat kecuali yg emang enak dilihat.

ga ada proteksi, maka yg terjadi adalah produk nasional akan dilibas krn kalah bersaing (scr harga) thd produk luar yg sudah lebih dahulu mature n mencapai skala ekonomis dlm produksinya. diperparah lagi dgn makin hilangnya rasa nasionalisme, yang ada hanya ada 1 = penduduk dunia.
liberalisasi perdagangan? it's ok.tapi mainnya sama2 fair ga?