alexa-tracking

Main Content

1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/525bc03a38cb17847b00000d/sedih-gankesedihan-di-balik-euforia-kemenangan-timnas
[sedih gan]kesedihan di balik euforia kemenangan timnas
[sedih gan]kesedihan di balik euforia kemenangan timnas

seorang pahlawan bukan hanya berperang dan mati di pada saat pertempuran,seorang pahlawan adalah seorang yang membawa nama harum bangsa,membawa kebanggaan bangsanya,dan membuat suatu prestasi Di bidangnya.

Saat saya liat berita di bawah ini terbesit dipikiran saya,ko bisa negara melupakan seorang yang telah membawa nama harum bangsa,tidak adakah sebuah solusi bagi para veteran olahraga yang telah berjuang untuk nama bangsa?

Pantas orang tua saya pernah berkata,"jangan jadi olahragawan,tuanya sulit".

Banyak kasus cerita miris dari atlit berprestasi yang terlupakan sampai sekarang ,seakan pemerintah lepas tangan.

Mereka tidak butuh harta yang berlimpah,tidak butuh fasilitas seperti anggota DPR,yang mereka butuh perhatian dari bangsa yang telah mereka bela dengan segenap jiwa dan raga!!!!!!!!!!!!!



Spoiler for guru emen bermain:


Spoiler for guru emen berkostum timnas:


Spoiler for guru emen:


sumber

Reporter:Andrian Salam Wiyono

Guru Emen,begitu biasa dipanggil. Siapa sangka, prestasinya yang mentereng, kini pemilik nama lengkap Emen Suwarman itu hanyalah seorang tukang pijat di tubuh Tim Persib Bandung.

Mengharumkan nama Timnas pada era 60-an
adalah pencapaian tertinggi pria 73 tahun ini.
Menjadi bagian dari Tim yang diidolakannya sejak kecil yakni Persib Bandung pernah dilakoni.

Si Kijang dari Majalengka ini, julukannya,
mengawali karier bersama klub PSAD (Persatuan Sepak Bola Angkatan Darat).
Kehebatannya menggiring bola, Emen muda
langsung mempersembahkan gelar juara lima
kali berturut-turut di Kompetisi KAD(Kompetisi
Angkatan Darat Indonesia).

Kehebatannya kala itu tak terbantahkan lagi.
Bersinar bersama klub PSAD membuat, Thomas Wa pelatih Persib kala itu jatuh hati kepada pemain yang mengisi posisi sayap kanan atau kiri tersebut.

"Katanya lari saya cepat, jadi saya mudah obrak-abrik tim lawan dari sayap," ungkap pemain legendaris itu, kepada merdeka.com, Jumat (9/11).

Tanpa pikir panjang, kesempatan itu dia ambil.
Apalagi cita-citanya untuk menjadi bagian dari
Tim Nasional terbuka lebar bilamana bisa
memperkuat tim sekaliber Persib Bandung.

"Masuk Persib adalah kebanggaan luar biasa.
Dan itu saya dapatkan," terang Emen.Di tubuh 'Maung Bandung' prestasinya kian
cemerlang. Emen dengan kemampuannya yang kian matang sebagai pesepakbola muda
membuat pelatih Timnas Indonesia asal
Yugoslavia, Tony Puganic melirik bakatnya.

Tahun pertamanya di timnas atau 1962 silam,
Guru Emen langsung memberikan gelar juara
pada Turnamen International Merdeka Games di Kuala Lumpur-Malaysia.

Di tahun yang sama Emen juga menjadi bagian dalam Timnas Indonesia dalam Asian Games yang digelar di Jakarta.

"Itu adalah tahun berkesan bagi saya"ungkapnya.Ibarat kata, Emen 'mewakafkan' hidupnya pada sepakbola.

Malang melintang di kancah International bersama Timnas Indonesia, dia dedikasikan kembali kepada tim Persib.

"Setelah lama di Timnas saya balik lagi ke
Persib," ucapnya.Hingga akhirnya Emen dipercaya untuk menjadi asisten pelatih bersama Jajang Nurjaman dan Pelatih Indra Tohir.

Sikapnya sebagai motivator, Emen mampu
memberikan prestasi kepada Persib dengan
menjuarai kompetisi terakhir Perserikatan PSSI
1993-1994 dan Liga Indonesia I 1994-1995.
Namun Ironis sesudah itu sedikit demi sedikit
jasanya mulai tergusur. Kala itu Emen sempat
beberapa kali menukar medali dengan beras
untuk memenuhi kebutuhan hidupnya.

"Sempat beberapa kali," singkat Emen.
Sekitar awal tahun 2000, Emen kembali ke
Persib.Namun bukan sebagai pelatih,maupun
pemain. Pria ramah ini menjadi masseur (tukang pijat) di tim Persib.

Ironis memang atas pencapaian yang didapat
selama perjalanannya menjadi pesepak bola.
Apalagi jika melihat prestasinya.

"Beberapa tahun saya sempat menjadi tukang
pijit, sekarang juga masih tapi sudah mulai
berkurang. Yang penting apa yang bisa
dikerjakan saya kerjakan untuk Persib," kisahnya.

Guru Emen hanyalah satu cerita dari banyak
atlet berprestasi yang terlupakan. Dia berharap apa yang menimpanya kini, tidak 'diwariskan' kepada pesepakbola saat ini.
Emen Suwarman adalah Pahlawan.

Mantan Pesepakbola handal yang akan menularkan Ilmunya kepada pesepakbola muda. Terlebih untuk Persib tempat dia mengabdi selama kurang lebih 50 tahun. Emen Suwarman,Dari Pemain Timnas, Pelatih, hingga Tukang Pijit.



jasa kalian akan selalu dikenang


[sedih gan]kesedihan di balik euforia kemenangan timnas
Iye gan,,
[sedih gan]kesedihan di balik euforia kemenangan timnas
emoticon-norose dulunya pemain timnas sekarang menjadi tukang pijat emoticon-Thinking
ya jangan manja juga, gimana gaya hidupnya dulu? jangan2 demen judi, cewek, dan mabok emoticon-Big Grinemoticon-Big Grinemoticon-Big Grinemoticon-Big Grinemoticon-Big Grinemoticon-Big Grinemoticon-Big Grin


lagian tiap orang sepanjang masih sehat jasmani-rohani ya wajib tanggung jawab sama dirinya sendiri
ngemis muluk...halahhhhh emoticon-Stick Out Tongue
gimana juga nasibnya si Isnan ali mantan pemaen timnas sehabis ngisep sabu2, apa juga bakal jadi tukang pijit nantinya emoticon-Big Grin
Paling ngk dapat rumah dan gaji pensiun lah..
Rumah veteran yg 12x6 jg gpp lah, dulu jg dia ikt mengharumkan nama bangsa..
pahlawan bangsa di jajah negara sendiri
Quote:Original Posted By tiieenn
Paling ngk dapat rumah dan gaji pensiun lah..
Rumah veteran yg 12x6 jg gpp lah, dulu jg dia ikt mengharumkan nama bangsa..

iya gan walau gak besar nominalnya gpp asal pemerintah kasih kompensasi tiap bulannya ane setuju banget, miris banget baca nya emoticon-Frown
Quote:Original Posted By rockbenk
ya jangan manja juga, gimana gaya hidupnya dulu? jangan2 demen judi, cewek, dan mabok emoticon-Big Grinemoticon-Big Grinemoticon-Big Grinemoticon-Big Grinemoticon-Big Grinemoticon-Big Grinemoticon-Big Grin


lagian tiap orang sepanjang masih sehat jasmani-rohani ya wajib tanggung jawab sama dirinya sendiri
ngemis muluk...halahhhhh emoticon-Stick Out Tongue


komeng gue sama lah sama si bray nyang atu ini emoticon-Big Grin

ini indonesia bung!!!

negara penuh DAGELAN..jadi buat yang tua2 jaman dulu harap menyesuaikan diri dengan republik dagelan emoticon-Big Grin
Quote:Original Posted By rockbenk
ya jangan manja juga, gimana gaya hidupnya dulu? jangan2 demen judi, cewek, dan mabok emoticon-Big Grinemoticon-Big Grinemoticon-Big Grinemoticon-Big Grinemoticon-Big Grinemoticon-Big Grinemoticon-Big Grin


lagian tiap orang sepanjang masih sehat jasmani-rohani ya wajib tanggung jawab sama dirinya sendiri
ngemis muluk...halahhhhh emoticon-Stick Out Tongue


Naif banget sih gan,ente tau mereka hanya pandai dibidangnya gak kayak ente yang terus melanjutkan pendidikan,..:capede
Ente kerja Jam 8 ketemu jam 5 pulang tidur,lain dengan mereka,beban yang di emban berat gan,anak,keluarga dan bangsa...

Permasalahan yang pada make atau mencoreng tergantung individu gan,toh pada kenyataannya mereka udah jadi pahlawan bangsa.

Jangan karena permasalahan itu semua dikaitkan ke semua individu,ente tau gan alias pikal petinju,kenapa dia bisa jadi tukang pukul di sebuah bar,karena setelah mereka tidak produktif ga ada yang mau mengkaryakan,mereka jadi ambil jalan pintas.

Coba permasalaha seperti itu bisa di atasi ga ada itu kasus" seperti ini...

emoticon-Cool
bangsa besar adalah bangsa yang menghargai jasa para pahlawannya

makanya Indonesia tidak akan pernah menjadi bangsa besar selama para koruptor keparat dan sifat tidak peduli kita trus melekat erat
Emang sedih juga kalo pemaen bola jaman dulu, mau sampe kelasan timnas tetep duitnya dikit. Jadi pemaen persib yang dari dulu udah gede tetep penghasilan dikit. Paling banter kalo mau dulu bisa kerja di pln.
Quote:Original Posted By Phiong333
bangsa besar adalah bangsa yang menghargai jasa para pahlawannya

makanya Indonesia tidak akan pernah menjadi bangsa besar selama para koruptor keparat dan sifat tidak peduli kita trus melekat erat


Ane setubuh gan!!
Palingan bonus,mereka ga terlalu minta bonus yang penting gimana setelah mereka pensiun....!!
Quote:Original Posted By rockbenk
ya jangan manja juga, gimana gaya hidupnya dulu? jangan2 demen judi, cewek, dan mabok emoticon-Big Grinemoticon-Big Grinemoticon-Big Grinemoticon-Big Grinemoticon-Big Grinemoticon-Big Grinemoticon-Big Grin


lagian tiap orang sepanjang masih sehat jasmani-rohani ya wajib tanggung jawab sama dirinya sendiri
ngemis muluk...halahhhhh emoticon-Stick Out Tongue


Ente hanya tau hidup jaman sekarang tidak tau masa2 sulit dulu.

Pemain2 dulu bayarannya kecil, habis menang pertandingan skala internasional mereka hanya membawa medali doang paling dapat duit hanya cukup buat biaya hidup seminggu.

Jangankan pesepak bola yang ikut berperang aja masih banyak yang tidak mendapatkan pensiunan