alexa-tracking

Main Content

1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/525bb2471e0bc3520c000003/gubernur-dki-akui-sulit-mengontrol-pejabat-korup
Gubernur DKI Akui Sulit Mengontrol Pejabat Korup
news

Gubernur DKI Akui Sulit Mengontrol Pejabat Korup

JAKARTA - Ditangkapnya Lurah dan Bendahara Kelurahan Ceger, Jakarta Timur, Fanda Fadly Lubis dan Zaitul Akman oleh Kejaksaan Tinggi Negeri Jakarta Timur, tak lantas membuat Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo berhenti menjalankan sistem seleksi dan promosi terbuka atau dikenal dengan lelang jabatan.

"Nanti survei yang menyimpulkan. Tapi dari yang saya tangkap waktu saya ke kantor pelayanan, masyarakat sudah merasa mendapatkan pelayanan dengan baik," ujar Jokowi di rumah dinasnya, Jalan Taman Suropati Nomor 7, Menteng, Jakarta Pusat, Senin (14/10/2013).

Mantan Wali Kota Surakarta itu mengungkapkan apa yang menimpa dua anak buahnya itu merupakan kasus lama sejak 2012.

"Dan meskipun ada lelang tapi masih ada yang lolos. Sulit juga kita mengontrol mental, akhlak. Sulit. Kita ingin melihat bahwa aparat-aparat kita melayani, di wali kota-wali kota juga melayani. Tapi kalau ada satu dua itu wilayah hukum lah ya," kata Jokowi.

Sebab itu, dirinya menyatakan seluruh pelayanan yang belum baik akan terus dilakukan pembenahan dan bukan berarti jajarannya kecolongan dalam melakukan seleksi saat lelang jabatan. "Ya ndak kecolongan. Sulit kontrol satu-satu untuk masalah mentalitas," terangnya.

Karena sudah diciduk oleh penegak humum, orang nomor satu di Jakarta itu menegaskan untuk memecat dua anak buahnya yang diduga menyelewengkan anggaran APBD sekira Rp450 juta. "Kalau sudah seperti itu, nanti langsung diganti," tandasnya.

Gimana kira-kira ini gan?? emoticon-Bingung (S)
setor rekening aja tiap bulan

emoticon-Big Grin
lha terus.... apa hasil JOKOWemoticon-BeloW Blusukan tiap hari ama si mAHOK teriak2 tiap hari... emoticon-Big Grin

katanya blusukan salah satu fungsi managemen control... emoticon-Big Grin
di indonesia klo mau berantas korupsi jadi banyak musuhnya
iya lah selama amsih pake bayar dimuka pasti ada aja peluang" buat korupsi....kalo ntar uda pake system online rada susah tuh lebih gampang di lacak...cuma masih tetep bisa sih kalo ketemuan duluemoticon-Ngakaktergantung orangnya sih intinyaemoticon-Big Grin selama hukumnya masih melempem kurang berat pasti masih ada yang brani...yg enak jd pengacaraemoticon-Ngakak
Gubernur DKI Akui Sulit Mengontrol Pejabat Korup
Quote:Original Posted By silanceng
lha terus.... apa hasil JOKOWemoticon-BeloW Blusukan tiap hari ama si mAHOK teriak2 tiap hari... emoticon-Big Grin

katanya blusukan salah satu fungsi managemen control... emoticon-Big Grin


Jaka Sembung Bawa Golok...Goloknya Karatan pulak emoticon-Ngakak
Quote:Original Posted By bangGeorge
Gubernur DKI Akui Sulit Mengontrol Pejabat Korup


Keja BAgus ya udah... ane kasih ente NAsi Kotak.. emoticon-Big Grin
Gubernur DKI Akui Sulit Mengontrol Pejabat Korup

Waduhh... waduhh.. belum apa2 sudah bilang sulit. Parah nihhh emoticon-Cape d... (S)
cumungut dong pak jokowi emoticon-Kiss
sumpah jabatan bernuansa agama diganti dengan pernyataan diatas segel: BILA TERBUKTI KORUPSI, SIAP BUNUH DIRI DAN HARTANYA DISITA UNTUK NEGARA (ditandatangani suami istri PNS atau kalau belum berkeluarga, orang tua harus tanda tangan)...emoticon-Kiss

Ini lebih murah dan lebih gampang dijalankan......emoticon-Ngakak

Stop membohongi Tuhan yg berkelanjutan.....emoticon-Matabelo
Memang tidak semudah membalik telapak tangan..
Pelan-pelan harus berubah..

Lha wong korupsi sudah jadi budaya dari bawah sampai atas emoticon-Hammer

Quote:
Originally posted by:
profesor.idiot

Kunci dari penyelewengan dan korupsi itu adanya di laporan keuangan. Managemen keuangan itu fungsinya untuk membaca laporan keuangan sesuai dari yang dibutuhkan.

Orang akuntansi sama keuangan tau bahwa aliran kas dan seluk beluk keuangan itu seimbang. Untuk mempertahankan validasi laporan keuangan dibikin sistem cross check yang bisa dilakukan oleh orang2 tertentu yang diinginkan.

Jadi kalo mau korupsi ilang, buka aja semua aliran keuangan beserta keterangannya. Tapi yang pertama adalah bikin standarisasi pelaporan dan pencatatan keuangan, yang juga harus diikuti oleh nama serta jabatan penanggung jawab, selain tempat dan tanggal, dan juga saksi.

Dibuka sehingga mudah diakses masyarakat, misal online. Minta juga bantuan perguruan tinggi, minta siswa2nya yang ngambil ekonomi buat bikin TA ato skripsi tentang itu.

Kasih contoh APBD provinsi untuk penghijauan lahan di kelurahan A sebesar 50 juta. Aliran dari rek pemprov menuju rekening resmi kelurahan ( sistem ribet, kudunya kelurahan sebagai eksekutor cuman ngasih invoice resmi ke pemprov, pemprov yang bayar langsung ). Disebutin juga rekeningnya dan nama pejabat bertanggung jawab di pemprov dan kelurahan.

Kelurahan bikin pencatatan dan laporan keuangan sementara penggunaan uang 50 juta, misal 40 juta buat bibit pohon sebanyak 5000 pohon yang dibeli dari Toko A tertanggal....dan penanggung jawab toko A.....
10 juta sisanya dipake buat kegiatan operasional yang terdiri dari misal sewa kendaraan dan bayar pekerja selama 2 minggu, rincian pos masing2 serta nama dan identitas pekerja serta statusnya.

Kalo gini kan gampang ngeceknya sama masyarakat, penyelewengan biasanya ga jauh dari mark up, proyek yang dilimpahin ke perusahaan sendiri ato kerabat ( karena ga bisa bersaing harga dan kualitas ) ato jual proyek ke sub kontrak aka jadi calo.
Kalo bisa bikin sistem kaya diatas menyeluruh dan sistematis, ane yakin korupsi bakal berkurang drastis, biar mental korup kalo kesempatannya diperkecil, bakalan sulit.

Terakhir adalah sanksi yang diterima bila melanggar, baik dari penanggung jawab atau saksi, kudu keras dan kalo perlu pemprov bikin pasukan pengacara yang bakal nuntut perdata pelaku koruptor, terutama rekanan di luar pns.
ini penasbung hari ini semangat banget yak , ude ngambil kupon buat ambil daging besok? emoticon-Ngakak

Gubernur DKI Akui Sulit Mengontrol Pejabat Korup
Sebenarnya bukan sulit untuk mengontrol pejabat korup, kalau hukum di Indonesia ini dipertegas dan tidak main-main dalam pengimplementasiannya.
Kalau saya sih tidak salah jika gaji mereka ditambah asalkan dengan syarat kerja mereka semakin baik, semakin bagus dan terutama "TIDAK KORUPSI". Jika dengan seperti ini mereka masih juga korupsi, maka tidak ada toleransi lagi untuk ini dan harus diberikan sanksi serta hukuman yang berat yang harus benar-benar dijalankan.
pejabat korup mah ke laut aje emoticon-Big Grin


awasi ame bina yg bener, keluyuran wae seh elu emoticon-Ngacir
Quote:Original Posted By plumbob
Waduhh... waduhh.. belum apa2 sudah bilang sulit. Parah nihhh emoticon-Cape d... (S)


ya iyalah sulit, selama mental pejabatnya money oriented, parpol rebutan kekuasaan ama kepentingan partai di prioritaskan ya korupsi jalan mulu. paling nggak jokohok berusaha buat mangkas kegiatan korupsi.
makanya jangan cuma tinggal di gua aja tong
ninggalin jejak dulu ah.. emoticon-Matabelo
sekalian kenalan.. emoticon-Shakehand2
Quote:Original Posted By kacaindonesia
news

Gubernur DKI Akui Sulit Mengontrol Pejabat Korup

JAKARTA - Ditangkapnya Lurah dan Bendahara Kelurahan Ceger, Jakarta Timur, Fanda Fadly Lubis dan Zaitul Akman oleh Kejaksaan Tinggi Negeri Jakarta Timur, tak lantas membuat Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo berhenti menjalankan sistem seleksi dan promosi terbuka atau dikenal dengan lelang jabatan.

"Nanti survei yang menyimpulkan. Tapi dari yang saya tangkap waktu saya ke kantor pelayanan, masyarakat sudah merasa mendapatkan pelayanan dengan baik," ujar Jokowi di rumah dinasnya, Jalan Taman Suropati Nomor 7, Menteng, Jakarta Pusat, Senin (14/10/2013).

Mantan Wali Kota Surakarta itu mengungkapkan apa yang menimpa dua anak buahnya itu merupakan kasus lama sejak 2012.

"Dan meskipun ada lelang tapi masih ada yang lolos. Sulit juga kita mengontrol mental, akhlak. Sulit. Kita ingin melihat bahwa aparat-aparat kita melayani, di wali kota-wali kota juga melayani. Tapi kalau ada satu dua itu wilayah hukum lah ya," kata Jokowi.

Sebab itu, dirinya menyatakan seluruh pelayanan yang belum baik akan terus dilakukan pembenahan dan bukan berarti jajarannya kecolongan dalam melakukan seleksi saat lelang jabatan. "Ya ndak kecolongan. Sulit kontrol satu-satu untuk masalah mentalitas," terangnya.

Karena sudah diciduk oleh penegak humum, orang nomor satu di Jakarta itu menegaskan untuk memecat dua anak buahnya yang diduga menyelewengkan anggaran APBD sekira Rp450 juta. "Kalau sudah seperti itu, nanti langsung diganti," tandasnya.

Gimana kira-kira ini gan?? emoticon-Bingung (S)


emoticon-Cool

Susah lah,orang banyak dan berjamaah,yang terpenting kemauan dan kesungguhan dalam memberantasnya,jangan setengah"
Ya kita sebagai pimpinan agak kesulitan.., soalnya itu kan biasanya kolektif ya, jadi perlu pengawasan ekstra saya kira. Tapi ya itu bisa kita coba terus sinergikan dengan memaksimalkan fungsi-fungsi terkait di pemprov. Kita maksimalkan itu fungsi dan peran Inspektorat..., kita pokoknya maksimalkan lah.